NovelToon NovelToon
THE BRITISH ROYAL FAMILY

THE BRITISH ROYAL FAMILY

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:124
Nilai: 5
Nama Author: Moms Celina

Deskripsi

The British Royal Family karya Moms Celina adalah novel roman kerajaan yang mengisahkan perjuangan cinta, pengorbanan, dan harapan kedua kalinya. Berlatar di istana megah Inggris, cerita ini mengikuti perjalanan Elizabeth yang harus menyeimbangkan hati dan tanggung jawab, serta Taylor yang harus memilih antara takhta dan orang yang dicintainya. Dengan alur yang menegangkan, adegan yang hangat, dan konflik yang menyentuh hati, novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai kisah cinta yang melawan aturan, serta ikatan keluarga yang tak tergoyahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Celina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebohongan di Mata Umum

Pagi itu, sinar matahari mulai menyusup lewat celah-celah tirai jendela, menerangi setiap sudut ruangan tempat Elizabeth dan keluarganya bermalam. Di dalam rumah besar yang tersembunyi di tengah rimbunnya pepohonan itu, suasana terasa damai dan tenang, seolah dunia luar tak pernah ada. Hunter sudah bangun sejak pagi buta, berlari-lari kecil di sepanjang lorong, tertawa riang saat dia mengejar kupu-kupu yang terbang masuk lewat jendela yang terbuka. Elizabeth duduk di kursi dekat perapian, memandang anaknya dengan senyum bahagia, sementara Taylor berdiri di dekatnya, memegang secangkir teh di tangannya, namun matanya menatap jauh ke luar jendela, pikirannya melayang ke segala masalah yang sedang mereka hadapi.

Meski orang tuanya sudah memutuskan untuk berdiri di sisinya, meski mereka sudah berada di tempat yang aman, dia sadar bahwa perjuangan mereka baru saja memasuki babak yang paling sulit. Kabar yang disebarkan Guetta dan Berlin tak hanya menyebar di dalam lingkaran istana, tapi sudah sampai ke telinga seluruh rakyat Inggris, bahkan ke seluruh dunia. Berita-berita bermunculan di setiap surat kabar, di setiap saluran berita televisi, dan di setiap percakapan orang-orang di jalan. Namun yang paling menyakitkan baginya adalah kenyataan bahwa hampir semua berita itu berisi kebohongan yang disusun dengan cerdik untuk menjatuhkan mereka.

“Yang Mulia...” suara lembut Fransiskus terdengar dari arah pintu, membuat Taylor menoleh. Laki-laki itu berjalan masuk sambil membawa setumpuk surat kabar dan lembaran berita, wajahnya terlihat serius dan penuh kekhawatiran. “Aku tak ingin mengganggu ketenangan kalian, tapi aku merasa kalian harus melihat ini. Ini semua berita yang beredar di media massa sejak kemarin sore.”

Taylor mengambil tumpukan kertas itu dari tangan temannya, lalu mulai membaca satu per satu. Semakin dia membaca, semakin erat tangannya menggenggam kertas itu, hingga ujung-ujung kertas itu mulai terlipat dan robek karena kekuatan genggamannya. Judul-judul besar yang tercetak dengan huruf tebal seolah menyeringai mengejeknya: Wanita Penipu Hati yang Mengincar Takhta, Anak yang Tak Diketahui Asal-Usulnya, Pangeran yang Kehilangan Akal Sehat Demi Cinta. Di dalam tulisannya, mereka menulis bahwa Elizabeth adalah wanita yang datang dari keluarga miskin, yang hanya ingin memanfaatkan perasaan Taylor untuk mendapatkan kekayaan dan kedudukan. Mereka menulis bahwa Hunter bukan anak kandung Pangeran, melainkan anak yang dibawa Elizabeth dari hubungan sebelumnya, yang sengaja dibawa untuk menipu keluarga kerajaan. Dan yang paling menyakitkan, mereka menulis bahwa Taylor sudah tak layak lagi menjadi pewaris takhta, karena dia membiarkan perasaannya mengalahkan akal sehat dan tanggung jawabnya.

