NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Pernikahan Yang Rumit, Cinta yang Rumit dan Hati yang juga ikut Rumit!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Resepsi pernikahan yang megah dan melelahkan itu akhirnya usai seiring berjalannya waktu menuju larut malam. Ketika lampu-lampu hotel bintang lima mulai dipadamkan dan kilatan kamera media akhirnya berhenti menyengat penglihatan, realitas baru langsung menyergap Alyssa tanpa ampun. Malam itu juga, seluruh barang pribadinya telah dipindahkan dari griya tawang sementara menuju kediaman utama tempat Alvaro tinggal.

Sebuah megah milik keluarga Maheswara yang terletak di kawasan elite Jakarta Selatan.

Mobil Rolls-Royce hitam yang mereka tumpangi perlahan melewati gerbang besi tempa menjulang tinggi yang dijaga oleh beberapa pria bersetelan hitam tegap. Mobil itu melintasi jalan setapak beraspal mulus yang membelah halaman rumput luas berdesain lanskap Eropa klasik, sebelum akhirnya berhenti tepat di depan teras megah berkubah marmer.

Alyssa melangkah turun dari mobil, dibantu oleh Rendra yang membukakan pintu dengan sikap formal seperti biasa. Gaun pengantin sutra putih gadingnya yang berat kini telah diganti dengan gaun beludru kasual berwarna biru dongker, namun beban di pundaknya sama sekali tidak berkurang.

Ia mendongak, menatap bangunan di hadapannya. Rumah itu sangat besar hingga terasa seperti istana. Arsitektur bergaya neoklasik dengan pilar-pilar korintian raksasa yang menyangga struktur bangunan tiga lantai itu memancarkan kekuasaan dan kekayaan yang mutlak. Lampu-lampu kristal gantung yang terlihat dari balik jendela kaca besar memancarkan pendar keemasan yang mewah.

Namun, kemewahan yang luar biasa itu tidak mampu menghilangkan rasa asing yang dirasakannya.

Ketika Alyssa melangkah masuk melewati pintu ganda kayu jati setinggi empat meter, atmosfer di dalam langsung menyergap fisiknya. Udara di dalam rumah ini terasa sangat dingin, bukan hanya karena pengaturan pendingin ruangan yang maksimal, melainkan karena kekosongan jiwa dari tempat ini.

Lantai marmer Italia yang dipoles mengilat sempurna memantulkan bayangan dirinya seperti cermin, menciptakan gema sunyi dari setiap ketukan langkah sepatunya. Tidak ada kehangatan sebuah rumah tinggal di sini. Setiap sudut ruangannmulai dari deretan lukisan maestro bernilai tinggi yang dipajang di dinding, furnitur antik berlapis emas, hingga vas porselen dinasti kuno terasa kaku dan mati. Tempat ini lebih mirip seperti museum mewah yang dikurasi dengan ketat, dirancang untuk mengintimidasi siapa pun yang berani melangkah masuk.

Setiap sudut terasa dingin. Sama dinginnya dengan pemilik rumah itu.

Alvaro berjalan beberapa langkah di depan Alyssa. Pria berumur 28 tahun itu sudah melepas jas tuksedonya, menyisakan kemeja putih yang lengannya kini digulung hingga sebatas siku. Langkah kakinya terdengar mantap dan berwibawa, sepenuhnya menguasai wilayah teritorialnya.

Alvaro berhenti di tengah aula utama yang berbatasan dengan tangga melingkar kembar. Ia membalikkan badannya perlahan, menatap Alyssa dengan sepasang mata elangnya yang hitam pekat dan tanpa riak emosi sedikit pun.

"Selamat datang di kediaman Maheswara, Alyssa," ucap Alvaro, suaranya bariton merendah, menggema tipis di langit-langit aula yang tinggi. "Mulai malam ini, tempat ini adalah rumahmu di mata hukum dan publik. Segala kebutuhan pribadimu sudah diatur oleh kepala pelayan. Kamu bebas menggunakan fasilitas di sini, kecuali satu tempat."

