NovelToon NovelToon
Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda / Tamat
Popularitas:881.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Dikhianati dan dipermalukan, Nafiza Azzahra, wanita bercadar yang lembut, mendapati pernikahannya hancur berantakan. Dipaksa memulai hidup baru, ia bertemu Zayn Al Malik, CEO muda yang dingin dan tak tersentuh, Namun, sesuatu dalam diri Nafiza menarik Zayn, membuatnya mempertanyakan keyakinannya. Di tengah luka masa lalu, benih-benih asmara mulai bersemi. Mampukah Zayn meluluhkan hati Nafiza yang sedang terluka? Dan bisakah mereka menemukan cinta sejati di tengah badai pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Farhan masih terduduk lemas di depan pintu rumah nafiaza, merasakan tetes hujan yang jatuh bagai air mata langit yang ikut menertawakan kebodohannya. Setiap tetesnya terasa dingin, menusuk kulitnya, seolah mencerminkan dinginnya penyesalan yang kini merasuk ke dalam jiwanya.

Riana, dengan angkuhnya, memeluknya erat, aroma parfumnya yang menyengat, Lily of the Valley, menusuk hidung Farhan, membuatnya semakin mual dengan situasi ini. Aroma yang dulu memabukkan, kini terasa seperti racun yang perlahan-lahan membunuhnya.

Bahkan saat ini, dalam penyesalan yang mendalam, ia masih terikat dengan Riana, wanita yang dulu ia puja sebagai simbol kebebasan dari perjodohan yang membelenggu, kini ia sadar, Riana adalah simbol keegoisannya.

"Mas farhan, ayo kita pergi dari sini. Untuk apa kamu mengharapkan wanita yang sudah jelas-jelas tidak menginginkanmu?" bisik Riana, suaranya mengandung kemenangan yang pahit di telinga Farhan, terasa seperti ejekan yang kejam.

Farhan tidak menjawab. Pikirannya kosong, hatinya hancur berkeping-keping, dan hampa seolah tidak ada setitik harapan. Ia merasa ini, telah dibutakan oleh kebencian pada perjodohan itu, pada Nafiza yang menjadi simbol keterpaksaannya. Ia tidak pernah berusaha melihat Nafiza sebagai seorang individu, seorang wanita dengan hati dan perasaan, seorang istri yang tulus bertahan segala sikap acuhnya.

Tiba-tiba, pintu kembali terbuka. Bukan Abi Nafiza yang muncul, melainkan Umi Maryam. Wajahnya teduh, namun matanya memancarkan kekecewaan yang mendalam, bagai jurang yang tak bertepi. Di tangannya tergenggam sebuah kotak kecil berbulu lembut.

"Farhan," panggil Umi Maryam lembut, namun suaranya sarat akan kesedihan dan kekecewaan, membuat hati Farhan semakin teriris. "Nafiza menitipkan ini untukmu. Mungkin ini bisa menjadi pengingat atas kebodohanmu, pengingat bahwa kamu pernah menyia-nyiakan seorang bidadari yang dikirimkan Tuhan untukmu."

Umi Maryam menyerahkan kotak itu kepada Farhan. Dengan tangan gemetar, seolah takut isinya akan membakarnya, Farhan menerimanya. Dibukanya kotak itu, dan ia terkejut melihat isinya: sebuah cincin pernikahan. Cincin perak sederhana dengan ukiran nama mereka berdua, cincin yang dulu dengan enggan ia sematkan di jari manis Nafiza, sebagai formalitas belaka, kini menjadi saksi bisu atas kehancuran rumah tangganya.

"Cincin ini adalah simbol ikatan suci yang telah kamu hancurkan, ikatan yang seharusnya kamu jaga dan hargai, namun kamu sia-siakan karena kebodohanmu, karena keangkuhanmu. Jangan pernah lupakan itu," ucap Umi Maryam, suaranya bergetar menahan tangis, namun tetap terdengar tegas dan menusuk relung hatinya. Kemudian, tanpa sepatah kata lagi, Umi Maryam menutup pintu, meninggalkan Farhan yang terpaku dengan cincin di tangannya, merasakan beratnya penyesalan yang menghimpit dadanya.

Riana mendengus sinis melihat kejadian itu. "Sudahlah, Mas. Ayo kita pergi, bukankah ini yang kita inginkan selama ini. Jangan buang waktumu untuk hal yang tidak berguna. Wanita itu sudah tidak berarti apa-apa lagi dalam hidupmu. Ingat mas sekarang kau akan menjadi calon ayah! Kau harus prioritaskan aku dan anak kita bukan wanita kampung itu!"

