Kehidupan dua insan manusia yang berbeda latar belakang namun saling berkaitan secara tidak langsung.
Sahabat Pena...
Mungkin itulah yang membuat mereka terhubung hingga sekarang. Diawali dengan sebuah pertemanan melalui surat semenjak kecil namun tidak pernah sekalipun bertemu.
Hingga akhirnya mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan pekerjaan.
Akankah mereka saling mengenali satu sama lain???
Serta, apakah surat yang selama ini mereka tulis dan terima hanyalah sebuah mainan belaka atau adakah diantara mereka yang menuangkan perasaan di setiap baitnya.
Dan bagaimanakah akhir dari pencarian mereka satu sama lain???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SANG PURNAMA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Pandangan laki-laki itu tidak lepas dari Rose sepertinya laki-laki itu sedang memuja kecantikan yang dimiliki Rose.
Apalagi dengan wajah dingin yang dimiliki Rose menjadi daya tarik tersendiri untuknya.
"Perkenalkan dia Angga Wijaya yang akan menjadi lawan main mu nantinya. Dan saya harap kalian dapat bekerja sama dengan baik" ucap David membuka pembicaraan.
Rose pun menoleh kearah laki-laki tersebut dan laki-laki itu mengulurkan tangannya sebagai salam perkenalan.
"Angga"
"Rose"
Setelah itu dengan cepat Rose melepas salam perkenalan lewat tangan mereka itu.
Rose sangat tidak menyukai laki-laki yang tidak tau malu seperti dirinya yang menatap Rose dengan pandangan penuh nafsu.
"Kalau begitu saya undur diri karena urusan saya sudah beres disini" Rose langsung beranjak berdiri begitupun Jessica yang sudah Rose gandeng.
Rose dan Jessica pun membungkukkan badan mereka untuk memberi hormat kepada David selaku pemilik Agensi yang menaungi mereka.
Sesampainya Rose dan Jessica di ruangan mereka langsung disibukkan oleh persiapan melakukan proses pengambilan gambar untuk brand make up lebih tepatnya lipstik.
Namun sebelum mereka menuju tempat studio pemotretan yang berada satu gedung dengan mereka, Jess terlebih dahulu memberitahukan kalau ada tawaran iklan baru untuk Rose.
"Rose, sekarang di media sosial maupun televisi sedang booming produk coklat terbaru dan aku sudah mencobanya rasanya sangat lezat dan tidak mengecewakan" ucap Jessica.
Sepertinya ada maksud didalam ucapan Jessica tersebut.
"Lalu??" tanya Rose singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari cermin besar yang berada didepannya.
"Produk coklat itu menginginkan dirimu untuk menjadi bintang iklannya, kamu mau kan??" tanya Jessica penuh harap.
Rose melepas sisir yang semula ia pegang untuk menyisir rambutnya yang agak sedikit berantakan tadi. Ia pun menatap Jessica melalui cermin tersebut yang nampak jika Jessica sedang berada dibelakangnya.
"Kakak, kamu tau kan kalau aku tidak suka coklat. Lantas kenapa kamu menyuruh ku untuk membintangi iklan tersebut" tanya Rose penasaran.
"Iya Kakak tau kamu tidak menyukainya, didalam iklan ini nanti tidak akan ada adegan untukmu memakannya" lanjut Jessica lagi menjelaskan.
"Terus Kakak menyuruhku untuk berbohong kepada para fans ku lewat iklan ini bahwa aku menyukai produk tersebut terutama makanan yang bernama coklat itu. Oh membayangkannya saja membuatku ingin muntah" Rose memang sangat tidak menyukai coklat, bahkan menyebutnya saja kadang dia enggan.
Jessica memelas.
"Untuk kali ini saja, berbohong sekali kan tidak apa-apa, mau ya, ya???" Jessica masih belum menyerah untuk meyakinkan Rose dengan segala cara.
Namun sepertinya usaha Jessica akan berujung sia-sia.
Lihatlah tanpa mempertimbangkan sedikitpun Rose sudah menggelengkan kepalanya, bahkan belum sampai satu menit Jessica berucap namun Rose sudah memberikan jawabannya.
Begitulah Rose, sosok Artis yang tidak ingin membohongi fansnya sendiri. Karena menurutnya tanpa fans atau penggemarnya itu dia tidak akan ada apa-apanya hingga sekarang. Rose sangat bersyukur karena memiliki mereka yang selalu mendukung semua yang dilakukan Rose hingga karirnya memuncak seperti sekarang ini.
