NovelToon NovelToon
FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: blumoon

Di tahun 2030, hujan darah mengubah dunia menjadi neraka penuh monster.
Yara mati tragis… namun terbangun kembali lima bulan sebelum kiamat di tubuh seorang wanita gemuk bernama Elara Quizel, istri presedir yang tak dicintai.
Dengan bantuan Sistem NOX, ia diberi kesempatan kedua untuk mengubah takdirnya.
Dari wanita yang diremehkan, Elara perlahan bangkit menjadi sosok yang dingin dan tak tersentuh.
Kali ini, ia tak hanya ingin bertahan hidup tetapi menguasai dunia yang akan hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 ELARA VS RACHEL

Sepuluh anak panah energi melesat membelah udara, masing-masing membawa radiasi cahaya yang sanggup melubangi plat baja. Rachel tersenyum lebar, membayangkan tubuh Elara yang mungil itu akan hancur tercabik-cabik di depan matanya. Namun, di saat-saat kritis itu, Elara justru melangkah maju dengan ketenangan yang menakutkan.

"Leo, mundur. Ini urusan wanita, kamu jangan ikut campur," perintah Elara tanpa mengalihkan pandangannya dari serangan Rachel.

Tanpa banyak tanya, Leonard langsung mundur beberapa langkah. Ia tahu istrinya bukan tipe orang yang mencari mati. Ia berdiri bersedekap, matanya tetap waspada, namun ia memberikan panggung sepenuhnya bagi Elara.

Wusss... Wusss... Wusss....

Anak-anak panah itu meluncur kencang, namun Elara bergerak dengan sangat efisien. Dengan gerakan kaki yang presisi hasil latihan bela diri di kehidupan masa lalunya, ia meliuk dan berputar di sela-sela proyektil energi tersebut. Tak satu pun panah yang berhasil menyentuh kulitnya.

'Berguna juga kemampuan bela diri yang ku pelajari di kehidupan lalu,' batin Elara senang. Namun, ia tahu gerakan manusia biasa tidak akan cukup untuk mengakhiri pertarungan ini dengan cepat.

Tiba-tiba, sebuah layar hologram berwarna merah terang muncul tepat di depan matanya, hanya bisa dilihat olehnya sendiri.

┌──────────────────────────┐

│ WARNING: TUAN RUMAH DALAM BAHAYA!

│ AKTIVASI KEMAMPUAN KHUSUS...

│ TING!

│ KEMAMPUAN KHUSUS TUAN RUMAH:

│ "SOUL COPY" (LEVEL 1)

│ DAPAT MENYALIN KEMAMPUAN REKAN YANG MEMILIKI

│ LOYALITAS 100%.

└──────────────────────────┘

"Wah, keren! Kalau begitu Sistem, salin kemampuan milik Leonard dan Tobi sekaligus!" perintah Elara dalam hati.

┌──────────────────────────┐

│ PROSES PENYALINAN... SELESAI!

│ KEMAMPUAN YANG DISALIN:

│ 1. SUPREME WARRIOR (LEONARD)

│ 2. SHADOW AGILITY (TOBI)

│ DURASI PEMAKAIAN: 30 MENIT.

│ CATATAN: TUBUH ANDA AKAN MENGALAMI KELELAHAN HEBAT

│ SETELAH DURASI HABIS.

└──────────────────────────┘

"Tiga puluh menit sudah lebih dari cukup," gumam Elara. Ia merasakan aliran energi panas menjalar dari tulang belakang ke seluruh ototnya. Tubuhnya yang seberat 40 kg itu kini terasa ringan seperti kapas namun memiliki kepadatan seperti baja.

"Rachel, ayo! Aku sudah siap melawanmu hingga kesombonganmu itu hancur tak tersisa," tantang Elara, matanya berkilat biru tajam.

"Sombong sekali kau, dasar jalang sialan!" Rachel semakin emosi. Wajahnya memerah padam. Ia merentangkan kedua tangannya, menciptakan dua puluh anak panah energi sekaligus.

Wusss... Wusss... Wusss! Rachel melepaskan serangan bertubi-tubi.

"Eits... nggak kena! Hahaha!" ejek Elara. Ia melesat dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Di mata Rachel, Elara seolah-olah menghilang dan hanya menyisakan bayangan kabur di aspal.

"Ka-kamu... tipe kecepatan?!" ujar Rachel gagap, tangannya gemetar saat mencoba membidik bayangan Elara.

"Coba tebak," jawab Elara, tiba-tiba sudah berada di belakang Rachel, membisikkan kata-kata itu tepat di telinganya.

Leonard yang menonton dari kejauhan tampak terkesiap. "Sayang, kamu juga membangkitkan kemampuan spesial tipe kecepatan?"

