Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.
Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.
Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.
Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.
Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.
Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.
Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Layar sistem itu menyala, yang hanya bisa dilihat oleh mata Alneo sendiri.
[Notifikasi Sistem]:
[Rumah Rekomendasi Tingkat S (Mansion Glacial Frost) telah berhasil diklaim. Hak kepemilikan mutlak atas nama Alneo Jovanka.]
Alneo mengusap dagunya, menatap peta digital yang berkedip-kedip di layar virtual tersebut.
Alamatnya tertulis dalam koordinat yang cukup asing bagi orang awam.
"Hm... rumah yang aku dapatkan dari sistem di mana ya? Aku juga tidak tahu tempatnya di mana," gumam Alneo pelan, hampir berupa bisikan.
"Kak? Kakak ngomong apa tadi?" tanya Riani terdengar dari balik tirai, sambil membuka tirainya.
Riani sudah rapi dengan pakaian kasualnya, sambil memeluk tas baru yang terasa sangat ringan karena belum banyak isinya.
Alneo sedikit terperanjat. Ia tersenyum kikuk.
"Ah? Oh, bukan apa-apa! Maksud Kakak... kita harus pergi sekarang dan minta izin sama pemilik kosan ini," kilah Alneo cepat, mencari alasan paling logis.
Riani menyipitkan matanya, memandang Alneo penuh selidik.
Riani menyilangkan dada. Matanya menyipit.
"Kak Alneo akhir-akhir ini aneh banget tahu tidak? Tiba-tiba punya uang, tiba-tiba beli tas bagus, sekarang tiba-tiba mau pindah malam-malam buta ke tempat yang Kakak sendiri tidak tahu di mana. Kakak tidak ikut pesugihan atau pinjol ilegal, kan?" tanya Riani curiga.
"Sembarangan kalau bicara!" Alneo menyentil dahi Riani pelan, membuat gadis itu mengaduh kecil sambil mengusap dahinya yang memerah.
"Lagian muka ganteng begini masa dituduh pelihara tuyul? Lagipula, pinjol mana yang mau kasih limit langsung ratusan juta dalam semalam?" tambah Alneo sambil buru-buru.
"Ya habisnya Kakak mencurigakan!" sahut Riani tak mau kalah.
"Kemarin malam aku lihat Kakak senyum-senyum sendiri. Terus Kakak bisa bayar kosan, beli seragam baru. Jujur sama aku, Kak, kita tidak sedang dikejar rentenir atau polisi, kan?" kata Riani menata Alneo mencari tahu kebenarannya.
Alneo menghentikan aktivitasnya sejenak. Ia menatap adiknya dengan tatapan serius, lalu menghela napas panjang.
"Ini hasil kerja keras Kakak. Kakak diam-diam main saham dan investasi global, tahu. Ini Kakak lakukan agar kita dapat hidup dengan nyaman, tidak perlu makan mi instan dibagi dua lagi setiap akhir bulan. Sudah, jangan banyak tanya dulu. Ayo jalan. Sebelum jam dua belas malam kita jangan sampai masih berada di jalanan," kata Alneo cepat, nadanya berubah mendesak.
Riani melirik jam dinding tua di kamar kos mereka.
"Memangnya kalau lewat jam dua belas kenapa? Ada hantu? Atau mobil jemputan kita berubah jadi labu?" tanya Riani penasaran sambil menggendong tas ransel barunya.
Alneo tidak merespons candaan adiknya. Matanya sekilas melirik ke arah sudut kanan bawah pandangannya, di mana sebuah layar holografis transparan yang hanya bisa dilihat olehnya.
"Nanti juga kamu tahu. Ayo, petualangan kita baru saja dimulai," ujar Alneo misterius.
Ia segera membuka pintu kos, memanggul tas, dan menuntun adiknya keluar dari kamar.
Mereka berjalan menuju ke arah gerbang kosan. Di dekat gerbang utama, seorang pria paruh baya berkaus kutang sedang menyeduh kopi di pos penjagaan.
"Lho? Mau ke mana malam-malam bawa barang banyak begini?" tanya bapak penjaga gerbang itu dengan kening berkerut.
Ia bergegas berdiri, menerima kunci kamar yang disodorkan oleh Alneo.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...