Dengan enggan, Farhan bangkit dan mengikuti Riana menuju mobilnya. Jantungnya berdenyut nyeri, serasa diremas kuat. Ia menatap rumah Nafiza sekali lagi, berharap bisa melihat wajahnya di balik jendela. Wajah yang selama ini ia abaikan, wajah yang baru sekarang ia sadari menyimpan kelembutan dan ketulusan yang tak ternilai harganya. Namun, yang dilihatnya hanyalah kegelapan, jendela itu tertutup rapat.

Di dalam kamar, Nafiza terduduk di tepi ranjang, memeluk erat Bantar gilingnya.

"Kenapa, Ya Allah? Kenapa aku harus mengalami ini? Kenapa aku harus terikat dengan pria yang tidak pernah menganggap aku ada?" ratap Nafiza dalam hati. Rasa sakitnya semakin menjadi-jadi, seolah ada pisau tajam yang mengiris-iris hatinya tanpa ampun.

Ia teringat saat-saat ia berusaha menjadi istri yang baik, berusaha mencintai Farhan meskipun ia tahu cintanya tidak berbalas. Ia selalu berharap Farhan akan melihatnya, akan menghargainya, akan mencintainya. Namun, semua itu hanyalah mimpi belaka. Farhan telah menghancurkan segalanya dengan memilih wanita lain, wanita yang ia kira bisa memberinya kebebasan, namun ternyata hanya memberinya kepedihan.

Tiba-tiba, Nafiza merasakan sakit yang luar biasa di perutnya. Rasa sakit itu datang tiba-tiba, melilit perutnya seperti cengkeraman tangan yang kuat. Ia memegangi perutnya erat-erat, mencoba menahan rasa sakit yang semakin menjadi-jadi.

"Umi ... Abi ..." panggil Nafiza lirih, suaranya tercekat di tenggorokan. Ia merasa tubuhnya lemas dan pandangannya mulai kabur.

Umi Maryam dan Abi Nafiza segera berlari menuju kamar Nafiza. Mereka terkejut melihat Nafiza yang kesakitan dan pucat pasi, tergeletak di lantai dengan keringat dingin membasahi dahinya.

"Nafiza, kamu kenapa, Nak?" tanya Umi Maryam panik, mendekati putrinya dengan cemas.

"Perutku sakit sekali, Umi ... sakit sekali," jawab Nafiza dengan suara bergetar, air mata terus mengalir di pipinya. Ia merasa tidak kuat lagi menahan rasa sakit itu.

Tanpa membuang waktu, Abi Nafiza segera menggendong Nafiza dan membawanya ke rumah sakit. Wajahnya tegang dan penuh kekhawatiran. Umi Maryam dan Zahra mengikuti dari belakang dengan perasaan cemas dan khawatir yang sama.

Di perjalanan menuju rumah sakit, Nafiza terus mengerang kesakitan. Ia mencengkeram erat tangan Umi Maryam, mencari kekuatan.

"Ya Allah, berikanlah aku kekuatan ... selamatkanlah aku ..." doa Nafiza dalam hati, berharap ia bisa melewati cobaan ini dengan selamat.

Di rumah sakit, Nafiza segera dilarikan ke ruang gawat darurat. Umi Maryam, Abi Nafiza, dan Zahra menunggu dengan cemas di ruang tunggu. Suasana di ruang tunggu terasa tegang dan mencekam. Orang-orang di sekitar mereka tampak lelah dan khawatir. Suara langkah kaki petugas medis dan bunyi peralatan rumah sakit semakin menambah ketegangan suasana.

"Ya Allah, selamatkanlah putriku," doa Umi Maryam lirih, air mata terus mengalir di pipinya. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika sesuatu yang buruk menimpa Nafiza.

Abi Nafiza berusaha menenangkan istrinya, meskipun hatinya sendiri diliputi kecemasan yang sama. "Kita serahkan semuanya kepada Allah, Umi. Insya Allah, Nafiza akan baik-baik saja. Kita harus percaya pada pertolongan-Nya."

Zahra hanya bisa terdiam, menggenggam erat tangannya, melantunkan doa-doa untuk kesembuhan kakaknya. Ia merasa marah dan tidak berdaya melihat kakaknya menderita. Ia ingin sekali membalas dendam pada Farhan dan Riana yang telah menyebabkan semua ini.

Setelah beberapa jam yang menegangkan, seorang dokter keluar dari ruang gawat darurat. Umi Maryam, Abi Nafiza, dan Zahra segera menghampirinya dengan tatapan penuh harap.

"Bagaimana keadaan putri saya, Dokter?" tanya Abi Nafiza dengan nada cemas yang tak tertahankan.

Dokter menghela napas. "Kami sudah melakukan yang terbaik. Kondisi pasien sudah stabil, tapi..." Ia berhenti sejenak, membuat Umi Maryam semakin cemas.

