NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 — Gadis Kecil di Taman

Pagi di Roma terasa hangat dengan sinar matahari musim semi yang lembut. Taman kota mulai ramai dipenuhi anak-anak kecil yang bermain, pasangan tua berjalan santai, dan suara burung yang terdengar damai.

Di salah satu bangku taman, Leon duduk sendirian sambil membaca beberapa dokumen di tabletnya.

Hari ini meeting-nya selesai lebih cepat dari perkiraan.

Namun entah kenapa…

Ia memilih berjalan tanpa tujuan dibanding kembali ke hotel.

Sudah tiga hari Leon berada di Roma untuk urusan bisnis. Kota ini indah, tetapi tetap tidak mampu menghilangkan rasa kosong yang terus menghantuinya selama tiga tahun terakhir.

Tatapannya perlahan terangkat saat mendengar suara tawa kecil.

“Burungnya jangan kabur!”

Leon menoleh.

Seorang anak perempuan kecil sedang berlari pendek mengejar burung merpati dengan wajah ceria. Rambut hitam bergelombangnya sedikit berantakan tertiup angin.

Pipi bulatnya memerah karena lelah.

Dan entah kenapa…

Leon langsung terpaku.

Anak itu sangat cantik.

Gadis kecil itu akhirnya berhenti tepat di depan bangku Leon sambil terengah kecil.

“Aduh…”

Salah satu sepatu mungilnya terlepas.

Leon refleks membungkuk mengambil sepatu itu.

“Nih.”

Anak kecil itu mendongak cepat.

Matanya bulat indah.

Dan detik itu juga jantung Leon berdetak aneh.

Mata itu…

Sangat familiar.

“Thank you, Om!”

Suara kecilnya membuat Leon sedikit tersadar.

Pria itu tanpa sadar tersenyum tipis—sesuatu yang sangat jarang terjadi.

“Kamu sendirian?”

Gadis kecil itu menggeleng cepat.

“Ada Tante Kate!”

Leon mengangguk pelan.

Anak itu terlalu kecil untuk sendirian di taman.

“Kamu siapa namanya?”

Gadis kecil itu langsung tersenyum bangga.

“Aku Liora!”

Deg.

Entah kenapa nama itu terasa asing sekaligus hangat di telinga Leon.

“Liora siapa?”

“Liora Alessa!”

Leon menatap gadis kecil itu cukup lama.

Semakin diperhatikan…

Wajah anak itu membuat dadanya terasa sesak.

Garis mata.

Rambut hitam.

Dan ekspresi kecil saat tersenyum…

Sangat mirip seseorang.

“Kamu umur berapa?” tanya Leon lagi pelan.

“Tiga!”

Liora mengangkat tiga jari kecilnya dengan semangat.

Leon terkekeh pelan.

Anak kecil ini terlalu menggemaskan.

“Papa kamu mana?”

Pertanyaan itu membuat Liora berpikir serius.

“Papa jauh.”

Jawaban polos itu membuat Leon sedikit terdiam.

“Jauh ke mana?”

Liora menggeleng lucu.

“Nggak tahu.”

Leon memandang gadis kecil itu cukup lama tanpa sadar.

Ada sesuatu yang membuatnya sulit mengalihkan perhatian.

Perasaan hangat yang aneh.

Dan rasa nyaman yang tidak bisa dijelaskan.

“Liora!”

Suara seorang wanita tiba-tiba terdengar panik dari kejauhan.

Seorang wanita muda berambut pirang kecoklatan berjalan cepat ke arah mereka dengan wajah tegang.

Kate.

Teman dekat Alya yang membantu menjaga toko bunga beberapa tahun terakhir.

Begitu melihat Liora duduk dekat pria asing, wajah Kate langsung pucat.

“Ya Tuhan, Lio!”

Kate buru-buru menarik Liora berdiri lalu memeluknya erat.

“Kamu nggak boleh ngobrol sama orang asing sembarangan!”

Liora langsung cemberut kecil.

“Tapi Om baik…”

Kate baru menyadari pria di depannya berdiri perlahan.

Dan detik itu juga wajahnya berubah tegang.

Pria ini terlalu tampan dan berkarisma untuk dilupakan.

Setelan mahal.

Aura dingin.

Tatapan tajam.

Kate pernah melihat foto Leon beberapa tahun lalu dari Sabrina.

Dan sekarang dadanya langsung dingin.

Tidak mungkin…

Leon Ardian?

Leon sedikit mengernyit melihat perubahan ekspresi wanita itu.

“Ada masalah?”

Kate langsung memaksakan senyum gugup.

“Tidak… maaf, saya cuma khawatir.”

Liora malah menarik baju Kate pelan.

“Tante Kate, Om ini bantuin sepatu Lio!”

Kate hampir panik.

“Baik, baik… sekarang kita pulang ya.”

“Tapi Lio belum main…”

“Nanti lagi.”

Kate buru-buru menggendong Liora sebelum gadis kecil itu bisa bicara lebih banyak.

Namun sebelum pergi, Leon tiba-tiba bertanya—

“Ibunya Liora mana?”

Kate membeku sesaat.

Jantungnya langsung berdegup kencang.

“Sedang kerja,” jawabnya cepat.

Lalu tanpa menunggu lebih lama, Kate segera pergi membawa Liora menjauh dari taman.

Leon berdiri diam memperhatikan punggung mereka.

Entah kenapa…

Dadanya terasa aneh sejak melihat anak kecil itu.

Sangat aneh.

Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun—

Leon merasakan sesuatu yang hampir terlupakan.

Kehangatan.

1
wulaniii
gais komen like dan kasih gift dong biar tambah semangat 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!