Zhou Ming, seorang pekerja kantoran di Bumi yang mati karena kelelahan bekerja berlebihan, tiba-tiba terbangun di dunia yang asing—dunia tempat para kultivator bertarung demi kekuatan, umur panjang, dan kedudukan tinggi. Ia masuk ke dalam tubuh tuan muda keluarga Zhou yang terkenal sebagai orang sampah: tidak memiliki akar spiritual, tidak bisa berkultivasi, selalu dihina, disiksa, dan akhirnya dibuang ke Hutan Kematian yang penuh bahaya saat tubuhnya sudah penuh luka parah.
Di saat harapan hampir lenyap, sebuah Sistem Poin Tak Terbatas muncul di pikirannya. Poin yang didapatkan dari setiap tindakan, pencapaian, atau bahkan hal kecil bisa ditukar menjadi segala sesuatu yang diinginkan: batu spiritual, teknik dewa, tubuh sekuat dewa, senjata legendaris, akar spiritual tingkat tertinggi, bahkan langsung menaikkan tingkat kultivasi dalam sekejap.
Dengan pengalaman hidup, pengetahuan, dan barang-barang unik yang hanya ada di Bumi—mulai dari masakan lezat yang bisa meningkatkan energi,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20: Update Toko Sistem, Kenikmatan Makanan Bumi untuk Yue’er
Setelah semuanya menjadi tenang dan Yue’er sudah sedikit lega melihat Zhou Ming bangun dengan selamat, Zhou Ming kembali duduk bersila dengan nyaman di atas kasur. Ia masih belum puas dengan semua hal yang ia dapatkan, dan tiba-tiba teringat satu hal yang belum pernah ia perhatikan selama ini: koleksi barang dari Bumi di dalam Toko Sistem.
Selama di dunia ini, meskipun ia sudah memasak makanan enak dari bahan alam sekitar, tapi rasanya tidak bisa dibandingkan dengan makanan modern, praktis, dan lezat dari tempat asalnya. Terutama Yue’er, gadis kecil itu belum pernah merasakan sama sekali makanan, camilan, atau barang kebutuhan sehari-hari yang biasa ada di Bumi.
Zhou Ming langsung memanggil suara sistem di dalam benaknya dengan nada expectant.
“Sistem! Apakah ada pembaruan terbaru untuk Toko Sistem? Khususnya kategori barang kebutuhan harian dan makanan dari Bumi? Aku ingin melihat apa saja yang tersedia sekarang.”
Suara dingin sistem langsung terdengar, disertai notifikasi terang di dalam pandangan batinnya.
[NOTIFIKASI SISTEM: PEMBARUAN TERBARU TELAH DIBUKA!]
[Kategori: Barang Kehidupan Harian & Makanan BUMI – DIBUKA SEPENUHNYA!]
[Semua barang asli dari dunia asal Tuan Pemilik tersedia, harga sangat terjangkau, cocok untuk dikonsumsi semua usia, tanpa efek samping buruk.]
Seketika itu juga, tampilan Toko Sistem berubah menjadi tampilan baru yang cerah dan penuh warna, membagi barang-barang menjadi kategori yang sangat jelas dan lengkap:
✅ Makanan Cepat Saji & Praktis
✅ Daging Olahan & Segar
✅ Sayuran & Buah-buahan Segar
✅ Cemilan Manis & Asin
✅ Minuman Segar & Berkhasiat
✅ Bumbu Masak Lengkap
Zhou Ming tersenyum lebar sampai matanya menyipit. Ini persis yang ia inginkan! Barang-barang ini bukan barang yang menambah kekuatan atau kekuatan bertarung, tapi barang yang bisa membuat kehidupan di gua menjadi jauh lebih nyaman, lebih menyenangkan, dan lebih hangat. Terutama untuk Yue’er, yang baru saja mengalami ketakutan besar, makanan enak adalah cara terbaik untuk menghiburnya dan membuatnya bahagia kembali.
