Bailla adalah gadis muda berusia 20 tahun seorang putri tunggal yang memiliki karakter yang manja dan terbiasa hidup dengan kemewahan ia terpaksa menjadi ibu tiri muda dan menikah dengan duda beranak 3 yang terpaut usia 20 tahun. Pernikahan itu terpaksa terjadi idikarenakan perusahan orang tuanya diambang kebangkrutan akibat tertipu investasi bodong. Bagaimana Bailla menghadapi kehidupan sebagai istri dan ibu muda untuk anak-anak yang usia hampir sama dengannya ?? banyak hal lucu dan sedih yang terjadi degan Bailla si ibu tiri muda ini. ,🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Danica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERITA YANG MENGEJUTKAN****
Jam menunjukkan pukul 14.30 wiba Pertama kali mendengar berita kebangkrutan keluarga nya. Mobil Mercedes-Benz warna putih baru terparkir di garasi rumah yang tergolong mewah dikompleks tersebut.
Bailla gadis muda yang ceria keluar dari mobil tersebut dengan menenteng tas ransel warna merah muda. Walaupun dengan wajah yang lelah pulang dari kampus ia tetap gembira melangkah sambil jingkrak kecil dengan bersenandung kecil masuk kepintu rumahnya.
Tiba-tiba langkah nya terhenti mendengar suara Isak tangis diruang keluarga. Terlihat mami menangis dipelukan Papinya Perasaan Bailla mulai tidak menentu wajahnya yang semula ceria seketika menjadi memegang. Dengan melangkah perlahan Ia mendekati Papi dan maminya dengan suara pelan ia bertanya
"Mami Papi ini ada apa??. Tanya Bailla dengan cemas
Seketika papi dan maminya menoleh kearahnya. "Bailla !! seru papi dan mami nya terkejut. Hati mereka bergejolak suara Bailla terdengar seperti petir ditelinga mereka.
"Ada apa mi kenapa mami dan papi menangis ?? Tanya Bailla dengan penasaran dengan nada yang mulai menunjukan kecemasan.
"Bailla ayo duduk disini. Panggil pak Bayu sambil menepuk sopa disebelahnya.
Dengan langkah Lesu Bailla duduk didekat papinya.
"Bailla, Sebelumnya papi minta maaf jika berita yang akan kamu dengar mungkin akan membuat mu terkejut.
Dibenak Bailla mulai banyak bermunculan pertanyaan dan perkiraan apa kah mami sama papi akan pisah, atau papi ada simpanan tapi itu tidak mungkin karena Papinya terkenal dengan kebucinannya kepada Mami.
"Nak perusahaan keluarga kita sekarang lagi dimasa Insolvent Pailit . Papi hampir tidak bisa mempertahankan perusahaan itu lagi" . Banyak investor yang menarik saham akibat gagalnya Mega proyek papi. Saat ini papi hanya berharap kita bersiap untuk menjalani masa sulit ini. Papi akan terus berupaya untuk mempertahankan perusahaan itu. Karena itu perusahaan yang papi rintis dari nol." penjelasan papi terdengar seperti petir ditelinga Bailla.
Papi mengusap kepala Bailla dengan lembut terlihat' jelas raut wajah dalam keputusasaan. Wajah yang biasanya ceria dan mengagumkan sekarang seperti hilang. Seakan tiada lagi kekuatan yang dimilikinya dulu.
Sementara mami masih menangis sambil memeluk pundak Bailla. Sejenak Bailla bingung berharap berita yang ia dengar hanyalah sebuah mimpi.
"Papi minta maaf pada Mami dan Bailla papi akan berusaha memberikan yang terbaik dan akan memperbaiki perusahaan seperti semula " .
"Bailla sayang, mohon kesabarannya ya mungkin Bailla akan kesulitan dari segi materi, mami dan papi berharap Bailla bisa mengerti. Timpal mami sambil menahan tangisnya. Wajah mami terlihat sembah dan kuyu. Wajah yang biasanya selalu cantik dan elegan sekarang menunduk dengan lesunya.
Setelah mencerna dan berusaha memahami keadaan Bailla mencoba berbicara.
