Setelah mengetahui fakta tentang penghianatan orang yang paling di cintai, Florin Eldes memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun di akhir hayatnya, seseorang yang begitu ia benci dan selalu ia siksa dengan sadis malah menangisi kepergiannya dan berharap ia tidak mati. " Kenapa kamu ingin menolongku? padahal aku sudah menyiksamu selama ini. bukankah kematianku adalah hal yang paling kamu inginkan..." Florin menutup matanya untuk terakhir kali setelah mengucapkan kalimat itu. Tapi di saat ia mengira ia sudah mati, ia Malah kembali ke malam dimana ia bertunangan dengan pria yang ia cintai sekaligus pria yang telah menghancurkan hidupnya. Ia membalaskan dendamnya, namun ia tak pernah menduga akan kembali mengalami kematian dan kehidupan tapi di tubuh orang yang berbeda. penasaran bagaimana alurnya? ikuti terus ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Daniel Eldes meninggal
"Akhirnya, kita sudah berhasil membunuh pria tua bangka itu Angel. Kamu sangat hebat. Aku bangga padamu." ujar Valir pada Angel yang saat ini sedang menikmati secangkir minuman keras di dalam bar.
" Kau tahu Valir, awalnya aku ingin merayu ayah nya Florin agar tertarik padaku dan menikahi ku. Tapi setelah aku pikir pikir aku akan ketahuan telah meracuni ayahnya jika aku jadi istri ayahnya. Dan aku tahu kamu juga akan cemburu bukan?." jelas Angel dengan tatapan genit ke arah Valir.
" Sudah pasti aku akan cemburu dan tidak akan membiarkannya Angel."
Angel tersenyum miring sambil memutar pelan gelas yang ada di hadapannya. " Sudah kuduga, itu sebabnya aku membuat skenario seperti kecelakaan tunggal pada Daniel. Aku telah pura pura menumpang di mobil itu. Karena Daniel sangat baik padaku dan percaya, jadi dia membawaku masuk ke dalam mobilnya. Kebetulan sekali saat itu Daniel berhenti untuk membeli minuman dan saat itulah aku mengotak atik sistem dalam mobilnya. Lalu setelahnya aku memutuskan untuk keluar dari mobil dan mengatakan pada Daniel bahwa ada seseorang yang sudah menjemput ku jadi aku tidak perlu lagi menaiki mobil yang sama dengannya menuju tempat yang ku maksud. Untung saja Daniel percaya dan tidak membawa ku bersamanya."
" Kamu memang hebat sayang, aku sangat bangga. Mari bersulang untuk kesuksesan kita ini."
Cirss
Suara musik bar membuat Angel dan Valir bergoyang dengan riang. Mereka sudah berhasil menghancurkan Florin. Dan sebentar lagi mereka akan melihat kehancuran Florin. Wanita itu akan hancur sehancur hancurnya.
.
.
Di rumah sakit, Florin menunggu dengan gelisah di depan ruang operasi. Sudah dua jam lebih ayahnya berada di sana dan dokter sama sekali belum keluar.
Beberapa saat kemudian Karin datang dengan mata sembab. Ia baru mendengar kejadian yang menimpa tuan besar Daniel Eldes. " Nona, bersabarlah. Ada saya di sini di samping nona." Karin memeluk Florin sambil mengelus rambut panjang Florin yang terurai. Karin adalah sosok wanita keibuan, ia sekarang berusia empat puluh tahun.
" Karin, katakan padaku ayah akan selamat." Florin tak bisa menahan tangisnya. Tangisnya pecah saat Karin datang dan memeluknya.
" Iya nona, tuan besar akan selamat. Tuhan baik, Tuhan tidak mungkin membiarkan kita kehilangan tuan besar." ujar Karin.
Dengan tubuh bergetar Karin semakin mempererat pelukannya.
Ceklek
Di saat yang bersamaan pintu ruang operasi terbuka, dokter keluar dengan baju yang penuh darah. Melihat itu Florin langsung menggeleng tak berdaya.
" Dimana ayahku? katakan padaku dia baik baik saja! Katakan padaku!. Aku ingin bertemu dengannya." Florin mengguncang bahu dokter di hadapannya sambil berteriak. Ia juga meminta untuk masuk kedalam tapi ia di tahan.
Dokter bedah itu terlihat diam, ia bahkan menunjukkan ekspresi putus asa.
" Jangan diam saja, katakan padaku!. Katakan padaku ayahku baik baik saja. Ku mohon padamu, katakan padaku." Florin terduduk di lantai saat tak mendapatkan jawaban apapun dari sang dokter. Ia menangis histeris sambil memukul mukul lantai.
" Dokter kenapa diam saja, katakan apa yang terjadi pada tuan besar!." ujar Karin sambil memeluk Florin.
" Pasien tidak bisa diselamatkan. Ia kehilangan banyak darah dan kepalanya mengalami benturan yang sangat keras. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain. Semoga keluarga pasien diberikan kesabaran atas insiden ini." ucap sang dokter. Lalu ia kembali ke dalam ruang operasi.
Karin menggeleng tak percaya, ia menatap Florin yang saat ini sudah pingsan di dalam pelukannya.
" Nona, sadar nona." teriak Karin. Beberapa saat kemudian perawat datang dan langsung membawanya ke ruang perawatan.
.
.
Wilson baru saja tiba di New York, ia yang tak sabar bertemu dengan Florin memutuskan untuk langsung ke rumah nya. Sesampainya di sana, ia menanyakan keberadaan Florin pada asisten rumah tangga yang ada di sana.
