Pernikahan Arga dan hana awalnya tampak sempurna. Sepuluh tahun kebersamaan, satu ikatan suci, dan kepercayaan yang tak pernah ia ragukan. Hingga suatu hari, Arga menemukan kebenaran yang menghancurkan seluruh hidupnya—istri yang ia cintai ternyata adalah perempuan yang diam-diam menjadi kekasih dari satu-satunya darah daging yang ia miliki: abang kandungnya sendiri. Perselingkuhan itu bukan terjadi semalam. Ia tumbuh perlahan, berakar dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Setiap senyum yang Arga kira tulus, setiap pelukan yang ia anggap rumah, ternyata menyimpan pengkhianatan yang terencana. Di antara dosa, rasa bersalah, dan luka yang tak terucap, Arga terjebak dalam dilema: mempertahankan pernikahan yang sudah tercemar, atau melepaskan semuanya—termasuk ikatan saudara yang sejak kecil ia jaga dengan nyawa. Ketika kebenaran terungkap, tak ada lagi yang benar-benar menjadi pemenang. Karena terkadang, pengkhianatan paling menyakitkan bukan datang dari orang asing, melainkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruang senandika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu
" Maka dari itu aku ingin mengakhiri hubungan kita..." Ucap Hana
"Jangan...!" Ucap arka langsung mendongak dengan wajahnya yang sudah memerah. Ia langsung menatap sendu hana.
" Jangan katakan itu... Sampai kapanpun aku tidak pernah mau hubungan kita berakhir...!" Ucap arka berkata begitu tegas walau air mata nya masih terus mengalir.
" Aku akan segera menikah... Kita tidak bisa terus melanjutkan hubungan kita arka " ucap Hana.
Arka mendekati hana yang masih terduduk. Ia bersimpuh memegang tangan hana. Menatap intens mata kucing tersebut.
" Pernikahan itu tidak akan pernah terjadi... Aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi..." Ucap arka dengan wajah datar penuh keyakinan
" Dengar Hana.. Aku akan memperjuangkan hubungan kita... A-aku akan berusaha menggagalkan perjodohan itu... Kau tenang saja..." Lanjut arka masih dengan menatap intens hana dengan tangan yang masih menggenggam erat. Hana menggeleng pelan membalas tatapan arka. Air mata nya masih terus mengalir membasahi pipi mandu nya.
" Itu sulit... Dan aku tidak mau mengecewakan orang tua ku..." Ucap Hana sembari membalas genggaman tangan arka
" Aku berjanji akan membuat mereka yakin bahwa aku memang pantas untuk mu... Ku mohon jangan akhiri hubungan ini sayang .." ucap arka terisak menenggelamkan wajah nya di pangkuan Hana dengan tangan yang masih menggenggam erat.
" A-aku tidak bisa arka..." Ucap arka
" Tidak... Apapun yang terjadi hubungan kita tidak boleh berakhir..." Ucap arka, membuat Hana untuk berdiri Memegang wajah Hana ,dan menempelkan hidung nya. Begitupun hana yang memegang pergelangan tangan arka. Air mata mereka masih terus mengalir.
" Aku akan terus bersama mu... Percayalah bahwa kita akan terus bersama apapun keadaannya...Aku berjanji atas itu..." Kata arka masih dengan wajah mereka yang sangat dekat.
#
Mrs. Mira terus menatap lurus memikirkan apa yang akan ia katakan pada Mr. Juna yang sekarang berada di hadapan nya.
" Aku ingin bertanya..." Ucap Mrs Mira Membbuat Mr. Juna menaikkan satu alis nya menatap penuh penasaran pada Mrs. Mira.
"Siapa nama kekasih hana...?" Tanya datar Mrs Mira membuat wajah Mr. Juna berubah masam. Kenapa Mrs. Mira membahas hal itu. Apakah ada suatu masalah yang bersangkutan dengan kekasih hana.
" Kenapa?... Apa yang penting untuk mu dari hal itu...!" Tanya Mr Juna
" Tentu sangat penting!... Ini juga bersangkutan dengan anakku!... Katakan siapa nama kekasih anak mu itu...?!" Ucap Mrs Mira dengan datar membuat Mr. Juna mengkerutkan keningnya. Apa hubungan dengan Lisa. Setau nya hana sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan arka.
" Arka..." Ucap Mr Juna
" Marga nya...?" Tanya Mrs. Mira bertanya lagi untuk memastikan kecurigaan nya. Mr. Juna menaikkan bahu nya.
