NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Nyonya Jendra

Sheza menarik dirinya menjauh sedikit dari Jendra.

"Kenapa mau menikah denganku, aku tidak bisa apa-apa! aku hanya bisa masak mie instan, dan yang membersihkan rumah, semua itu dilakukan oleh mesin pembersih!" kata Sheza.

Jendra meraih tangan Sheza. Menurutnya Sheza memang selalu seperti itu, apa adanya dan sangat jujur.

"Aku yang akan melakukan semua itu. Aku hanya ingin memilikimu, menjadi sandaran mu, dan selalu ada untukmu"

Deg deg deg

Siapa juga yang hatinya tidak akan berdebar, kalau ada pria tampan, rupawan dan hartawan seperti itu mengatakan kalimat yang begitu manis melebihi biang gula.

Tapi Sheza juga berpikir, rasanya mustahil ada orang yang seperti itu. Seperti mau langsung memberikan jiwa raga dan semua yang dia punya hanya karena Sheza pernah menolongnya satu kali saja.

Dan pada akhirnya, di otak polos Sheza munculah sebuah pemikiran yang sebenarnya sama sekali tidak dipikirkan oleh Jendra.

"Kamu bukan cuma mengincar tubuhku kan?" tanya Sheza.

Pertanyaan dari Sheza itu sungguh membuat Jendra terkekeh. Sebenarnya arti kata memilikinya, bukankah itu artinya seluruh tubuh Sheza, termasuk hatinya juga.

"Kenapa tertawa?" tanya Sheza.

"Tadinya aku tidak berpikir seperti itu, tapi setelah kamu mengatakannya. Aku pikir, tubuhmu memang sangat menggoda. Aku akan sangat mengincarnya kalau kita sudah menikah!"

Sheza menatap curiga dan penuh sedikit.

'Orang ini, dia ini sebenarnya siapa ya? uangnya banyak, tapi kerjanya cuma luntang-lantung di rumah ini. Dia punya anak buah banyak sekali, sering sekali terluka. Tapi dia tidak menyentuh wanita sebelum menikah. Memangnya ada penjahat yang alim begitu?' batin Sheza.

Sheza mengedipkan matanya beberapa kali.

'Eh, salah. Bukannya kemarin dia menyentuh perutku, aku rasa dia hanya setengah alim!' lanjutnya.

"Jadi bagaimana? kalau kamu menjadi nyonya Jendra. Kamu tidak akan mengalami kesulitan apapun! kamu bebas melakukan apapun pada siapapun. Masalah bagaimana menyelesaikan masalah yang kamu buat, itu akan menjadi bagian ku!"

Mata Sheza melebar. Kata-kata Jendra itu terdengar keren sekali. Bukankah ucapan Jendra itu artinya begini, Sheza bisa membuat masalah sebesar apapun dan tidak akan ada yang menghukumnya? bukankah itu sangat bagus. Setelah selama ini Sheza lebih banyak mengalah dan memilih menghindar sampai harus tinggal jauh dari orang tuanya supaya dia tidak disalahkan untuk apapun yang terjadi pada Karen?

Sheza menatap lekat Jendra.

"Jika aku membakar mobil Karen...!"

"Bakar saja, tidak akan ada yang bersaksi bahwa kamu yang membakarnya, meski disana ada banyak orang!"

Mata Sheza melebar lagi, dan bibirnya sedikit terbuka. Bukankah itu sesuatu yang terdengar sangat luar biasa. Dia benar-benar bisa melakukan semua yang dia mau pada Karen dan Alex.

"Aku mau!" kata Sheza sangat bersemangat.

"Baiklah, kita ke catatan sipil sekarang!"

Sheza berkedip beberapa kali.

"Hahh, haruskah menikahnya sekarang?" tanya Sheza.

"Tentu saja! aku sering dengar. Para wanita itu labil, aku tidak aku kamu berubah pikiran!"

"Hehhh...!"

Sheza belum selesai dengan apa yang ingin dia katakan. Tapi Jendra sudah menggendongnya pergi dari rumah itu masuk ke dalam mobil.

Sheza juga terkejut, kapan mobil itu ada di depan rumah. Tadi, saat dia kembali dan masuk ke dalam rumah. Mobil itu tidak ada.

"Ke kantor catatan sipil, Vins!"

Sheza juga mengernyitkan keningnya bingung. Vins juga sudah ada di dalam mobil saja. Dan begitu mendengar instruksi dari Jendra. Vins bahkan langsung mengemudikan mobil itu dengan cepat.

"Mohon maaf tuan Jendra, untuk menikah, tuan Jendra setidaknya harus punya kartu identitas ku, kartu keluarga, dan..."

Ucapan Sheza terjeda, semua kartu itu sudah ada di layar ponsel Jendra.

"Sudah ada!"

'Kapan pria itu memilikinya? kenapa jadi agak menyeramkan begini?' batin Sheza.

Bahkan seingatnya. Kartu keluarganya masih ada di rumah ayahnya. Bagaimana Jendra bisa mendapatkannya.

"Kamu menyelinap ke rumah ayahku?" tanya Sheza penasaran.

"Kenapa harus menyelinap, ada tempat dimana aku hanya perlu keluarkan 500 juta. Dan semua data ini bisa aku dapatkan!"

