NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Kontrak

Cinta Dibalik Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: DinaSafitri

Alya Gabrielsen terpaksa menikah dengan pria asing demi menyelamatkan status keluarganya. ayahnya, Tyo, bangkrut dan terlilit hutang yang membuatnya hampir masuk penjara. Dengan paksaan sang ibu, Alya mau tak mau rela menikah di usia muda dengan pria yang sama sekali tak ia kenali. Bagaimana kisah Alya? saksikan hanya disini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaSafitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDK. 15

“Hai, jalang!” sapa seorang wanita dengan gaya nyentrik sambil melangkah mendekat.

“Siapa yang lo panggil jalang?” tanya Widya dengan dahi berkerut, tak paham.

Perempuan itu tertawa keras, lalu bertepuk tangan hingga memancing perhatian beberapa murid yang tengah menikmati makan siang di kantin. Semua mata perlahan tertuju pada mereka.

“Dia lah, siapa lagi memangnya?” tunjuknya ke arah Alya yang tampak kebingungan.

Ayi langsung berdiri menantang gadis itu tanpa rasa takut.

“Sebentar! Apa sebelumnya kita pernah punya masalah? Apa di antara kami bertiga pernah nyinggung lo dan teman-teman badut lo itu?” tanyanya tajam, membuat Sari geram.

Terlebih lagi, sebutan badut itu terasa seperti tamparan bagi mereka.

“Memang nggak ada sih, tapi sekarang jadi ada,” jawab Sari santai sambil menyilangkan tangan di dada.

BRAK!

“Apa maksud lo, hah?! Nggak usah cari perkara deh!” emosi Ayi akhirnya meledak. Ia menggebrak meja kantin begitu keras hingga beberapa gelas bergetar.

“Lo ngatain Alya jalang, maksud lo apa?! Nggak usah nebar fitnah, bangsat!” makinya lagi dengan napas memburu.

“Gue nggak nyebar fitnah, ya!” balas Sari tak kalah sengit. “Satu sekolah ini juga tahu kalau teman lo itu udah jatuh miskin. Harusnya dia udah dikeluarin dari sekolah. Tapi anehnya, beberapa hari ini gue lihat dia masih bisa sekolah. Bahkan tas itu juga baru, kan?”

Sari menunjuk tas Alya dengan tatapan meremehkan.

Beberapa murid mulai berbisik-bisik, membenarkan ucapan Sari.

“Apalagi kemarin lo dijemput sama Tuan Max, kan? Ngaku aja, lo pasti wanita simpanannya!” lanjut Sari penuh sindiran.

Ucapan itu langsung memancing cibiran dari murid-murid lain. Tatapan menghina mulai mengarah pada Alya.

Sari tersenyum miring puas melihat keadaan mulai memanas. Sejak awal memang itu tujuannya. Ia sengaja mencari masalah dengan geng Alya dan menyudutkan Alya dengan tuduhan hina.

Sebab, jauh di dalam hatinya, ia tidak rela melihat Alya bisa dekat dengan Max.

Padahal selama ini, dialah yang selalu mengejar perhatian pria itu. Berkali-kali ia ikut bersama ayahnya menghadiri pertemuan dengan Max. Segala cara sudah ia lakukan demi menarik perhatian pria itu, tetapi Max bahkan tak pernah meliriknya sedikit pun.

Lalu sekarang apa?

Alya yang entah datang dari mana justru bisa dekat dengan Max, bahkan diantar-jemput oleh pria yang sangat ia dambakan.

Ayi tersenyum miring mendengar tuduhan tak berdasar itu.

“Heh, ondel-ondel! Wajarlah Alya pulang sama Max, secara Alya itu tunangannya Max. Emang salah kalau dia pulang sama tunangannya sendiri?” ledeknya tajam.

Sari langsung terkejut. Begitu juga murid-murid lain yang mulai saling pandang.

“Nggak mungkin!” seru Sari cepat. “Nggak usah ngaku-ngaku jadi tunangannya Tuan Max, deh! Tunangannya Tuan Max itu gue, bukan dia! Kalau mimpi jangan ketinggian, nanti jatuh sakit!” ucapnya penuh kebohongan.

“Ups... kayaknya lo deh yang lagi mimpi.”

