NovelToon NovelToon
AndaiKata

AndaiKata

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Slice of Life
Popularitas:206
Nilai: 5
Nama Author: Elegi223

Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Bencana Akhir 2018

Beberapa minggu setelah apa yang Gua lakukan kemarin, Gua menikmati sela-sela hari yang menenangkan jarang sekali ada hari seperiti ini, Sesekali Gua mengunjungi beberapa toko-toko yang baru buka di tahun 2018 ini, soal lukisan di pameran waktu itu sudah di amankan pihak berwajib, bukan karna melanggar tapi melindungi harta nusantara tersebut, oh ya keseharian Gua sangat lah unik, Kuro dan Tedy selalu menemani Gua meski Gua sendiri sering tertidur karna kelelahan, kekuatan ini semakin hari semakin boros energi, Gua perlu hati-hati ketika ingin menggunakannya kembali.

Hari ini minggu, waktu yang santai untuk Gua untuk melukis dengan hikmat, keluarga Gua masih menganggap pertumbuhan Gua ini normal, karna Gua cuma nampilin karya yang kualitasnya menurut kacamata 'QieronYc' itu jelek, tapi di mata orang awam itu karya yang bagus, hal ini mengurangi kecurigaan terkait perkembangan Gua, soal kak Kaylo sampai sekarang Gua belum bisa menemukan kejanggalan dari yang Gua liat beberapa waktu lalu.

Suasana pagi hari sangatlah asri, Gua nggak bisa menjelaskannya dengan kata-kata, pokoknya pemandangan tahun 2018 ini begitu nostalgia, saat ini Gua berada di taman polda, emang jauh dari rumah Gua tapi tempat ini adalah tempat Gua biasanya jogging saat Gua Kuliah di kehidupan lalu, ada banyak sekali jajanan tertata, di tahun ini belum ada kebijakan aneh pemerintah soal razia jualan sembarangan tapi yang pasti Gua tau ada beberapa oknum yang berulah, namun tujuan Gua bukan itu, tapi bagaimana caranya Gua bisa balas dendam pada si bajing*n itu.

Kebosanan menghantui Gua yang saat ini tengah asik duduk menikmati pemandangan pagi hari, pukul 6 pagi orang masih belum beraktifitas karna ini adalah hari libur, kecuali untuk kaum bawah, tak ada pilihan lain selain terus bekerja, Ibu termasuk golongan itu tapi berkat usaha Gua dengan mengumpulkan uang semasa Gua SD sampai SMP ini membuat kami naik satu tingkat ke menengah, hal ini belum di ketahui Ayah semua ini atas permintaan Gua, kalo orang gila itu tau usaha Gua bakal sia-sia.

Ibu adalah salah satu penggemar Gua, di lihat dari beragam gantungan kunci dan lukisan yang ia selalu pakai di tas maupun di kunci rumah, bayangin coba kalo dia tau yang ia idolakan itu anaknya sendiri bisa-bisa ia bakal senang minta ampun namun, Gua belum bisa ungkapin hal ini karna Gua nggak mau ia nanti kerepotan.

Karna rasa bosan yang tak kunjung puas, Gua membuka ponsel lalu melihat beberapa berita yang lagi panas, terutama kejadian sosok misterius yang menyelamatkan pejabat dari insiden kecelakaan yang hampir terjadi, para polisi menyelidiki hal ini sampai saat ini namun belum memiliki petunjuk, wajar kalo nggak ada petunjuk orang Gua sendiri pelakunya hahahaha.

Namun perhatian Gua teralih ke satu hal yaitu beberapa penggemar yang menanyakan edisi tersebut Gua, haduh ini nggak ada habisnya, tapi hal ini yang Gua suka, tanpa basa-basi Gua segera ke tempat tokoh ko Aceng, meski jaraknya jauh Gua tak mau menyia-nyiakan waktu yang sangat beharga ini.

Setelah beberapa waktu berjalan akhirnya Gua sampai di toko ko Aceng, tokoh ini dulunya kecil, sekarang sudah menjadi toko yang besar berkat bantuan Gua, mereka tau kalo Gua QieronYc sejak kerja sama waktu itu, Gua tau kalo mereka adalah orang yang terpecaya jadi Gua nyerahin penjualannya ke mereka, tentu tokoh ini tak ada habis-habisnya, termasuk pemesanan online juga, dengan keterampilan ko Aceng sebagai replika terbaik, ia mampu mereplika ganci, ataupun lukisan yang Gua buat, namun untuk yang hidup itu edisi terbatas, namun itu tidak membuat lukisan biasa tidak ada nilainya, justru lukisan biasa jadi reputan para kolektor.

