Pernikahan Arga dan hana awalnya tampak sempurna. Sepuluh tahun kebersamaan, satu ikatan suci, dan kepercayaan yang tak pernah ia ragukan. Hingga suatu hari, Arga menemukan kebenaran yang menghancurkan seluruh hidupnya—istri yang ia cintai ternyata adalah perempuan yang diam-diam menjadi kekasih dari satu-satunya darah daging yang ia miliki: abang kandungnya sendiri. Perselingkuhan itu bukan terjadi semalam. Ia tumbuh perlahan, berakar dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Setiap senyum yang Arga kira tulus, setiap pelukan yang ia anggap rumah, ternyata menyimpan pengkhianatan yang terencana. Di antara dosa, rasa bersalah, dan luka yang tak terucap, Arga terjebak dalam dilema: mempertahankan pernikahan yang sudah tercemar, atau melepaskan semuanya—termasuk ikatan saudara yang sejak kecil ia jaga dengan nyawa. Ketika kebenaran terungkap, tak ada lagi yang benar-benar menjadi pemenang. Karena terkadang, pengkhianatan paling menyakitkan bukan datang dari orang asing, melainkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruang senandika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bersaing
Seseorang mendekati mereka, dan langsung memegang tangan hana dengan senyuman lebar dan terlihat begitu bahagia. Arga yang melihat itu mengkerutkan kening nya. Arga teringat pada kejadian kemarin ia bertabrakan dengan orang di depannya. Melihat orang itu memegang tangan tunangan nya membuat nya naik pitam.
" Kau tidak sopan...!" Ucap Arka dengan wajah marah nya langsung melepaskan genggaman itu dan menatap orang di depannya dengan penuh kekesalan. Arka yang memang sadari tadi melihat Arga masih menganggap arga adalah teman hana. Ia pun tersenyum pada arga dan menyodorkan tangannya.
" Arka." Ucap Arga hanya diam menatap tangan arka. Ia tidak membalas ucapan . Ternyata pria yang kemarin ????.
Ternyata orang menabrak nya adalah kekasih hana. Karena waktu di kantin kemarin, wajah arka tidak begitu jelas karena membelakangi nya. Arka menarik tangannya kembali karena tidak di respon apapun oleh arga. Tapi ia tetap mempertahankan senyum nya.
" Arga... Tunangan dan calon suami hana..." Ucap Arga memperkenalkan diri nya dengan wajah yang angkuh. Senyum arka redup seketika, namun ia kembali tersenyum dengan rasa nyeri di hati nya. Ternyata ini orang yang di jodohkan dengan hana, dari penampilan arga yang serba mewah, arka bisa melihat bahwa ia tidak sebanding dengan arga. Hana hanya bisa diam dengan hati yang tidak tenang. Menatap tidak tega arka yang hanya diam menunduk. Berbeda dengan arga yang malah terlihat angkuh.
" Ku kira hubungan mu dengan tunangan ku sudah berakhir...Namun ternyata kalian masih bersama...!" Ucap Arga dengan nada yang terdengar tida bersahabat. Hana menjadi takut pada arga sekarang. Karena ia belum sempat menjelaskan tentang arka yang menolak hubungan nya berakhir. Bisa hana pastikan bahwa arga akan marah.
" Aku tidak akan membiarkan semua nya berakhir begitu saja hanya karena perjodohan itu..." Ucap arka membalas, ia menatap arga tanpa rasa takut sedikitpun. Arga tertawa kecil mendengar perkataan arka yang menurut nya sangat berani. Menurut nya arka bukanlah orang yang sebanding dengannya, Arga bisa dengan mudah membuat arka tak berdaya.
" Kau cukup berani!... Tapi kau harus tau kalau kau tidak akan pernah menang bersaing dengan ku!... Dan Hana akan segera menjadi istri ku! jadi menjauh lah dari nya...!!" Ucap Arga sembari menatap tajam, dan memegang krah kemeja arka.
" Aku tau bahwa aku tidak akan bisa menang melawan mu... Tapi kami punya cinta... Dan aku sangat mencintai hana..." Ucap arka masih begitu tenang dan melepaskan genggaman erat arga di krah nya.
" Cinta tidak menjamin kebahagiaan untuk Hana! Hanya dengan cinta saja tidak cukup!... Ayah juna sudah menyerahkan hana padaku!, dan dia akan bahagia bersama ku...!" Ucap Arga dengan mata arga masih menyorot begitu tajam.