Alya yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara. Ia berdiri perlahan di tengah kantin, sengaja memperlihatkan cincin di jari manisnya agar semua orang bisa melihat dengan jelas.

“Lo nggak lihat di jari manis gue ada apa?” katanya tenang.

“Gue memang tunangannya Max. Dan gue bukan jalang. Tas ini juga tunangan gue yang beliin.”

Alya tersenyum tipis, lalu menatap Sari dengan tatapan menusuk.

“Kenapa? Lo iri karena nggak dibeliin? Makanya cari tunangan sendiri, biar nggak ngaku-ngaku tunangan orang lain.”

Setelah menjulurkan lidah mengejek, Alya pergi bersama kedua temannya meninggalkan kantin.

Sementara itu, Sari hanya bisa berdiri kaku menahan amarah yang mendidih.

“Sialan... jadi dia beneran tunangan Tuan Max?” gumamnya lebih kepada diri sendiri.

“Nggak usah percaya,” sahut Meysa sambil membantu Sari berdiri. “Kalau memang tunangannya Tuan Max, kenapa mereka nggak bikin acara? Paling juga dia cuma ngaku-ngaku.”

“Bener itu,” timpal Ayu sinis. “Namanya juga jalang. Mana ada maling yang mau ngaku? Kalau semua ngaku, penjara udah penuh.”

Sari mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dadanya terasa panas karena marah sekaligus merasa dipermalukan. Ia harus segera pulang dan memastikan semuanya pada ayahnya.

Dan jika benar Alya memang tunangan Max... maka ia bersumpah akan menghancurkan semuanya.

Sementara itu, keadaan justru berbanding terbalik dengan Sari yang dipenuhi amarah. Alya dan teman-temannya malah tertawa terbahak-bahak mengingat ekspresi bodoh Sari tadi.

Niat hati ingin memfitnah dan mempermalukan Alya, malah berubah menjadi senjata makan tuan.

Untungnya, murid-murid di sekolah itu cukup pintar. Meski sempat berprasangka buruk, mereka kembali berpikir netral setelah Alya menunjukkan cincin tunangannya.

(Keesokan harinya)

“Kenapa Papa nggak bilang kalau Tuan Max sudah tunangan?” tanya Sari ketus di meja makan.

Farid yang duduk di hadapannya menjawab acuh tak acuh.

“Justru Papa baru tahu.”

Sari berdecak kesal.

“Aku nggak mau tahu! Pokoknya Tuan Max harus jadi milikku! Papa harus bisa ngebujuk Tuan Max supaya mau sama aku!” ucapnya keras kepala.

PRANG!

Farid membanting sendok dan garpu di tangannya hingga suara nyaring menggema di ruang makan. Dengan wajah penuh emosi, ia menatap putrinya tajam.

“Apa di dunia ini nggak ada laki-laki lain selain Max?!” bentaknya. “Kamu sendiri tahu Max itu seperti apa. Kalau dia memilih wanita lain, lalu kenapa? Di luar sana masih banyak pria yang bisa kamu pilih sesuka hati!”

“Aku nggak mau! Pokoknya harus Tuan Max!” Sari tetap kukuh dengan keinginannya.

“Dengan cara apa Papa harus melakukannya? Dengan cara licik?” suara Farid semakin meninggi. “Kalau ketahuan, Papa yang kena imbasnya, Sari!”

Pria itu langsung menyambar jas kerjanya dan pergi dengan langkah cepat. Bahkan sarapannya pun tak disentuh lagi. Ia mengabaikan teriakan anaknya yang terus memanggil.

“Lihat, Mah!” adu Sari manja kepada ibunya.

Tari mencoba menenangkan putrinya.

“Sabar dulu. Mungkin Papa kamu lagi stres, jadi belum sempat memikirkan soal kamu dan Max.”

“Aku nggak peduli!” bentak Sari lagi. Napasnya naik turun karena emosi.

“Mama juga harus bantu bujuk Papa. Pokoknya Max harus sama aku! Kalau bukan Max, aku nggak akan menikah selamanya! Selama ini aku udah koar-koar di sekolah kalau Tuan Max itu tunanganku. Gara-gara Alya, sekarang aku jadi bahan olokan!”

Tari tersenyum samar. Tatapannya perlahan berubah licik.