Rahang Sheza nyaris jatuh. Dia sungguh tak percaya dengan apa yang dia dengar. Tapi bahkan bukti nyata sudah tak bisa terbantahkan lagi, sudah ada di depan wajahnya.

'Benar-benar suka sekali menghamburkan uang! 500 juta, itu 500 juta loh. Apa dia pikir itu hanya 50 ribu untuk bayar parkir, astaga!'

Sheza sungguh tak dapat berkata-kata lagi. Pria di sampingnya itu entah apa sebenarnya pekerjaannya. Kenapa suka sekali menghamburkan uang.

Sheza tidak tahu saja, Jendra juga bukan orang yang murah hati sebenarnya. Lebih cocok dikatakan Jendra itu bahkan sangat perhitungan. Tapi, khusus untuk Sheza. Dia bahkan tidak perduli berada yang harus dia keluarkan.

Tak lama kemudian, mereka tiba di kantor catatan sipil. Begitu pintu kantor catatan sipil itu dibuka oleh Vins. Sheza tidak melihat pengunjung lain selain mereka bertiga.

"Selamat datang tuan Jendra! silahkan, kami sudah siapkan semuanya!"

Seorang pria berjas, tampak meyambut Jendra dengan begitu ramah. Pria itu mempersilakan Jendra dan Sheza untuk duduk.

Bahkan kursinya berbeda dengan kursi di meja petugas yang lain. Beberapa petugas sengaja di kumpulkan di tempat itu untuk menjadi saksi.

"Ini tidak ada orang lain..."

"Tidak perlu ada orang lain, menggangu saja!" sela Jendra.

Sheza menekuk alisnya, tapi Jendra segera menarik tangan Sheza.

"Cap jari dan tanda tangan!"

"Tuan Jendra, apa saya perlu memberitahu nyonya kalau..."

"Diam! kalau tidak diminta bicara, tidak usah bicara!" tegas Jendra menyela petugas itu dan langsung membuat petugas itu terdiam, bungkam, menutup mulutnya sangat rapat.

'Dia galak sekali kalau dengan orang lain!' batin Sheza.

Sepertinya Sheza sudah bisa menyadarinya. Hanya pada Sheza saja, Jendra sangat lembut.

"Tanda tangan!" kata Jendra lagi.

Sheza pun menandatangani surat itu, dia bahkan membubuhkan cap jarinya. Sebenarnya dia belum pernah melihat buku nikah, jadi dia pikir memang seperti itu prosedurnya. Dia bahkan tidak membacanya, karena memang setelah tanda tangan, buku itu langsung ditarik oleh Jendra, dan diserahkan pada petugas untuk di cap secara resmi.

Setelah di cap secara resmi. Petugas itu memberikan buku nikah merah itu pada Sheza.

"Nyonya, selamat atas pernikahannya. Sekarang nyonya telah menjadi nyonya Jendra. Dan ini buku nikah yang dicetak, khusus. Suami istri di buku nikah ini, tidak bisa mengajukan gugatan perceraian!"

Mata Sheza membulat. Dia langsung menoleh ke arah Jendra.

"Selamat nyonya Jendra. Seumur hidupmu, kamu hanya bisa menjadi istriku. Selamat sekali ya, nyonya Jendra!"

Dan Jendra sengaja menekankan suaranya di bagian 'nyonya Jendra'.

'Oh ya ampun, bagus sekali. Dia menjebak ku!' batin Sheza.

***

Bersambung...

1
Dew666
💎💎💎💎
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Karen mendrama lagi😡
Noer: sabar kak, sabar
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kan kan dasar tak tau diri 😡
Noer: ho'oh ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cari muka dong namanya 🤭
Noer: mungkin mukanya mau expired
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
dari pihak Jendra siapa namanya ya 🤔
Noer: Suketi kak
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
muncul sekutunya Karen 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mantap hadiahnya, dirapel bukan sih namanya 🤭🤔
Noer: aseeekk
total 1 replies
vj'z tri
barang apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh barang
total 1 replies
Ariany Sudjana
Nella, kamu bodohnya kebangetan, masih percaya sama akting pelacur murahan kesayangan kamu itu? bodoh kamu
Noer: terlalu memang itu ibu²
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar kakek tua bodoh, minuman itu sudah dicampur racun sama cucu kesayangan kamu, supaya kamu cepat mati 🤣🤣😂😂
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahahaha kalian orang tua yang bodoh Pras dan Nella, kalian sudah menyakiti hati putri kandung kalian sendiri, dan lebih memilih percaya dengan omongan pelacur murahan Karen 🤣🤣😂😂
Noer: menyedihkan ya orang tua begono
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga bahagia selalu Sheza 🤲
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali 🤣
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ulang tahun hadiahnya rumah, apa gak pengen ulang tahun tiap jam itu biar banyak rumahnya 🤭
Noer: eaaaa mau juga
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hitam dan merah, belum pernah lihat kayaknya 🤭
Noer: kek gitulah kak, list list merah gitu
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
enak aja minta maaf 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
rasakan 🤭
Noer: kapok ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Istighfar Karen 🤔
Noer: nah itu dia kak, dia gak bisa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iya nyonya, sama kamu disia-siakan sama Jendra diratukan🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudahlah Nella jangan dikejar, jangan bikin masalah sama Vins , dia kan orang nya Jendra 🤭
Noer: nanti di dor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!