"Tapi apa, Dokter?" tanya Umi Maryam tidak sabar, merasa jantungnya berdebar semakin kencang.

Bersambung ....

1
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
menyesal karena sudah tau wajah asli Nafiza. Coba klau belum tau dan belum terbuka cadarnya, mana mau dia minta maaf seperti itu. dia cuma tertarik dengan melihat wajahnya, klau belum, dia pasti akan merendahkan Nafiza lagi 😑
Jetva
GA USAH BERTANYA...KAMU MENYAKITI ORG LAIN TANPA RASA BERSALAH SEDIKITPUN...
Dinatha: permisi 🙏
Yuk hadir dan baca karya saya ya😊🥰
Judul : "Ayah Anakku Teman Kuliahku"

Sinopsis :
Apa Jadinya jika sepasang mahasiswa yang terjebak dalam gaya hidup bebas terpaksa berpisah demi tuntutan realita dan kembali ke kampung halaman masing-masing. Bertahun-tahun kemudian, sebuah perjalanan bisnis mempertemukan sang pria dengan seorang anak perempuan cantik, Gembul dan cadel yang mewarisi mata dan senyum manisnya.
Apakah Fakta akan terungkap dan mereka bisa bersatu karena status ekonomi yang berbeda?

Simak juga keseruan dan kelakuan ajaib sepasang bocah gembul yang masih cadel..
total 1 replies
Jetva
Riana ga jelas..Larissa ga jelas...🤔🤔 keduanya hilang begitu saza...
Jetva
koq baju operasi sih thor..🙄🙄🤔🤔🤔
Jetva
lah..Larissa gimana setelah bebas...ortunya gimana..🤔🤔🤔
Jetva
Anak perempuan lo bajingan🙄🙄
Jetva
PELAKOR SELALU MERASA DIRINYA LEBIH HEBAT DARI ISTRI SAH...TAPI PELAKOR SELAMANYA TAK BISA MENJADI YG PERTAMA🤣🤣🤣DIA AELALU MENJADI YG KESEKIAN🤣🤣🤣IRI N DENGKI ITU MERKNYA..KRN KLO GA IRI N DENGKI GA MUNGKIN JD PELAKOR🤣🤣🤣LUPA...JUGA GA PUNYA MALU, HANYA PUNYA KEMALUAN🤣🤣🤣🤣
Jetva
lupa diri liat paras cantik...coba klo lo ga liat paras cantik ..tetap aza berkubang lumpur dosa dgn wanita murahan...
Jetva
TALAK 3 APA BISA RUJUK..??? APA NAF GA NGOMONG KLO UDH TALAK 3..MAKANYA ORG TUA NAF GA NGOMONG KLO DIA UDH DITALAK 3..??
Nona Sifa
mau 1donk cowok kaya zayn🤭😄
YuWie
zay amatir ya barubtau isteinya perawan krn lihat noda. apa malamnya gak kesulitan ketiga jebol gawang 🤣
YuWie
kok ada yg hilang ya... zay gak terkejut giru klo istrinya masih perawan... gak seru ya part ini dilewarkan.
YuWie
talaknya kan sdh talak 3 naf..kenapa masih saja kau menangisi suami tak tau diri itu..apalagi kau blm disentuh kan alias masih perawan.
wan
🌹Widian,🧕🧕🌹
ternyata Nafiza gadis cantik sholeha nan tegar......moga kamu bertemu jodoh yg sholeh, dan lupakan saja si suami tukang selingkuh
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
Raihan siapa kak?
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: Sama-sama Kak 😁, aku baru nemu cerita kakak, jadi baru baca sekarang/Grievance/
total 2 replies
Yuliati Soemarlina
cobaan awal pernikahan..
Yuliati Soemarlina
nafisah masa ngerti tugas istri pd mlm pertama..dia sdh dewasa..walaupun blm tersentuh sama si farhan
Yuliati Soemarlina
farhan memang kamu bodoh...riana itu hamil dg lelaki lain..kamu hanya dimanfaatkan mereka..rasakan penyesalanmu yg sdh me nyia" kan istri sholehah
Yuliati Soemarlina
kenapa farhan keukeuh ingin balik ke nafisa..dia jan sdh menjatuhkan talak 3 ???..yg artinya tdk dapat menikah kembali kecuali mereka menikah dulu dg yg lain
Suniati Sampit
Ish .. emang ya Farhan neh ga tau diri banget, udah lah menyia-nyiakan istri bak bidadari, setelah tau wajah cantik nya eh malah minta balikan lagi. kalo gue jadi Nafiza ogah banget deh rujuk ama dia si Farhan itu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!