" Tapi keterpaksaan juga tidak menjamin kebahagiaan... Hana tidak menginginkan perjodohan kalian... Dia tidak akan bahagia bersama mu..." Ucap arka dengan tenang membalas, bahkan ia masih bisa tersenyum. Arga lagi-lagi di buat tertawa kecil. Ternyata arka masih tidak tau bahwa hana juga mencintai arga. Dan hana juga menginginkan perjodohan itu.
" Itu bukan urusan mu!... Hana cinta atau tidak dengan ku! Yang terpenting dia akan menjadi milik ku!... Dan kau harus sadar diri bahwa kau tidak pantas bersama nya...!" Ujar Arga penuh dengan penekanan. Setelah mengatakan itu. Arga menggenggam tangan hana begitu erat hingga membuat hana meringis kesakitan. Hal itu membuat arka cukup marah.
"Jangan kasar pada nya...!" Ucap arka dengan amarah nya sembari berusaha melepaskan genggaman Arga.
" Kau tidak usah ikut campur...!" Ucap arga dengan tatapan dingin dan tajam serta masih terus menggenggam tangan hana dan akan membawa hana pergi masuk ke kampus. Ia terus berjalan cepat dengan hana yang juga berusaha menyamakan jalan nya dengan arga. Hana terus meringis karena ia di tarik cukup kasar oleh Arga.
Arka hanya bisa menatap sendu kekasih nya yang terlihat kesakitan. Ia tentu merasa tidak terima karena ia sendiri tidak pernah berlaku kasar pada hana.
" Dia orang yang kasar... Aku tidak akan membiarkan hana bersamanya..." Ucap arka.
Arga tak perduli dengan pandangan atau omongan buruk orang-orang yang tertuju pada nya. Jelas sebagian orang di kampus menatap perilaku kasar Arga terhadap tunangan nya. Bahkan orang-orang mungkin penasaran dengan apa yang terjadi hingga Arga berlaku kasar seperti itu. Sesampainya di kelas hana. Tatapan dari teman-teman hana pun kurang bersahabat. Itu wajar karena mereka tidak terima sahabat nya di perlakukan kasar seperti itu.
" Ya! Jangan kasar pada wanita...!" Ucap Seseorang bernama rian memekik kesal melihat perilaku arga. Apalagi saat melihat wajah meringis hana. Ia pun menatap tajam arga yang berani berlaku kasar pada teman nya.
" Aku juga tau apa kau buta...!" Ucap Arga sembari menghempas kasar tangan Hana. Dan langsung membalas dengan tajam ucapan akbar.
" Yak! setidaknya jangan perlakukan pasangan mu seperti itu...!" Ucap rian juga tak mau kalah.
" Akan lebih baik jika kau menasehati ku setelah mempunyai pasangan...!" Ucapan arga seakan menyindir kehidupan rian yang memang sampai saat ini belum memiliki kekasih. Rian semakin merasa marah mendengar ucapan Arga yang terkesan meledek.
" Cih! Kau masih butuh pendidikan yang panjang! Jadi kau bisa tau bagaimana cara nya bersikaр dewasa...!" Ucap rian kembali berucap dengan segala kekesalan nya.
" Untuk apa aku berada di sini jika bukan karena pendidikan?!... Tentu aku di sini untuk melanjutkan pendidikan ku bodoh!...,Tidak perlu mengajari ku tentang bagaimana cara nya bersikap dewasa! Kau tidak boleh merasa angkuh hanya karena usia mu lebih di atas ku...!" Kata arga menatap tajam Rian. Rian menggelengkan kepalanya mendengar seluruh ucapan arga yang sungguh tidak berguna atas hal ini. Menurut nya arga masih belum dewasa dalam menyelesaikan masalah.
" Kau orang yang sulit di beritahu!... Dasar anak tengil...!" Mendengar rianmengata-ngatai nya, arga langsung naik pitam merasa tidak terima.
" Aku tidak butuh nasehat dari mu yang belum tentu benar itu!... Dan jangan mengatakan aku anak tengil!... Kau bisa ku buat tak berdaya hanya dengan jentikan jari. Jangan hanya lihat dari apa yang kau lihat karna itu tidak seperti yang kau pikirkan! Kau akan menyesal jika sudah tahu kebenaran nya. Kadang seseorang akan hancur karna hanya melihat apa yang dia lihat beberapa detik ..!!" Ucap Arga setelah mengatakan itu, arga langsung pergi karena sudah hampir masuk. Dan lagi berlama di sini adalah hal buruk untuk kesehatan nya. Terlalu banyak emosi itu tidak baik.