NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12. PESTA PENGHORMATAN

Cahaya lampu kristal yang menggantung di sepanjang koridor istana memantulkan warna keemasan yang hangat, menciptakan suasana mewah yang hanya bisa ditemukan di pusat kekuasaan sebuah kekaisaran besar.

Malam ini adalah malam pesta. Sebuah pesta dansa yang dihadiri para bangsawan dari berbagai wilayah Kekaisaran Aurelius.

Musik dari alat-alat petik dan biola memenuhi udara. Tawa para bangsawan terdengar bersahutan bersamaan dengan obrolan bisnis yang selalu mereka gaungkan di setiap ada kesempatan seperti ini.

Gaun-gaun mahal berkilauan. Perhiasan emas dan berlian menghiasi leher para wanita bangsawan sebagai ajang pamer kekayaan. Sedangkan para pria mengenakan jas formal dan dengan lambang keluarga mereka.

Namun seluruh suasana pesta itu berubah dalam sekejap ketika pintu aula utama terbuka.

Semua kepala menoleh ke arah yang sama. Lalu keheningan perlahan menyebar.

Rowan Desmond masuk ke dalam aula. Dan di sampingnya seorang gadis muda berambut pirang platinum dengan tangan melingkar di lengan Rowan. Gadis itu begitu cantik hingga beberapa orang bahkan lupa untuk bernapas sesaat.

Bisikan langsung bermunculan.

"Itu siapa?"

"Aku belum pernah melihatnya."

"Bangsawan mana?"

"Apakah dia bangsawan dari kerajaan lain?"

"Tunggu ..."

"Itu Rowan Desmond, bukan?"

"Kenapa dia datang bersama seorang perempuan?"

Kehebohan semakin membesar, karena yang berjalan di samping Cecilia bukanlah pria biasa, melainkan Rowan Desmond.

Pahlawan perang Aurelius.

Kesatria nomor satu.

Marquess termuda dalam sejarah kekaisaran.

Terlebih lagi adalah keponakan Kaisar.

Pria yang selama bertahun-tahun menjadi impian para wanita bangsawan untuk sekedar berdiri di depannya.

Namun juga menjadi mimpi buruk para ayah bangsawan. Karena Rowan selalu menolak semua lamaran.

Semua. Tidak peduli seberapa tinggi status keluarga mereka. Tidak peduli secantik apa putri mereka atau seberapa besar kekayaan yang ditawarkan, Rowan tidak pernah tertarik.

Bahkan beberapa Duchess kerajaan lain pun pernah secara terang-terangan berusaha menjodohkan putri mereka dengannya.

Tetap ditolak dengan sopan.

Karena itulah pemandangan malam ini terasa seperti sambaran petir bagi seluruh aula khususnya para wanita.

Rowan datang bersama seorang perempuan. Dan bukan sekadar perempuan tapi seorang gadis yang tidak dikenal siapa pun.

Cecilia berusaha tetap tenang. Meski sebenarnya jantungnya berdebar keras. Ia bisa merasakan ratusan pasang mata menatapnya dan mengamati Cecilia dari ujung kepala hingga kaki.

Untungnya gaun yang dibelikan Rowan benar-benar luar biasa.

Gaun berwarna biru muda dengan sulaman benang perak yang berkilau setiap kali terkena cahaya. Dengan rambut pirang platinum Cecilia ditata sederhana namun elegan. Membuat kecantikannya terlihat alami, namun justru sulit diabaikan.

"Cecilia?" Suara Rowan terdengar pelan.

"Hm?" respon sang gadis.

"Tenang. Kau seperti tidak bernapas," bisik Rowan.

Cecilia menoleh.

Rowan tersenyum tipis. "Kau akan baik-baik saja. Tenang saja."

Entah kenapa. Hanya dengan mendengar kalimat itu kegugupan Cecilia sedikit menghilang.

Mereka berdua terus berjalan memasuki aula. Dan para bangsawan secara otomatis membuka jalan bahkan tanpa diminta.

Karena siapa yang berani menghalangi Rowan Desmond?

Tak lama kemudian suara penjaga menggema, mengumumkan kedatangan sang Kaisar.

Semua orang langsung berdiri tegak. Percakapan dan musik berhenti spontan.

