NovelToon NovelToon
ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: lestari visa

📚 JUDUL: ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA
(MAFIA KEJAM & CEO DINGIN)
✍️ Penulis: Lestari Visa

Siapa sangka, gadis lembut berhijab ini adalah harta paling berharga bagi dua penguasa besar yang ditakuti banyak orang? 🖤

Satu saudara adalah bos mafia yang kejam dan tak berperasaan, sementara yang lain adalah CEO dingin yang memegang kendali dunia bisnis. Bagi orang lain, mereka adalah sosok yang menakutkan dan sulit didekati. Tapi di hadapan adik bungsu kesayangan mereka, segalanya berubah. Kekejaman dan kedinginan itu lenyap, berganti menjadi kasih sayang yang tak terhingga dan perlindungan mati.

Di mana pun dia berada, dia adalah ratu yang tak tersentuh. Siapa pun yang berani menyakiti hatinya, harus bersiap menghadapi murka kedua abangnya yang tak kenal ampun.

Ikuti kisah manis, menegangkan, dan penuh kasih sayang ini hanya di NovelToon! Klik tautan di bawah untuk mulai membaca 👇

yu baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: KEHANGATAN KELUARGA DAN PENDIDIKAN YANG TERBAIK

Aisyah mulai merasa bosan dengan kegiatan yang dia lakukan selama ini. Dia berbaring di sofa sambil memegang keripik, menatap layar televisi yang terus menampilkan kartun kesukaannya, tapi tidak ada lagi rasa senang yang dia rasakan seperti sebelumnya. Segala hal yang dia miliki, semua keinginannya yang terpenuhi dengan mudah, semua kemewahan yang ada di sekelilingnya — semuanya terasa biasa saja dan tidak lagi memberikan rasa penasaran atau kegembiraan yang baru.

Dengan suara yang manja dan sedikit berteriak, dia memanggil orang yang ada di rumah itu. "Bibi.....!!" serunya dengan suara yang keras tapi tetap terdengar manis.

Tidak lama kemudian, kepala pelayan yang bernama Siti datang berlari dengan tergesa-gesa menuju ke ruang tamu. Wajahnya terlihat sedikit terengah-engah karena berlari terlalu cepat, dan dia segera berhenti di depan Aisyah sambil menundukkan kepala dengan hormat. "Iya, nona Aisyah. Tunggu sebentar ya, nona. Ada yang bisa bibi bantu? Apa nona butuh sesuatu?" tanyanya dengan suara yang lembut dan penuh perhatian.

Aisyah tertawa kecil mendengar pertanyaan bibi itu, lalu menjawab dengan nada yang manja. "Hehehhe, Aisyah cuma bosan saja, bibi. Temanin Aisyah main ular tangga yuk, bibi. Siapa yang kalah harus menyanyikan lagu 'Balonku Ada Lima' tapi dengan semua suku kata diganti dengan huruf 'O' ya. Dan kalau bibi menang nanti Aisyah kasih tiket umroh buat bibi, ya?"

Mendengar tawaran itu, wajah bibi Siti langsung terlihat terkejut dan tidak percaya. "Wah, serius nona? Tiket umroh? Benarkah nona akan memberikannya buat bibi?" tanyanya dengan suara yang penuh harap.

"Iya, serius dong, bibi! Emang tampang Aisyah kayak orang yang suka berbohong ya?" jawab Aisyah sambil menunjuk-nunjuk wajahnya dengan ekspresi yang sedikit kesal tapi tetap lucu.

"Tidak kok, nona. Bibi percaya sama nona Aisyah. Hayu mulai sekarang ya, nona," jawab bibi Siti sambil tersenyum lebar.

