NovelToon NovelToon
Sekolah Kok Menikah

Sekolah Kok Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Romantis
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.

Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.

Fina membuat perjanjian setelah pernikahan, Jika disekolah menjaga jarak, jika dirumah berperan layaknya pasutri. Tujuan Fina buat janji karena untuk melindungi Fino dari gangguan Choki.

Pada akhirnya perjanjian yang Fina buat seakan masuk ke perangkap nya sendiri. Fina semakin di ganggu oleh Choki, sedangkan Fino semakin dekat dengan Anjani.

Apakah Fina bertahan dengan janji yang sudah ia buat, jika kalau tidak bertahan bagaimana kisah mereka membina sebuah pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14.

Niko mondar-mandir menulusuri setiap Rak di minimarket yang sudah dikunjungi nya.

Dari balik pesan WhatsApp nya Niko. Fino memberi tahu cemilan dan minuman apa yang sangat di sukai oleh Anjani.

Selain itu, Fino menitip belanjaan untuk Fina di rumah nya. Uang belanjaan nya juga sudah Fino transfer lewat E-wallet, jadi tidak ada alasan untuk Niko menolak permintaan Fino.

Ya seperti itulah kenapa Niko mondar-mandir seperti setrikaan, karena barang yang diminta Fino hampir lebih dari sepuluh.

**

Niko menelpon Fino untuk memberi tahu kalau Anjani sudah benar-benar pulang ke rumah nya.

Disaat itulah, Fino langsung memesan ojek online untuk Fina.

Setelah sambungan telepon itu di tutup, Niko menghampiri kedua perempuan yang sekarang sedang tertawa bareng entah apa yang mereka bicarakan.

'Mereka gampang banget akur nya' Dalam hati Niko. Faktanya ya begitu, kalau sudah satu frekuensi pasti akan cocok untuk jadi teman dekat.

Niko memberikan satu botol kopi kenangan rasa kopi susu black aren untuk Anjani.

Otomatis mata Anjani langsung berbinar. Ia mengambil langsung minuman itu dari tangan Niko. "Kamu tau aja sih minuman kesukaan saya?" Tanya Anjani.

Singkatnya Niko teringat pesan Fino yang begini. *Anjani pasti engga bisa nolak sama kopi susu black aren dari kopi kenangan*

Setelah kepikiran itu, Niko langsung menjawab. "Iya dong, apa sih yang enggak tau tentang kamu"

Rasanya Fina sangat senang jika mereka akur, toh mereka juga teman masa kecil. "Niko itu orangnya romantis banget ya, tau aja ceweknya suka langsung dibeliin" Kata Fina.

"ih!" Anjani reflek menabok tangan Fina. "Saya menerima kopi ini bukan berarti suka dengan Niko" Protes Anjani.

"Udah-udah" Niko melerai mereka agar tidak ribut, ia menyerahkan salah satu titipan belanjaan dari Fino untuk Fina. "Nih untuk kamu"

Secara, Fina langsung mengambil susu steril kalengan bergambar beruang dari tangan Niko. "Berapa ini harga nya?" Tanya Fina sambil mengambil dompet yang ada di dalam tas.

"Itu untuk kamu gratis" Jawab Niko.

"Beneran?" Tanya Fina.

"Iya" Dijawab Niko.

"..." Anjani sampai bolak-balik melihat mereka bicara. Dengan begitu, ada sedikit perasaan lain yang muncul dalam hati Anjani, Anjani pun tidak tau itu apa.

"Kalau Niko nolak, uangnya saya yang ambil saja Fin, Lumayan lah buat beli seblak" Timpal Anjani.

"Baiklah" Dengan senyum, Fina mengambil uang dari dalam dompetnya. Sedetik kemudian Niko menahan Fina untuk tidak memberikan uang itu pada Anjani.

"Udah, kan ini gratis dari saya" Kata Niko.

"Iiiiih!!!!!" Anjani mencubit tangan Niko dengan keras.

"Kau kenapa sih Anjani?, orang tuh sudah saya bilang kasih gratis, ya gratis?!" Tanya Niko.

"Gak ada yang gratis di muka bumi ini selain bernafas!, terus juga kau napa ada kepikiran buat belikan Fina susu itu!" Sembur Anjani.

"Ya..." Niko menggantung kalimat seraya tidak bisa menjawab, kalau ia menjawab susu itu sebenarnya dari Fino, yang ada nanti bakalan tambah susah untuk melelehkan hati dingin nya Anjani.

