NovelToon NovelToon
Love Journey Story

Love Journey Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Persahabatan / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:468
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Geamul

Novel ini menceritakan kisah perjalanan cinta seorang perempuan yang bernama Syajia, nama panggilanya Jia.

Seorang perempuan yang sangat sederhana ini mampu menarik perhatian seorang laki-laki dari anak ketua yayasan di kampusnya dan seorang pemilik kafe tempat ia bekerja.

Tentu keduanya mempunyai cara tersendiri untuk bisa mendapatkan Jia. Namun Jia sudah terlanjur menaruh hatinya pada anak ketua yayasan itu.

Sayangnya perjalanan cinta tidak selalu lurus dan mulus. Banyak sekali lika-liku bahkan jalan yang sangat curam dalam kisah cinta Jia.

Apakah Jia mampu melewati Kisah Perjalanan Cinta nya? Dan siapakah yang akan mendapatkan Jia seutuhnya? Ikuti terus kisahnya di dalam novel ini yang mampu membawamu terjun kedalam Kisah Perjalanan Cinta Syajia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Geamul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegundahan Hati

“Maaf Om, kalau boleh tahu Om sakit apa?”

tanya Surya dengan hati-hati.

“Om sudah 2 tahun lebih sakit jantung,” jawab Pak Yanto.

“Kenapa gak di rawat di rumah sakit aja Om?”

“Saya udah suruh Ayah buat di rawat di rumah sakit, tapi Ayah selalu menolaknya Mas,” sahut Jia.

“Om lebih suka di rawat di rumah saja,” bela Pak Yanto.

Surya pun hanya mengangguk, ia melamun memikirkan sesuatu di dalam kepalanya.

Keadaan Lak Yanto mengingatkannya pada almarhum Ayahnya yang sempat sakit. Saat dekat dengan Lak Yanto, ia seperti bertemu kembali dengan Ayahnya yang sudah berpisah 3 tahun lamanya.

Ia merasakan kembali kehadiran sang Ayah pada sosok Pak Yanto yang sempat ia sia-sia kehadiran Ayahnya dulu. Saat ia mencium tangan Pak Yanto, Surya mencium kehangatan yang sama persis sepert sang Ayah.

Rasanya, ia ingin sekali selalu dekat dengan Pak Yanto. Meskipun ia bukan siapa-siapanya, namun Surya berniat ingin membantu Pak Yanto terutama membantu dalam kesembuhannya.

“Kalau Surya antar Om ke rumah sakit, mau kan Om?”

“Gak usah nak, jangan repot-repot."

“Enggak sama sekali Om, justru Surya senang bisa bantu Om. Insya Allah, minggu pagi aku ajak Om ke rumah sakit ya!?” Suya meyakinkan kembali tawaranya.

“Kalau gitu, saya pamit pulang Om," sambung Surya.

“Lho kok buru-buru?”

“Gak enak Om, udah larut malam. Pamit ya Om, assalamu’alaikum,” Surya mencium kembali tangan Pak Yanto, kali ini sedikit lebih lama dari waktu pertama kali bertamu.

“Hati-hati di jalan ya nak!"

Surya hanya mengangguk.

“Ayah, Jia antar Mas Surya ke depan dulu ya?" pak Yanto pun hanya mengangguk.

Saat di luar, hujan sudah mulai mereda, dan sebelum hujan kembali lagi deras, Surya langsung pamit pada Jia lalu memberikan salam pada Bu Tiara karena tidak sempat bertemu dengannya.

Surya pun memberikan kata-kata nasehat untuk Jia agar selalu menjaga Ayahnya dan jangan sampai Jia meninggalkannya terlalu lama. Jia pun menerima semua nasehat yang di katakan Surya.

“Aku pamit ya, assalamualaikum."

“Wa’alaikumsalam, hati-hati di jalan mas."

***

Kesesokan harinya, Jia disambut dengan pemandangan yang tak enak dari wajah Al. laki-laki itu seperti menganggap Jia bukan siapa-siapa. Sikapnya menjadi pendiam dan tak banyak bicara, Al hanya menjatuhkan kepalanya diatas mejanya.

Tak lama, Cantika menghampiri Al menarik tangan Al dan mengajaknya keluar kelas. Al pun mengikutinya tanpa sepatah kata pun. Jia melihat kepergian Al dengan hati yang panas. Nana yang memperhatikan semua itu, sangat membuat dirinya penasaran.

“Ji, kalian kenapa sih? kalian, berantem lagi?” tanya Nana.

“Enggak kok Na,” jawab Jia dengan suara yang lemas.

“Terus, kenapa?”

“Aku juga gak tahu. Oh iya Na, aku belum cerit."

“Ada masalah lagi?”

Jia menjawabnya dengan anggukan. Jia pun menarik napasnya dalam-dalam dan mengumpulkan semua tenaganya untuk mulai curhat pada Nana.

Jia menyapu sekeliling kelasnya, memastikan tidak ada orang yang mendengarnya dan yang terpenting Bima tidak ada di kelas. Jia pun menceritakan sedetail-detailnya kejadian yang sudah ia alami. Masalah yang membuat dirinya hampir terkena air panas, dan masalah yang mampu membuat dirinya jadi pusing dan pucat.