"Hai selamat datang, apa ada yang bisa kami bantu... ah Qirana kamu datang ya? ada perlu apa sini masuk"ucap Jeni yang sempat menyambut Gua layaknya tamu namun ketika melihat Gua, sikapnya berubah tiga ratus enam puluh derajat,

"oh Gua cuma mau liat profit penjualan hari ini, dan Gua kesini sekalian mau bikin edisi terbaru"ucap Gua

tentu hal ini sangat membuat Jeni senang sampai-sampai kalo bisa di imajinasikan matanya sudah ada bentuk uang nya, ia dengan semangat menuntun Gua menuju tempat yang namanya "MEJA PRODUKSI" dengan tulisan bertulis "TEMPAT INI HANYA UNTUK KARIYAWAN, ORANG LAIN DILARANG MASUK" sungguh tempat yang terlalu mencolok namun sangat aman untuk Gua berkreasi, ketika sampai di pintu, Gua masuk tanpa Jeni, jadi Gua sendirian masuk dalam ruangan ini.

Beragam warna, mulai dari warna dasar hinggi warna kompleks tertata rapi di meja tak lupa ada beberapa canvas dengan ukuran yang beragam dan harga yang beragam, lukisan Gua tergantung ukuran bisa sampai 5-20 juta per lukisan itu juga tergantung tingkat kualitas dan kerumitan lukisan tersebut, apa lagi lukisan itu bergerak, nilainya tidak tertandingi, kemarin Lukisan Gua terjual hampir 100-200 juta itu juga termasuk mahal untuk tahun 2018 sebelum masuk inflasi.

"okeh saatnya mulai"ucap Gua lalu menfokuskan indra Gua menggunakan tangan kiri, setelah fokus ukiran tangan tersebut menyala dengan cahaya berwarna emas, lalu Gua dengan tingkat ketelitian yang tinggi memulai proses Gambar, namun ketika Gua fokus kesadaran Gua di tarik ke dalam dimensi yang berbeda,

Saat ini Gua berada di sebuah apartement, ini Gua yakin ada hal yang janggal lagi, ketika pandangan Gua beralih ke kaca tempat biasa melihat pemandangan luar kota, ombak besar menerjang seluruh gedung maupun rumah yang ada di depannya, termasuk menghantam apartemen yang sempat Gua masuki, seketika Gua terseret arus yang begitu dahsyat, kemudian Gua menemukan benda yang mengapung untuk sandaran Gua bernapas di udara, ketika Gua melihat kesekitar ternyata tempat ini adalah pantai Banten namun yang membuat Gua bingung adalah ketika melihat ke atas Gua melihat adanya awal yang menggumpal di langit, ketika Gua memperhatikannya lebih terliti ini adalah erupsi!, belum sempat Gua bereaksi, kesadaran Gua di tarik kembali ke tempat yang berbeda, tempat yang tak asing dan ternyata ini adalah Lampung! namun kondisi ini adalah malam hari, di depan mata Gua banyak sekali orang yang terhanyut dalam tidur mereka yang tak berujung, ketika Gua melihat sekitar, mata Gua menyipit ternyata itu erupsi dari anak Gunung karakatau, ketika Gua berusaha untuk bangkit, ponsel yang tak tau punya siapa itu terapung lalu Gua meilhat jelas tanggal tersebut 22 Desember 2018 ternyata ini musibah yang akan terjadi di masa yang akan datang, tak lama setelah itu kesadaran Gua tertarik kembali ke ruang tempat Gua melukis, dan terlihat jelas canvas itu berubah menjadi kejadian yang Gua alami sebelumnya.

Nyahooo heheh maaf sampe sini dulu terima kasih udah baca cerita Gua, semoga kalian suka ya maaf kalo ada hal yang mirip-mirip author cuma jadiin referensi ini bukan berati nyata yak, semua yang author tulis itu fiksi! sampai jumpa see you MUACH

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!