NovelToon NovelToon
Raja Cahaya Yang Mencintai Ratu Kegelapan

Raja Cahaya Yang Mencintai Ratu Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis
Popularitas:761
Nilai: 5
Nama Author: leona athena

menceritakan seorang raja kehidupan yang tertarik dengan sang ratu kematian yang dia baca di sebuah buku legenda sang ratu kematian yang sangat cantik dan dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leona athena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14 : hadiah di antara dua dunia

Setelah tubuhnya diturunkan dan ikatan sihir yang mengikatnya hilang sepenuhnya, Raja Xavier berdiri tegak di tempatnya. Ia tidak bergerak mendekat sedikit pun, tetap menjaga jarak yang cukup jauh di antara dirinya dan singgasana tempat Elara duduk.

Ia paham. Ia tahu betapa sulitnya bagi Elara untuk percaya, betapa butuh waktu baginya untuk melepaskan benteng pertahanan yang telah ia bangun selama ribuan tahun. Oleh karena itu, ia tidak ingin memaksakan apa pun. Ia ingin menunjukkan bahwa ia menghormati ruang dan batasan yang sang Ratu inginkan.

Dengan gerakan yang lembut dan hati-hati, Xavier mengeluarkan kotak kayu kecil yang ia bawa sejak berangkat dari kerajaannya. Kotak itu diukir dengan motif bunga-bunga yang halus, dan di atasnya masih terasa hangat karena dijaga erat di dekat tubuhnya selama perjalanan jauh.

Xavier membuka tutup kotak itu perlahan. Dari dalamnya, terlihat benda-benda yang telah ia siapkan dengan penuh perhatian.

Ada rangkaian bunga mawar berwarna putih dan emas yang tumbuh subur di kerajaannya, bunga yang melambangkan kesucian dan kehidupan yang abadi. Ada pula benih bunga-bunga yang disukai Elara—mawar hitam, anggrek bulan, dan kaktus kristal yang diambil dari tempat tumbuhnya yang terbaik, agar bisa tumbuh dengan indah di sini. Dan yang paling istimewa, ada sekuntum bunga bulan yang tumbuh di kebun istananya, yang telah ia rawat sendiri dengan tangan selama berbulan-bulan lamanya. Bunga itu berkilau putih bening, sama persis dengan yang tumbuh di sini, dan memancarkan cahaya lembut yang menyejukkan.

Xavier mengangkat kotak itu dengan kedua tangannya, dan dengan kekuatan sihirnya yang halus dan lembut, ia membuat kotak itu melayang perlahan menuju ke arah Elara, bergerak dengan kecepatan yang lambat sehingga tidak terasa mengancam sama sekali.

"Ini untukmu, Yang Mulia," ucapnya dengan suara yang tenang dan hangat. "Ini hanyalah hal-hal kecil, tapi aku berharap kau menerimanya sebagai tanda hormat dan perasaanku. Aku datang bukan untuk mengambil apa pun darimu, melainkan hanya ingin memberikan sesuatu yang sederhana, sesuatu yang aku miliki, untuk orang yang aku sayangi."

Kotak itu berhenti tepat di hadapan tangga, tidak sampai di dekat tubuh Elara, tetap berada di jarak yang aman, sesuai dengan batasan yang ia buat sendiri.

Elara menatap kotak yang melayang di hadapannya. Matanya yang tadinya kosong dan dingin kini dipenuhi kebingungan yang makin dalam. Ia menatap benda-benda di dalamnya, lalu menatap kembali ke arah Xavier yang tetap berdiri di tempatnya, tidak berusaha mendekat sedikit pun.

Semuanya terasa sangat asing baginya. Selama ini, semua orang yang datang ke sini selalu ingin mengambil sesuatu darinya. Mereka ingin kekuasaannya, ingin hartanya, atau bahkan nyawanya. Tidak ada satu pun yang datang hanya untuk memberi, tanpa pamrih, tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

Elara tetap diam. Tangannya yang putih dan ramping tetap diam di atas tubuh Gargoyle yang masih berbaring di pangkuannya, namun matanya tidak lepas menatap pria di hadapannya itu. Di dalam hatinya, ribuan pertanyaan terus berputar-putar, membuatnya bingung dan tidak bisa menerima keadaan ini begitu saja.

Untuk apa? batinnya. Untuk apa dia melakukan semua ini?

Ia menatap Xavier, dan akhirnya ia berbicara kembali, suaranya masih dingin dan penuh keraguan, namun tidak lagi mengandung amarah atau ancaman seperti sebelumnya.

