NovelToon NovelToon
DOSENKU, SUAMIKU

DOSENKU, SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dosen / Nikahmuda
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Silvi Wahyu

“Aku benci dosen perfeksionis.”
Itu kalimat pertama yang Rhea tulis di buku catatannya setelah bertemu Arga...dosen muda favorit kampus yang terkenal dingin, disiplin, dan sulit didekati.
Sayangnya, hidup Rhea perlahan mulai dipenuhi pria itu.
Dari kelas pagi yang melelahkan, bimbingan yang selalu berubah menjadi perdebatan, hingga tatapan-tatapan kecil yang mulai terasa berbeda.
Rhea tidak pernah berniat jatuh cinta pada dosennya sendiri.
Masalahnya…Arga sendiri juga mulai merasa sulit melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi Wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salam untuk Calon Menantu Ibu..

Malam itu apartemen Arga terasa sunyi dan tenang.

Lampu ruang tengah hanya menyala sebagian, menciptakan nuansa redup yang nyaman di seluruh ruangan. Dari jendela besar apartemennya, cahaya kota terlihat samar memenuhi malam, sementara suara pendingin ruangan berdengung pelan di tengah keheningan.

Jam di dinding sudah menunjukkan pukul tujuh malam ketika Arga akhirnya keluar dari kamar mandi.

Rambutnya masih sedikit basah. Beberapa tetes air bahkan masih turun melewati leher dan bahunya yang terbuka. Pria itu hanya mengenakan celana training hitam panjang tanpa baju, memperlihatkan tubuh tegapnya yang masih terlihat sedikit lembap setelah mandi.

Dengan langkah santai, Arga berjalan menuju ruang tengah sambil mengusap rambutnya kasar menggunakan handuk kecil.

Tak lama kemudian ia duduk di sofa.

Di atas meja kaca di depannya sudah terdapat sebotol wine dengan merk yang jelas mahal yang sejak tadi ia simpan di sana. Di sampingnya, sebuah gelas kristal bening dan sebungkus rokok miliknya tergeletak begitu saja memenuhi sudut meja ruang tengah apartemen itu.

Arga meraih gelas tersebut pelan lalu menuangkan wine secukupnya sebelum menyandarkan tubuhnya lebih santai ke sofa dan meneguk cairan merah itu perlahan.

Tepat saat itu, suara ponselnya berdering memecah keheningan apartemen.

Arga melirik layar ponselnya sekilas sebelum akhirnya langsung mengangkat panggilan tersebut.

“Halo, bu…”

Arga mengangkat panggilan itu sambil menyandarkan tubuhnya lebih santai ke sofa. Gelas wine di tangannya bergerak pelan mengikuti jemarinya yang memutarnya tanpa sadar.

“Arga… apa kamu sibuk?”

“Tidak, Bu” jawabnya tenang setelah meneguk sedikit wine di tangannya. “Aku baru selesai mandi.”

Suara Arga terdengar rendah dan sedikit berat karena lelah. Ia lalu menyandarkan kepala ke belakang sofa sambil mengembuskan napas pelan.

“Ibu dan ayah apa kabar?”

“Kami baik,” jawab ibunya hangat. “Itu ayah sedang ngobrol dengan temannya di teras.”

“Hmm, syukurlah.”

“Kamu sendiri apa kabar?”

“Baik.”

“Kamu tidak pulang ke Jogja?”

Tatapan Arga perlahan bergeser ke arah jendela apartemennya yang memperlihatkan cahaya kota malam samar di luar sana.

“Pulang… tapi belum tahu kapan,” jawabnya pelan. “Akhir-akhir ini aku sibuk, jadi belum bisa cuti dalam waktu dekat.”

“Hm, begitu…”

Beberapa detik hening berlalu sebelum ibunya kembali bicara.

“Ya sudah. Kalau begitu, Ibu mau bicara sesuatu, Arga.”

“Tentang apa?”

“Mengenai perjodohanmu dengan Anggun-...”

“Aku sudah bilang...aku tidak tertarik, Bu.”

Jawaban Arga langsung memotong kalimat ibunya begitu saja. Nada suaranya tetap tenang, tetapi jelas tegas.

Hening sejenak memenuhi sambungan telepon mereka.

“Apa kamu sudah punya calon sendiri?” tanya ibunya pelan.

Gerakan tangan Arga berhenti sesaat.

“Sudah.”

Jawaban itu keluar cepat tanpa banyak pikir.

“Katakan saja pada keluarga Anggun kalau aku menolaknya,” lanjutnya sambil mengusap tengkuknya pelan. “Agar mereka tidak terus berharap… dan tidak membebani ibu.”

“Kalau begitu bawa calonmu itu ke hadapan ibu.”

Alis Arga langsung mengernyit kecil.

“Bu…”

“Kalau kamu belum membawanya,” lanjut ibunya santai, “ibu akan meminta keluarga Anggun untuk menunggu.”

“Ibu…”

Arga memijat pelipisnya pelan sambil mengembuskan napas panjang. Namun ibunya justru tertawa kecil.

“Sudah itu saja. Kamu istirahat. Jangan begadang.”

Lalu sebelum Arga sempat bicara-...

“Salam untuk calon menantu ibu.”

Tut..Tut..Tut.

Sambungan telepon langsung terputus begitu saja.

Arga menatap layar ponselnya beberapa detik sebelum akhirnya menjatuhkannya pelan ke sofa di sampingnya.

“Ck…” gumamnya lirih sambil mengusap wajahnya kasar. “Calon apanya…”

Namun entah kenapa, setelah kalimat itu keluar, pikirannya justru kembali berisik sendiri.

Arga menyandarkan kepalanya ke belakang sofa sambil mengembuskan asap rokok perlahan ke udara. Cahaya lampu apartemen yang redup membuat bayangan wajahnya terlihat samar di tengah kepulan asap dan aroma wine yang memenuhi ruang tengah malam itu.

Dan tanpa diminta, bayangan Rhea kembali muncul begitu saja di kepalanya.

Rhea yang tertawa lepas di sofa ruangannya siang tadi sampai matanya berair. Rhea yang mengerucutkan bibir sambil ngambek kecil saat merasa terlalu banyak disuruh. Lalu Rhea yang berdiri di parkiran sore tadi dengan senyum nyaman di depan Dito.

Dan tepat di bagian itu rahang Arga langsung mengeras tipis.

Ia masih ingat jelas bagaimana tangan Dito mengusap kepala Rhea dengan santai. Yang paling mengganggu bukan sentuhan itu, melainkan bagaimana Rhea sama sekali tidak menolaknya.

“Sial…” gumamnya pelan sambil menundukkan kepala sebentar.

Arga kembali meneguk wine di tangannya lebih banyak dari sebelumnya. Cairan pahit itu turun perlahan melewati tenggorokannya, meninggalkan rasa hangat samar yang sama sekali tidak membantu menghilangkan pikirannya yang semakin kacau.

Tangannya bergerak kasar mengusap wajah sendiri sebelum akhirnya kembali meraih botol wine di atas meja dan menuangkannya lagi ke dalam gelas kristalnya tanpa ragu.

“Apa yang kupikirkan sebenarnya…” lirihnya pelan.

Apartemen itu tetap sunyi malam itu. Namun isi kepala Arga terasa jauh lebih berisik dari biasanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!