Wajah Elizabeth memucat saat dia membaca tulisan-tulisan itu dari samping, tangannya terangkat menutup mulutnya untuk menahan isak tangis. Selama ini dia selalu berusaha hidup dengan jujur dan mulia, dia selalu berusaha menjadi orang yang baik, namun kini semua orang di luar sana memandangnya sebagai wanita yang jahat dan penipu. Dia merasa seolah semua mata di dunia ini sedang menatapnya dengan pandangan menghina dan penuh penghakiman, padahal mereka tak pernah tahu siapa dirinya, tak pernah tahu apa yang dia rasakan, dan tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Mereka berbohong...” bisik Elizabeth dengan suara yang bergetar, air mata mulai menetes di pipinya. “Semua yang mereka tulis itu adalah kebohongan belaka. Kenapa mereka bisa menulis hal yang begitu buruk tentang kita? Kenapa mereka tak mau mendengar kebenaran sedikit pun?”

Taylor meletakkan tumpukan kertas itu di atas meja dengan kasar, lalu berbalik dan memeluk wanita itu erat-erat, membiarkan kepala wanita itu bersandar di dadanya. “Jangan dengarkan mereka, sayang. Jangan biarkan kata-kata kotor mereka menyentuh hatimu. Mereka menulis kebohongan karena mereka takut pada kebenaran. Mereka menjelek-jelekkan kita karena mereka tahu bahwa kita benar, dan mereka tahu bahwa mereka takkan pernah bisa mengalahkan kita dengan cara yang jujur. Mereka hanya berusaha menutupi niat buruk mereka dengan menebar kebohongan, tapi pada akhirnya kebenaran pasti akan menang, dan semua orang akan tahu siapa sebenarnya yang berhati busuk di antara kita.”

Namun kata-kata penghiburan itu tak cukup untuk menghapus rasa sakit di hati Elizabeth. Dia tahu bahwa kata-kata yang tertulis di kertas itu akan melekat di benak banyak orang untuk waktu yang lama. Dia tahu bahwa banyak orang akan mempercayai kebohongan itu, dan mereka akan terus memandangnya dengan pandangan yang salah. Dan yang paling dia takutkan, suatu saat nanti Hunter akan membaca berita-berita ini, atau mendengar kata-kata orang lain, dan dia akan bertanya kenapa semua orang memandang ibunya dan dirinya sebagai orang yang tak pantas.

Saat mereka sedang tenggelam dalam perasaan sedih dan marah, ponsel Taylor berdering lagi. Kali ini nama yang tertera di layar adalah David, salah satu sahabat dan orang kepercayaannya yang masih berada di dalam istana. Taylor segera mengangkat telepon itu, berharap ada kabar baik yang datang dari seberang sana.

“Halo, David. Ada kabar apa di sana?”

Suara David terdengar cemas dan terburu-buru dari seberang sambungan. “Yang Mulia, situasi di sini semakin buruk. Guetta dan Berlin tak hanya menyebarkan berita ke media, tapi mereka juga berbicara dengan banyak anggota parlemen dan tokoh masyarakat. Mereka membuat pertemuan-pertemuan rahasia, dan mereka berusaha meyakinkan orang-orang bahwa Yang Mulia tak lagi pantas menjadi pewaris takhta. Bahkan Valeria juga ikut campur dalam masalah ini.”

Mendengar nama wanita itu disebutkan, alis Taylor terangkat kaget. Dia tahu Valeria selalu berharap bisa menjadi istrinya, tapi dia tak menyangka wanita itu akan berani turun tangan dan bergabung dengan musuh-musuhnya. “Apa yang dia lakukan? Aku pikir dia hanya wanita yang lembut dan tak akan ikut campur dalam urusan politik dan intrik istana.”

“Aku juga berpikir begitu sebelumnya, Yang Mulia. Tapi ternyata semua itu hanyalah topeng yang dia pakai selama ini. Dia pergi menemui banyak tokoh penting, dia menceritakan versi ceritanya sendiri, dan dia mengatakan bahwa dia adalah satu-satunya orang yang pantas berada di sisi Yang Mulia. Dia mengatakan bahwa kehadiran Elizabeth dan anakmu adalah ancaman bagi masa depan kerajaan, dan dia meminta dukungan banyak orang untuk menyingkirkan kalian berdua. Bahkan dia menyebarkan cerita bahwa Elizabeth adalah orang yang licik yang sengaja menjebakmu untuk mendapatkan kekuasaan.”