Namun, seketika itu juga Wilson merasakan kekhawatiran saat asisten rumah tangga itu mengatakan jika tuan Daniel kecelakaan dan sekarang nona Florin ada di rumah sakit.
Wilson langsung bergegas ke rumah sakit. tak berselang lama ia tiba, segera setelahnya ia menanyakan keberadaan tuan Daniel.
Di waktu yang sama Wilson melihat Karin. Saat itu Karin sedang berlari ke arah IGD dengan panik. Kemudian Wilson langsung menahannya.
" Tuan Wilson." ujar Karin kaget saat melihat Wilson ada di sana.
" Dimana Florin? bagaimana keadaan tuan Daniel?." tanya Wilson penasaran.
" Tuan Daniel telah tiada. Dan nona Florin sedang tidak sadarkan diri tuan." ujar Karin. Saat ini wanita itu sedang menangis.
Wilson mematung tak percaya dengan apa yang ia dengar, ia mencoba mencerna apa yang dikatakan Karin. Saat itu juga Karin langsung meninggalkannya. Setelah menyadari semuanya, Wilson bergegas mengikuti Karin.
Kini mereka sampai di ruangan IGD, saat ini Florin masih tidak sadarkan diri. Wilson menatap Florin dengan iba, ia tahu bagaimana terpukul nya Florin kehilangan ayahnya. Wilson tahu jika Florin sangat manja pada ayahnya. Ini bukanlah hal yang mudah bagi Florin. Bahkan saat ini Wilson tanpa sadar menitikkan air mata. Ia ingat pesan tuan Daniel padanya. Saat itu Daniel telah mengetahui identitas nya tanpa sengaja. Daniel berpesan padanya untuk melindungi Florin jika ia sudah tiada di dunia ini. Karena hanya Wilson yang dipercaya oleh tuan Daniel .
" Tuan Daniel, semoga anda tenang di alam surga. Jangan khawatir, aku Wilson Emir Derelick akan melindungi Florin dengan nyawaku sendiri!." gumamnya dengan tegas. Ia menatap Florin tanpa berkedip.
Setelah Florin selesai mendapatkan tindakan, Wilson bergegas menghampirinya. Ia menyentuh tangan Florin dan menggenggamnya. " Ku mohon Florin sadarlah, kamu harus kuat ada aku di sampingmu." ujar Wilson dengan air mata yang menetes pelan.
Sesaat setelah itu, Florin perlahan membuka matanya. Kemudian air mata kembali luruh tak terbendung dari maniknya. Ia membayangkan ayahnya telah tiada untuk selamanya. Kemudian Florin duduk dengan cepat, lalu netranya melihat Wilson yang sudah berada di hadapannya.
" Wilson, ayahku masih hidup kan? Katakan padaku ayahku masih hidup!." ujarnya sambil memukul dada Wilson. Sementara Wilson hanya terdiam tanpa bisa menjawab. ia hanya menunduk dan membiarkan Florin melampiaskan amarahnya.
" Wilson katakan padaku ayah masih hidup. Bicaralah Wilson katakan padaku!."
"Nona, anda harus menerima kenyataan. Tuan Daniel sudah tiada." ucap Wilson dengan putus asa.
Florin tak berdaya lagi, ia jatuh ke dalam pelukan Wilson dengan tangisan memilukan. Kenyataan bahwa ayahnya telah tiada tidak bisa ia terima. Rasanya seperti mimpi dan ia ingin segera bangun dari mimpi buruk ini.
" Nona tenanglah, tuan Daniel akan sedih jika melihat nona seperti ini." ujar Wilson menepuk nepuk pelan punggung Florin untuk menenangkannya.
" Wilson, aku tidak percaya ayah meninggal. Ayah seharusnya tidak meninggal. Ayah berumur panjang. Bahkan aku duluan yang meninggal sebelum ayah." tangisan pilu dari Florin membuat siapa saja akan ikut menangis.
" Ustt, jangan berkata seperti itu nona. Jangan pernah mengatakan itu!." Wilson meminta Florin untuk tidak berbicara hal hal yang tidak baik. Wilson tahu jika Florin sangat terpukul, tapi Wilson tidak terima jika Florin berkata akan meninggal duluan sebelum ayahnya.
" Harusnya aku tidak perlu diberi kesempatan kedua! Harusnya aku tidak kembali ke masa lalu dan harusnya aku memang berada di akhirat. Aku tidak mau hidup kembali kalau hanya untuk melihat ayahku tiada Wilson. Aku tidak mau. Bunuh aku sekarang Wilson, bunuh aku!."
" Cukup nona! Ini tidak benar. Apa yang nona katakan. Jangan berkata aneh lagi kalau tidak aku akan marah!." Wilson yang sudah tidak tahan mendengar ucapan Florin yang menurutnya sudah keterlaluan mencoba menghentikan nya.
" Wilson, aku tahu semuanya, ayah seharusnya tidak meninggal." ujar Florin dengan tidak berdaya.
Wilson mencoba untuk kembali menenangkan Florin. " Sudah nona, ikhlaskan kepergian tuan Daniel. Dia tidak akan tenang di alam sana kalau nona terus begini."
Florin mulai terdiam, namun Isak tangisnya masih tetap terdengar. Di saat yang bersamaan, Stefany datang dengan wajah syok.
" Nona, saya telah melaporkan kejadian kecelakaan tuan Daniel pada polisi. Setelah di selidiki mobil tuan Daniel ternyata di sabotase oleh seseorang. Ini bukan kecelakaan tunggal biasa, ini kecelakaan yang di sengaja oleh seseorang nona." ujar Stefany dengan nada bergetar memberitahu fakta sebenarnya.
" Apa?."