NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Seorang Legenda

Perjalanan Menjadi Seorang Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Karir / Persahabatan / Slice of Life
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: MR. IRA

Ivan hanyalah seorang remaja dari desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk stadion besar dan sorotan kamera. Namun, impiannya menjulang tinggi—ia ingin bermain di Eropa dan dikenal sebagai legenda sepak bola dunia.

Sayangnya, jalan itu tidak mulus. Ibunya, satu-satunya keluarga yang ia miliki, menentang keras keinginannya. Bagi sang ibu, sepak bola hanyalah mimpi kosong yang tak bisa menjamin masa depan.

Namun Ivan tak menyerah.

Diam-diam ia berlatih siang dan malam, di lapangan berdebu, di bawah hujan deras, bahkan saat dunia terlelap. Hanya rumput, bola, dan keyakinan yang menemaninya.

Sampai akhirnya, takdir mulai berpihak. Sebuah klub kecil datang menawarkan kesempatan, dan ibunya pun perlahan luluh melihat kegigihan sang anak. Dari sinilah, langkah pertama Ivan menuju mimpi besarnya dimulai...

Namun, bisakah Ivan bertahan di dunia sepak bola yang kejam, penuh tekanan dan kompetisi? Akankah mimpinya tetap menyala ketika badai cobaan datang silih berganti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MR. IRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Cerita Keluarga dari Kakek

Aku masih diam, mematung di depan pintu. Aku bingung, takut, tapi harus bagaimana lagi "Terima saja," batinku.

Kakiku melambangkan masuk "Aku pulang," ujarku.

"Ivan, kesini. Kakek mau bicara!!" ujar Kakek yang terdengar dari dalam kamarku.

"Iya," sahutku.

Aku lalu masuk, melihat Kakek sedang memandangi poster dan bolaku "Kek, ada apa?!" tanyaku.

"Sini, duduk di samping kakek!!" seru Kakek.

Aku lalu meletakkan tasku di samping pintu, kemudian aku duduk di samping Kakek.

"Tadi kamu kemana?!" tanya Kakek.

Aku diam sejenak, menunduk, lalu menjawab pertanyaan Kakek dengan gugup "Emm... Aku tadi di rumah Andika, Kek!!" jawabku pelan.

Kakek hanya diam, lalu dia meletakkan bolaku yang dipegangnya "Sudah, kamu nggak usah bohong. Kakek tahu kalau kamu ikut turnamen sepak bola," ujar Kakek pelan.

Aku terdiam, menunduk, dan berpikir "Kakek tahu?!" batinku.

"Kalau kamu mau jadi pemain bola, kakek akan mendukungmu. Van!!" seru Kakek.

Wajahku berubah menjadi gembira "Serius, tapi kenapa?!" tanyaku.

"Iya, kakek serius. Karena kakek dulu juga pemain bola, kakek dulu itu main di liga Indonesia!!" jawab Kakek.

Aku dengan spontan langsung berdiri "Hah, di liga Indonesia?!" tanyaku.

"Kakek dulu main di liga 2 Indonesia," jawab Kakek.

"Serius, kalau kakek itu pemain bola. Jadi ayah..." seruku.

"Iya, ayah kamu juga sama. Tapi dulu ayah kamu terkena cedera ACL, tapi pihak klub tidak mau membantu sepeser pun biaya pengobatan ayahmu!!" ujar Kakek.

"ACL... Oh, jadi itu yang membuat ibu nggak mau aku main bola!!" ujarku sambil kembali duduk.

"Iya," jawab Kakek.

"Yasudah ya, Kakek mau pulang dulu!!" seru Kakek sebelum pergi.

"Iya, oh iya. Ibu dimana, Kek?!" tanyaku sebelum Kakek pergi.

"Ibu kamu lagi ke warung," sahut Kakek.

Kakek lalu pergi. Setelah kakek pergi, aku lalu mandi "Hmm... Kakek dulu pemain bola profesional, ayah juga. Aku juga harus bisa, dengan atau tanpa restu ibu!!" seruku sambil mandi.

"Van!!" suara ibu dari dapur.

"Iya," sahutku dari kamar mandi.

"Setelah mandi, kamu langsung makan!!" seru ibu.

"Iya," sahutku.

Begitu selesai mandi, aku langsung ke dapur untuk makan. Aku lalu menarik satu kursi untuk duduk.