Aisyah benar-benar mampu memberikan apa pun yang dia inginkan kepada siapa saja, kapan saja dia mau. Bahkan jika dia ingin memberikan tiket umroh kepada 10 orang atau lebih sekalipun, dia masih bisa melakukannya dengan sangat mudah. Hal ini karena uang jajan yang diberikan oleh kedua abangnya tidaklah sedikit. Jika dihitung-hitung, setiap minggu Aisyah mendapatkan uang jajan masing-masing 200 juta rupiah dari setiap abangnya. Jadi dalam satu minggu saja, dia sudah mendapatkan 400 juta rupiah, belum lagi jika ada tambahan uang atau hadiah yang diberikan kepada dia. Dengan kekayaan seperti itu, tidak ada hal yang tidak bisa dia beli atau berikan.

Kedua abangnya memang adalah pengusaha sukses nomor satu di dunia, dengan kekayaan yang tidak terhitung jumlahnya dan pengaruh yang luas di berbagai negara. Itulah sebabnya Aisyah bisa memiliki segala hal yang dia inginkan dengan sangat mudah. Tapi meskipun memiliki kekayaan yang berlimpah dan bisa mendapatkan apa pun yang dia inginkan, Aisyah tidak pernah menjadi orang yang sombong atau angkuh. Dia tetap menjadi gadis yang rendah hati, baik hati, dan selalu menghormati semua orang di sekitarnya.

Hal ini bukan tanpa alasan, sejak kecil Aisyah dan kedua abangnya telah dididik dengan cara yang sangat baik oleh kedua orang tuanya. Ketika Aisyah masih duduk di bangku TK, dia sudah diajarkan tentang tata krama, kesopanan, dan nilai-nilai kehidupan yang baik. Orang tua mereka tidak hanya mengajarkan pelajaran umum dan pengetahuan dunia, tapi mereka juga sangat menekankan pentingnya pendidikan agama. Sejak usia yang sangat muda, Aisyah dan kedua abangnya sudah diajarkan untuk mencintai Tuhan, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi segala hal yang dilarang.

Sekarang Aisyah sudah menginjak usia 17 tahun, dan dia adalah gadis yang sangat cerdas dan berprestasi. Dia sudah menghafal 30 juz Al-Qur'an dengan lancar dan benar, dan dia selalu menjadi juara kelas di sekolahnya. Tidak hanya itu, dia juga sering memenangkan berbagai perlombaan, lomba baca Al-Qur'an, lomba pidato, dan berbagai jenis kompetisi lainnya. Semua piala, medali, dan penghargaan yang dia dapatkan tersusun dengan sangat rapi di dalam kamarnya, menjadi bukti dari usaha dan keuletannya dalam belajar dan beribadah.

Kamar Aisyah didesain dengan nuansa yang sangat cantik dan nyaman, dengan warna-warna yang dia sukai — yaitu warna pink dan putih. Semua perabotan dan hiasan di kamarnya menggunakan kedua warna itu, sehingga terlihat sangat indah dan menenangkan hati. Di dalam kamarnya tersusun dengan sangat rapi berbagai barang miliknya, mulai dari berbagai jenis hijab yang dia gunakan, baju tidur, baju rumahan, hingga baju abaya yang sering dia pakai saat pergi ke luar rumah.

Aisyah memang menggunakan hijab setiap kali dia keluar rumah, dan dia juga selalu memakai masker sesuai dengan perintah dari kedua orang tuanya dan kedua abangnya. Awalnya dia merasa tidak nyaman dan bahkan menolak untuk melakukannya, dia sering merengek dan mengeluh karena merasa penasaran dan ingin terlihat seperti gadis-gadis lain yang tidak memakainya. Tapi seiring berjalannya waktu, dia mulai terbiasa dan bahkan merasa lebih nyaman dengan penampilan barunya itu.

Jika dia lupa memakainya atau melakukan kesalahan dalam berpakaian, kedua abangnya akan segera mengingatkannya dengan cara yang lembut dan penuh perhatian. Suatu hari, saat dia akan pergi ke suatu tempat, Alfarro datang menghampirinya dan bertanya dengan suara yang lembut: "Aisyah, mana hijab dan maskermu, sayang?"

Aisyah yang sedang asyik menata penampilannya langsung terkejut, lalu menjawab sambil tertawa kecil dan menunduk sedikit malu. "Heheh, Aisyah lupa bang, Bang," katanya dengan suara yang manja, lalu segera berlari masuk ke dalam kamarnya untuk memakainya.

