NovelToon NovelToon
Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

​"Sialan! Kenapa transmigrasiku tidak memberiku kekuatan super?!"

​Ye Xuan adalah seorang pemuda dari Bumi yang terbangun di Benua Sembilan Cakrawala, sebuah dunia di mana para kultivator bisa membelah lautan dengan satu tebasan pedang. Sialnya, ia menempati tubuh seorang Tuan Muda Klan Ye yang dibuang karena tidak memiliki bakat kultivasi sedikit pun.

​Tanpa energi spiritual, tanpa sistem bela diri, Ye Xuan terpaksa hidup terasing di sebuah puncak gunung terpencil. Untuk bertahan hidup, ia hanya bisa berkebun ubi, menyapu halaman, dan memancing di kolam belakang gubuknya.

​Namun, yang tidak Ye Xuan sadari adalah:

​Air bekas cucian ubi yang ia buang sebenarnya adalah Cairan Kehidupan Abadi yang diperebutkan para Kaisar.

​Sapu lidi tua miliknya adalah Senjata Pemusnah Dao yang ditakuti seluruh iblis.

​Dan ubi bakar yang ia anggap "makanan rakyat jelata" sebenarnya adalah Obat Dewa yang bisa membuat seseorang menerobos ranah dalam semalam!

​Ketika para dewi sekte suci d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Krisis Moneter dan Kurs Mata Uang Bawang Putih

​Dunia luar sedang mengalami kekacauan finansial. Dewa Kekayaan, Zhao Gongming, turun ke bumi dengan wajah pucat. Masalahnya sepele tapi mematikan: Emas dan batu roh tidak lagi berharga. Para kultivator dan pedagang antar dimensi kini hanya mau bertransaksi menggunakan "Bawang Putih Bekas Semprotan Ye Xuan" atau "Koin Tanah Liat" yang tidak sengaja diinjak Ye Xuan.

​"Master Ye! Tolong hentikan!" teriak Dewa Kekayaan sambil berlutut di depan pagar. "Anda telah menghancurkan sistem moneter semesta! Satu siung bawang putih Anda sekarang setara dengan sepuluh tambang emas! Ekonomi langit sedang inflasi parah!"

​Ye Xuan, yang saat itu sedang mencoba memperbaiki atap gubuknya yang bocor, menoleh dengan bingung. Ia memegang palu kayu berkarat dan beberapa paku yang sudah bengkok.

​"Inflasi apa? Saya cuma lagi betulin atap, Kek," sahut Ye Xuan. "Duit emas itu berat, mending buat ganjal pintu. Bawang putih itu lebih berguna, bisa buat masak. Kalau kakek mau emas, ambil saja tuh di bak sampah, kemarin ada pangeran yang buang-buang koin di sana karena katanya sudah tidak laku buat beli gorengan saya."

​Dewa Kekayaan melihat ke bak sampah dan hampir pingsan melihat ribuan Batu Roh Abadi berserakan seperti kerikil biasa. Sementara itu, Ye Xuan kembali memukul paku di atapnya.

​TOK! TOK! TOK!

​Setiap ketukan palu Ye Xuan sebenarnya adalah manifestasi dari Hukum Ketertiban Surgawi. Para ahli ruang angkasa yang mengintip dari kejauhan melihat bahwa setiap kali palu itu turun, retakan dimensi di seluruh alam semesta—yang sudah ada sejak zaman purba—mendadak tertutup rapat dan menjadi kokoh.

​"Dia... dia sedang menambal lubang hitam di ujung galaksi hanya dengan paku karatan?!" bisik seorang Pakar Ruang Angkasa dengan tangan bergetar.

​"Sial, paku ini bengkok terus!" gerutu Ye Xuan. Ia kemudian mengambil sebuah kitab kuno yang ia temukan di gudang (yang sebenarnya adalah Kitab Segel Sembilan Langit yang hilang) dan menggunakannya sebagai alas untuk meluruskan paku.

​Saat Ye Xuan memukul paku di atas kitab itu, sebuah gelombang energi menyebar ke seluruh dunia. Tiba-tiba, semua senjata pusaka milik para pahlawan dan dewa di seluruh dunia mendadak kehilangan "ego"-nya. Pedang-pedang legendaris itu mendadak sujud ke arah gubuk Ye Xuan.

​"Waduh, palu ini patah," kata Ye Xuan konyol. Ia melihat Dewa Kekayaan yang masih bengong. "Kek, daripada bengong, kakek punya linggis tidak? Saya mau congkel kayu ini, keras sekali. Kalau kakek bantu, nanti saya kasih 'Sertifikat Tanah' ini buat alas duduk kakek."

​Ye Xuan memberikan selembar kertas kusam. Dewa Kekayaan membacanya dan jantungnya hampir copot. Itu bukan sertifikat tanah biasa, melainkan Akta Kepemilikan Alam Semesta yang ditulis dengan tinta yang mengandung Dao Keberadaan.

​"Master... Anda memberikan ini sebagai alas duduk?!" tanya Dewa Kekayaan dengan suara melengking.

​"Iya, kertasnya tebal, enak buat duduk di tanah biar tidak ambeien," jawab Ye Xuan santai. "Sudah, cepat bantu pegangin tangganya! Jangan sampai saya jatuh, nanti kalau saya jatuh, siapa yang mau benerin genteng yang pecah ini?"

​Para ahli yang melihat itu hanya bisa menangis dalam diam. Mereka menyadari bahwa bagi Ye Xuan, memperbaiki atap bocor adalah pekerjaan yang jauh lebih suci dan sulit daripada mengatur ulang hukum fisika dan ekonomi

1
Pecinta Gratisan
semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!