Zhou Ming segera memindai daftar barang satu per satu, memilih dengan teliti semua barang yang paling lezat, paling disukai anak-anak, dan paling mudah disiapkan. Poin yang ia miliki sekarang masih ada sisa sedikit, tapi cukup banyak untuk membeli semua yang ia butuhkan karena harga barang makanan ini sangat murah.
Berikut daftar barang yang dipilihnya:
🥡 MAKANAN CEPAT SAJI
- Mi Instan Berbagai Rasa: Kari, Ayam Bawang, Pedas, Soto, Goreng – 1 bungkus \= 0,2 Poin (beli 20 bungkus campur semua rasa)
- Bubur Instan, Sup Krim, Nasi Goreng Siap Makan – 1 bungkus \= 0,3 Poin
- Mie Kuah Besar, Mie Ayam Instan – 1 bungkus \= 0,4 Poin
🥩 DAGING & BAHAN MAKANAN BERGIZI
- Daging Sapi Segar Potong, Daging Ayam Bersih, Daging Ikan Fillet – 1 kg \= 0,5 Poin
- Sosis Sapi & Ayam Berbagai Ukuran – 1 bungkus isi 10 \= 0,3 Poin
- Bakso Sapi, Bakso Ikan, Bakso Ayam – 1 bungkus \= 0,3 Poin
- Daging Asap, Daging Kering Manis – 1 bungkus \= 0,4 Poin
🥦 SAYUR & BUAH SEGAR
- Sayuran Segar Lengkap: Sawi, Kol, Wortel, Kentang, Tomat, Timun, Brokoli – 1 karung campur \= 0,4 Poin
- Buah-buahan Segar: Apel, Jeruk, Pisang, Anggur, Mangga, Stroberi – 1 keranjang campur \= 0,5 Poin
- Sayuran Beku Siap Masak – 1 bungkus \= 0,2 Poin
🍪 CEMILAN MANIS & ASIN (Paling disukai anak-anak!)
- Biskuit Berbagai Rasa, Kue Kering, Wafer Cokelat – 1 kotak besar \= 0,2 Poin
- Permen Lunak, Permen Keras, Permen Buah – 1 toples \= 0,2 Poin
- Keripik Kentang, Keripik Singkong, Keripik Buah – 1 bungkus besar \= 0,2 Poin
- Cokelat Batangan, Cokelat Isi Kacang – 1 kotak \= 0,3 Poin
- Roti Manis Berbagai Isian: Cokelat, Keju, Kacang – 1 kantong besar \= 0,3 Poin
- Puding Susu, Agar-agar Berbagai Rasa – 1 bungkus isi 10 \= 0,2 Poin
🥤 MINUMAN SEGAR
- Susu UHT, Susu Cokelat, Susu Stroberi – 1 kotak besar isi 12 \= 0,3 Poin
- Minuman Buah, Minuman Isotonik, Air Mineral Botol – 1 pak besar \= 0,2 Poin
- Teh Manis, Teh Hijau, Minuman Jahe Hangat – 1 pak \= 0,2 Poin
Setelah selesai memilih semuanya, Zhou Ming menghitung total biayanya: Hanya 28 Poin saja! Sangat murah, jauh lebih murah dibandingkan barang teknik atau obat-obatan.
Zhou Ming langsung memberi perintah tegas dengan senyum bahagia:
“Sistem! Beli SEMUA barang yang sudah aku pilih tadi! Siapkan semuanya dengan rapi, kemasan bagus, dan langsung tampilkan di ruang makan.”
[Konfirmasi diterima!]
[Dikurangi: 28 Poin]
[Sisa Poin: 42 Poin]
[Barang sedang diproses…]
Seketika itu juga, di ruang makan yang luas dan bersih, cahaya putih lembut menyala satu per satu. Barang-barang berwarna-warni, rapi, dan wangi langsung muncul bertumpuk dengan rapi di atas meja besar: tumpukan mi instan dengan kemasan cerah, kotak susu, keranjang buah segar yang berkilau segar, bungkus sosis dan bakso yang menggugah selera, kotak cemilan yang berwarna-warni, sampai bumbu masak yang beraneka macam.