Setelah selesai menata penampilannya dengan rapi dan sesuai aturan, Aisyah turun dari tangga menuju ke ruang tamu. Meskipun ada lift yang tersedia di rumah mereka yang sangat besar dan mewah, Aisyah lebih suka menggunakan tangga karena dia merasa lebih nyaman dan bisa melihat sekeliling rumah dengan lebih jelas.

Sesampainya di ruang tamu, dia berdiri tegak sambil tersenyum manis dan bertanya kepada kedua abangnya. "Abang, Aisyah sudah siap. Cantik tidak, Bang?"

Alfarro menatap adiknya dengan pandangan yang penuh cinta dan kekaguman, lalu mengangguk dengan penuh perasaan. "Masyaallah, cantik banget adik abang ini," katanya sambil mengusap pipi Aisyah dengan lembut, membuat pipi gadis itu terlihat sedikit kemerahan dan terlihat lebih imut.

"Abbangg.....!!" seru Aisyah sambil menepuk tangan Alfarro dengan lembut. "Aisyah sudah bilang jangan dicubit-cubit pipi Aisyah, nanti pipi Aisyah yang gemoy ini jadi lecek lho, Bang! Abang mau tanggung jawab?" katanya sambil mengerutkan kening dan membuat wajahnya terlihat seperti sedang merajuk.

Alfarro segera mengangkat kedua tangannya seolah-olah menyerah, lalu menjawab dengan suara yang lembut. "Iya, iya, abang minta maaf ya. Jangan cemberut seperti itu, nanti cantiknya hilang dong," katanya sambil tersenyum manis.

"Tahu ah!" jawab Aisyah sambil memalingkan wajahnya sedikit, tapi tidak lama kemudian dia kembali tersenyum ceria dan wajahnya terlihat kembali segar seperti biasa.

"Gitu dong, senyum yang cantik seperti itu. Sekarang ayo kita berangkat ke rumah abang Alpin ya. Tapi sebelum itu kita pamit sama ayah dan bunda dulu ya," kata Alfarro sambil mengusap kepala adiknya dengan penuh kasih sayang.

Mereka berdua kemudian mendatangi ruang tamu tempat kedua orang tuanya berada. Aisyah mencium tangan ayah dan bundanya dengan hormat, lalu berkata dengan suara yang lembut. "Bunda, Ayah, Aisyah pamit dulu ya. Kami mau pergi ke rumah abang Alpin," katanya dengan sopan.

Bunda mereka tersenyum sambil mengusap kepala Aisyah dengan sayang, lalu berkata kepada Alfarro. "Bang, jaga adikmu itu baik-baik ya. Jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan terjadi padanya, ya?"

"Siapp, Bunda. Abang akan jaga adik abang dengan sebaik-baiknya. Tidak akan ada yang menyakiti atau bahkan menyentuh sedikit pun tubuh adik abang," jawab Alfarro dengan suara yang tegas tapi tetap lembut, menunjukkan betapa besar rasa cinta dan perlindungannya terhadap adiknya.

Ayah mereka mengangguk puas mendengar jawaban putranya, lalu berkata dengan suara yang penuh kebanggaan. "Bagus, baru itu anak jagoan Papa. Jangan pernah lupa untuk selalu berhati-hati di mana pun kalian berada."

"Papa, titip salam sama abangmu ya. Bunda dan Ayah tidak bisa ikut ke sana karena kita akan ada acara pengajian yang harus dihadiri," kata Bunda mereka dengan suara yang lembut.

"Iya, Bunda. Assalamualaikum," jawab Alfarro dan Aisyah serempak.

"Waalaikum salam," jawab kedua orang tua mereka sambil melambaikan tangan memberi izin untuk pergi.

