NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:356.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

“Bagaimana hafalanmu?"
“Susah! Bisakah dikurangi hafalannya!”
“Pakaianmu boleh diskon. Tapi urusan agama, jangan sampai ikut didiskon.”
Kayla Aurora adalah gadis cantik dengan dunia yang bebas, akrab dengan mabuk, klub malam, dan balap liar.
Aturan bukan temannya, apalagi nasihat agama. Hingga sebuah keputusan memaksanya masuk ke pondok pesantren.
Tempat yang terasa seperti penjara,
penuh hafalan, disiplin, dan larangan yang membuatnya tersiksa.
Di sanalah Kayla bertemu Hanan, lelaki tenang dengan kesabaran yang tak mudah habis.
Alih-alih menghakimi, Hanan memilih membimbing. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pengertian dan doa.
Di antara pelajaran yang memberatkan dan hati yang perlahan dilunakkan,
benih cinta pun tumbuh… bersamaan dengan iman yang mulai menemukan jalannya.
Karena terkadang,
Allah mempertemukan dua insan bukan untuk menyamakan dunia, melainkan untuk saling mendekatkan kepada-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

“Kamu yakin?” tanya Hanan pelan.

Nada suaranya masih penuh kehati-hatian. Kayla menatapnya dengan wajah yang masih memerah. Namun kali ini ia tidak menghindari tatapan itu.

“Yakin,” jawab Kayla mantap.

Hanan tersenyum. Senyum hangat yang perlahan muncul di wajahnya. Ia lalu mendekat. Jarak di antara mereka kini hanya beberapa senti. Dengan penuh kelembutan, Hanan menundukkan wajahnya sedikit. Bibirnya mengecup kening Kayla dengan pelan.

Sentuhan itu hangat. Tenang. Kayla refleks memejamkan matanya. Hanan tidak terburu-buru. Ia bergerak perlahan. Ciuman lembut itu turun ke sudut mata Kayla, lalu ke hidungnya dengan sentuhan yang hampir seperti hembusan napas.

Kayla bisa merasakan detak jantungnya sendiri semakin cepat. Namun entah kenapa ia tidak merasa takut. Hanya gugup… dan hangat. Akhirnya Hanan berhenti tepat di depan bibir Kayla.

Ia sempat menatap wajah istrinya itu sekali lagi. Seolah meminta izin tanpa kata. Kayla tidak menjauh. Justru ia memejamkan mata.

‘’Bismillahirahmanirahim,’’ Hanan mengecup bibir Kayla dengan sangat lembut.

Ciuman itu tidak tergesa-gesa. Tidak menuntut. Hanya lembut, hati-hati, dan penuh kasih sayang. Seolah ia ingin memastikan bahwa malam itu bukan hanya tentang kedekatan fisik, melainkan tentang dua hati yang baru saja belajar saling percaya.

Kayla yang sejak tadi terlihat kaku perlahan mulai merasakan ketenangan dalam pelukan Hanan.

Ciuman lembut itu sempat membuatnya terdiam beberapa detik. Jantungnya berdegup sangat cepat, napasnya sedikit tertahan karena gugup.

Namun Hanan tidak terburu-buru. Tangannya tetap memeluk Kayla dengan lembut, memberi ruang agar gadis itu menyesuaikan diri.

Perlahan… Kayla mulai membalas. Awalnya ragu. Gerakannya canggung dan pelan, seolah ia masih belajar memahami perasaan yang sedang mengalir di dalam dirinya.

Namun Hanan menyambutnya dengan penuh kesabaran. Tidak ada tuntutan. Tidak ada paksaan. Hanya kehangatan yang perlahan membuat Kayla merasa semakin nyaman.

Suasana kamar yang dipenuhi kelopak bunga itu terasa semakin hangat. Lampu redup memantulkan bayangan lembut di dinding kamar.

Keduanya larut dalam momen itu. Hanan akhirnya memeluk Kayla lebih erat. Dengan hati-hati ia mengangkat tubuh istrinya. Kayla sedikit terkejut ketika tubuhnya terangkat dari lantai.