Aroma harum, manis, dan segar dari makanan itu langsung menyebar ke seluruh ruangan, membuat udara di gua yang tadinya biasa saja kini terasa hangat dan menggugah selera.
Zhou Ming menoleh ke arah Yue’er yang masih duduk diam di samping kasur, matanya masih sedikit redup karena sisa rasa sedih dan cemas tadi. Ia tersenyum lebar, lalu mengulurkan tangannya ke arah gadis itu.
“Yue’er, ayo sini cepat! Ada kejutan besar lagi untukmu! Kali ini bukan mainan, bukan obat, tapi sesuatu yang jauh lebih lezat dan menyenangkan!”
Mata Yue’er langsung berkedip kaget, rasa penasaran perlahan menggantikan rasa sedih di hatinya. Ia segera bangkit berdiri, memegang tangan Zhou Ming, lalu dibawa berjalan ke arah ruang makan.
Saat Yue’er melihat apa yang ada di atas meja besar itu, langkah kakinya langsung berhenti mendadak, matanya membelalak lebar sampai hampir keluar dari kelopak, mulutnya sedikit terbuka karena kaget dan takjub.
Di depannya, terlihat tumpukan barang-barang yang berwarna-warni, bentuknya aneh dan indah, aromanya harum sekali, manis, segar, dan membuat perutnya langsung berbunyi karena lapar.
“Ini… ini apa ini?! Banyak sekali barang-barang indah dan wangi! Apa semua ini makanan, Kak?” seru Yue’er dengan suara gemetar karena kaget, jarinya menunjuk perlahan ke arah kotak cemilan yang berwarna cerah.
Zhou Ming tertawa kecil, lalu mengangguk dengan senyum hangat.
“Iya, Yue’er. Semua ini namanya makanan, camilan, dan minuman dari tempat asalku, dari Bumi. Semuanya sangat lezat, sangat enak, dan semuanya milikmu sendiri. Kamu boleh makan sesuka hati, boleh ambil yang mana saja, boleh makan kapan saja, tidak ada batasan sama sekali.”
Yue’er tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia berjalan perlahan mendekati meja, lalu dengan hati-hati menyentuh kemasan mi instan yang berwarna merah cerah, lalu menyentuh buah jeruk yang kulitnya halus dan berkilau, lalu menyentuh kotak susu yang dingin dan halus.
“Semua… semua ini untukku? Semuanya?” tanyanya lagi dengan suara polos dan tidak percaya.
“Iya, semuanya untukmu. Hari ini kita akan makan enak, makan kenyang, makan makanan yang belum pernah kamu rasakan seumur hidupmu,” jawab Zhou Ming lembut.
Wajah Yue’er yang tadinya masih ada sisa kesedihan dan ketakutan, perlahan-lahan berubah menjadi cerah bersinar, pipinya kembali merona merah, matanya berbinar-binar penuh kegembiraan yang murni dan bahagia. Rasa sedih dan cemas yang tertinggal di hatinya lenyap seketika digantikan oleh rasa senang yang besar.
“Wahhh… Bagus sekali! Indah sekali! Wanginya enak sekali!” serunya riang, lalu langsung menoleh ke arah Zhou Ming dengan wajah penuh rasa terima kasih. “Terima kasih Kak Zhou Ming! Terima kasih banyak! Kamu selalu memberiku hal-hal terbaik, hal-hal yang paling indah!”
Zhou Ming mengusap kepalanya dengan lembut, lalu berkata sambil tertawa:
“Sudah, jangan terima kasih terus. Sekarang ayo kita coba makan satu per satu. Aku akan buatkan yang paling enak untukmu dulu.”