"Tidak, aku meminjamnya dari Tobi," jawab Elara singkat sambil melompat mundur untuk menghindari serangan balik Rachel.

"Meminjam?" Leonard mengulang kata itu, dahinya berkerut bingung. Bagaimana mungkin kemampuan yang melekat pada genetik seseorang bisa dipinjam?

"Meminjam? Kamu kira aku akan percaya? Mana ada orang yang bisa meminjam kemampuan orang lain! Hahaha! Dasar jalang halu!" cecar Rachel. Ia tertawa histeris, menganggap Elara hanya menggertak. "Kali ini kamu pasti mati!"

Rachel berteriak penuh percaya diri. Ia memusatkan seluruh energinya. Panah-panah yang ia lepaskan kali ini memiliki kemampuan pelacak mereka berbelok di udara, mengikuti ke mana pun Elara bergerak.

"Boleh juga," gumam Elara meremehkan. Menggunakan kecepatan Tobi, ia berlari berputar. Saat panah-panah itu mendekat, Elara menggunakan refleks dan kekuatan fisik Leonard untuk menangkap anak panah energi tersebut dengan tangan kosong, lalu meremukkannya hingga menjadi debu cahaya.

"Sekarang giliranku," ujar Elara tegas.

Ia melesat lurus ke arah Rachel. Rachel yang panik mencoba menciptakan perisai cahaya, namun kecepatan Elara sudah tidak terbendung.

"Makan nih!"

Elara mengepalkan tinjunya yang kini mengandung kekuatan penghancur Supreme Warrior.

BUGH! BUGH! BUGH!

Pukulan beruntun menghantam perut, wajah, dan bahu Rachel. Suara tulang yang bergeser terdengar jelas di keheningan jalan raya itu. Rachel terpental belasan meter, tubuhnya menghantam mobil rongsokan hingga pintunya melesak ke dalam.

"Aghhh...." Rachel terkapar di atas aspal yang panas. "Uhuk!" Ia memuntahkan darah segar. Wajahnya yang cantik kini babak belur, matanya bengkak sebelah. "Dasar... jalang... si-alan..." cecar Rachel dengan sisa kekuatannya.

Tiba-tiba, suara lain muncul membelah suasana.

Grrrrr... Grrrrrr....

Suara raungan serak dan berat terdengar dari arah gedung-gedung tinggi di sekitar mereka. Bau darah segar yang keluar dari luka-luka Rachel ternyata memancing tamu yang tak diundang. Beberapa zombi mutan yang sudah berevolusi, dengan tubuh yang lebih besar dan mata yang bersinar merah, mulai merangkak keluar dari kegelapan.

"Sepertinya kita kedatangan tamu nih," ujar Elara ringan, sama sekali tidak merasa terancam.

"Tolong... tolong aku Leo..." ujar Rachel dengan suara lirih dan putus asa. Ia menatap ke arah Leonard dengan pandangan memelas, berharap sisa-sisa cinta masa lalu pria itu masih ada.

"Istriku, jangan lihat aku. Wanita itu... kami sudah tidak ada hubungan apa pun," ujar Leonard cepat saat Elara menatapnya dengan tatapan tajam yang penuh selidik. Leonard benar-benar panik, ia lebih takut pada kemarahan Elara daripada seribu zombi di depan mereka.

"Begitukah? Kalau aku membiarkan wanita ini mati dimakan zombie, bagaimana menurutmu?" ujar Elara, matanya memperhatikan gerak-gerik Leonard dengan sangat teliti.

"Itu bukan urusanku. Jangan lihat aku dengan tatapan seperti itu, sayang," ujar Leonard. Suaranya terdengar sangat manja dan pasrah, seolah-olah ia adalah peliharaan yang sedang dimarahi majikannya.

Elara mendengus puas. Ia menoleh kembali pada Rachel yang kini gemetar melihat zombi-zombi itu mendekat. "Dengar Rachel, jangan salahkan aku jika aku kejam. Kamu duluan yang memulainya."

Perlahan, Elara mundur menjauhi Rachel. Di saat yang sama, layar sistemnya kembali berkedip memberikan informasi krusial.

┌──────────────────────────┐

│ PERINGATAN!

│ ZOMBIE TIPE "STALKER" SEDANG MENGINTAI DARI ATAP!

│ MEREKA MEMILIKI KECERDASAN DASAR DAN KECEPATAN TINGGI.

└──────────────────────────┘

"Oh... Leonard, masuk mobil! Kita pergi sekarang. Beberapa zombi tipe Stalker sedang mengintai dari atas," ujar Elara tegas. Suaranya tidak lagi berisi ejekan, melainkan perintah militer yang tak bisa dibantah.