" Aku tidak tau... Tapi seperti nya nama nya hanya itu..." Jawab mr Kim membuat Mrs. Mira tertegun sejenak. Apakah perkiraan nya benar. Beberapa hal sudah terpikirkan sejak tadi malam saat tak sengaja melihat hana di kafe dengan arka
Flashback
Mrs. Mira yang baru saja pulang dari kantor tak sengaja melihat mobil arga yang berada di depan kafe sederhana. Jelas ia sangat tau dengan mobil yang di kendarai anak nya. Karena ia sendiri yang membelikannya. Keningnya mengkerut saat melihat hana yang baru saja keluar mobil. Yang membuat nya heran adalah kenapa hanya hana yang keluar, sedangkan arga justru pergi dengan mobil entah kemana. Dan jika mereka berdua berkencan tidak mungkin di kafe sederhana seperti itu.
Mrs. Mira sangat tau bagaimana arga yang sangat anti dengan hal-hal yang tidak mewah. Merasa ada yang tidak beres. Akhirnya Mrs. Mira turun dari mobil dengan pakaian yang cukup tertutup. Penyamaran nya cukup baik saat ini. Ia segera memasuki kafe itu, dan mengetahui hana yang ternyata berada di rooftop. Mrs. Mira segera mendudukkan diri tak jauh dari tempat hana. Mrs. Mira menunggu cukup lama dan tau semua pembicaraan hana dan arka. Yang membuat nya sedikit terkejut adalah wajah arka yang menurut nya tidak asing.
Mrs. Mira pun menyaksikan momen mesra keduanya. Ia marah melihat itu. Merasa tidak terima karena arga harus tersakiti. Mendengar pembicaraan arka yang menolak hubungan mereka berakhir membuat Mrs Mira naik pitam. Hati nya sudah memikirkan rencana licik.
" Anak yang sangat mengagumkan, dia begitu berani... Tapi maaf nak, hidup mu tidak akan tenang setelah mengusik anak ku..." Ucap pelan Mrs. Mira menatap keduanya dengan senyuman miring dan sambil bergumam juga dalam hati. Setelah itu ia segera pergi dari tempat itu. Tak lupa tadi ia juga sempat merekam Vidio momen mesra itu.
Flashback end.
" Sialan...!" Umpat Mr. Juan mengumpat marah, tangannya tangannya mengepal erat. Ia kira hubungan anak nya dan arka sudah berakhir, tapi justru malah terlihat masih baik-baik saja.
" Anak itu sungguh berani...!" Ucap Mr Kim yang membuat Mrs. Mira mengangguk setuju.
" Aku cukup kagum dengan nya karena mau memperjuangkan cinta nya... Tapi aku tidak akan tinggal diam kalau ini menyangkut arga... Kedekatan mereka berdua hanya akan membuat anakku sakit hati..." Ucap Mrs Mira
"Jangan batalkan perjodohan anak kita... Aku berjanji akan melakukan apapun untuk memisahkan mereka..." Ucap Mr. Juna sembari menatap memohon Mrs. Mirs.
" Tidak perlu... Aku serahkan pada Arga jika dia ingin membatalkan perjodohan ini maka itu akan terjadi dan kerjasama kita aku akan terus semuanya dari hidup kalian dan aku yakin Arga bisa menyelesaikan ini... Kita hanya perlu membatasi hana agar tidak terlalu sering bersama kekasihnya... Aku yakin Arga sudah memikirkan rencana... " Ucap Mrs Mira dengan senyuman tajam
" Kekasih hana bukan lawan yang setara dengan kita... Dia hanya orang berkehidupan sederhana kan? Dia tidak akan berhasil melawan kita..." Jelas Mrs. Mira. Mrs. Murs tipe orang yang tidak suka bersaing dengan orang yang tidak setara dengannya. Menurut nya itu akan terlihat begitu lemah karena hanya berani pada orang biasa. Mr. Juna terdiam cukup lama, hingga akhirnya mengangguk setuju. Perkataan Mrs. Mira ada benarnya. Meladeni arka hanya menguras tenaga dan pikiran nya.
#
Arka takkan bisa melawan nya. Arga dan hana baru saja keluar dari mobil di area kampus. Tentu pagi ini mereka berangkat bersama.
Seseorang mendekati mereka, dan langsung memegang tangan hana dengan senyuman lebar dan terlihat begitu bahagia. Arga yang melihat itu mengkerutkan kening nya. Arga teringat pada kejadian kemarin ia bertabrakan dengan orang di depannya. Melihat orang itu memegang tangan tunangan nya membuat nya naik pitam.
" Kau tidak sopan...!" Ucap Arka dengan wajah marah nya langsung melepaskan genggaman itu dan menatap orang di depannya dengan penuh kekesalan. Arka yang memang sadari tadi melihat Arga masih menganggap arga adalah teman hana. Ia pun tersenyum pada arga dan menyodorkan tangannya.
" Arka." Ucap Arga hanya diam menatap tangan arka. Ia tidak membalas ucapan . Ternyata wanita yang kemarin ????