“Kamu tenang saja. Dua hari lagi acara kelulusan, kan?” katanya pelan. “Kita akan bikin acara itu jadi semakin meriah. Mama punya hadiah yang nanti akan kita pamerkan di depan semua tamu.”

“Apa itu?” tanya Sari penasaran.

Tari mendekat lalu membisikkan sesuatu ke telinga putrinya. Seketika, senyum puas terukir di wajah Sari.

“Lo nggak akan lepas kali ini, Alya,” desisnya tajam.

Sementara di tempat lain, Farid justru duduk santai dengan kaki menyilang. Di hadapannya, seorang wanita berpakaian terbuka duduk sambil menuangkan segelas teh hangat.

“Kenapa kamu nggak ke kantor?” tanyanya lembut. “Tumben pagi-pagi begini datang menemuiku.”

Cuaca mendung yang menyelimuti pagi itu membuat suasana terasa semakin sendu. Wanita itu mendekat, lalu bergelayut manja di lengan kekar Farid.

“Ceritakan apa masalahmu kali ini sampai kamu memilih bolos kantor,” bisiknya pelan.

Farid menarik napas kasar. Ia melonggarkan dasinya yang terasa mencekik leher.

“Aku tiba-tiba kepikiran... bagaimana kalau semua yang kita lakukan selama ini sia-sia?” tuturnya lesu. “Entah kenapa firasatku mengatakan begitu.”

Wanita itu langsung menegakkan tubuhnya. Tatapannya berubah tajam.

“Jangan bicara sembarangan, Farid! Mana mungkin jadi sia-sia?” ucapnya cepat. “Kita sudah sejauh ini. Masa harus berhenti begitu saja?”

Ia menatap Farid lekat-lekat, seolah mencoba membaca isi pikirannya.

“Kenapa? Apa kamu mau mengingkari janjimu?” tanyanya penuh selidik.

Farid langsung menoleh.

“Apa? Mana mungkin!” jawabnya cepat. “Kamu cinta pertamaku. Mana mungkin aku mengingkarinya?”

Ia mengusap wajahnya kasar sebelum kembali melanjutkan.

“Bukankah aku sudah berjanji? Saat Tyo hancur, aku akan menikahimu dan menceraikan istriku.”

Farid mengepalkan tangannya frustrasi.

“Hanya saja... ternyata nggak semudah itu menghancurkan mereka.”

Tatapannya berubah gelap.

“Padahal tinggal selangkah lagi. Tapi sayangnya aku gagal membuatnya mendekam di balik jeruji besi. Semua karena dukungan keluarga Wijaya.”

Wanita itu menggenggam tangan Farid lembut, mengusapnya perlahan seolah menenangkan.

“Aku mengerti, Mas. Kamu nggak akan mengingkari janji.”

Ia tersenyum tipis penuh arti.

“Untuk masalah keluarga Wijaya... kurasa kita juga bisa menghancurkan mereka pelan-pelan.”

“Jangan berkhayal,” sahut Farid dingin.

“Mencoba menghancurkan mereka sama saja seperti menggali lubang untuk mengubur diri sendiri.”

Namun wanita itu justru tersenyum semakin lebar. Ia mendekat, lalu membisikkan sesuatu di telinga Farid.

Pria itu tampak ragu.

“Apa kamu yakin?” tanyanya pelan.

Wanita itu mengangguk mantap.

“Tyo saja bisa kita hancurkan. Kenapa mereka tidak?” ucapnya penuh keyakinan.

1
Barru Kab
mana kelanjutannya thor
Dina Safitri: OTW yaa🤭
total 1 replies
Neng Nosita
semoga nanti Max mengetahui kelicikan ibu mertuanya
Neng Nosita
wah..siapa tuh?
Neng Nosita
lamaran yang jauh dari kata romantis,...😄
Neng Nosita
sak sek syok pasti si Alya...
Neng Nosita
uuuh..seru thor👍
Dina Safitri: MasyaAllah terimakasih sudah mampir kakak. mohon untuk saran keritikan nya😍

cerita ini masih dalam proses kontrak, begitu kontrak turun aku akan melanjutkan ceritanya. sekali lagi terimakasih karena sudah mampir🙏
total 1 replies
pieyyy
bgs kak, sini mampir bntr kak aku baru keluarin karya baruku, makasihh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!