"Ya apa?" Anjani yang orang nya selalu cemburuan dengan apa yang disukai nya jelas tidak terima kalau Niko memberi susu itu pada Fina.

"Gojek, atas nama Fina!" Tiba-tiba ada driver ojol datang ke rumah Fino. Kali ini Niko menghela nafas lega. Setidaknya driver itu menahan kemarahan Anjani yang entah tidak tau kenapa bisa terjadi dengan sendirinya.

"Iya saya pak? Kenapa ya?" Tanya Fina

"Ayo mbak jalan" Jawab driver ojol itu.

"Lah?" Fina jelas bingung karena tidak merasa sudah memesan gojek di ponsel nya.

Dari pada melihat penumpang nya sudah kebingungan, sang ojol teringat permintaan dari Fino. Lalu ia berbicara. "Ibu Irma sudah memesan atas nama Fina"

"Oh mamah yang pesan toh, kirain siapa" Kata Fina, lalu ia berdiri dari posisi duduknya untuk mendekat ke motor ojol itu. Menurut Anjani, sekarang ini Fina benar-benar akan pulang ke rumahnya.

"Jani, Niko saya duluan ya" Pamit Fina.

"Kalau gitu kita juga akan pulang Fin" Anjani juga pamit.

Yang kemudian ojol itu membawa Fina ke tempat tujuan yang pertama, yaitu minimarket yang sebelumnya disinggahi oleh Niko.

Fina bingung dengan trip tujuan ini. "Bang maaf kok bawa saya kesini?" Tanya Fina.

"Kata mas Fino, ambil barang belanjaan atas nama Niko yang sudah dititipkan di kasir" Jawab Ojol itu.

"Apa? Fino!" Fina terkejut parah. "Jadi yang pesan ojol ini...?"

"Iya mas Fino yang memesan, tapi maaf banget ya mbak, saya hanya menjalankan perintahnya saja." Klarifikasi ojol itu.

Fina terkekeh geli kenapa Fino bisa kepikiran buat pesan ojol. "Saya ambil dulu belanjaan nya ya, Tunggu bang" Fina akhirnya masuk ke dalam minimarket itu untuk ambil pesanan yang sudah dititipkan oleh Niko.

Beberapa menit kemudian...

Fina benar-benar dibuat gila setelah mengetahui pesanan ojol itu ada dua tempat tujuan yang berbeda.

Trip pertama ke minimarket, sedangkan trip kedua kembali ke rumah.

Perlahan-lahan Fina paham saat Anjani dengan Niko benar-benar sudah tidak terlihat di komplek halaman rumahnya.

**

Fino akan pulang setelah Niko memberi tahu kalau Anjani sudah berada di rumah nya, Tapi sebelum pulang, Fino meminta Pak Prasetyo untuk mengawasi putri sulung nya, Fino tidak ingin kalau Fina diapa-apain sama Eca.

Dari arah Choki, ia sedang meringis kesakitan setelah diberi pelajaran habis-habisan dari Fino, Fino mengingatkan Choki untuk tidak mengganggu Fina. Ia juga sudah mengakui kalau Fina sudah menjadi miliknya.

Tiba saat Fino sudah berada di dalam rumah, permintaan sederhana Fino sudah dilakukan dengan baik oleh Fina.

Fina memasak ikan sarden kalengan menjadi hidangan yang paling istimewa.

Fino lekas mencari Fina, karena belum terlihat saat Fino sudah berada di rumahnya.

Pencarian itu berakhir di kamar nya mereka, Fino melihat keberadaan Fina sedang tertidur sambil meluk guling.

"Kau tidur apa pura-pura tidur?" Bisik Fino. Ia mencoba menepuk pipinya yang dalam keadaan terlelap.

"..." Pemilik nama masih terdiam walau di panggil oleh Fino. Pada akhirnya Fino keluar dari kamar nya.

"Kamu kenapa si gak terbuka banget sama saya?, saya tuh capek tau hadapin banyak masalah akhir-akhir ini Fin" Rengek Fina. Ia menjeda ucapan untuk mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. "Kau kemana waktu di rumah ini ada Eca sama Choki?"

Niatnya Fino akan melindungi Fina tanpa sepengetahuannya. Tapi setelah lihat wajah sendu dari Fina, ia jadi tidak tega. secara terbuka, Fino lantas menjawab. "Saya habis ngurusin Eca dengan Choki sayang"

Fina terkekeh geli. "Ngurusin mereka seperti apa coba? Kau itu tadi keluyuran di jalan enggak jelas. Disaat saya lagi diterjang banyak masalah, kamu malah ga peduli sama saya. Sebenarnya kamu tuh sayang engga si sama saya, Fin?!" Kata Fina dengan mata yang berkaca-kaca.