Refleks tangannya melingkar di leher Hanan. Hanan tersenyum kecil melihat reaksi itu. Lampu kamar yang redup membuat suasana terasa semakin tenang.

Kelopak-kelopak mawar di atas tempat tidur sedikit bergeser ketika Hanan menurunkan tubuh Kayla dengan hati-hati. Gadis itu berbaring kaku beberapa detik, napasnya masih belum stabil karena gugup.

Hanan tidak langsung mendekat. Ia justru duduk di samping Kayla, menatap wajah istrinya itu dengan lembut. Tangannya terangkat perlahan, menyibakkan beberapa helai rambut Kayla yang jatuh menutupi pipinya.

“Masih gugup?” tanyanya pelan.

Kayla menelan ludah. Wajahnya memerah sampai ke telinga.

“Iya…” jawabnya jujur dengan suara hampir berbisik.

Hanan tersenyum tipis. Tidak mengejek. Tidak juga menggoda. Hanya senyum hangat yang menenangkan.

“Tidak apa-apa,” ucapnya lembut. “Kita pelan-pelan saja.”

Ucapan itu entah kenapa membuat dada Kayla terasa hangat. Ia sempat takut malam ini akan terasa menegangkan atau bahkan menakutkan. Namun sikap Hanan justru membuat semuanya terasa lebih tenang.

Kayla akhirnya mengangguk kecil. Hanan kembali mendekat. Tangannya menggenggam tangan Kayla dengan lembut, ibu jarinya mengusap punggung tangan gadis itu perlahan seolah menenangkan.

Kayla menatap wajah suaminya. Tatapan Hanan tetap sama seperti sejak awal, tenang, hangat, dan penuh kesabaran.

Tidak ada kesan terburu-buru. Perlahan Kayla menarik napas dalam. Lalu ia menggeser tubuhnya sedikit lebih dekat.

Gerakan kecil itu membuat Hanan memahami bahwa Kayla sudah tidak sejauh tadi.

Hanan menunduk sedikit. Bibirnya kembali mengecup kening Kayla dengan penuh kasih sayang.

Kayla memejamkan mata. Tangannya perlahan menggenggam baju koko yang dikenakan Hanan.

Suasana kamar menjadi semakin sunyi. Hanya terdengar napas keduanya yang mulai menyatu dalam ritme yang sama.

Di balik jendela, malam terus berjalan. Sementara di dalam kamar itu, dua hati yang baru saja dipersatukan mulai belajar memahami satu sama lain, dengan penuh kelembutan, kesabaran, dan kehangatan yang panjang sepanjang malam.

...💠💠💠...

“Selamat pagi ya, zawjati…” bisik Hanan pelan di dekat telinga Kayla.

Suara itu begitu lembut, hangat, dan menenangkan. Namun entah kenapa justru membuat jantung Kayla kembali berdegup kencang.

Kayla yang baru saja membuka mata seketika menahan napasnya. Jarak wajah mereka begitu dekat. Terlalu dekat.

Ia bisa melihat dengan jelas wajah Hanan yang tampak teduh di pagi hari. Kulit putihnya bersih, rahangnya tegas, dan mata itu… mata yang selalu terlihat tenang namun dalam.

Kayla menelan ludah.

“P–pagi…” jawabnya pelan, hampir seperti bisikan.

Entah kenapa pipinya terasa panas. Padahal mereka sudah sah menjadi suami istri. Tapi tetap saja… berada sedekat ini dengan Hanan membuatnya gugup luar biasa.

Hanan tersenyum kecil melihat reaksi istrinya. Tangannya yang sejak tadi melingkar di pinggang Kayla sedikit mengerat, menarik tubuh wanita itu lebih dekat ke dadanya.

“Bagaimana tidurnya?” tanya Hanan pelan.

Kayla mengangguk kecil, meskipun jantungnya masih belum bisa diajak tenang.

“L—lumayan,’’ jawabnya lirih.

Hanan mengamati wajah istrinya beberapa detik. Tatapannya begitu lembut seolah sedang mensyukuri sesuatu yang sangat berharga.

“Alhamdulillah,” ucapnya.

Tangannya kemudian naik perlahan menyentuh rambut Kayla yang sedikit berantakan karena tidur.