Darah Taylor mendidih mendengar laporan itu. Selama ini dia selalu memperlakukan Valeria dengan sopan dan hormat, menganggapnya sebagai teman dan wanita yang pantas dihormati. Namun ternyata semua itu hanyalah sandiwara. Wanita itu sama buruknya dengan Guetta dan Berlin, dia hanya memakai topeng kelembutan untuk menyembunyikan niat jahatnya, dan kini dia menggunakan cinta yang palsu sebagai senjata untuk menjatuhkan mereka.

“Mereka semua sama saja,” geram Taylor dengan suara rendah, matanya menyala oleh amarah. “Mereka semua memakai topeng yang indah, menyembunyikan hati yang busuk di balik senyuman manis mereka. Mereka berusaha mengambil apa yang bukan milik mereka, dan mereka tak segan-segan menghancurkan orang lain demi mencapai tujuan mereka. Tapi mereka salah besar kalau mereka pikir mereka bisa mengalahkan kita dengan cara kotor seperti ini.”

“Masih ada hal lain lagi, Yang Mulia,” suara David terdengar semakin pelan dan penuh kekhawatiran. “Guetta dan Berlin sudah mengajukan permintaan resmi di hadapan Raja dan Ratu. Mereka meminta agar dilakukan tes DNA untuk membuktikan apakah Hunter benar-benar anak kandungmu atau tidak. Mereka mengatakan kalau kau tak mau melakukan tes itu, itu artinya kau mengakui bahwa semua tuduhan mereka adalah benar, dan mereka akan meminta parlemen untuk mengambil tindakan hukum terhadapmu.”

Kata-kata itu membuat suasana di dalam ruangan menjadi hening seketika. Elizabeth menatap Taylor dengan mata yang melebar, hatinya berdebar kencang. Dia tak takut melakukan tes itu, karena dia tahu kebenarannya, dia tahu bahwa Hunter benar-benar darah daging Taylor. Tapi dia takut bahwa ini hanyalah awal dari rencana yang lebih jahat. Kalau mereka sampai memegang kendali atas proses itu, mereka bisa saja memanipulasi hasilnya, dan menyatakan bahwa anak mereka bukan darah daging kerajaan, yang nantinya akan menjadi senjata paling mematikan untuk menghancurkan mereka selamanya.

“Mereka berusaha menjebak kita dari segala arah,” ucap Elizabeth dengan suara yang lemah. “Kalau kita setuju, mereka bisa memanipulasi hasilnya. Kalau kita menolak, mereka akan berkata kita berbohong. Kita terjebak di dalam perangkap yang mereka buat dengan cerdik.”

Taylor memegang tangan wanita itu erat-erat, matanya menatap mata wanita itu dengan penuh keyakinan dan tekad yang tak tergoyahkan. “Mereka pikir mereka sudah menjebak kita, tapi mereka lupa satu hal penting. Mereka bermain dengan kebohongan, sementara kita bermain dengan kebenaran. Dan kebenaran takkan pernah bisa dikalahkan oleh kebohongan, tak peduli seberapa cerdik mereka menyusun rencana mereka. Kita akan setuju untuk melakukan tes itu, tapi kita akan mengatur semuanya sendiri. Kita akan memilih dokter-dokter yang jujur dan bisa dipercaya, kita akan mengawasi setiap langkah prosesnya, dan kita akan memastikan bahwa hasilnya takkan bisa dimanipulasi oleh siapa pun. Saat hasilnya keluar dan semua orang tahu bahwa Hunter benar-benar anakku, maka semua kebohongan mereka akan runtuh seketika, dan semua orang akan tahu siapa sebenarnya yang berniat jahat.”

Namun masalah tak berhenti sampai di situ. Tak lama kemudian, ponselnya berdering lagi, dan kali ini panggilan datang langsung dari Raja. Taylor segera mengangkat telepon, menyadari bahwa masalah ini kini sudah mencapai tingkat tertinggi, dan keputusan besar harus segera diambil.

“Ayah...”

