NovelToon NovelToon
27 Hari Setelah Melahirkan

27 Hari Setelah Melahirkan

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Cerai / Ibu susu / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Ibarat luka jahitan saja belum sepenuhnya kering. Tepat 27 hari setelah kematian bayinya, Hana dikejutkan dengan surat gugatan cerai yang Dzaki layangkan untuknya.

Status Whatsaap Mona-sahabat Hana, tertulis "First day honeymoon". Dan Hana yakin betul, pria menghadap belakang yang tengah Mona ajak foto itu adalah suaminya-Dzaki.

Sudah cukup!

Hana usap kasar air matanya. Memutuskan keluar dari rumah. Kepergian Hana menjadi pertemuanya dengan sosok bayi mungil yang tengah dehidrasi akibat kekurangan Asi. Dengan suka rela Hana menyumbangkan Asinya pada bocah bernama~Keira, bayi berusia 2 bulan yang di tinggalkan begitu saja oleh Ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Sebelum Dokter Rifki menjawab kembali, Danish sudah datang sambil berkata, "Waktu habis! Sekarang ayo kita masuk!"

Hana tertunduk, menatap Dokter Rifki sekilas, lalu segera mengikuti langkah Danish dari belakang.

Didalam, satu staff sudah menyambut kedatangan mereka berdua. "Selamat datang, Bapak, Ibu...."

"Saya pesan VIP! Saya tidak suka makan dilihatin banyak orang!" ucap datar Danish.

Hana sempat menggaruk kepalanya sekilas. Dalam hatinya, ia kembali mengulang ucapan Majikannya tadi. 'Saya tidak suka makan dilihatin banyak orang? Maksud Pak Danish apa sih... Nggak jelas banget?! Kayaknya nggak ada deh yang lihatin dia makan, kan mereka juga fokus sama makananya masing-masing. Tau ah, pusing sendiri saya.'

Dan disinilah, di lantai dua staff tadi menunjukan sebuah ruangan didepan. "Silahkan Bapak, Ibu...."

"Makasih ya, Mbak," ucap Hana tersenyum.

Sementara Danish, entah mengapa moodnya jadi berantakan gara-gara ketemu Dokter tadi. Rasanya ia masih belum terima tangan Hana di tarik begitu saja.

Begitu masuk, Danish berjalan masuk ke dalam, dan tak bereaksi apapun pada tempatnya kini.

Sementara Hana, baru saja ia menginjakan kakinya pada lantai marmer itu, perasaan kagumnya sontak membuncah kuat. Kata 'Wah' reflek keluar dari mulutnya begitu saja, ketika ia memandangi interior ruangan VIP Cafe tadi.

Hana rasa, jika malam hari, maka suasana ruangan itu akan lebih hidup, terkena sorot lampu dari kemerlab kota Yogya dari bawah.

Dalam satu ruangan terdapat dua ruang makan, yakni single dan juga family. Danish menjatuhkan tubuhnya pada tempat di teras balkon, yang terdapat dua sofa empuk-kokoh dan juga meja sedang sebagai pelengkapnya.

Satu pelayan datang, menyodorkan dua menu kepada masing-masing.

Kedua mata Hana hampir lepas, bahkan menelan ludah saja terasa sulit. 'Apa-apan ini?'

'Ini seriusan nggak ada nasi goreng harga 15rb? Ya Allah, apa ini nasinya di campur emas kali ya? Satu nasi goreng aja 150 ribu....'

Hana masih menggelengkan kepala lemah, merasa shock berat dengan harga jual restorant itu.

"Steak 1, sausnya jangan terlalu pedas, sama... Americano dingin 1!" kata Danish menatap pelayan tadi sekilas. Lalu detik itu juga Danish kembali menatap Hana. Dahinya bahkan sampai berlipat dalam, ketika yang di tatap masih sibuk membolak balikan menu makananya. "Mas, samain saja! Tapi tambah nasi dan cah kangkung. Lalu minumnya jus alpukat 1. Jangan lupa berikan dessert dan potongan buah!"

Pelayan tadi segera mencatat, mengangguk sopan dan segera pergi dari hadapan Danish.

"Ini kenapa mahal semua sih, Pak! Saya nggak tega mau nelennya," gumam Hana sambil menghembuskan napas dalam.

Danish bersis, menyandarkan tubuhnya kebelakang, menatap Hana dengan tangan terlipat didada. "Memangnya, dulu suami kamu nggak pernah ajakin kamu makan ke resto?"

Hana menggeleng lemah. "Resto sih pernah, Pak... Tapi nggak semewah ini. Lagian, dulu suami saya hanya pegawai kantoran biasa. Kalau sering-sering mah, nggak mampu!"