"Van, kami dari mana. Katanya di rumah Andika, tapi kenapa pulangnya lama?!" tanya ibu sambil mengambilkan nasi.

Aku gugup, dan berpikir sejenak "A-aku tadi ke rumah Azzam dulu, bu!!" jawabku yang gugup.

"Oh, yasudah!!" sahut ibu.

Aku lalu makan, setelah makan aku langsung ke kamar untuk belajar. Walaupun besok adalah hari minggu, tapi aku tetap disuruh ibu untuk belajar "Aku ke kamar dulu ya, bu!!" seruku.

"Iya," ujar ibu sambil mencuci piring.

Aku lalu ke kamar, menutup pintu, lalu duduk di tempat tidurku dan mulai berpikir "Kakek dulu pemain bola, ayah juga. Kakek main di liga Jepang, ayah... Main dimana?!" tanyaku ke diriku sendiri.

"Ah... Ayah kan kerja di luar kota, aku bisa telepon ayah!!" seruku.

Aku lalu meriah ponselku dan langsung menelpon ayah "Halo... Ayah?!" ujarku.

"Iya, Van. Tumben telpon," seru ayah, nadanya berat, tapi aku tahu sebenarnya ayah adalah orang yang rapuh.

"Hmm.... Kata Kakek ayah dulu pemain bola, kalau bener ayah main di liga mana?!" tanyaku dengan antusias.

"Ayah dulu main di liga 1 Indonesia, memangnya ada apa?!" tanya ayah balik.

"Hmm... Nggak kok, yasudah ayah!!" seruku.

"Iya," jawab ayah sebelum mematikan panggilan.

Aku lalu meletakkan ponselku, dan langsung berbaring "Ayah sudah bekerja saat aku masih kecil, itu artinya ayah cedera sebelum aku lahir!!" gumamku sebelum tidur.

"Yaudah, aku tidur dulu aja!!" ujarku sebelum tidur.

Aku tertidur pulas, di malam hari, hari yang penuh kejutan, mimpi, dan harapan. Keesokan harinya.

"Van... Ivan!!" panggil ibu.

Aku bangun, mataku masih tertutup, tubuhku masih sangat lelah, tapi aku harus bangun "Iya," sahutku dengan nada pelan.

"Cepet mandi!!" suruh ibu dengan suara keras.

"Iyaaa!!" jawabku.

Aku lalu berdiri dari tempat tidurku, mengambil pakaian, lalu mandi. Setelah mandi aku lalu makan.

"Byur!!" suara air.

Seusai mandi, aku laku ke dapur untuk sarapan.

"Ivan, kamu nanti bersih-bersih rumah ya. Ibu nanti mau kerja lagi di rumah Bu Lastri!!" seru Ibu sembari mengambilkan nasi.

"Iya," jawabku.

Aku lalu makan, di tengah-tengah makan, aku memberikan diri untuk bertanya "Ibu?!" panggilku.

"Iya, apa?!" tanya Ibu.

"Kenapa aku nggak dibolehin main bola, bu?!" tanyaku pelan.

Tiba-tiba ibu berdiri, minum, lalu menjawab pertanyaanku dengan nada marah "Minggu lalu kamu sudah tanya, kenapa ibu nggak ngebolehin kamu main bola. Alasannya, memanangnya bola bisa menghasilkan uang, memangnya bola bisa buat hidup kita lebih baik?!" seru ibu yang marah.

Aku hanya menunduk diam, tidak berani menjawab.

"Yasudah, ibu mau berangkat dulu!!" seru ibu sebelum pergi.

"Iya," sahutku pelan.

Aku lalu melanjutkan makan, tapi tetap terus berpikir tentang perkataan ibu tadi. Seusai makan, aku lalu membersihkan rumahku yang sederhana.

"Ayah main di liga 1 Indonesia sebelum cedera, kakek main di liga 3 Indonesia. Aku... Aku main dimana?!" seruku sembari bersih-bersih.

"Semoga aku bisa bermain di liga Spanyol, dan juga semoga ibu bisa luluh dan menerima jika aku bermain bola!!" harapku.

Setelah selesai membersihkan rumah, aku lalu duduk bersantai di depan televisi. Menonton sebuah pertandingan liga lokal "Capek... Nonton televisi dulu ah," seruku sambil menyalakan televisi jadul milikku.

