NovelToon NovelToon
Darah Pocong Perawan

Darah Pocong Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Hantu / Mata Batin / Iblis
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Celoteh Pena

Yitno... Ya namanya adalah Suyitno, seorang laki-laki berusia 36 tahun yang tak kunjung menikah. Ia adalah pemuda baik, tetapi hidupnya sangat miskin dan serba kekurangan.
Baik itu kekurangan ekonomi, pendidikan, wajah dan masih banyak hal lainnya yang membuatnya merasa sedikit putus asa dan berkecil hati. Ia tinggal bersama ibunya yang seorang janda.
Ia pemuda yang rajin dan tak malu bekerja apapun. Iman dan mentalnya berubah semenjak ia menghitung usianya, dan melihat teman-teman sekampungnya yang semuanya sudah berkeluarga. Ia malu, ia pun ingin menikah tetapi tak ada seorang gadis pun yang mau dengannya.
Semua gadis seperti menghindarinya, entah karena Ia miskin, atau karena ia tak rupawan, atau mungkin karena keduanya. Hingga suatu hari ia bertemu dengan seorang kakek yang akan merubah hidupnya.
apakah yang akan dilakukannya? ikuti terus kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Celoteh Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Penting

Satu bulan kemudian, di pagi hari....

Terlihat ibunya sedang memperhatikan Yitno yang sedang memberi pakan ikan ikan nilanya.

"Weh Yit, cepet banget gedenya ikan kamu, belum ada 2 bulan padahal." Ujar ibunya

"Iya Mak, gak telat pakannya, bulan depan aku panen Mak, kalau terlalu besar susah lakunya Mak, aku udah tanya tukang ikan di pasar mereka terimanya cuma ukuran sekilo isi 8-12 ekor, kurang atau lebih dari itu mereka gak mau terima. Susah jualnya, katanya."

"Oh Yo siipp"

"Uang hasil jual ikan nanti mau aku pake buat bikin warung kecil-kecilan di halaman depan. 'Kan warungnya lek Riadi jauh Mak, di sekitar sini gak ada warung rumahan cuma ada warung pecel bude Sri sama bengkel motor Iwan aja."

"Amiiin.... Iya mamak doain lancar urusanmu, Yit."

"Iya Mak."

"Tapi jangan lupa sisahin uang buat beli bibit ikan sama pakannya lagi, Yit"

"Iya Mak,"

Trengg..tengg..tengg...

Terdengar suara bising dari knalpot sepeda motor RX king menghampirinya dari halaman depan..

"Cok...!!! Suara motormu nakutin burung-burung ku, tarok halaman aja! Ngapain kamu bawa ke sini nyet!" Pekik Yitno kepada Iwan..

"Hehehe...burung kan gak punya kuping lho Yit..!!!" Ujar iwan

"Punya...!!! Daun telinga yang gak punya..!! Ngapain kamu pagi-pagi kesini, wan! Gak buka bengkel kamu?"

"Nggak...!!! Judrek aku, ribut sama istriku!"

"Apa hubungannya sama bengkel mu? Ribut ya ribut..nafkah harus terus berjalan lah, kok ikut libur."

"Males...sepi buka bengkel di dalem kampung gini, mau cari sewa di pinggir jalan lintas yang agak ramai aku, Yit"

"Ya udah cari aja, duitmu kan banyak."

"Asem...!!! Sawang sinawang njiirr. Kamu ngeliatnya kayaknya enak..aku lho gak ada tabungan. Di tambah ruko kalau tau yang nyewa mau buka bengkel pasti nolak, alasannya lantai dan halamannya nanti kotor kan banyak oli."

"Ya memang... rata-rata bengkel motor kalau di ruko itu sewanya lebih mahal wan, kalau nggak mereka memang bangun ruko sendiri. Kamu tau sendiri kan bengkel motor selain kotor juga berisik."

"Iya sih, bingung aku Yit, belum dapet sewa ruko. Duit juga ngepres. Mancing yuk..judrek aku."

"Males, hari ini banyak kerjaan aku..."

"Kerjaan apa?"

"Aku belum mandi, sarapan, ngopi, ngelamun pagi, ngeliat update bokev terbaru, ngelamun siang, ngopi, makan siang, cokli, tidur siang..padetlah pokoknya jadwalku hari ini." Jawab Yitno

"Duwancoookkk...!!! Hahaha...Tak liat-liat hidupmu happy banget Yit, tanpa beban..."

"Cangkemmu tanpa beban.. aku lho tiap ngeliat KTP langsung darah tinggi terbeban.."

"Lah kok bisa...?"

"Iya, udah fotonya jelek, tua, belum menikah, seumur hidup lagi..."

"Wkwkwkwkwk.....iya ya....hahahhaha...." Iwan tertawa terbahak-bahak dengan laknatnya

"Aku mau kepasar nanti, mau beli pakan burung sama pakan ikan, kamu mau ikut gak? Dari pada judrek, aku gak punya motor, jadi kan bisa bareng nebeng kamu..hahahaha" ucap Yitno

"Huhhh...!!! Ya udah, aku juga pengen liat-liat siapa tau ada kios kosong yang bisa disewa deket pasar. Ya udah buruan mandi sana..!"