Pintu utama di ujung aula terbuka, menampilkan seorang pria berambut emas memasuki ruangan. Aura wibawanya memenuhi seluruh aula.

Di sampingnya berjalan seorang pemuda tampan dengan mata biru terang yang mirip dengan sang Kaisar, Putra Mahkota.

Seketika seluruh ruangan membungkuk.

"Salam kepada Matahari Aurelius, semoga kebaikan selalu dilimpahkan untik keluarga kerajaan!" ucap mereka semua bersamaan.

Kaisar Aurelius memasuki aula bersama Putra Mahkota Caelum Aurelius.

Cecilia ikut membungkuk. Meski ini bukan pertama kalinya ia bertemu Kaisar. Tetapi tetap saja. Setiap kali melihat pria itu, ia bisa merasakan mengapa seluruh kekaisaran tunduk kepadanya.

Kaisar berjalan menuju singgasana sementara. Kemudian mengangkat tangan.

"Bangkitlah."

Semua orang berdiri kembali.

Kaisar menyapu aula dengan pandangan tenang. Senyumnya tipis namun penuh karisma.

"Aku yakin banyak dari kalian bertanya-tanya mengapa pesta ini diadakan."

Bisikan kecil terdengar, karena memang benar. Banyak bangsawan belum mengetahui alasan sebenarnya.

Kaisar melanjutkan, "Dua minggu terakhir bukanlah waktu yang mudah bagi Aurelius. Kerasukan roh jahat terus meningkat. Banyak rakyat menderita. Banyak keluarga kehilangan harapan."

Ekspresi para bangsawan menjadi serius. Suasana aula berubah hening, karena mereka semua mengetahui kenyataan itu.

Kemudian Kaisar tersenyum. "Tetapi seseorang datang dari negeri yang jauh. Seseorang yang membantu rakyat kita. Seseorang yang telah memulihkan banyak korban kerasukan dalam waktu yang sangat singkat."

Mata seluruh aula mulai bergerak. Mencari-cari dan menduga-duga siapa yang dimaksud oleh Kaisar.

Lalu Kaisar mengangkat tangannya ke arah Cecilia.

"Seseorang itu adalah Cecilia Landon, yang datang malam ini bersama Marquess Desmond," umum Kaisar.

Seisi aula langsung gempar. Semua mata beralih kepada sang gadis.

Bisikan terdengar dari segala arah.

"Itu dia?"

"Gadis itu?"

"Hebat sekali."

"Dia masih sangat muda."

Cecilia menahan napas ketika dirinya menjadi pusat perhatian.

Kaisar melanjutkan. "Cecilia datang dari Kerajaan Donovan. Dan malam ini ia hadir sebagai perwakilan negerinya dalam kerja sama antara Donovan dan Aurelius. Kerajaan yang terkenal jauh di selatan. Negeri yang lebih mengutamakan tradisi spiritual dibanding militer. Donovan adalah negeri yang sejak zaman kuno memiliki hubungan erat dengan para dewa. Ritual. Tradisi suci. Pengetahuan spiritual. Semua itu diwariskan selama ratusan tahun."

Para bangsawan mendengarkan dengan saksama.

"Dan ketika Cecilia melihat penderitaan yang dialami rakyat kita tentang roh jahat. Dia memilih membantu. Bukan demi keuntungan atau kekuasaan. Melainkan demi menyelamatkan nyawa, dan dia sudah melakukannya selama dua minggu terakhir," sambung Kaisar.

Keheningan memenuhi aula. Kini banyak bangsawan memandang Cecilia dengan rasa hormat. Bukan sekadar karena kecantikannya, melainkan karena tindakannya.

Kaisar tersenyum dan berkata, "Di Donovan. Cecilia dikenal sebagai Gadis Dewa yang selalu membantu ritual pemberkatan dan pemurnian kerajaannya setiap tahun."

Kalimat itu membuat aula kembali bergemuruh.

"Gadis Dewa?"

"Aku pernah mendengar legenda itu."

"Jadi benar-benar ada?"

"Luar biasa."

Namun tidak semua wajah menunjukkan kekaguman.

Beberapa terlihat skeptis, curiga. Beberapa bahkan tampak tidak percaya.

Dan Kaisar jelas menyadarinya. Namun ia tidak peduli, karena fakta telah membuktikan kemampuan Cecilia.