Alvaro mengarahkan pandangannya ke koridor sayap kiri lantai dua yang tampak remang. "Ruang kerja pribadi dan kamar utamaku di ujung sayap kiri adalah area terlarang. Jangan pernah melangkah ke sana tanpa izin dariku."

Alyssa menegakkan dagunya, menyunggingkan senyuman miring yang sarat akan perlawanan taktis. Sifat beraninya menolak untuk terlihat terintimidasi oleh kemegahan istana mati ini ataupun oleh tatapan kejam suaminya.

"Anda tidak perlu khawatir, Tuan Alvaro," sahut Alyssa, suaranya terdengar jernih dan tajam di dalam keheningan aula. "Saya juga tidak memiliki minat sedikit pun untuk mencampuri ruang pribadi Anda. Bagi saya, rumah besar ini tak lebih dari sekadar hotel mewah tempat saya menjalankan masa kontrak bisnis kita."

Alvaro menipiskan bibirnya, sebuah reaksi dingin yang biasa ia tunjukkan saat egonya diusik oleh keteguhan Alyssa. Tanpa membalas kalimat itu, Alvaro membalikkan badan dan melangkah menaiki tangga menuju sayap kiri, meninggalkan istrinya sendirian di tengah aula megah yang sunyi.

Alyssa memandangi punggung Alvaro yang perlahan menghilang di kegelapan koridor. Ia menarik napas dalam-dalam, merasakan hawa dingin istana Maheswara yang mulai merasuk ke dalam tulang-tulangnya. Malam pertama di rumah baru ini telah resmi dimulai, mengunci Alyssa di dalam sangkar emas terbesar yang penuh kemewahan, namun sekaligus penuh dengan kebekuan yang mencekam.

...****************...

Seorang wanita paruh baya berpakaian seragam pelayan yang rapi dan kaku melangkah mendekati Alyssa dari balik bayangan pilar marmer. Wanita itu membungkuk hormat, menyilangkan kedua tangan di depan tubuhnya dengan gestur yang teramat sopan namun terasa mekanis.

"Nyonya Alyssa, nama saya Marta. Saya adalah kepala pelayan di kediaman ini," ucap wanita itu dengan nada suara yang datar dan terlatih. "Mari, saya akan mengantarkan Anda menuju kamar pribadi Anda di sayap kanan lantai dua. Seluruh barang bawaan Anda dari kediaman Pradipta telah selesai ditata di sana."

Alyssa mengangguk pendek. "Terima kasih, Bi Marta."

Ia melangkah mengikuti Marta menaiki anak tangga melingkar yang dilapisi karpet beludru tebal berwarna merah tua. Setiap langkah yang diambil Alyssa terasa semakin berat. Keheningan di dalam mansion ini begitu pekat, seolah-olah dinding-dinding tinggi berukir emas ini mampu menyerap semua suara dan kehidupan di dalamnya.

Saat mereka tiba di lantai dua dan melintasi selasar tengah, Alyssa sempat melirik ke arah koridor sayap kiri wilayah terlarang yang baru saja ditegaskan oleh Alvaro. Di ujung koridor yang remang itu, sebuah pintu kayu ek hitam besar tampak tertutup rapat, menyembunyikan sosok pria misterius yang kini telah resmi menjadi suaminya di atas kertas. Rumah ini benar-benar mencerminkan karakter Alvaro: megah, kokoh, namun sepenuhnya beku dan tak tersentuh.

Marta berhenti di depan sebuah pintu ganda berwarna putih gading di sayap kanan. Ia membuka pintu tersebut, mempersilakan Alyssa untuk masuk terlebih dahulu.

"Ini adalah kamar Anda, Nyonya. Jika Anda membutuhkan sesuatu, Anda bisa menekan tombol interkom di samping tempat tidur. Saya dan pelayan lainnya akan langsung datang," ujar Marta sebelum kembali membungkuk hormat dan menarik diri, menutup pintu kamar dengan ketukan pelan yang halus.

