NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami
Popularitas:102.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 14.

Mobil Kaisar berhenti di sebuah halaman rumah besar, ia turun lalu menyerah kunci mobil pada petugas garasi. Ia berjalan masuk dengan langkah santai. Pintu utama sudah terbuka oleh kepala pelayan, begitu ia melangkah ke ruang keluarga...

“Ekhm!“

Kaisar berhenti, di sofa seorang perempuan berambut panjang duduk bersedekap dengan wajah cemberut.

“Abang lupa ya, kalau hari ini aku pulang. Aku bahkan datang ke maskapai, tapi Bang Kaisar sama sekali nggak ada di sana.“

Kaisar menghela nafas pendek. “Kikan...“

“Adik satu-satunya pulang dari luar negeri, tapi kakaknya malah menghilang.“ Potong Kikan.

“Betul itu,“ sahut wanita paruh baya di sebelah Kikan, dia adalah ibu Kaisar. “Adikmu ini baru pulang, tapi kamu entah ke mana.“

Mama Kartika menatap putranya dengan ekspresi tidak puas.

Kaisar malah tertawa, ia berjalan mendekat lalu menyentil kening adiknya. “Kau ini... masih saja dramatis.“

Kikan meringis sambil menepuk tangan kakaknya. “Sakit, tahu!“

“Kamu udah dua puluh lima tahun, kenapa masih mau dijemput seperti anak TK?“ Kaisar menyeringai jahil.

“Masalahnya bukan karena nggak dijemput!“

“Lalu?“

“Aku datang ke maskapai, abang nggak ada.“

Kaisar menjatuhkan tubuhnya ke sofa di seberang. “Memangnya, aku harus selalu ada di sana?“

Kikan menyipitkan matanya, “Terus, Abang kemana?“

“Rahasia.“ Kaisar menjawab asal.

Kikan memutar bola matanya, “Nyebelin!“

Mama Kartika tersenyum tipis melihat pertengkaran ringan antara anaknya. “Beberapa bulan belakangan ini, kakakmu sering ke akademi. Dulu hanya sesekali, tapi sekarang abangmu hampir setiap hari kesana.“

Kikan menoleh cepat. “ Akademi?“

“Iya. Kalau kamu cari Abangmu di maskapai dan nggak ketemu ... mungkin dia ada di sana.“

Kikan menatap kakaknya curiga. “Abang ngapain di akademi?“

“Hanya latihan, kau juga tau... Abang hobi terbang.“

“Hanya latihan?“

“Kamu pikir, karena abang mengurus maskapai... abang harus berhenti dengan hobi abang?“

Kikan masih menatap tajam kakaknya. “Sepertinya, bukan hanya karena itu.“

“Curigaan banget.“ Kaisar tersenyum kecil, ia berdiri lalu berjalan ke arah meja minum. “Sekarang, baguslah... karena kamu sudah pulang.“

“Apa maksud Abang?“ Kikan mengerutkan kening.

“Maskapai bisa kamu urus.“

Kikan menegakkan punggungnya, “Hah?“

“Abang tetap pegang keputusan besar, tapi operasional harian... kamu aja yang urus.“ Kaisar menatap adiknya. “Abang ingin lebih banyak waktu di udara, seperti Papa kita dulu sebelum meninggal.“

Kikan menatap kakaknya tidak percaya. “Abang serius?“

“Tentu saja.“ Kaisar meneguk segelas air, lalu kembali bicara. “Kamu sekolah manajemen penerbangan lima tahun di luar negeri, abang kira... kamu lebih dari sekedar mampu.“

Kikan membuka mulut, tapi belum sempat bicara...

“Ingat pesan terakhir Papa.“ Kaisar mengingatkan.

Suasana tiba-tiba berubah hening.

“Tapi Abang tetap jadi penerus Papa,“ suara Kikan kecil.

Mama Kartika perlahan menundukkan pandangan, dia seketika mengingat almarhum suaminya yang meninggal karena kanker beberapa tahun lalu.

“Mama...“ Kikan menoleh lalu memeluk ibunya. “Maaf, Kikan nggak bermaksud...“

Mama Kartika menghela nafas pelan, tangannya menepuk lengan putrinya. “Sudah, Mama nggak apa-apa. Kalian saja yang lanjut ngobrol, Mama ke kamar dulu.“

Kikan menatap ibunya yang sudah berjalan naik ke lantai atas, tatapannya kembali menyipit saat kembali menoleh pada kakaknya.

“Bang, sekarang jujur padaku.“

“Apa lagi?“

“Abang nggak mungkin cuma latihan di akademi, kan?“

Kaisar meletakkan gelasnya, “Kenapa kau pikir begitu?“

“Karena Bang Kaisar itu tipe orang yang kalau punya alasan, pasti ada sesuatu di baliknya.“

Kaisar mengangkat alisnya.

Kikan mencondongkan tubuh ke arah kakanya. “Apa di sana... ada seseorang yang membuat Abang tertarik?“

Kaisar tersenyum tipis, namun ia tak menjawab.

Sikap itu justru membuat Kikan makin yakin. “Abang menyembunyikan sesuatu.“

Kaisar hanya mengangkat bahu, “Kalau kamu terlalu banyak berpikir, nanti cepat tua!“

“Abang!“

Kaisar berjalan pergi ke arah tangga, “Selamat datang kembali di rumah, adikku.“

Kikan masih memolototi kakaknya itu dari sofa. “Besok, aku akan ikut ke akademi!“

Langkah Kaisar berhenti sebentar di anak tangga, ia menoleh. “Untuk apa?“

Aku ingin lihat, apa yang sebenarnya membuat kakakku rajin ke sana. Ucap Kikan dalam hatinya.

