NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemegang kendali

Alma meletakkan ponselnya perlahan di atas meja, lalu berdiri dan berjalan mendekati jendela. Pandangannya menembus kaca ke arah jalan raya yang ramai di bawah sana, seolah sedang membayangkan bagaimana masa depan akan berjalan sesuai dengan rencananya.

Perlahan, kepingan ingatannya kembali melayang pada masa lalu, di mana Nova selalu datang padanya dengan wajah lelah serta banyak alasan seolah beban di pundaknya begitu berat.

"Sayang... tolong bantu aku, ya? Aku pusing banget nih, tumpukan laporan ini belum selesai, padahal besok pagi harus sudah diserahkan ke atasan. Kamu kan, pintar mengolah data, pasti hasilnya akan lebih bagus dan rapi, kalau kamu yang kerjain."

"Kalau bukan kamu siapa lagi yang mau bantu aku, Sayang. Aku cuma bisa mengandalkanmu. Lagian, semua ini demi masa depan kita berdua. Kalau karir aku terus menanjak, kehidupan kita pasti terjamin. Kamu bakalan hidup enak dan berkecukupan." Begitu kata‑kata yang selalu terucap dari mulut Nova, dibarengi senyum manis dan bujukan halus yang dulu begitu ampuh meluluhkan hatinya.

Dulu, Alma selalu menurut dan melakukannya dengan senang hati, bahkan rela begadang demi menyelesaikan semua tugas‑tugas kantor itu. Ia tak pernah mengeluh, atau menuntut apa pun. Baginya, membantu suami adalah sebuah kebahagiaan juga kewajiban seorang istri.

Ia melakukan semua itu dengan tulus, semata‑mata karena ingin karir suaminya maju, supaya nama baik Nova terangkat di mata rekan kerja dan atasan, serta berharap kehidupan rumah tangga mereka akan semakin sejahtera lagi bahagia berkat kesuksesan pria itu. Alma selalu berpikir, keberhasilan Nova adalah keberhasilannya juga.

"Semua jabatan, penghargaan, dan pujian yang selama ini kamu peroleh adalah hasil pikiran dan kerja kerasku, Nova," gumam Alma pelan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum sinis yang getir. "Kamu menikmati hasilnya, membanggakan dirimu seolah semua itu murni kemampuanmu sendiri. Tapi, kamu lupa, bahwa pondasi kesuksesanmu itu aku yang bangun. Dan sekarang, sudah saatnya aku mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi hakku dan kumiliki sejak dulu. Sementara kamu akan aku buat jatuh ke dasar, ke tempat di mana selayaknya kamu berada."

Api kebencian kembali berkobar di manik matanya. Kenangan itu bukan lagi rasa sayang, melainkan bahan bakar yang semakin menguatkan tekadnya untuk membalas segala ketulusan yang dulu disia‑siakan secara kejam oleh Nova.

Ponsel Alma kembali berdering, ia segera menghampirinya dan melihat nama Fanny, muncul di layar.

"Ha..." Belum sempat Alma menyelesaikan kalimatnya, suara Fanny langsung nyerocos menusuk gendang telinganya.

"Al, kamu di mana? Kamu tahu nggak, barusan si gelo Nova itu datang ke kampus dan menanyakan keberadaanmu padaku. Bahkan dia menuduhku menyembunyikan dirimu. Benar-benar nggak waras tuh, orang!"

"Hahaha... Untuk saat ini aku nggak bisa kasih tahu kamu di mana aku, Fan. Sebab aku nggak mau keberadaanku terendus olehnya. Dia itu sama sekali sudah nggak punya malu, ya? Nggak sadar betul sudah berbuat apa sama aku," jawab Alma santai, tetapi terselip nada getir dari suaranya.

"Kalau masih punya urat malu dan sadar diri pastinya nggak akan berbuat begitu. Malah dia semakin marah waktu aku bilang, 'Kalau kamu suami yang benar dan bertanggungjawab, harusnya kamu yang paling tahu dia. Nggak mungkin dia sampai memilih pergi darimu. Ngapain tanya sama aku?'. Terus aku tinggal aja, malas meladeninya," cerocos Fanny masih kesal mengingat kejadian tadi.

Alma menghela napas panjang, lalu tersenyum miring menatap pantulan dirinya di kaca jendela. "Biarin aja dia marah, Fan. Biarin dia bingung dan pusing mikirin keberadaanku. Karena aku tahu dia mencariku pasti hanya demi kepentingannya sendiri. Aku jadi pengin tahu, seperti apa karirnya tanpa aku yang selama ini membantunya."

"Oh ya, Al. Beneran rumahmu itu kamu jual? Padahal kan, itu rumah kamu beli dengan susah payah?" tanya Fanny penuh sesal.

"Tentu saja, Fan. Rumah itu penuh kenangan pahit, bahkan aku kehilangan calon bayiku di sana." Alma menggigit bibirnya kuat-kuat, tiba-tiba ia merasa emosional.

"A-apa...maksudmu, Al? Jangan bilang kalau dia..." tanya Fanny sedikit terkejut tak mampu melanjutkan ucapannya.

Alma terisak pelan. "Ya, benar. Mungkin... jika dia hanya menjadikanku yang kedua... aku masih bisa terima. Tapi... dia dengan sengaja melenyapkan darah dagingnya sendiri. Itu artinya dia hanya ingin memperalat aku demi tujuannya, tanpa berkeinginan memiliki anak dariku."