"Kau tau enggak perkumpulan om-om yang membela kamu waktu Choki sama anggota geng motor nya datang ke rumah?" Kata Fino.

"TERUS HUBUNGAN NYA ITU APA DENGAN SAYA!?" Jerit Fina, sejenak Fina menyeka air mata yang sudah keluar karena kesal parah, perlahan reaksi itu berubah menjadi kerutan kening yang seolah-olah paham apa maksut perkataan nya. "Om-om itu suruhan kamu?"

Fino mengangguk kepala. "Iya"

Pengakuan Fino jelas membuat Fina mengeluarkan semua kekesalan yang sudah di ambang batas. "ARGGGHHH!!! FINOOOO!" Fina menangis sejadi-jadinya. Mengetahui kalau Fino benar-benar melindungi nya dengan banyak cara yang berhasil membuat Fina terkecoh.

Fino memeluk Fina dengan perasaan yang mendalam nya. "Kau tenang lah, mereka semua sedang lindungi kamu kok" Kata Fino.

"..." Fina terdiam mendalami tangisannya karena kesal, jengkel dan bercampur dengan rasa tidak senang.

Yang membuat Fina tidak senang karena Fino masih berhubungan dengan Anjani.

"Sudah-sudah sayang, sekarang kamu sudah aman" Gumam Fino sambil membelai rambut Fina dalam tangisnya.

"Iya tau Fin kamu sudah lindungin saya, tapi kalau saya teringat soal Anjani, saya gak tau harus senang atau sedih" Rengek Fina.

"Hm" Fino berpikir sejenak. Sebelum ia berkata "Kalau sudah begini saya akan kasih tau sesuatu tentang hubungan saya dengan Anjani"

Secara, Fina langsung menutup kedua telinga seraya memejamkan mata. "Setop!! Saya gak mau dengar kamu bilang masih cinta dengannya... SAYA BENCI ITU!!" Kata Fina bertautan dengan suara Fino yang sedang berkata. "Saya dekatin Anjani karena mau buat dia pacaran dengan Niko"

"HAH?!" Perlahan Fina membuka matanya kembali. Lalu bertanya untuk memastikan. "Sumpah Fin cuma karena ini?!"

"Iya sumpah" Fino mengacungkan kedua jari tangannya.

Pada akhirnya Fina menghela nafas lega. Ia sampai kepikiran kalau Fino benar-benar akan kembali bersama Anjani. Gadis itu tidak ingin kalau Fino menjauh dari sisinya.

"Finooo, saya takut kamu pergi, saya sayang sama kamu Fin" Fina memeluk Fino dengan tangisan emosional nya. "Maaf kalau saya salah sangka, jujur saya sudah menyesal buat janji-janji setelah pernikahan kita"

"Saya sudah tau pasti perjanjian itu tidak akan bertahan lama"

"..." Fina mendongak kepala menatap wajah Fino. "Gimana kita batalkan saja perjanjian itu ya Fin?" Kata Fina, memohon tiba-tiba

"Kamu serius mau batalin perjanjian kita?" Tanya Fino.

"Janji untuk ketenangan saya buat belajar disekolah itu saya bohong Fin, saya buat janji itu karena mau lindungi kamu, tapi kamu malah lindungi saya balik. Jadi untuk apa janji-janji itu jika diteruskan? Toh tujuan saya buat janji karena mau alihkan perhatian Choki biar enggak ganggu kamu, sekalian saya mau tegaskan Anjani selama kita jaga jarak di sekolah, TAPI... kamu malah ditempel sama Anjani, sebel sebenarnya saya tuh!" Inilah pengakuan Fina saat janji itu ingin di batalkan begitu saja.

Pada akhirnya Fino terharu dengan istrinya, ngiranya Fino kalau Fina bakal fokus dengan ketenangan nya di sekolah. Tapi itu salah. Pada akhirnya di balik orang yang sudah dilindungi nya, dia sudah lebih dulu melindungi diri nya.

"Kita beneran sama-sama saling melindungi ya" Fino tersenyum.

To be continue,

1
Queen Aisyah
dijodohin ama Fina malah sok jual mahal, maunya di jodohin sama mama ya Jan🤭
Queen Aisyah
janur kuning sudah melengkung kali An, kalau kau tau nangis pasti/Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!