"Kau adalah Raja Kehidupan..." ucapnya perlahan, kata-katanya keluar satu per satu seolah ia sedang memikirkan setiap maknanya. "Kau memegang kekuatan yang melahirkan, yang menumbuhkan, yang membuat segala sesuatu bergerak dan hidup. Sedangkan aku... aku adalah Dewi Pencabut Nyawa. Aku memegang kekuatan yang mengakhiri, yang memadamkan, yang membuat segala sesuatu berhenti dan hilang. Kita adalah dua hal yang bertolak belakang, dua sisi yang tidak bisa bersatu. Kita adalah kebalikan satu sama lain."

Elara menundukkan kepalanya sedikit, seolah ia sedang berbicara bukan hanya pada Xavier, tapi juga pada dirinya sendiri.

"Seluruh dunia tahu bahwa kita adalah hal yang bertentangan. Orang-orang hidup karena aku tidak menjemput mereka, dan mereka mati karena aku datang untuk mengambilnya. Apa yang ada padaku yang bisa menarik perhatian orang sepertimu? Apa yang bisa aku berikan padamu? Aku tidak punya apa-apa selain kekuatan yang menakutkan, dan masa lalu yang penuh dengan darah dan air mata."

Ia menatap kembali ke arah Xavier, tatapannya kembali menjadi tajam namun penuh keraguan.

"Kau bilang kau tidak menginginkan apa pun dariku. Tapi itu tidak masuk akal. Tidak ada orang yang melakukan sesuatu tanpa alasan. Tidak ada orang yang memberikan sesuatu tanpa mengharapkan balasan. Aku sudah hidup ribuan tahun, aku sudah melihat segala macam tingkah laku manusia. Mereka yang bersikap baik hari ini, bisa berubah menjadi orang yang paling kejam besok. Mereka yang memujimu hari ini, bisa menjadi orang yang mengutukmu besok."

Elara berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih rendah, seolah ia sedang membuka luka lama yang masih terasa sakit.

"Aku pernah percaya. Aku pernah membuka hatiku. Aku pernah menganggap orang-orang sebagai sahabat, sebagai keluarga. Tapi apa yang aku dapatkan? Mereka menusukku dari belakang. Mereka ingin membunuhku. Mereka ingin mengambil apa yang aku miliki. Mereka hanya melihat kekuatanku, bukan diriku sebagai orang yang memiliki perasaan, yang bisa terluka, yang bisa merasakan sakit dan kesepian."

Suara Elara sedikit bergetar, meski ia berusaha menahannya.

"Jadi katakan padaku... untuk apa kau datang ke sini? Untuk apa orang yang memegang kekuatan kehidupan mau mendatangi orang yang memegang kekuatan kematian? Apa yang membuatmu rela menempuh perjalanan yang berbahaya, melewati penjagaanku satu per satu, dan berdiri di sini di hadapanku? Apa yang sebenarnya kau inginkan dari diriku yang tidak memiliki apa-apa selain beban dan kesedihan ini?"

Ia bertanya dengan sungguh-sungguh. Bukan lagi untuk mencari kesalahan atau untuk menuduh, tapi karena ia benar-benar tidak mengerti. Ia tidak bisa memahami bagaimana mungkin ada orang yang bisa melihat lebih dari sekadar kekuatan yang ia miliki. Bagaimana mungkin ada orang yang mau mendekatinya, padahal ia tahu bahwa ia adalah orang yang membawa akhir bagi segalanya.

"Bagaimana mungkin ada orang yang mau mendekatiku?" bisiknya pelan, hampir tidak terdengar. "Aku ini orang yang hanya bisa mengambil, tidak bisa memberi. Aku ini orang yang hanya membawa kematian, bukan kehidupan. Apa gunanya aku bagimu?"

Ia masih tidak bisa percaya. Seluruh pengalaman hidupnya, segala hal yang ia alami selama ribuan tahun, semuanya bertentangan dengan apa yang terjadi sekarang. Baginya, ini semua tidak masuk akal. Ini terlalu indah untuk menjadi kenyataan, dan ia takut sekali jika ini hanyalah mimpi, atau hanya sebuah tipuan yang lebih halus dari yang pernah ia alami sebelumnya.

Namun, di saat yang sama, ada perasaan aneh yang terus muncul di dalam hatinya. Perasaan yang membuatnya tidak bisa menyakiti orang ini, perasaan yang membuatnya merasa damai saat melihatnya, perasaan yang membuat hatinya yang beku itu perlahan mulai meleleh sedikit demi sedikit. Perasaan itu membuatnya makin bingung, karena ia tidak tahu apa artinya itu semua.

Ia menatap Xavier, menunggu jawaban. Ia ingin tahu, ia ingin mengerti, meski ia masih belum bisa percaya sepenuhnya.

 

Bersambung...

1
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya diterima juga😊
𝐀⃝🥀Weny
pembukaan ceritanya sangat bagus dan bikin penasaran😊
leona: hihihihi/Hey/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!