NovelToon NovelToon
Dimana Waktuku?

Dimana Waktuku?

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Wanita
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Nayla

tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.

buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Ini benar-benar buruk! Ucap Zelka, ia dan orang orang di kelompok nya tidak satupun yang memiliki sihir ruang.

Alhasil semua kepala buruan terpaksa di gantung di kuda.

" Kita kembali lebih dulu saja" Usul Zender, pemuda itu juga kebingungan, ia memburu terlalu banyak hewan dan membawa mereka semua sekaligus.

"Tidak!

" Kita buang sebagian! Ucap Zelka.

"Apa? Semua orang di buat cengo oleh jawaban Zelka, mereka lalu saling tatap bergantian.

Ini bukan masalah sayang di buang, tapi masalah nya kepala hasil buruan mereka adalah kepala dengan nilai point yang tinggi, bukankah keterlaluan membuang kepala hasil kerja keras itu?

"Kembali ke arena lebih awal justru lebih baik" Ucap Zender menentang Zelka, pemuda itu lalu menggerakkan jari nya menunjuk langit.

"Sebentar lagi waktu nya matahari terbenam" Lanjut pemuda itu.

Zelka melihat langit, memang benar warna nya hampir oren yang berarti sebentar lagi matahari terbenam, ia lalu memikirkan ucapan Zender.

"Kita kembali" Ucap nya menaiki kuda.

"Baik!

Dengan serempak anggota kelompok Zelka menaiki kuda masing-masing kembali lebih dulu dari area hutan menuju Arena.

" Klatak klatak klatak " Langkah ramai kuda terdengar jelas dari samping kelompok Zelka.

Pemuda itu langsung waspada, ia lalu segera mengaktifkan sihir pelindung baja mengitari kelompok nya.

"Waspada!!

" Ada sekitar 20 orang yang mendatangi kalian!! Ucap Sevalio panik dipikiran Zelka Zender dan Ashley.

"Apa?! Mereka semua terkejut, namun belum sempat mencerna, sebuah anak panah ditembakkan.

" Boom!! Anak panah itu meledak saat menyentuh pelindung milik Zelka.

Beruntung nya Zelka memasang pelindung lebih dulu sebagai antisipasi.

"Hyattt!!! Banyak orang mulai mengepung jalur kelompok Zelka, mereka memegang anak panah yang siap ditembakkan kapan pun.

" Terus maju!!

"Tabrak semua yang menghalangi!! Perintah Zelka mempercepat laju kuda nya.

" Ctass!

"Ctass! Anak panah berbalut api itu kemudian di tembakkan pada pasukan Zelka.

" Boom!

"Boom!

Satu persatu anak panah meledak setiap menyentuh pelindung pemuda itu.

Zelka sedikit panik, mana nya tinggal sedikit bahkan mungkin sebentar lagi habis, itu artinya jika terpaksa bertarung, ia harus bertarung menggunakan pedang.

" Dasar pengecut! Ucap seseorang, ia menarik panah nya kuat dan membidik sang pemimpin barisan.

"Mati kau Silva!

" Ctass!

"Boom!!

Anak panah itu meledak dan berhasil menonaktifkan sihir pelindung milik Zelka.

" Ck! Pemuda itu berdecak lidah kesal, ia lalu menghentikan kuda nya dan berbalik.

"Zender tetap bersama ku!!

" Ashley!!

"Bawa mereka semua menuju arena secepat mungkin!!! Teriak pemuda itu.

Ashley mengangguk, ia kini berganti memimpin barisan kelompok menuju Arena, tugas nya hanya satu, cukup kembali dengan tubuh yang masih utuh.

" Hyatt!!!

"Kau gila! Sarkas Zender, pemuda itu menatap kesal pasukan musuh di hadapan nya, sebenarnya ini kompetisi berburu hewan atau manusia sih?!

" Angkat pedang mu!

"Kita ulur waktu selama mungkin! Ucap Zelka turun dari kuda nya.

" Ck! Zender berdecak lidah kesal, ia hanya lah seorang penyihir yang kebetulan bisa pedang, bukan seorang pendekar ataupun kesatria.

"Kalian sungguh membiarkan gumpalan manusia itu dipimipin oleh anak kecil? Tanya seorang pemuda berambut merah di hadapan mereka.

" Apa maksud mu?

"Bukankah kita juga anak kecil? Ucap Zelka memiringkan kepala menatap pemuda di hadapan nya.

"Ha?!

" Apa maksud mu kita juga anak kecil?!

"Usia ku tahun ini genap 13 tahun sialan!!

Ucap pemuda itu kesal sambil melangkah turun dari kuda nya.

" Booohhh!

"Aku dan adikku 14 tahun sialan!! Ucap Zelka menertawakan pemuda berambut merah itu.

" Apa?!!! Emosi pemuda itu memuncak, kini wajah dan rambut nya sama sama merah padam.

Aiden Ignatius Karsa, seorang pendekar pedang berapi-api yang berasal dari keluarga duke Karsa, Aiden bukan lah calon pewaris, ia hanyalah anak ke tiga keluarga duke Karsa yang saat ini berusia 13 tahun.

"Akan kuladeni kau Silva!! Teriak pemuda itu berapi-api, ia mengenggam pedang nya yang diselimuti api dengan erat.

" Apa? Zelka dan Zender mengernyit heran, mereka lalu saling tatap satu sama lain.

"Mungkin kau adalah satu-satunya orang yang memanggil kami Silva" Ucap Zender pada Aiden.

"Apa?

" Memang nama kalian itu siapa? Tanya pemuda itu cengo, ia juga tidak tahu apa alasan nya memanggil mereka Silva.

"Apa?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!