Danish manggut-manggut kecil. "Sebentar...." kali ini Danish menegakan tubuhnya, menatap Hana lebih serius dari pada sebelumnya. "Sepertinya kamu sudah kenal sama selingkuhan suamimu itu?" tanyanya menyipit.

Hana lagi-lagi menghela napas berat. "Ya, bagaimana nggak kenal, orang dia itu sahabat saya sendiri," jawab santai Hana sambil menutup buku menunya.

"Sahabat?!" Danish cukup tersentak. Ia bahkan sampai memajukan setengah badanya, dahinya juga berlipat-lipat. "Bagaiman bisa?"

"Nah, Bapak juga nggak percaya 'kan?! Saya juga dulunya sempat nggak percaya, tapi Tuhan sendiri yang menunjukan jalanya. Toh nyatanya sampai wanita itu mengandung. Berarti hubungan mereka ngga hanya sehari dua hari saja, Pak...."

Danish cukup prihatin dengan ungkapan wanita didepanya itu. Sebagai sosok yang di tinggalkan juga, Danish ikut merasakan sesak, entah sehancur apa perasaan Hana saat ini.

'Mungkin sikap tengilnya itu untuk membalut luka dalam hatinya,' batin Danish menatap Hana sekilas.

Dan tak lama itu, dua waiters datang membawa pesanan Danish. Dan begitu hidangan sudah tersaji di atas meja, Hana dibuat terpukau dengan beberapa menu kesukaanya semua. Sampai-sampai, Hana menelan ludahnya perlahan.

"Pak, kok banyak banget?" Hana kembali mendongak.

Dengan wajah acuhnya, Danish hanya berkata, "Kamu makan saja! Saya tahu porsi Ibu menyusui itu banyak."

'Andai saja Mas Dzaki punya pikiran kaya Pak Danish, pasti perselingkuhan itu nggak akan terjadi,' Hana hanya mampu tersenyum getir, lalu segera menyantap makannya.

*

*

Mobil mewah itu terasa hening, dan hanya menyisakan isakan kecil dari mulut Mona. Setelah tadi bersitegang dengan Dzaki, kini keduanya saling diam, sama-sama kalut dalam pikiranya masing-masing.

Drtt!!!

Dzaki tersadar, gawainya didalam saku jas bergetar. Panggilan dari Ibunya.

"Iya, ada apa Bu?" tanyanya dingin.

Disebrang, Bu Diah kini keluar dari pintu samping, berwajahkan serius duduk dikursi kayu. "Dzaki, ingat! Besok ibu akan temani kamu datang di persidangan! Ibu nggak terima, rumah itu dikuasai oleh Hana seutuhnya! Enak banget, dia...." geramnya.

Dzaki lagi-lagi menahan napas dalam, merasa isi kepalanya hampir saja meledak. "Bu... Udahlah! Dzaki nggak mau bahas masalah rumah! Rumah itu memang milik Hana. Jadi, ya... Memang Dzaki nggak bisa berbuat apa-apa."

"Dzaki... Kenapa kamu bisa jadi lembek begini, sih! Ibu yakin, rumah itu pasti juga ada campur tangan uang kamu. Dan... Ibu nggak mau Hana enak-enakan mengambil semuanya!" Bu Diah masih terus saja meracuni otak putranya. "Kamu jangan egois seperti ini, Dzaki! Mona juga sedang hamil anakmu! Jadi, dia kelak juga berhak menerima warisanmu, Dzaki!"

Mendengar namanya di pertahankan sang mertua, kini semakin membuat kepala Mona menjadi besar. Ia tersenyum miring tipis, lalu kembali menegakan wajahnya kedepan.

"Bu, untuk masalah Mona, Dzaki nggak bisa campur dengan hak kuasa Hana. Dzaki menikahi Hana secara sah! Sementara diantara Dzaki dan Mona hubungannya masih belum jelas!" pekiknya hingga urat dilehernya membiru. Dzaki merasa frustasi.

Mona seketika membuka lebar matanya, bak telinganya kini di tarik oleh kedua tangan bersamaan.

Setelah Dzaki kembali menyimpan gawainya, Mona langsung saja menoleh penuh tatapan intimidasi. "Mas... Maksud kamu apaan berkata seperti itu sama Ibu? Kamu bilang, diantara kita nggak ada hubungan yang jelas? Apa maksud kamu!" Mona yang sudah merasa kesal, langsung saja menimpuk lemah lengan Dzaki "Katakan, Mas!" teriaknya pecah.

Dzaki bahkan sampai tak fokus mengendarai mobilnya. Hingga terpaksa, ia menyalakan lampu sen sebelah kiri dan langsung menepikan mobilnya.

"Kenapa kamu diam, Mas? Aku ini hamil anak kamu, Mas? Jawab!" lagi-lagi Mona memukul lengan Dzaki, menumpahkan tangisanya kembali.

