NovelToon NovelToon
Menjadi Triliuner Dalam Semalam

Menjadi Triliuner Dalam Semalam

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Sistem / CEO / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ginian

​"Hanya karena arloji murah ini, kau membuang tiga tahun hubungan kita?"
​Vandiko Elhaz hanyalah pemuda miskin yang bekerja keras demi masa depan kekasihnya, Clarissa. Namun, di hari ulang tahun Clarissa, Vandiko justru dipermalukan di depan kaum elit dan dicampakkan demi seorang pewaris kaya.
​Di titik terendah hidupnya, di bawah guyuran hujan dan hinaan yang membakar dada, sebuah suara mekanis menggema di kepalanya

​Sejak malam itu, hidup Vandiko berubah total.
Orang-orang yang dulu meludahi kakinya, kini mengemis di depan kantornya.
Wanita yang dulu mencampakkannya, kini menangis memohon kesempatan kedua.
​Dengan kekayaan tak terbatas dan sistem yang terus memberinya misi rahasia, Vandiko akan menunjukkan pada dunia: Siapa yang sebenarnya berkuasa?
​"Dulu kau bilang aku sampah? Sekarang, bahkan seluruh hartamu tidak cukup untuk membeli satu jam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ginian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Kematian Sang Dewa Kuno

Pertempuran di kedalaman Palung mencapai puncaknya

Cahaya emas dari zirah Vanguard milik Vandiko berbenturan dengan aura ungu pekat yang memancar dari Subjek Zero, menciptakan gelombang kejut yang meruntuhkan struktur kubah fasilitas rahasia di sekitarnya.

​Vandiko melesat di antara barisan tentakel yang mencoba mencabiknya

Setiap tebasan Void Slasher meninggalkan luka bakar energi yang mencegah regenerasi instan makhluk itu

Namun, Subjek Zero bukanlah lawan sembarangan

Makhluk itu membuka mulutnya, menembakkan sinar partikel hitam yang menghantam bahu kiri Vandiko, menghancurkan sebagian zirahnya dan melemparkannya menghantam dinding karang

​[Peringatan! Integritas Zirah: 40%.]

[Kondisi Fisik: Pendarahan Internal Terdeteksi!]

​"Tuan! Kembali ke kapal! Makhluk itu terlalu kuat!" teriakan Gia bergema di komunikator, namun Vandiko hanya mengatur napasnya yang mulai berat

Darah mengalir dari sudut bibirnya, namun matanya justru bersinar lebih terang dari sebelumnya

​"Kuat?" Vandiko tertawa dingin di balik helmnya. "Dia hanyalah akumulasi dari keserakahan manusia

Jika aku tidak bisa membunuh monster ini, maka aku tidak layak memegang nama Elhaz."

​Vandiko memaksakan dirinya untuk berdiri di dasar laut yang berguncang

Ia merentangkan tangannya, membiarkan sistem mengakses cadangan energi terakhirnya

​[Ting! Mode Pengorbanan Aktif.]

[Mengonversi Seluruh Kekayaan Tunai Menjadi Energi Penghancur...]

[Saldo: 150 Triliun Rupiah -> Dikonversi...]

​"Isabella, Ayahmu dan para Naga itu...

mereka pikir mereka bisa mengendalikan kiamat?"

Vandiko berteriak saat pusaran energi emas raksasa mulai terbentuk di tangannya, menyedot air laut di sekitarnya

"Hari ini, aku akan menunjukkan bahwa uang bisa membeli bahkan kematian seorang Dewa!"

​Subjek Zero meronta, merasakan ancaman nyata

Ia mencoba melarikan diri, namun gravitasi dari serangan Vandiko mengunci seluruh tubuhnya

​[Serangan Final: 'World Reset'!]

​Vandiko menghantamkan tinjunya ke arah jantung Subjek Zero

Cahaya putih yang menyilaukan meledak, menelan kegelapan palung tersebut

Suara raungan makhluk itu perlahan lenyap, tergantikan oleh dentuman energi yang memekakkan telinga

​Saat cahaya itu meredup, Subjek Zero telah lenyap, hanya menyisakan sebuah kristal hitam kecil yang mengambang di air—inti dari kekuatan naga

Fasilitas bawah laut itu kini hancur total

Namun, di antara reruntuhan, Vandiko melihat sebuah kapsul pelarian yang meluncur cepat menuju permukaan

Di dalamnya, seorang pria tua menatapnya dengan senyum licik melalui layar monitor

Itu adalah pemimpin sejati para Naga, ayah Isabella, yang masih hidup

​Vandiko jatuh berlutut, napasnya tersengal

Sistemnya mulai memasuki mode hibernation karena kehabisan energi

​[Misi Selesai: Subjek Zero Dimusnahkan.]

[Status: Kehilangan Seluruh Harta Kekayaan. Saldo: Rp 0.]

[Evolusi Sistem Dimulai... Harap Tunggu...]