Zhou Ming segera bergerak cepat. Ia mengambil mi instan rasa kari yang paling disukai banyak orang, merebusnya dengan air panas, menambahkan potongan sosis, bakso, sayuran segar, dan telur segar. Dalam waktu sepuluh menit saja, semangkuk mi panas yang mengepul, beraroma sangat harum, dan berwarna cerah sudah siap di atas meja.
Aroma kuah kari yang kental dan gurih langsung tercium ke seluruh ruangan, membuat Yue’er menelan ludah karena sangat tergoda.
“Ini namanya Mi Instan Kari. Ini makanan yang paling enak dan paling disukai semua orang di Bumi. Coba kamu rasakan,” kata Zhou Ming sambil menyerahkan mangkuk itu dan sendok kayu ke tangan Yue’er.
Yue’er menerima mangkuk itu dengan hati-hati, lalu perlahan meniupnya pelan agar tidak terlalu panas. Ia menyendok sedikit kuah dan mi, lalu memasukkannya ke dalam mulutnya.
Saat rasa gurih, pedas sedikit, hangat, dan lezat itu menyebar di lidahnya, mata Yue’er langsung membelalak besar, lalu wajahnya memerah karena rasa nikmat yang luar biasa.
“WAAAAH!!! Enak sekali!!! Sangat enak sekali Kak!!! Rasanya luar biasa sekali!!!” serunya dengan suara keras dan riang, lalu langsung menyendok lagi dengan cepat, makan dengan lahap sampai kuahnya pun dihabiskan sampai bersih.
Setelah selesai makan mi, Zhou Ming memberinya roti manis isi cokelat, susu stroberi dingin, keripik kentang renyah, dan buah jeruk yang manis dan segar.
Yue’er mencoba satu per satu dengan penuh rasa kagum dan bahagia. Semua rasa yang ada di lidahnya: manis, asin, gurih, renyah, segar… semuanya rasanya jauh lebih nikmat dibandingkan makanan apa pun yang pernah ia makan di dunia ini. Ia makan sampai pipinya penuh, sampai perutnya kenyang dan bulat, sampai ia tertawa bahagia sambil memegang perutnya yang kenyang itu.
“Kenyang! Aku kenyang sekali! Rasanya bahagia sekali perutku penuh makanan enak begini!” seru Yue’er dengan wajah puas dan cerah.
Zhou Ming melihatnya dengan senyum puas di wajahnya. Melihat Yue’er yang sudah kembali ceria, bahagia, dan tidak lagi sedih atau takut, hatinya terasa jauh lebih lega dan bahagia daripada dirinya sendiri yang mendapatkan kekuatan besar.
“Kalau kamu suka, besok kita makan yang lain lagi. Masih banyak sekali jenis makanan yang belum kamu coba. Sampai kamu bosan pun tidak akan habis-habisnya,” kata Zhou Ming.
Yue’er mengangguk kuat, lalu tiba-tiba ia mengambil satu bungkus cokelat batangan yang belum dibuka, lalu menyerahkannya ke tangan Zhou Ming dengan wajah manis dan tulus.
“Kakak juga makan dong! Ini cokelat rasanya manis sekali, pasti Kakak juga suka! Kita makan bareng-bareng ya!”
Zhou Ming tersenyum hangat, menerima cokelat itu, lalu membukanya dan membaginya menjadi dua bagian besar.
“Baiklah, kita makan bareng-bareng. Semua hal enak, semuanya kita nikmati bersama-sama.”
Sore itu, di dalam gua yang hangat dan nyaman itu, suasana penuh dengan aroma makanan enak, suara tawa ceria Yue’er, dan kehangatan kebersamaan yang begitu indah. Semua rasa sakit, rasa takut, dan bahaya yang baru saja mereka alami tadi seolah menjadi tidak berarti apa-apa dibandingkan kebahagiaan sederhana namun berharga yang mereka rasakan saat ini.
Yue’er sekarang punya makanan enak, punya tempat tinggal nyaman, punya pelindung yang hebat, dan yang paling penting: ia punya keluarga yang benar-benar menyayanginya dengan sepenuh hati.