Meskipun Alpin dan Alfarro dikenal sebagai sosok yang kejam dan dingin saat berada di dunia luar, mereka tetap memiliki iman yang kuat dan tidak pernah meninggalkan kewajiban sebagai orang yang beragama. Meskipun Alpin adalah seorang mafia yang ditakuti di seluruh dunia bawah tanah, dia adalah seorang mafia yang berpegang pada aturan dan prinsip yang jelas. Dia hanya akan bersikap kejam dan tegas kepada musuh-musuhnya, kepada orang-orang yang berani mengganggu keluarganya, atau kepada siapa pun yang berani menyakiti adik kesayangannya. Dia tidak akan pernah memberikan ampun kepada orang-orang yang berani melanggar batas yang telah ditetapkannya, tapi dia tidak akan pernah membunuh orang tanpa alasan yang jelas. Sebaliknya, dia akan memberikan pelajaran yang berat kepada mereka agar mereka sadar dan mengerti bahwa mereka telah mengganggu orang yang salah, sehingga mereka tidak akan pernah mengulangi perbuatannya lagi.

Begitu juga dengan Alfarro, sebagai seorang CEO yang dingin dan tegas di dunia bisnis, dia memiliki prinsip yang sama dengan abangnya. Dia juga akan melakukan hal yang sama kepada siapa pun yang berani mengganggu atau merugikan keluarganya, hanya saja cara dia berbeda. Jika ada orang yang berani berbuat buruk, dia akan membuat orang itu menjadi orang yang tidak berharga dan tidak berguna, bahkan menjadi orang yang mengemis dan hidup sebagai gelandangan hanya dengan satu pandangan atau satu perintah darinya. Kedua abang ini mungkin terlihat menakutkan dan berbahaya di mata orang lain, tapi di balik semua itu, mereka adalah saudara yang sangat mencintai satu sama lain, dan yang paling utama adalah mereka selalu menjaga nilai-nilai kebaikan dan keimanan yang telah diajarkan kepada mereka sejak kecil.

📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷

Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰

Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷🌷

Kalau kalian ingin melihat gambaran visual dari semua tempat dan tokoh dalam cerita ini, kalian bisa mengunjungi

akun TikTokku:( lisalestari310)

akun Instagramku:( Lisa Lestari)

Jangan lupa untuk mengikuti dan memberikan komentar di sana juga ya, aku sangat menantikannya! 🤗🌷

Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷

1
Nadia Permatasari
woy keren
Sonyy Mexrizon
aku tunggu ke lanjutannya Thor semagat💪😍
Sonyy Mexrizon
aku suka dengan alur ceritanya keren ini sih cerita yang paling menarik dan bagus

buat teman teman aku saranin coba baca dari awal di jamin seruuuu 😍🔥
Sonyy Mexrizon
kereennnn🔥😍
Sonyy Mexrizon
makin seruuu ceritanya aku suka enga nyesel aku nunggu kelanjutan ceritanya makin seruu apa lagi aku suka dengan karakter Aisyah dan kedua abangnya😍🔥
Sonyy Mexrizon
lanjutkan thor🔥💪😍
Sonyy Mexrizon
sangat luar biasa Thor makin seru bacanya💪🔥
Sonyy Mexrizon
😍😍💪
Sonyy Mexrizon
lanjutkan Thor baca kesini makin kesanah makin seruuu seritanya🔥💪
Sonyy Mexrizon
😍😍😍💪
Lestari Visa
luar biasa
Furi Pujianti
akhirnya aku menemukan novel yang aku. ingginkan
Furi Pujianti
aku tunggu bab selanjut thor semgata💪
Furi Pujianti
aku suka dengan jalan ceritanya 😍lanjut thor
Furi Pujianti
🥳🩵🩵🩵
Furi Pujianti
lanjut thor💪
Furi Pujianti
wow sangat keren dan bagus lajut thor
Furi Pujianti
keren novel KK lanjutkan KK aku suka😍
Sonyy Mexrizon
kerennn semangat Thor🥳
Sonyy Mexrizon
keren aku suka baca novel author,aku juga Maji Aisyah memiliki keluarga yang di bilang sangat menjaga permatanya dua Abang tampan yg satu mafia dan satu CEO keren Thor lanjut.ceritanya unik😍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!