​Vandiko tersenyum pahit saat kegelapan mulai menyelimuti kesadarannya

Ia kembali miskin, tanpa uang sepeser pun di rekeningnya

Namun, ia tahu satu hal

ia kini memiliki kekuatan yang jauh lebih berharga daripada angka di bank

​Dan perburuannya terhadap para Naga yang tersisa, baru saja dimulai

Vandiko terbangun di atas tumpukan pasir pantai yang dingin

Suara ombak yang menderu seolah mengejek nasibnya yang kembali berputar 180 derajat

Tidak ada lagi setelan jas ratusan juta, tidak ada lagi limusin yang menunggu

Ia hanya mengenakan kaos hitam yang robek dan celana taktis yang kotor

Ia meraba sakunya, mengeluarkan ponselnya yang layarnya telah retak seribu. Dengan tangan gemetar, ia membuka aplikasi m-banking

[Saldo Anda: Rp 0,00]

Vandiko tertawa getir, Tawa itu perlahan berubah menjadi tawa liar yang bergema di sepanjang pesisir sunyi itu

Ia telah membakar ratusan triliun rupiah hanya untuk satu serangan mematikan di dasar palung

Secara finansial, ia kembali menjadi sampah

Namun, saat ia mengepalkan tangannya, udara di sekitarnya mendadak bergetar hebat

[Ting! Evolusi Sistem Selesai.]

[Selamat, Tuan Vandiko Elhaz. Anda telah melampaui fase 'Triliuner' dan memasuki fase 'Penguasa Dimensi'.]

[Status Baru: Saldo Uang Tidak Lagi Diperlukan. Anda dapat memanifestasikan materi dari kehendak.]

"Apa maksudmu?" bisik Vandiko

[Contoh: Fokuskan pikiran Anda pada sebuah objek yang Anda inginkan.]

Vandiko menatap sebuah batu karang kecil

Ia membayangkan batu itu berubah menjadi emas murni

Wush! Dalam sekejap, batu itu berpendar dan berubah menjadi bongkahan emas 24 karat yang berkilau

Vandiko tertegun, Sistemnya bukan lagi sekadar alat pencari uang, tapi alat pengubah realitas

Tiba-tiba, sebuah helikopter dengan lambang Wijaya Group yang masih tersisa mendarat di kejauhan

Beberapa pria bersenjata lengkap turun, dipimpin oleh seorang pria yang sangat dikenal Vandiko: asisten pribadi ayah Isabella

"Tuan Vandiko," ucap pria itu dengan nada mengejek

"Kami mendeteksi ledakan energi di sini Melihat penampilanmu, sepertinya kau telah kehilangan segalanya di bawah sana

Tuan Besar mengirim kami untuk menjemput 'inti kristal' yang kau ambil, Berikan secara sukarela, atau kami akan menguburmu di pasir ini."

Vandiko berdiri dengan tenang. Ia menatap para tentara bayaran itu seolah mereka adalah semut. "Kalian datang di waktu yang salah. Aku sedang ingin mencoba mainan baruku."

Vandiko tidak bergerak

Ia hanya menjentikkan jarinya

Bzzzt!

Senjata-senjata di tangan para pria itu mendadak mencair, berubah menjadi debu besi yang beterbangan

Helikopter di belakang mereka tiba-tiba terlipat seperti kertas, merenyuk menjadi bola logam kecil dalam hitungan detik

"Kembali dan katakan pada tuanmu," suara Vandiko kini terdengar seperti ribuan guntur yang menyatu

"Aku tidak butuh uangnya lagi, Aku akan datang ke markasnya

bukan untuk membeli sahamnya, tapi untuk menghapus keberadaannya dari sejarah dunia."

Para pria itu lari tunggang-langgang ketakutan, meninggalkan Vandiko sendirian di pantai

Vandiko menatap kristal hitam di tangannya—inti kekuatan Subjek Zero

Ia tahu, ayah Isabella melarikan diri ke sebuah pulau rahasia yang tidak terdaftar di peta dunia

Tapi dengan kekuatan barunya, tidak ada tempat yang bisa bersembunyi

"Gia, kau masih hidup?" Vandiko berbicara melalui transmisi mental yang tiba-tiba terhubung

"Tuan? Saya berhasil mendaratkan kapal selam di pangkalan rahasia Sektor Nol. Kami menunggumu," suara Gia terdengar lega namun penuh kekaguman

"Siapkan pasukan

Kita tidak akan melakukan merger atau akuisisi lagi,"

Vandiko berjalan menuju laut, namun alih-alih tenggelam, air laut membeku di bawah kakinya, membentuk jalan kristal yang megah

1
Ali
Thor knapa si isabela dibiarin hidup...bego lu thor.skip ah.cerita muter muter kayak gasing.
Ginian
iya terimakasih
Ginian
terimakasih 🙏
D'ken Nicko
ga seru kalau ada sistem lain. jadi hambar
D'ken Nicko
tetap semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!