Kaisar menatap adiknya, dia sedang menilai sesuatu.

“Kamu bosan di luar negeri, ya?“

Kikan menyilangkan tangan, “Aku serius, Bang.“

“Akademi bukan tempat berwisata.“

“Aku tau, pokoknya besok aku akan pergi ke akademi.“ Kikan tetap kukuh.

“Enggak!“ Kaisar melarang.

Kikan mengerutkan keningnya. “Kenapa?“

“Kamu belum resmi berkerja.“

“Bukannya tadi Abang yang nyuruh aku mengurus maskapai, berarti termasuk mengurus akademi?“

“Besok ada rapat direksi, kamu harus ikut.“

Kikan semakin menyipitkan matanya. “Bang...“

“Hmmm?“

“Abang sengaja menjauhkanku dari akademi, ya?“

“Tidur, besok kau harus rapat.“ Kaisar lalu menaiki kembali anak tangga menuju lantai dua.

Kikan melototi punggung kakaknya, sampai menghilang di ujung tangga atas.

“Pasti ada sesuatu, aku yakin...“ gumamnya.

Tiba-tiba Kikan teringat Shanaz, teman SMA-nya.

“Sekarang Shanaz bekerja di maskapai milik keluargaku. Kalau aku ingin tau apa yang terjadi di akademi... dia bisa mencari informasi disana. Gosip, atau kabar apapun itu.“ Gumam Kikan.

Kikan langsung menelepon.

“Halo, Shanaz. Aku udah balik ke indonesia.“

“Aku tau, kabar tentangmu udah beredar di grup alumni. Lama banget ya, apa kabar?“

“Aku baik, kita ketemu besok yuk.“

“Boleh, aku malah seneng kamu balik."

“Oke, sampai jumpa besok.“ Ucap Kikan.

“Ya.“

Panggilan terputus.

Di rumahnya, Shanaz menurunkan ponselnya dari telinga. Senyum dingin muncul di bibirnya, ternyata kesempatan itu datang sendiri dan tak perlu ia mencari Kikan.

Kikan adalah anak dari pemilik maskapai, kedudukannya jelas kuat. Dan Shanaz tahu betul, bagaimana memanfaatkannya. Dengan satu tujuan... Ia akan menghancurkan Leya.

1
Muft Smoker
udh gx berkuasa aj msh byk gaya ,, knp duit si Rudi gx d abisin aj siih ,, biar dy ngerasain jd pengkhianat tu gmn ,,
Nie
bukannya intropeksi diri malah makin menjadi jadi, Naz2...semoga Malik ga kaya Arkana dan Rudi ya
Les Tary
parah shanaz ga berubah
Les Tary
moga aja shanaz tobat ga jadi jalang
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
waduh kini mlah jd merembet kemana2 ya
wehh pokok e rudi mau jadi apa coba
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
wehhh ini sadis agaka nya bakalan
Miss Typo
walaupun bangkrut tapi ternyata masih banyak duit juga tuh Rudi, tak kirain akan jadi gelandangan kayak Shanaz, ternyata msh berkuasa juga, walaupun beda jauh sih
Tiara Bella
pria baya yg doyan selingkuh sm daun muda tp lebih parahan Rudi krna dia msh pnya istri klu Bagas kan duda....
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
sunaryati jarum
Jika saham Rudi diminta anak,- anaknya dia tidak punya taring untuk berbuat jahat pada siapapun.Seharusnya hukuman Rudi seperti itu.
sunaryati jarum
Alhamdulillah jika Tasya sudah tahu siapa Shanas ,saat ini Shanas benar - benar kena batunya,bagai ikan gabus mendatangi tusuk,atau gali lubang untuk kuburnya sendiri
Ariany Sudjana
hahahaha bangkrut kamu Rudi, istri kamu itu jauh lebih berkuasa, dasar laki-laki mokondo, udah miskin, ga tahu diri, udah ditolong sama Marlina, eh punya pelacur peliharaan 😂😂🤣🤣 urus tuh pelacur murahan kesayangan kamu
Ariany Sudjana
bagus Tasya, waspada terus, jangan biarkan pelacur murahan yang ga tau diri itu, yang sekarang pura-pura amnesia (parah woy), menghancurkan rumah tangga kamu dengan Malik
sunaryati jarum
Kini agar Shanaz kena batunya,Malik tidak goyah oleh rayuan dan godaan Shanaz,biar dia sadar setiap lelaki bisa ia gaet dengan kemolekan tubuhnya
sunaryati jarum: ada yang kurang tidak bisa ia gaet
total 1 replies
No Nong
aaahh nunggu banget kelanjutan nya,jadikan Tasya istri yg tegas kejam ya
ρυтяσ✨
wkwkwkwk Nanaz justru datang ke kandang macan sendri,tujuan mu bakal gagal lagi weeeeeh🙄🙄🙄bener" g ada kapok'y dan g mau sadar diri
ρυтяσ✨
Alhamdulillah.. Leya u bener" sangat di cintai oleh Kaisar,bahkan yang hamil u pun yang mual n muntah justru Kai🥰🥰🥰jarang" kan di RL ada kek dia
ρυтяσ✨
maksud'y apa ini thor??? masa hanya karna kasihan Nanas di bawah pulang ke rumah Malik👀🙄apa dia akan berulah kembali🤧😤harus'y metong aja sekalian karna dia g ada yang perduli lagi toh
Tiara Bella
Shanaz gk mw insaf ya ampun....hukuman apa nnti yg akan diksh oleh Tasya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!