"Ya, saudara-saudara. Kita kembali lagi di pertandingan antara macan kemayoran melawan singo edan, singo edan mengandalkan kiper terbaiknya Kurnia Meiga sementara macan kemayoran mengandalkan kipernya yang tak kalah hebat, Andritany!!" suara televisiku.

"Wah... Ada pertandingan bagus, macan kemayoranan alias Persija Jakarta melawan singo edan alias Arema FC. Semoga aku bisa membela salah satu dari kedua klub itu," batinku sambil menonton laga.

Aku menyaksikan pertandingan yang sangat seru, menegangkan, dan juga sangat memukau. Kedua kiper terhebat di Indonesia bertemu di satu lapangan yang sama.

"Ya, pertandingan berakhir. Skor 0-0 untuk kedua tim, tak heran jika skornya 0-0 karena kedua tim memiliki kiper yang hebat!!" suara dari televisi.

"Hebat," gumamku.

Aku lalu mematikan televisi, kemudian aku ke kamarku. Sesampainya di kamar, aku lalu berbaring sambil melihat jam "11.20, udah siang!!" seruku.

Tanpa disadari, aku malah tertidur. Aku bangun di sore hari "Ibu," panggilku yang baru bangun.

"Iya," sahut ibu.

"Kamu cepet mandi, terus makan!!" suruh ibu.

"Iya," jawabku.

Aku lalu beranjak dari tempat tidurku untuk mandi. Seusai mandi, aku langsung makan.

"Van, besok sekolah loh. Baju sudah kamu setrika?!" tanya ibu sembari mengambilkan nasi.

"Udah," jawab singkatku.

"Yasudah, kamu makan dulu!!" suruh ibu.

Aku lalu makan. Seusai makan, aku langsung pergi ke kamarku "Ibu, aku ke kamar dulu!!" seruku sebelum ke kamar.

"Iya," jawab ibu.

Di kamar, aku hanya duduk. Menatap poster-poster pemain sepak bola di dinding kamarku "Ronaldo, Messi, dan yang lainnya. Semoga aku bisa melawan mereka suatu hari!!" gumamku.

Aku lalu berbaring. Mencoba untuk tidur, walaupun masih sore hari "Tidur dulu," seruku.

Aku lalu tertidur pulas.

Ivan sudah tertidur di sore hari. Jadi, bagaimana keinginannya, apa dia bisa mewujudkan mimpinya?

Bersambung...

1
Khunaiv Mumtaz
Kasian Ivan, sampai pingsan. Pak Slamet tegas banget
IRAWAN
Sabtu
Protocetus
kapan min kejuaraannya?
aurel
hai Thor aku sudah mampir, yuk mampir juga di karya aku " istriku adalah kakak ipar ku"
Protocetus
min up spesial Agustus 😁
IRAWAN: Ehm... Iya, tamat chapter 1 di bab 20 nanti. Chapter 2 menunggu
total 5 replies
IRAWAN
Maaf bang, masih sibuk ngurusin proker
Protocetus
min up
Khunaiv Mumtaz
Ehem... Ternyata Ivan lahir di keluaga pesepak bola/Shy/
Khunaiv Mumtaz
Makin kesini, ceritanya makin bagus. Semangat Thor/Determined//Determined/
Protocetus
up lagi bang
IRAWAN: Sabar kak, bisanya perhari satu bab. Kalau lagi ada kegiatan mungkin dua-tiga hari baru up, Maaf ya kak/Pray/
total 1 replies
IRAWAN
/Smile//Sleep/
Crimson
Min walau aku gak terlalu suka bola tapi aku support hehe
IRAWAN: makasih dukungannya kak, tapi ini bukan cuma tentang bola
total 1 replies
Protocetus
Anda terlalu percaya diri 😂
IRAWAN: Ehem... Bisa aja kak, siapa tau Elena sama Nadia suka Ivan/Smile/
total 1 replies
Protocetus
No System2, Only Hard Work 🔥
Protocetus: Of Course Work Hard 👍
total 2 replies
Protocetus
udah ikutin aja karir 🔥
Protocetus
Aku kira idolanya Gareth Bale 😂
IRAWAN: Juara tiga, ya sama aja nggak juara. Soalnya nggak dapet piala, cuman dapet medali
total 5 replies
IRAWAN
Masih enjoy?
Jinki
bagus kak .. smgt .. mampir ya
IRAWAN: Siap kak
total 1 replies
iqbal nasution
oke
Protocetus
ini gak ada sistem kan?
Protocetus: sip 🔥
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!