Begitu pintu tertutup, Alyssa melepaskan napas panjang yang sejak tadi tertahan di dadanya. Ia memandangi sekeliling kamar barunya. Ruangan itu luar biasa luas, bahkan mungkin setara dengan ukuran seluruh lantai dasar rumah keluarganya dulu. Sebuah tempat tidur berukuran dengan kelambu transparan mewah mendominasi tengah ruangan. Di sudut lain, terdapat ruang ganti pakaian raksasa yang pintunya terbuat dari kaca patri, menampilkan deretan pakaian barunya yang telah dikurasi oleh tim fashion Maheswara.

Alyssa berjalan mendekati ranjang, lalu menjatuhkan buket bunga mawar putih yang sejak tadi ia pegang ke atas kasur empuk berseprai sutra itu. Ia melangkah menuju jendela prancis yang menjulang tinggi, membuka tirai beratnya, dan menatap keluar.

Dari posisi ini, ia bisa melihat halaman belakang mansion yang dipenuhi lampu-lampu taman tersembunyi, menerangi sebuah kolam renang bergaya olimpiade dan paviliun kaca di kejauhan. Semuanya tampak sempurna, sebuah perwujudan dari puncak kesuksesan materi. Namun, bagi Alyssa, keindahan ini terasa hambar.

Ia menyentuh cincin platinum bermata berlian di jari manisnya. Logam itu terasa dingin di kulitnya. Detik ini juga, di dalam kamar mewah yang asing ini, Alyssa menyadari bahwa pertarungannya yang sesungguhnya baru saja dimulai. Ia tidak boleh terlena oleh kemewahan istana mati ini, dan yang terpenting, ia harus tetap mempertahankan kekuatan mental bajanya agar tidak hancur lebur di bawah cengkeraman dingin Alvaro Regantara Maheswara.

1
THE GIRL COOL😑
peransaran gue sama foto nya
THE GIRL COOL😑
wkwkwk! pas di meja makan gue sampe mau ketawa untuk ke tahan😭
THE GIRL COOL😑
gue baca nya ngakak banget!!! bagus thor kau berbakat👍👍👍😍
reyanzarayyanfahlevy_: hehehhe bisa aja😍, masih pemula kakak😭😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
gue kadang heran... Alvaro sama cewek nya Alyssa sama "AL" depan nya😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaaapppp🤭
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
brak² aja🤣 sabar²👍
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
gue baca peraturannya kesel cok
THE GIRL COOL😑
Berarti si Al Siapa namanya Si ceweknya itu nggak usah membuat makanan buat dia nggak boleh nyiapin apalah Pokoknya nggak boleh gituan dilarang sekalian gitu biar Alvaro nya tuh gua kesel
THE GIRL COOL😑
wow sok kali ini alvaro🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
seangkuh itukah seangkuh itukah Alvaro
reyanzarayyanfahlevy_
Aku Bangga dengan Karya Ku...........
THE GIRL COOL😑
gue yg baca aja sakit cok🤣
THE GIRL COOL😑: yg alvaro bilang kalau apa gitu ada lah😭😭🤣🤣🤣
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
kejambah woiii😭😭😭
reyanzarayyanfahlevy_: wekduyyy
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jjangan di kasihani al!!!
reyanzarayyanfahlevy_: 😭🤭🤭 wkwkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jijik
THE GIRL COOL😑
terharu wehhh😭
THE GIRL COOL😑
di jodohi emang gak enak, bukti nya kk aku
THE GIRL COOL😑: serius!!!
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
isss sombong
THE GIRL COOL😑
bagusss menunjukan ke dewasaan yg kuat💪💪
THE GIRL COOL😑: hehehe🤭
total 9 replies
THE GIRL COOL😑
aduhhhh alvaro
reyanzarayyanfahlevy_: wkwk😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!