"Kamu yang sabar ya, Al. Aku yakin dia pasti akan menyesal suatu saat nanti." Di seberang telepon sana, Fanny menutup mulutnya kuat-kuat. Ia juga menahan isak tangisnya. Ingin sekali dirinya mendatangi sang sahabat dan memeluknya memberikan kekuatan. Namun, keadaan yang memaksanya tak bisa melakukan hal itu.

"Lalu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" tanyanya kemudian.

"Sekarang, diam‑diam aku sudah menyusun rencana untuk menjegalnya mendapatkan posisi penting di perusahaan tempatnya bekerja. Nanti saat waktunya tiba, aku akan muncul tepat di depan matanya sebagai orang yang membuatnya tunduk sekaligus harus dia hormati," jawab Alma tegas, matanya kembali berkilat penuh dendam.

"Siap, Kapten! Aku akan selalu mendukung semua keputusanmu. Semangat ya, Al! Aku tunggu hari di mana dia jatuh terhempas karena ulahnya sendiri," ucap Fanny menyatakan dukungannya, sebelum sambungan telepon itu terputus.

Alma meletakkan kembali ponselnya, lalu menatap langit di luar sana dengan penuh kepastian. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis, membayangkan Nova yang semakin uring‑uringan dan tidak tenang, karena tak ada lagi yang membantu di belakangnya. Rasanya semakin tak sabar bagi Alma menanti saat itu tiba untuk menang telak dalam permainan ini.

"Jika kamu pikir dirimu lebih pantas menduduki jabatan itu, maka kamu salah besar! Sebab dirimu hanya cangkang kosong tanpa kemampuan dan pengetahuan! Hidupmu penuh kebohongan dan manipulatif."

Ia kembali duduk di depan laptop, membuka kembali semua berkas dan data yang sudah ia siapkan. Jari-jarinya kembali bergerak lincah mengetik, menyusun rencana kerja, menganalisis masalah-masalah yang mungkin muncul, dan merancang strategi yang akan membuat perusahaan berkembang pesat. Semua hal yang ia kerjakan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk memastikan bahwa Nova tidak akan pernah bisa melakukan kecurangan lagi di bawah pimpinannya.

Setiap baris yang ia tulis dibuat dengan penuh perhitungan dan setiap keputusan yang direncanakan—semua adalah bagian dari balas dendam yang akan ia berikan pada pria yang telah menghancurkannya begitu dalam. Ia akan membuat Nova menyadari, bahwa wanita yang pernah dia perlakukan dengan sewenang-wenang, adalah orang yang paling berkuasa untuk menentukan nasibnya sekarang.

"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan menunduk dan terhina," bisik Alma pada dirinya sendiri, matanya berbinar penuh semangat yang baru. "Permainan ini baru akan dimulai, dan kali ini akulah yang memegang kendali penuh."

1
sunaryati jarum
Nah itu pembalasan yang elegan dan berbobot, Alma.Bagaimana kau membalas Alma Nova,itu balasan sekarang tertuju padamu dan Marsha.Sebentar lagi rumah yang kau tempati bersama Marsha akan jatuh ke tangan Alma.Kau dan Marsha tidak akan pernah bisa menyentuh atau mencelakai Alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Selamat ya Al🥰🥰🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak🫰
total 1 replies
Patrick Khan
seketika kertasnya kosong🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang kan gak perlu nulis tinggal ketik🤣
total 5 replies
Tiara Bella
aku suka gayamu Alma.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih akak🫰
total 1 replies
Esther
Kerja Nova selama ini kalau dikantor cuma marah2 bu Alma🤭😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu🤣
total 1 replies
Patrick Khan
seketika nova jawab .maaf bu dulu yg ngerjakan istri saya..saya hanya trima jd🤣🤣🤣
Patrick Khan: /Facepalm//Determined//Determined//Determined/
total 2 replies
Tiara Bella
wow pembalasan Alma dimulai ....Nova km ky anak SD ckckck....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Patrick Khan
eh telat malah marah2 GK jelas nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
waah...jdi gk sabar nunggu kejutan untuk novan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: silakan menunggu🤭
total 1 replies
Nar Sih
selamat alma ,saat nya misi pembasan buat nova mulai😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih mam🫰
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ngenes kmu nova🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Alma akan menemukan kecurangan Bagas.Jadi rencana Bagas mencelakai Alma tidak akan berhasil,malah Bagas yang aka mendapatkan masalah.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bagas siapa kak?
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
lima tiga puluh menit... err.../Drowsy//Drowsy/ gimana konsepnya ibuuu.. lima menit tiga puluh detik?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Siti Muntamah
rasain Alma tahu lho terlambat Nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Tiara Bella
ceritanya bagus dan menarik aku suka....
Tiara Bella: sama² Thor....
total 2 replies
Tiara Bella
direktur baru dtng malah terlambat....hrs dihukum itu Bu Alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 5 replies
sunaryati jarum
Semoga sukses
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
sukurin dikiranya Alma gak liat ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: senengnya👏👏👏
total 1 replies
Nar Sih
awal kehancuran mu sdh di dpn mata nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
M. E apa itu mom
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: iya, beb, ibu klo mau nulis istilah yg gak tahu tanya simbah dulu🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!