"Mami Papi Bailla bisa mengerti dengan keadaan keluarga kita sekarang Bailla akan berhemat untuk tidak jajan yang berlebihan, Papi dan Mami jangan terlalu memikirkan Bailla, Bailla paham dan akan menjalani dengan sabar yang paling penting Papi mami sehat"
"Bailla makasih ya nak sudah mau mengerti keadaan papi" mungkin Bailla untuk sementara akan repot dulu y mobil dan segala aset yang berharga akan papa jual dulu untuk melunasi pembayaran karyawan di perusahaan Papi, Bailla gak apa-apa ya naik taxi dulu kekampus?? "
"Iya Pi gak apa-apa yang penting bisa meringankan beban papi." Jawab Bailla dengan tegar. Hari itu suasana menegangkan bagi keluarga Bailla. Semua seperti mimpi.
1 HARI SETELAH KABAR BANGKRUT. KAMAR BAILLA. Pukul 20.30 .
kamar 8x10 meter. lampu gantung kristal. AC 16 derajat. kasur king size. seprai sutra. boneka mahal berserakan.
Dulu ini surga. Sekarang? neraka.
Bailla duduk di lantai. marmer dingin. depannya kaca segede tembok. dia liat dirinya sendiri. rambut smoothing, kuku gel, eyelash extension. semua mahal. semua...akan hilang.
"Bohong..." bisiknya. "ini mimpi... besok bangun, papa masih sultan..."
dia ambil hp. buka m-banking.
SALDO: Rp 3.200.000
Dulu itu uang jajan 2 hari. sekarang? itu semua hartanya.
Kartu kredit udah ditelpon bank. "Mohon maaf Bu, kartu Anda kami blokir."
Bailla lempar hp ke kasur. empuk. mental. terus nangis. ga ada suara. air mata netes di marmer yang dingin.
"Kenapa aku ya..." dia ngomong ke kaca. "kenapa bukan orang lain... aku kan... aku kan ga ngerti apa2..."
Seumur hidup dia terima beres. mau tas? papa beli. mau mobil? papa kasih. mau liburan? tinggal tunjuk.
sekarang disuruh "terima keadaan"? Gimana caranya?
tok tok tok
Pintu kebuka dikit. mama nongol. pake daster. mata sembab. udah ga pake skincare 20 juta.
"La... belum tidur?"
Bailla cepet2 hapus air mata. "udah mi... mau tidur..."
Mami masuk. duduk di pinggir kasur. natap kamar. "mewah ya la kamarmu..."
Bailla nunduk. "ma... ini... beneran mau dijual?"
Mami ngangguk. pelan. "lusa orang bank datang. kita harus kosongin."
"Terus aku... aku tidur mana ma?" suara bailla pecah.
Mami peluk. "sama mama papa. mungkin kita akan ngontrak di kontrakan kecil. tapi... kita bareng."
blBailla nangis lagi. kenceng. "aku ga mau mi! aku takut! aku ga bisa hidup susah! aku ga bisa!"
"ssst," mamali usap punggung bailla. "dulu mami jg gitu. pas nikah sama papa, papa masih miskin. kita ngontrak. makan tempe tiap hari."
"Tapi kan akhirnya kaya mi!" bailla protes.
"Iya," mami senyum. pait. "berarti bisa kaya lg. tp kali ini... kita mulai bareng. bukan papa aja yg kerja."
Bailla diem. napasnya satu2.
"La," mami pegang pipi bailla. "mama tau kamu syok. mama jg. tp... harta bisa dicari. keluarga? cuma satu."
Bailla ngangguk. tp dalem hati masih jerit.
Mami keluar. pintu ditutup pelan.
Bailla liat kamar lagi. lemari jati. tas branded. sepatu 50 pasang.
Dia jalan ke lemari. buka. ambil tas Hermes. Puluhan juta.
dipeluk. dicium. terus... dibanting.
BUK.
"Percuma!" teriaknya. "Mau dibawa kubur?!"
Dia guling2 di kasur. jambak rambut. "Aku ga mau miskin! ga mau! ga mau!" capek. diem. natap plafon.