Kemudian Kaisar berkata, "Cecilia Landon, majulah."

Sebelum gadis itu sempat bergerak Rowan mengulurkan tangannya. Dengan gerakan yang sopan layaknya seorang kesatria sejati untuk mengantarkan Cecilia ke hadapan kaisar.

Cecilia menatap Rowan sesaat, lalu meletakkan tangannya di atas tangan pria itu.

Ruangan kembali berbisik, karena pemandangan itu terlalu mencolok.

Rowan berjalan mendampingi Cecilia menuju hadapan Kaisar. Setiap langkah mereka menjadi pusat perhatian seluruh aula.

Sampai akhirnya mereka berhenti tepat di depan takhta.

Cecilia membungkuk hormat dengan sempurna.

Kaisar berdiri, lalu seorang pelayan membawa sebuah kotak beludru merah.

Ketika kotak itu dibuka. Di dalamnya terdapat bros lambang kekaisaran yang terbuat dari emas putih dan safir biru.

Napas beberapa bangsawan langsung tertahan. Karena mereka mengenali simbol itu.

Simbol kehormatan kekaisaran. Penghargaan yang sangat jarang diberikan.

Kaisar mengangkat bros tersebut.

"Cecilia dari Donovan. Atas jasa dan kontribusimu kepada rakyat Aurelius. Dengan ini aku menganugerahkan kepadamu Gelar Sang Kehormatan Kekaisaran.

Ruangan langsung meledak oleh keterkejutan.

"Apa?!"

"Sang Kehormatan?!"

"Mustahil!"

Kaisar melanjutkan, "Mulai malam ini. Kau, Cecilia Landon dari Donovan akan diterima selamanya sebagai bagian dari Aurelius. Namamu akan tercatat dalam arsip kekaisaran. Dan kau berhak atas perlindungan serta penghormatan kerajaan."

Cecilia membeku. Bahkan Rowan sedikit terkejut akan hal ini.

Namun Kaisar belum selesai.

"Selain itu. Kekaisaran menghadiahkan kediaman pribadi. Tunjangan kehormatan." Serta hak istimewa setara bangsawan tinggi tamu kerajaan."

Aula benar-benar gempar. Banyak bangsawan bahkan tak mampu menyembunyikan keterkejutan mereka.

Ini terlalu besar dan istimewa.

Dengan tangan sedikit gemetar Cecilia membungkuk dalam.

"Saya menerima kehormatan ini dengan penuh rasa syukur, Yang Mulia," ucap Cecilia.

Kaisar tersenyum. Lalu memasangkan bros kehormatan itu di dada Cecilia.

Tepuk tangan langsung menggema. Bahkan banyak bangsawan yang benar-benar terkesan.

Namun di tengah kemeriahan itu sebuah suara tiba-tiba terdengar.

"Yang Mulia?"

Tepuk tangan perlahan berhenti.

Seorang pria paruh baya berdiri dengan tongkat berlapis permata besar di pegangannya. Bertubuh tinggi dan berwajah tajam. Tatapannya arogan khas bangsawan yang memiliki kuasa lebih di kerajaan.

Rowan langsung mengenalinya.

Count Diego Zarovich. Salah satu bangsawan tertua yang memiliki pengaruh besar di kalangan sosialita dan bisnis di Aurelius.

Kaisar memandangnya dan bertanya, "Ada yang ingin kau sampaikan, Count Zarovich?"

Diego Zarovich membungkuk tipis dan berkata, "Lewat semua rasa hormat saya kepada Yang Mulia. Tentu penghargaan ini luar biasa. Tetapi saya memiliki satu pertanyaan."

Suasana menjadi tegang.

Tatapan Diego beralih kepada Cecilia. Senyuman tipis muncul di bibirnya, tentu bukan senyum bersahabat.

"Tentang status Nona Cecilia. Apakah beliau seorang bangsawan?" ujar Diego dengan suara lantang.

Ruangan mendadak hening.

Cecilia merasakan sesuatu yang buruk.

Diego melanjutkan, "Jika memang bangsawan. Gelar apa yang Nona ini miliki? Baroness? Viscountess? Countess? Atau Duchess?"

Tidak ada yang menjawab. Namun semua orang mulai memahami arah pembicaraan itu.

Diego tersenyum dan menambahkan, "Karena penghormatan sebesar ini biasanya diberikan kepada bangsawan dengan status yang jelas."