Emosi Dzaki sudah meledak. "CUKUP, MONA!" Bentaknya. Napasnya mulai terengah, hingga dadanya terlihat naik turun. "Aku ini pusing! Aku seharian kerja, kamu bukanya suport, tapi juga sama kaya Ibu, bisanya bikin pusing aja!"

"Mas, tapi aku juga Istrimu! Walaupun secara siri, tapi anaku juga berhak dengan semua yang kamu miliki. Ingat, Mas Dzaki... Kamu dan Hana tidak memiliki anak! Jadi, selama persidangan nanti, dia nggak pantas menggugat hak nafkah kamu!"

"DIAM, MONA!" kali ini tangan Dzaki bahkan sampai terangkat.

Mona seketika meringsut ketakutan. Ia kembali terisak. Lalu segera memalingkan wajahnya, "Kamu jahat, Mas! Aku nggak nyangka kamu bakal ngebentak aku!"

Dzaki hanya mampu meraup napas kasar. Tersadar jika Istri sirinya itu tengah mengandung. Lantas, dengan sorot mata penuh sesal, ia menarik tubuh Mona untuk dirinya dekap.

"Sayang... Aku minta maaf! Aku nggak bermaksud ngebentak kamu," lirihnya sambil mengecupi kepala Mona.

Dalam dekapan itu, Mona kembali menarik miring bibirnya.

"Aku sudah bilang berapa kali sama kamu... Stop bahas Hana!" peringat Dzaki melerai pelukanya.

Sambil mengusap air mata itu, Mona hanya mampu mengangguk patuh. Dan barulah, mobil melaju kembali.

...----------------...

1
Anonim
aduhhhh.. thor.. kamu buat ibu hana itu kelihatan bodoh banget.. tidak mengambil pelajaran dari kisah anas dan sanas yg dipaksakan,, mahu memaksa lagi??? bego banget ibu dan mas madha nya
Leha Rahman
koreksi thor Bukan Kelimbungan tpi kelimpungan
Netty Netty
good
Mamah Dini11
bu ana gak tau kalau sepupunyalah yg merebut menantu sendiri , gimana nanti kalau udh ke tahuan reaksi bu aba , semoga secepat nya terbongkar kelakuan mantan menantunya kayak apa kelakuan nya .
Mamah Dini11
wanita macam apa tuh si rani , baru lahiran udh menggatel , gak sadar ya disitu baru lahiran .
Mamah Dini11
hana mh sm danis kayak , kan kalau hana bersatu sm danis hana bisa ngasih pelajaran sm mantan nya , daniskan punya kekuasaan di kantornya biar kapok tuh si mantan udh ninggalin hana habis lahiran lgi anaknya meninggal lagi , dia harus ngerasain sakit hatinya hana waktu itu .
Mamah Dini11
danis nya jgn di buat terlaku kaku dan dingin doong thor ,jadi bikin takut orang yg deket ,bolehkan mencair sedikit apalagi kan sudah punya beby
Netty Netty
disini kasihan si Hana ya, jadi korban tamparan mulu 😤
Mamah Dini11
hananya jgn di buat tengil thor mndingan tetap lemah lmbut santun , kan hana baru lahiran suasana hatinya msh rapu di tambah baru di cerai jadi kayak kurang gimana gitu kalau hana gitu peran nya gk sesuai dgn ke adaan nya skarang kan msh berkabung hatinya juga blm sekuat itu.maaf thor masukan aja ya..!! 🙏🙏💪💪
Netty Netty
getaran ya maksudnya 🤣
Netty Netty
garasi😤
Netty Netty
Sofie atau aprillia 🤣
Ko
Tubuh tak boleh meremang thor. Kalau bulu baru boleh. Kalau badan itu menegang
Mamah Dini11
di dunia novel suka rada bedalah dgn dunia nyata
Mamah Dini11
permisi thor aku ikut nimbtung niii semoga cerita nya bagus 🙏
Mamah Dini11
makan tuh malu dasar mertua dn adik ipar gak tau diri, hus hus pergi jasuh jauh
Ko
Oh.. Bearti bapak nya si Danish ini nikahnya muda ya disaat umurnya masih 23tahun..kya aku sm suamiku. Tp waktu itu aku 21, suamiku 22🤭 bagus nikah awal. Supaya nnt bila anak2 udh dewasa, bonyok nya masih tetap muda kya seumuran😂😂
Ko
Perempuan lbh tepat. Keira masih bayi thor. Gk sesuai dipanggil wanita.
Ko
Ibu baru melahirkan blm boleh mkn udang.. Takut jahitan nya infeksi..
Lintang Edgar
kebanyakan Deg 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!