Seusai perdebatan dengan Jessica tadi yang masih memaksa untuk dirinya membintangi iklan sebuah coklat yang tentu saja membuat Rose kesal. Jangankan untuk membintangi iklannya, untuk memikirkannya saja Rose tidak akan mau. Ketidaksukaannya terhadap coklat sudah diatas batas maksimal yang membuat dirinya sangat tidak menyukai produk makanan tersebut.
Kadang melihat orang lain memakan coklat dengan lahap saja membuat dirinya hendak muntah. Rose tidak menyalahkan kalau orang banyak menyukai makanan itu karena memang hampir semua perempuan menyukainya.
Terkadang juga Rose bingung dengan dirinya sendiri yang memiliki kebiasaan yang sangat berbeda dengan perempuan biasanya.
Dia tidak menyukai coklat, bunga dan sangat takut akan boneka. Tiga hal yang sangat disukai perempuan mana saja namun bertolak belakang dengan dirinya yang sangat tidak menyukai ketiga benda tersebut.
Sudahlah, Rose tidak akan ambil pusing dengan semua itu karena memang itulah dirinya. Dan keputusan Rose sudah bulat, dia tidak akan mau membintangi iklan produk itu meskipun bayarannya sangat tinggi namun untuk membohongi para penggemar sangatlah tidak rose sukai.
Rose langsung saja meninggalkan ruangannya setelah memberikan jawabannya kepada Jessica.
Hari ini Rose melakukan pemotretan untuk produk lipstik yang tentunya saja ia juga memakai barang dengan merk itu, makanya Rose mau menjadi model untuk iklan tersebut.
Setelah menghabiskan waktu sekitar tiga puluh menit akhirnya proses pengambilan gambar telah selesai.
Tidak susah untuk fotografer mendapatkan angle yang tepat karena memang Rose selalu saja menawan jika diambil fotonya dari sisi manapun.
Wajahnya yang dingin selalu saja tampak menarik, apalagi dengan tema foto yang elegan akan tampak kemewahan yang Rose pancarkan dalam setiap foto yang dihasilkan.
Rose, Jessica dan Alex kembali keruangan mereka setelah melakukan pekerjaan dengan baik. Setelah memasuki ruangan tersebut Rose melihat ada sebuah kotak yang terbungkus rapi beserta pita diatasnya yang membuat benda itu menjadi tambah cantik.
"Apa ini??" tanya Rose kepada Jessica yang berada didekatnya.
"Entahlah, mungkin pemberian fans" jawab Jessica singkat.
Rose pun duduk dan membuka kado yang masih terbungkus rapi itu, Rose selalu suka dengan yang namanya hadiah dan kejutan. Makanya hal itu yang membuatnya mencintai pekerjaannya karena Rose akan selalu mendapatkan hadiah dari para penggemarnya yang di mana ia selalu suka ketika membukanya.
"Aaaaaaaaa....." teriak Rose dengan kencang bahkan dirinya sampai berdiri dari kursi tempatnya duduk.
Jessica yang kaget pun langsung saja menghampiri rose yang sekarang sudah terduduk lemas dilantai, begitupun Alex yang mendengar teriakan Rose langsung saja memasuki ruangan itu.
"Rose ada apa, kenapa kamu berteriak??" tanya Jessica yang juga ikut berjongkok menyamai posisi tubuh Rose.
"Itu.. itu mengerikan" Rose berbicara tergagap karena ketakutan yang sedang melandanya bahkan tubuhnya saja sampai gemetar dibuatnya, tangan Rose menunjukkan kearah sebuah kotak yang tadi ia tanyakan kepada Jessica.
Alex pun langsung saja mengambil kotak tersebut dan ia pun juga terkejut dibuat. Bagaimana bisa seekor tikus mati dengan penuh darah berada didalam kotak tersebut bahkan foto Rose pun juga ada didalamnya yang sudah pasti berlumuran darah juga.
Jessica yang melihat Alex terdiam dengan kotak itu ditangannya menjadi penasaran, kira-kira apa yang membuat adiknya Rose sampai berteriak kencang dan ketakutan seperti itu.
Berjalan mendekat kearah Alex dan ikut melihat apa yang ada disana.
Jessica langsung saja menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar suaranya tidak terdengar oleh Rose yang masih ketakutan saat ini. Jessica tidak percaya dengan apa yang ia lihat, meskipun Rose mempunyai haters atau orang-orang yang tidak menyukainya namun mereka tidak sampai melakukan hal yang mengerikan seperti ini dengan mengirimkan Rose seekor tikus mati yang penuh dengan darah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tolong itu yang ngirim bangkai tikus di santet online 😒🤣
tp itu siapa yg kirim surat nya?