Jam 2 pagi. dia ambil hp. buka kontak. scroll. berhenti di "Zezey Gemoy 💅".
Temen dari TK. Anak konglomerat jg. kalo bailla sultan, zeze ratu.
Jari gemeter. pencet vc.
kring. kring. diangkat.
Zeze muncul. lg maskeran. di villa Bali. "Anjir la jam 4 pagi? LU Kesambet?"
Bailla liat muka zeze. glowing. background pantai.
Jebol. tangisnya.
"Ze... gue... huhu..."
"La? La kenapa? lu sakit? putus?" Zeze panik. masker copot. "NGOMONG LA!"
"Papi... papi bangkrut Ze..." Bailla sesenggukan. "rumah dijual... mobil ditarik... gue... gue miskin..."
Hening. 5 detik.
"Lu becanda kan?" zeze pelan.
"Enggak ze!" bailla teriak. "Ini beneran! gue aja masih ga Percaya! gimana mau terima?!"
Zeze tutup mulut. "La... gue... gue ke jakarta ya? sekarang?"
"Ga usah!" bailla lap ingus pake selimut sutra. "Gue cuma... gue cuma mau ngomong... Gue capek pura2 kuat..."
"Ya udah nangis La," zeze suaranya lembut. ga kemayu. "nangis aja. gue dengerin."
Bailla cerita. dr awal. Dar papa bilang pailit. Dari bi minah pamit. Dari listrik mati. Dari dia ngisi token gemeter.
Zeze ga nyela. cuma "hm", "terus", "ya allah".
"Ze... gue takut," bailla bisik. terakhir. "gue takut ga ada yg mau temenan lg. lu kan... lu kan temenan sama gue karna..."
"Karna apa?" zeze potong. galak. "karna lu kaya? Bailla lu anjing ya?"
Bailla kaget.
"gue temenan sama lu karna lu baila," zeze nangis. "Yang bego, yg nangis kalo nonton drakor, Yang baik walau manja. Duit lu mau miliaran mau nol, Lu tetep sahabat gue!"
Bailla diem. terus nangis lagi. tp beda. Ada kekuatan walaupun sedikit.
"Terus... terus gue harus gimana ze?" bailla nanya. kecil.
"Terima la," zeze jawab. "pelan-pelan. hari ini nangis, besok nangis lg, gak papa. Tapi abis itu... bangun. lu masih punya mami papi. masih punya gue. masih punya napas."
"Tapi... tapi gue ga biasa susah ze..."
"Ya belajar," zeze senyum. meler. "dulu lu ga bisa pake eyeliner juga. belajar kan? sekarang jago. hidup juga gitu La. belajar."
Bailla ketawa. di tengah nangis. "lu bijak jg ze..."
"Lah gue kan anak motivator," zeze kedip. "dengerin gue. besok lu tulis 3 hal yg lu syukurin. tiap hari. walau cuma 'hari ini masih bisa napas'. lama2... lu kebiasa."
Bailla ngangguk. "oke ze... gue coba..."
"Janji?"
"janji."
"nah gitu," zeze ngusap air mata di layar. "udah jam 5 la. lu tidur. besok cerita lagi. gue standby 24 jam. kalo gue lagi boker pun gue angkat."
"Anjir ze," bailla ngakak. "jijik!"
"Hahaha nah kan ketawa," zeze puas. "udah sana tidur. love you la."
"love you too ze..."
tuuut.
Bailla taruh hp. napas panjang.
Dia liat kamar lagi. masih mewah. Tapi... entah kenapa ga sesek lg.
Dia ambil diary. Diary pink. Yang ia beli waktu pertama kali ia masuk SMA.
Nulis, tangan gemeter:
3 hal yg gue syukurin hari ini:
Mama masih peluk gue.
Zeze ga ninggalin gue.
Gue masih bisa nangis. Berarti masih hidup."_
Tutup diary. peluk.
Terus tidur. di lantai marmer. pake selimut sutra. ac masih 16 derajat.
Besok? Besok mungkin rumah ini disita. Besok mungkin pindah kontrakan.
Tapi malem ini... dia udah selangkah... nerima.
...****************...