Tepat saat mereka hendak berbalik, sebuah misi baru muncul di depan mata Elara.

┌──────────────────────────┐

│ MISI DADAKAN: KOLEKTOR ENERGI

│ TUGAS: DAPATKAN KRISTAL KEMAMPUAN KHUSUS.

│ TING!

│ AKTIVASI PENGLIHATAN KHUSUS:

│ TUAN RUMAH DAPAT MELIHAT KRISTAL DI DALAM TUBUH ZOMBIE.

│ CATATAN:

│ HANYA ZOMBIE MUTAN YANG MEMILIKI KRISTAL INI.

│ KRISTAL DAPAT DIGUNAKAN UNTUK EVOLUSI TIM ANDA.

└──────────────────────────┘

Elara menghentikan langkahnya. Matanya kini bisa melihat pendaran cahaya kecil di dalam dada beberapa zombi yang sedang mengepung Rachel. Cahaya itu berwarna-warni; ada yang merah, biru, dan kuning.

"Tunggu, Leonard. Kita tidak jadi pergi sekarang," ujar Elara sambil menyeringai licik. "Ada harta karun yang harus kita ambil dari monster-monster ini."

Rachel berteriak histeris saat zombi pertama berhasil meraih kakinya. "LEO! ELARA! JANGAN TINGGALKAN AKUUUU!"

Namun Elara justru bersiap dengan pisaunya. "Rachel, terima kasih sudah menjadi umpan yang sangat berguna untuk memancing mereka keluar."

Zombi tipe Stalker di atap gedung tiba-tiba melompat turun dengan kecepatan peluru, langsung mengarah ke arah Elara. Pertarungan yang sebenarnya baru saja akan dimulai.

Bersambung...🧟‍♀️🧟‍♀️🧟‍♀️

1
Miu.Nuha
alon alon eleraaa... astagaa jangan dipacu maksimal, kasihan nanti malah masuk rumah sakit 😅
Miu.Nuha
sabar Yara,, asah skill kamu buat nurunin berat badann... atur deh pokoknya 😅👍
Cimol krispy
astaga, kebayang banget gimana chaos nya keadaan diluar mansion.
Filan
tambah OP aja kelompok Elara.
Cuma satu yang dipertanyakan. Apakah Elara memikirkan solusi? Atau hanya mengikuti misi dari sistem dan bertahan hidup?
Harusnya Elara memikirkan solusi untuk mengembalikan keadaan. Misalnya dengan mencari sebab dulu, baru menemukan solusi (walau masih belum pasti) dan menjadikan solusi itu tujuan cerita. Kita jadi tahu akan dibawa ke mana cerita ini pada akhirnya. Kedamaian hakiki walau ga bisa mengembalikan dunia secara utuh. atau mereka bisa mereset semuanya? Tapi kalau reset, Elara waktu rebirth pun ga ada niatan menghentikan terjadinya chaos. hanya sibuk menyiapkan 'payung'.

dan ke mana manusia-manusia pengkhianat itu? Kenapa Elara tidak pernah mencari mereka untuk balas dendam?
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan sekarang, kamu bisa membalas semua dendammu elara
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kira-kira mereka menyelamatkan manusia-manusia lain gak ya? takut kalo mereka salah orang
Mega Siregar
nanti kalo udah langsing dan seksi, jangan mau ama suami macam dia 😤
Three Flowers
bonusnya makin besaar🥳
Three Flowers
habisnya dulu kamu sama sekali nggak peduli padanya, Leo
Three Flowers
jadi di sini sudah jelas Leo nggak menginginkan kamu lg, Rachel
Three Flowers
sekarang Elara yang pegang kendali, menjadi penasehat utama perusahaan Leonard
-Thiea-
Gak susah membujuk mereka, karena elara udah tahu apa yg diinginkan mereka.
-Thiea-
Masa sih, bukannya dulu kamu kayak jijik lihat dia gendut.
Mingyu gf😘
sekarang leonard bner bner bucin ya🤭
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
Ela semangat yok bisa berubah yok. ntar kalo udh proporsional bakal byk cowok ngantri pgn jd bucinmu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Mega Siregar
penasaran, jika jiwanya telah berpindah ke tubuh orang lain, tubuh yara mana ya??
Xlyzy: musnah kah entitas Yara di musnahkan hanya jiwa nya yang di selamatkan sama sistem
total 1 replies
PrettyDuck
setelah ini kalian akan jadi power couple yang melawan akhir zaman /Angry/
PrettyDuck
emang dasar gak pernah puas
PrettyDuck
apa gak makin klepek2 leo ☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!