“Apa?” Nana terperanjat setelah mendengar semuanya.

“Kok bisa sih Ji? sambung Nana tak percaya.

“Aku juga gak nyangka bakal kayak ini jadinya. Dan kamu tahu Na, aku baru menyadari bahwa aku suka sama Al." Jia menundukkan kepalanya.

“Ya ampun Ji ... terus Al gimana?"

Jia menggeleng-gelenkan kepalanya, “Dia malah nyuruh aku buat terima Bima.”

“Lho, kenapa gitu Ji? aku yakin banget kalau Al juga suka sama kamu." emosi Nana mulai menaik.

“Aku juga benar-benar gak ngerti Na." Jia hanya bisa memasang kesedihan di wajahnya. Nana pun berusaha menenangkan keadaan jia.

***

Saat jam istirahat telah tiba, Bima menghampiri Jia yang sedang berada di taman bersama Nana. Nana menyadari kedatangannya Bima, dan ia pun pergi meninggalkan mereka berdua tanpa harus di perintah.

Bima mulai duduk di samping Jia, dan Jia terus membaca buku di tangannya. Bima terus menghela napas beberapa kali, sampai akhirnya ia mencoba membuka mulutnya dan mengatakan maksud kehadirannya di samping Jia.

“Soal kemarin, aku benar-benar minta maaf Ji. Aku, udah bicara lancang.”

Jia menutupi bukunya, ia menghela napasnya. Dan ia pun mulai menanggapi Bima.

“Gak apa-apa Bim,” jawab Jia.

“Maafin aku ya Ji!?"

“Iya, aku maafin kamu,” ucap Jia dingin.

“Makasih banyak ya Ji." Bima merasa lega mendengar jawaban dari Jia.

Keduanya pun terdiam kembali, hanya ada suara burung berkicauan dan suara angin yang menghembus kencang menerpa dedaunan di taman itu.

Di dalam benak Jia, ia terus menerus memikirkan perkataan Al bahwa iaaq jangan menolak perasaan Bima. Ia terus menimbang-nimbang keputusan yang akan ia ambil. Bisa saja ia menolak Bima, tapi mungkin Al akan mendapatkan masalah lagi karena Bima. Tapi, jika ia menerima Bima. Ia tak yakin bisa menerimanya dengan sepenuh hati.

Saat sibuk memikirkan itu, perkataan yang belum siap Jia dengar harus keluar sekarang juga dari mulut Bima.

“Sebelumnya, aku minta maaf Ji kalau aku menyinggung perasaan kamu lagi. Tapi, aku harus menanyakan hal ini,” ucap Bima kembali.

Jai tak langsung menjawabnya, ia hanya mengeluarkan napasnya yang sempat ia tahan. Hatinya pun mulai gemetar, Jia belum yakin dengan apa yang akan ia putuskan. Jia pun terlihat seperti pasrah.

“Jadi, apa kamu mau nerima perasaan aku?”

Jia menarik napas dalam-dalam, “Aku,udah berusaha memaafkan kamu Bim, dan aku juga sangat menghargai perasaan kamu. Aku mohon, beri aku waktu buat bisa nerima perasaan kamu, karena aku takut gak bisa nerima perasaan kamu sepenuhnya."

“Karena Al?” Bima langsung menyimpulkannya.

“Bukan Bim,” potong Jia.

“Semua ini bukan karena Al. Jangan pernah kaitkan Al dalam masalah ini, karena ini benar-benar dari diriku sendiri Bim,” tegas Jia.

“Aku mohon Bim, aku hanya gak mau membuat kalian membenci lagi satu sama lain,” sambung Jia.

“Baiklah, aku akan menunggu jawabanmu Ji. Dan juga, izinin aku untuk bisa membuatmu menerima perasaan aku ya,” ucap Bima.

Jia hanya mengangguk, “Aku ke kelas duluan ya Bim.” Jia meninggalkan Bima di taman, ia pergi dengan sedikit berlari dan menunduk.

Saat dilorong kampus, Jia menabrak seseorang. Saat Jia melihat wajahnya, ternyata itu adalah Al.

“Jia? kamu gak apa-apa?” tanya Al.

“A ... aku gak apa-apa kok,” jawab Jia terbata-bata.

“Syukur deh. Kalau gitu, aku duluan,” ucap Al sembari berlalu meninggalkan Jia.

Jia melihat Al pergi dengan mata berkaca-kaca. Ia tak menyangka Al akan bersikap seperti itu pada dirinya.

‘Kenapa kamu nelakuin semua ini Al? Apa kamu udah gak suka sama aku? ' batin Jia, ia pun meneteskan juga air matanya.

1
Aixaming
Aku gak pernah menyangka kalau membaca cerita bisa membuatku merasa sebahagia ini.
Ayu Geamul: terimakasih ya sudah membaca ceritaku🙌🏻
total 1 replies
Dianapunky
Cocok di hati nih.
Ayu Geamul: terimakasih kak 🥰 jangan lupa mampir lagi untuk baca bab selanjutnya 🤗☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!