NovelToon NovelToon
Sekolah Kok Menikah

Sekolah Kok Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Romantis
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.

Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.

Fina membuat perjanjian setelah pernikahan, Jika disekolah menjaga jarak, jika dirumah berperan layaknya pasutri. Tujuan Fina buat janji karena untuk melindungi Fino dari gangguan Choki.

Pada akhirnya perjanjian yang Fina buat seakan masuk ke perangkap nya sendiri. Fina semakin di ganggu oleh Choki, sedangkan Fino semakin dekat dengan Anjani.

Apakah Fina bertahan dengan janji yang sudah ia buat, jika kalau tidak bertahan bagaimana kisah mereka membina sebuah pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16.

Sepasang iris Fina lantas menyipit kala dia baru saja menyibak tirai jingga yang menutupi jendela. Hari itu agaknya lebih cerah dari hari kemarin. Baru jam setengah tujuh pagi, tapi matahari sepertinya terlalu semangat untuk menyinari bumi.

Fina menghela nafas panjang, lalu matanya bergulir pada pergelangan tangan seseorang yang melingkar di perutnya.

"Pagi sayang" Sambut Fino dengan mood yang sangat baik. Dia baru saja pulang lari pagi sejak subuh.

"Pagi juga sayang" Fina menyambut balik.

Hari ini adalah hari minggu, dimana para murid di sekolah akan memanfaatkan nya untuk beristirahat.

Menunggu sampai sore saja rasa-rasanya seperti menunggu satu tahun, karena minggu ini Fina tidak ada kegiatan karena Fino tidak mengajaknya pergi.

Fino kemudian mengambil ponselnya di dalam saku celana, satu alisnya praktis menaik ketika melihat mendapat motif pesan WhatsApp dari nomor yang tidak ia kenal.

Jangan lupa sarapan

Tiga kata. Jelas, singkat tanpa basa-basi.

"Ini nomor siapa anjir?" Fino bermonolog. Dia itu tipikal orang yang tanpa pikir panjang untuk memblokir nomor yang tidak dikenalnya, Maka dari itu nyaris saja Fino memblokir nomor itu, kalau pesan susulan itu tidak cepat datang.

Ini Anjani

"Hm, lihat nih Anjani barusan kirim pesan pakai nomor baru" Fino memperlihatkan layar ponsel pada Fina.

Kok engga dibales

Fina mendengus geli menatap layar ponsel itu yang sudah gelap. Ponsel Fino lebih dulu kehabisan daya. Membuat Fina mendesahkan nafas kecewa.

Ada yang aneh dari reaksi Fina, Fino mencoba mengecek pesan itu, yang nyatanya layar ponsel itu sudah dalam keadaan mati. "Ya ampun"

"Ternyata Anjani masih belum menyerah ya?, nomor lamanya dia sudah kau blokir juga"

"Sudah sayang jangan bahas dia lagi, ngapain dicemburukan coba?.. Sarapan dulu yuk" Fino lekas merangkul Fina untuk mengajaknya ke meja makan.

"Saya engga cemburu mas, cuma ya risih aja gitu, lagian Niko jauh lebih sayang sama Anjani, kenapa coba dia masih harapkan kamu?" Jawab Fina, sekaligus bertanya.

"Dia keras kepala orang nya" Kata Fino, ia kini melangkah menjauhi Fina.

"Nyebelin banget. Saya kira dengan kepergian Choki semua masalah sudah berakhir" Kata Fina lalu menatap kepergian Fino ke arah mana.

"..." Fino yang berada di dekat stop kontak nampak acuh mencolokkan lubang charger ke ponselnya, sedangkan Fina sendiri masih berdiri sambil berkacak pinggang.

Pada akhirnya Fina menyiapkan sarapan di meja makan. Baru saja menggamit centong nasi untuk menjalankan tugasnya sebagai istri. Bel rumah tiba-tiba berbunyi.

"Biar saya yang buka pintunya" Ucap Fina.

