Naima, seorang gadis cantik yang hidup sederhana di desa terpencil, harus menghadapi kenyataan pahit saat ayahnya yang buta. meninggal dunia dan ibunya mengalami depresi berat hingga harus dirawat di rumah sakit jiwa. Di tengah keterpurukannya, takdir justru mempertemukannya dengan Sean, seorang pria kaya raya yang memiliki kepribadian dingin.
Akankah pertemuan ini menjadi awal kebahagiaan baru bagi Naima, atau justru membawanya ke dalam lika-liku kehidupan yang lebih rumit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon i'm gresya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
restoran
Anak kecil itu berlari ke arahnya sambil tersenyum
"Hello" ucap anak itu.
naima membalasnya dengan senyum dan berjongkok dihadapkan anak kecil itu.
"Hello juga, " jawab naima sambil mengelus pipi chubby anak itu.
tania yang sudah selesai dari toilet, menghampiri naima..
"siapa anak cantik ini" ucap tania sambil memegang kepala anak itu.
"aku juga tau, tiba tiba dia mendatangiku" jawab naima.
tania ikut berjongkok dihadapan anak itu dan berkata.
"hei nak, ibumu mana. apa kau tersesat dari ibumu haa? ucap tania pada anak kecil itu.
anak kecil itu menggeleng..
"lalu? " jawab tania.
anak kecil itu mengeluarkan sesuatu dari tas kecilnya dan memberikannya kepada tania.
tania menerimanya dan terkejut melihat logam emas yang bertuliskan nama keluarga pratama disana.
keluarga dari kalangan Konglomerat dan sangat di segani di sini. dan anak kecil itu memiliki logam yang berharga itu.
" nak kau dapat ini dari mana? " ucap tania lembut pada anak kecil itu.
"paman" ucap anak itu sambil tersenyum.
tania menatap naima..
tania mengambil headphone dari tasnya dan menunjukkan sesuatu dari sana yaitu foto Sean. tania menunjukkan foto itu kepada anak kecil itu.
"apa kau kenal ini? " ucap tania.
"paman... " jawab anak itu sambil menunjuk nunjuk foto Sean di balik layar headphone itu.
tania terkejut, lalu tiba tiba pria dengan bertubuh besar datang menghampiri anak kecil itu dan Menjemputnya
" nona, lea saatnya kita pulang" ucap Bodyguard kepada anak kecil itu.
anak kecil itu melambaikan tangannya dan pergi dari hadapan tania dan naima.
tania masih syok di kursinya, sedangkan naima membalas lambaian anak itu dan tersenyum padanya.
setelah perginya anak itu, pesanan yang mereka pesan tadi datang.
naima sudah siap untuk memakan makanan nya sedangkan tania masih diam saja di kursinya. dia begitu terkejut saat bertemu dengan keluarga pratama. sedangkan logam itu masih ada di tangannya. dia lupa mengembalikan logam itu tadi kepada anak kecil itu.
"ada apa tania, kenapa kau dari tadi diam saja.apa kau memikirkan sesuatu?" ucap naima memecahkan keheningan tania.
" apa kau tau anak kecil tadi, dia bukan anak kecil sembarangan. dia anak kecil dari keluarga pratama. kau lihat logam ini, ini logam berharga yang pratama punya. ini di buat di Australia dengan harga jutaan." ucap tania yang langsung berkeringat dingin.
"lalu" jawab naima.
tania menghela napas, lalu menatap naima dengan serius.
" pria yang kau kagumi di iklan televisi waktu itu. pria itu adalah keponakan anak kecil tadi "
naima melotot kan matanya. dia tidak percaya bahwa anak kecil itu adalah keponakan dari pria yang sudah menghancurkan masa depannya.
"kau kagetkan" ucap tania.
"tidak" Jawab naima datar.
"kau serius gak kaget seperti aku. tapi naima aku takut menyimpan benda ini. kau saja yang simpan" ucap tania memberikan logam itu ke tangan naima.
" ko jadi aku tania" tolak naima.
" kau kan jarang ke luar, naima. kalau aku kan harus bekerja di club itu. aku takut karna ini, aku jadi bermasalah. tolong aku yah kali ini"ucap tania memohon pada naima.
"Baiklah.. " Jawab naima.
sesudah mereka makan di restoran itu. mereka memutuskan untuk pulang ke villa
sebelum nai ke mobil, tania menatap naima di sampingnya.
"besok lusa aku akan ke Landon.karna pacarku akan memperkenalkan kan ku kepada keluarganya yang ada disana, aku juga tidak tau kapan aku pulang. cuma aku gak janji sama pacarku, aku takut meninggal mu sendiri di sini. " ucap tania.
~