Siang itu akhirnya Yitno dan Iwan pergi ke pasar. Selesai membeli pakan Yitno mentraktir iwan makan di sebuah warung soto, mereka berdua makan di situ.

"Aku bener-bener iri sama hidup kamu, Yit..." Ucap iwan membuka obrolan sembari menyambar bakwan didepannya.

"Ya udah tukeran, istrimu buat aku..." Jawab Yitno

"Cuk kamu ya..."

"Makanya syukuri apa yang kamu punya wan, gak suka aku di puji-puji kayak gitu."

"Hmm..aku lagi butuh duit Yit, kamu punya tabungan nggak?"

"Aku masih banyak urusan dan rencana wan, aku gak punya banyak duit. Aku aja mau buat warung di depan rumah nunggu panen nila."

"Hmm..gitu ya, aku mau jual RX king ku itu Yit. kalau-kalau ada kenalan mu yang lagi cari, info in ya" Ujar iwan

"Iya gampang itu.."

"Kamu kok kepikiran ternak burung kenari, Yit? Dapet link dari mana?"

"Kan aku banyak kenalan pemain burung gantangan. Ya aku ngelakuin apa yang aku bisa jual aja wan. Males aku mikir yang susah-susah. Kenari bahan jual cepek udah beres. Mending aku ternak itu dari pada ternak ayam atau bebek.. udah bau, gampang ilang lagi."

"Iya juga, salut aku sama pikiran kamu Yit. Simple, penuh inspiratif Aku yakin kamu bakal sukses nanti" Puji iwan

"Hmm muji lagi...!!! Males aku dengernya"

"Hahah... Oh iya Yit ada info penting, kamu udah denger belum soal kasus mayat si Lastri itu.."

Yitno yang sedang mengunyah makanannya pun berhenti, ia menatap serius iwan..

"Soal kasus Lastri? Ada apa wan?"

"Kan istriku masih saudara istrinya lek Tarman sih Yit, katanya sih pelaku pencurian kain kafan Lastri itu bukan kakek gak waras itu.."

"Hah..?? Yang bener wan?" Ujar Yitno yang memang terkejut

"Iya...dan satu lagi..!! ini yang paling buatku tercengang...katanya sih mayat Lastri itu di p*rkosa lho.."

Yitno menelan ludah sembari mengangkat gelas es teh dan meminumnya..

"Sialan...bahaya ini!, tau dari mana mereka? Apa dukun? Atau polisi dan ahli forensik?" Batin Yitno sembari berfikir mengerutkan keningnya...

Setelah sampai di rumah Yitno duduk termenung di pintu belakang rumahnya di temani segelas kopi dan rokok sembari memutar lagu dangdut koplo kesukaannya. Ia tampak bingung dan gelisah memikirkan bagaimana ada yang tahu jika mayat Lastri telah di p*rkosa.

"Pasti ahli forensik itu...tapi darah perawan harusnya tak membekas, udah penuh lumpur. Apa mereka memeriksa bagian kem*luannya juga ya? Aku harus bagaimana? Nanti dulu...jika aku jadi mereka bagaimana caraku mencurigai pelaku? Tak ada saksi mata, tak ada bukti.. satu-satunya bukti hanya ada di cangkul yang berada di dalam sumur di area TPU itu.

Bahkan itu hampir mustahil bisa di jadikan alat bukti, karena mereka tak mungkin tau jika itu cangkul milikku, sidik jari tak mungkin terdeteksi karena itu sudah terendam lama di dalam sumur itu, lagi pula jika harus di ambil orang akan memegangnya.

Jadi kurasa aku tak perlu mengkhawatirkan masalah cangkul, lalu si Mbah dukun itu pun sudah tewas. Tak ada lagi saksi kunci. Harusnya polisi tak akan bisa menangkap ku. Satu-satunya hal yang harus ku khawatirkan adalah masalah dukun. Keluarga lek Tarman pasti mencari orang pintar untuk mencari tahu tentang siapakah pelaku sebenarnya.

Tapi tetap saja polisi membutuhkan alat bukti dan saksi yang kuat agar bisa menjebloskan diriku ke penjara. Aku di posisi bisa membela diri. Mereka itu tak akan mampu menyudutkan ku. Dari pada aku harus memikirkan itu semua, lebih baik aku fokus pada tujuanku dan darah perawan berikutnya." Batin Yitno sesak dengan gundah fikirannya

Yitno lalu beranjak berdiri menghampiri sebuah kalender partai politik yang tergantung di dinding papan rumahnya. Ia pun mulai menghitung tenggat waktu yang pernah di katakan dukun itu.

"Aman masih lama, kayaknya habis panen nila pun masih ada waktu untuk mencari darah perawan untuk kain kafan itu." Batin Yitno

"Ngapain kamu Yit, ngeliatin tanggalan?" Tanya ibunya yang mengagetkan dirinya

"Ngitung usia ikan Mak, harus ku panen tanggal berapanya.." jawab Yitno berbohong

"Ohh...kirain ngitungin apa."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!