Saat tiba berada di depan pintu, Fina kira yang sudah memencet bel rumah itu orang tua nya yang sudah datang, tapi nyatanya yang Fina temui adalah Rahma.

"Rahma?" Nada suara Fina melantang, antara kaget dan terheran-heran melihat Rahma ada di depan rumahnya.

Sementara perempuan yang mengenakan pakaian slim fit t-shirt berwarna hitam itu mengukir senyum tipis, lalu menggamit kedua tangan Fina, lalu berkata. "Kita pergi ke car free day yuk"

"Tapi saya belum mandi, terus juga saya gak tau dibolehin apa engga buat pergi" Fina menoleh ke arah Fino yang sudah duduk santai di sofa.

"Boleh, sok aja" Fino mengizinkan.

"Bener?"

Fino mengangguk kepala,

Dengan begitu Fina bersiap mandi lebih dulu biar badan terasa segar saat pergi ke car free day.

**

Hari sudah menunjukkan jam sembilan pagi.

Dari pada itu Fino sedang menunggu Fina untuk pulang ke rumah.

Tak kunjung pulang, pada akhirnya ada bel rumah yang tiba-tiba berbunyi. Fino lantas membuka, ia mendapatkan Anjani datang ke rumah seorang diri.

Fino menghela nafas. "Kau kenapa datang kesini?"

"Fin, saya gak ada hubungan apa-apa sama Niko sumpah, saya sudah minta dia menjauhi saya. Cuma gara-gara dia, perasaan saya tiga hari ini ga bisa tenang. Setiap malam saya memikirkan kamu, gimana caranya kau balik ke saya. Beneran saya sayang sama kamu Fin" Kata Anjani mengungkapkan semua isi hati serta unek-uneknya pada Fino.

Untung dirumah itu Fina sedang diajak main sama Rahma, jadi situasi ini membuat Fino mengirim pesan ke Rahma untuk menahan Fina agar tidak pulang dulu.

Ditanya kenapa, jelas Fino menjawab lagi ada Anjani dirumah. Fino tidak mau Anjani tau soal pernikahan nya.

Sedangkan dari POV Fina.

Ia menarik nafas panjang karena sudah diajak lari pagi dengan Rahma tiga putaran di stadion terbengkalai.

"Saya kira cuma mau nongkrong sama beli jajan doang disini, kalau ujung-ujungnya lari pagi sumpah lah ga lagi saya" Bengek Fina.

Rahma terkekeh geli.

"Pulang yuk"

"Jangan dulu Fin, dirumah lagi ada Anjani."

"Dia lagi duh!" Kesal Fina. "Entah pakai cara apa saya deketin Niko dengan Anjani kalau ujung-ujungnya Anjani masih perjuangkan suami saya" Keluhnya kemudian.

"Biar nanti saya bantu bicara pada Anjani Fin"

"Rahma.. kau sama sekali tidak ada hubungan nya dengan masalah ini, jangan" Tolak Fina.

"Ada Fin" Rahma menjeda ucapan untuk tersenyum simpul. "Waktu kita selesai kerja kelompok, Niko terus nganterin saya pulang ke rumah. Dia baik orangnya ternyata. Beliin saya minuman, beliin saya makan, pas banget waktu itu saya lagi pusing. Dia rela mijit-mijit kening saya sampai pusing itu engga terlalu terasa lagi. Jadi kesimpulannya saya sudah menaruh hati untuk Niko, saya mau bantu Niko bercinta bersama Anjani. Karena kebahagiaan Niko hanya untuk Anjani.. bukan untuk saya. Jadi jika saya mengungkapkan isi hati saya ke Niko, sudah pasti akan ditolak"

"..." Fina langsung mendelik serius ke arah Rahma.

To be continue,

1
Queen Aisyah
dijodohin ama Fina malah sok jual mahal, maunya di jodohin sama mama ya Jan🤭
Queen Aisyah
janur kuning sudah melengkung kali An, kalau kau tau nangis pasti/Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!