Suara Raja terdengar berat dan lelah, namun tegas seperti biasanya. “Taylor, aku tahu semuanya. Aku tahu tentang berita di media, aku tahu tentang rencana Guetta dan Berlin, dan aku tahu tentang permintaan mereka untuk melakukan tes DNA. Aku sudah bicara dengan penasihat hukum dan para tokoh kerajaan, dan situasinya memang sangat sulit. Kalau kita menolak permintaan mereka, mereka akan menggunakan hal itu untuk menyerangmu dengan lebih hebat lagi. Tapi kalau kita menerimanya, kita harus memastikan semuanya berjalan dengan jujur dan adil.”

“Aku sudah memikirkannya, Ayah. Kita akan menerima permintaan itu, tapi kita yang akan mengatur segalanya. Kita akan memilih orang-orang yang bisa dipercaya, dan kita akan memastikan bahwa tak ada satu pun orang yang berniat jahat yang bisa ikut campur dalam proses ini. Saat hasilnya keluar, semua orang akan tahu kebenarannya, dan semua tuduhan mereka akan terbukti sebagai kebohongan belaka.”

“Bagus sekali, Nak. Aku setuju dengan keputusanmu. Aku akan mengurus segala perizinan dan prosedur yang dibutuhkan, dan aku akan memastikan bahwa tak ada orang yang bisa memanipulasi hasilnya. Tapi ingat satu hal, ini baru pertempuran pertama. Bahkan setelah kebenaran terungkap, mereka takkan berhenti berusaha menjatuhkanmu. Mereka akan mencari celah lain, mereka akan membuat rencana lain, dan mereka akan terus berusaha menghancurkanmu sampai mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kau harus selalu waspada, dan kau harus selalu berjuang untuk apa yang benar.”

“Aku tahu, Ayah. Dan aku takkan pernah menyerah. Selama aku memiliki keluarga di sisiku, aku memiliki kekuatan untuk menghadapi apa saja yang datang di jalan kami. Mereka bisa menebar kebohongan, mereka bisa membuat rencana jahat, tapi mereka takkan pernah bisa mengalahkan cinta dan kebenaran yang ada di dalam hati kami.”

Saat sambungan telepon terputus, Taylor menoleh dan menatap Elizabeth dan anaknya. Dia berjalan mendekati mereka, lalu berlutut di hadapan Hunter, memegang kedua bahu anaknya dengan lembut namun tegas.

“Nak, mungkin nanti akan ada banyak orang yang bicara hal buruk tentangmu dan ibumu. Mungkin nanti akan ada banyak orang yang tak percaya pada kebenaran. Tapi ingatlah satu hal: apa kata orang lain takkan pernah mengubah siapa dirimu. Kau adalah anakku, kau adalah darah dagingku, dan kau adalah bagian dari keluarga kerajaan yang mulia. Tak peduli apa yang orang lain katakan, tak peduli seberapa banyak kebohongan yang mereka tebarkan, kau dan ibumu akan selalu menjadi orang yang paling aku cintai dan aku percayai di seluruh dunia.”

Hunter menatap wajah ayahnya dengan mata yang polos dan tulus, lalu tersenyum lebar dan memeluk leher ayahnya erat-erat. “Aku tahu, Ayah. Aku tahu aku anakmu. Dan aku tak peduli apa kata orang lain, karena aku memiliki Ayah dan Ibu yang menyayangiku, dan itu sudah cukup bagiku.”

Mendengar kata-kata polos itu, air mata Elizabeth mengalir deras lagi, namun kali ini air mata itu adalah air mata kebahagiaan dan harapan. Di tengah semua kebohongan dan kejahatan di dunia luar, mereka memiliki kebenaran dan cinta di dalam keluarga mereka. Dan selama mereka bersatu, tak ada kekuatan apa pun di dunia ini yang bisa memisahkan mereka, tak ada kebohongan apa pun yang bisa menghancurkan mereka, dan tak ada musuh apa pun yang bisa mengalahkan mereka.

Karena kebenaran mungkin sempat tersembunyi untuk sementara waktu, tapi ia takkan pernah bisa dibunuh. Dan saat kebenaran itu akhirnya terungkap, semua kebohongan akan hancur seperti debu yang terbang tertiup angin.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!