“Terimakasih, cup!’’ katanya dengan nada penuh rasa syukur.

Kayla menunduk malu. Ucapan sederhana itu saja sudah cukup membuat dadanya hangat. Hanan kemudian mendekatkan wajahnya sedikit lagi.

‘’Mulai sekarang, aku adalah rumahmu. Jangan pernah merasa sendiri lagi. Jangan melakukan semuanya sendiri, aku akan selalu disini bersama kamu,’’

Jantung Kayla kembali berdebar tidak karuan. Hanan kemudian mengecup lembut kening Kayla.

‘’T—terimakasih Mas,’’

“Sekarang, kita bangun ya zawjati,” bisiknya lagi, ‘’Kita mandi, lalu sholat,’’

‘’Sholat lagi?” tanya Kayla bingung.

Hanan tersenyum, dia mencium kening Kayla dengan gemas, ‘’Sebentar lagi masuk waktu dzuhur Sayang,”

Deg!

Tolong, siapapun itu, tanyakan bagaimana kondisi jantung Kayla? Apakah masih aman dan berada di tempatnya? Kayla merasa jantung nya melompat sejak tadi, setiap Kali mendengar ucapan Hanan.

‘Kenapa? Hanya kata kata sederhana, tapi mampu membuatku merasa seperti ini? Padahal, Zayn juga sering memanggilku sayang. Tapi rasanya jauh berbeda,’ Gumam Kayla dalam hati.

...____...

...Nah kan, salah atur jam jadwal. harusnya bab ini buat besok, malah ikut ke update. Jadi gak sengaja double up 🙄...

...Awas aja ya kalau gak pada ninggalin jejak, ntar 😭😭😭...

1
mama
sereeem
Ainal Fitri
jd takut sendiri aku mom sat bc takut tiba tiba pintu rumah ku yg mendadak nutup sendiri 😬😬😬😬
Rosy
gara2 baca part ini takut parno sendiri kalau2 ada angin besar yg bisa nutup pintu belakang rumah..soale pintu belakang rumah enteng banget..kena angin dikit aja udah lgsg nutup sendiri..BRAKK 😭
Rosy
mungkin saking penasarannya mom..libur sehari berasa libur tiga hari..untungnya nggak berasa setahun 🤣🤣
diah nursanti
aku bacanya sampai merinding sendirisendiri,,udahan mom,jangan yg gaib2
Syti Sarah
hayooo yg kmrin2 ngebet buat jodohin fatim sama Kevin siapa 😂😂😂
Nie
oh,pantesan Bia ga bs masuk ya soalnya rumahnya ada penjaganya
Syti Sarah
lnjutin lgi dong mom.udh aaah hbis ini jngan bikin bab yg horor lgi ya mom 🙏
🍎billaacha90🍎
ealah gagal dapat bonus dong ini mommy author🤭
🍎billaacha90🍎
Dari sini kamu harus berjuang Arfin, berjuang menyelamatkan istrimu, belajar bertobat dan memperbaiki diri. bahwa kamu harus kembali kepada yang maha mengetahui. ayo kamu pasti bisa keluar dari rumah yang menyesatkan
🍎billaacha90🍎
waduh itu genderuwo yang kamu gendong Arfin
🍎billaacha90🍎
tuh penunggu rumah saja bisa mengerti hatinya Fatimah ini.

semoga kamu masih bisa dapat kesempatan Arfin meskipun yang kamu lakukan sudah keterlaluan
Nar Sih
cerita nya kok jdi serem moomy
Budhe Satryo
semoga arfin ma fatim cepet melewati ujian x ini dan hidup bahagia
Halimah
bacanya ngeri" sedap ini mom
Halimah
Gpp mom...Aku tetap setia kok😁
depoll_poll aje 😉😉😉
parah parah..
duh dag dig dug deh..
s Arifin bisa gak ya keluar dr sana terus mereka berpisah lagi sama abh Hasan
Farid Atallah
doubel up la Thor 🤭
Susilawati
selamat datang ke dunia ini baby Arash, semoga menjadi anak yang sholeh
dyah EkaPratiwi
ayo arfin berdoa buat Fatimah kembali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!