Bisikan mulai bermunculan.

Dan Cecilia perlahan merasakan tekanan yang mengimpit udara sekitar.

Lalu tatapan Diego kini beralih kepada Rowan dan kembali berbicara, "Dan ada hal lain. Bagaimana bisa Nona Cecilia datang bersama Lord Rowan Desmond?"

Suasana menjadi semakin berat. Karena semua orang tahu maksud pertanyaan itu khususnya dari keluarga Count Zarovich yang terobsesi dengan keluarga kerajaan khususnya Rowan.

Diego berkata dengan suara keras, "Seluruh Aurelius mengetahui satu aturan sosial tidak tertulis. Jika Rowan Desmond menghadiri pesta resmi bersama seorang wanita. Maka wanita tersebut adalah seseorang yang memiliki hubungan dekat dengannya."

Bisikan semakin ramai.

Cecilia menunduk sedikit mencoba menelaah tujuan pria paru baya itu.

Namun Diego belum berhenti. "Padahal selama ini. Banyak keluarga bangsawan berharap Lord Rowan menemukan pasangan yang setara. Termasuk putri saya."

Beberapa orang langsung memahami ke mana arah pembicaraan itu.

Putri Count Zarovich. Seorang wanita yang sangat terkenal di kalangan bangsawan, Lady Joanna Zarovich.

Sosialita nomor satu Aurelius saat ini. Perempuan yang selama bertahun-tahun terang-terangan mengejar Rowan.

Diego tersenyum bangga dan berkata, "Joanna adalah salah satu wanita dengan status tertinggi di generasinya. Pengaruhnya mendominasi lingkaran sosial bangsawan. Dan banyak orang menganggap hanya dirinya yang cocok berdampingan dengan Lord Rowan."

Bisikan terdengar semakin jelas.

Nama Joanna memang terkenal karena pengaruh dan juga para pria yang berlomba-lomba ingin menjadi suaminya. Bahkan beberapa wanita muda langsung mengangguk setuju.

Diego menatap Cecilia, lalu berkata dengan nada halus yang justru terasa lebih menusuk, "Karena itu saya hanya khawatir. Kira-kira apa yang akan dikatakan masyarakat. Jika seorang pahlawan perang, Kesatria nomor satu kekaisaran dan juga seorang Marquess, datang bersama wanita yang bahkan statusnya belum diketahui."

Kini seluruh aula benar-benar tenggelam dalam bisikan.

Beberapa mulai memandang Cecilia dengan rasa iba. Beberapa memandangnya dengan curiga bahkan mulai meragukannya.

Cecilia menggenggam gaunnya. Sedikit lebih erat. Ia tahu kalau Count itu tidak sedang bertanya tapi sedang menyerangnya di depan seluruh bangsawan Aurelius.

Cecilia merasa benar-benar tersudutkan.

Sementara di sisi lain aula mata biru Rowan perlahan menjadi sangat dingin. Pertanda buruk bagi siapa pun yang mengenalnya.

Dan di atas takhta Kaisar Aurelius hanya menyandarkan tubuhnya sambil memerhatikan.

Tatapannya tenang seolah sedang menunggu sesuatu; menunggu siapa yang akan membuat langkah berikutnya.

Di sudut aula, seorang wanita muda berambut pirang keemasan dengan gaun merah anggur menatap Cecilia tanpa berkedip. Matanya dipenuhi rasa tidak suka. Bibirnya tersenyum tipis.

Lady Joanna Zarovich, perempuan yang namanya baru saja disebut, perempuan yang selama bertahun-tahun terobsesi kepada Rowan Desmond.

Dan sejak pertama kali melihat Cecilia masuk bersama Rowan malam ini, satu pikiran terus berputar di kepala Joanna;

Singkirkan gadis itu apa pun caranya. Karena tidak ada seorang pun yang boleh berdiri di sisi Rowan selain diriku.

1
Hary Nengsih
lega dh gak merasa bersalah lg
Eli Rahma
semangat Lowan..
Wenty Lucia Wardhani
aku terharu sekali😭😭😭
Nisfu Romadhon
/Sob//Sob//Sob/mengandung 🧅🧅🧅ihh k Othor,,,
Archiemorarty: Selanjutnya lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
mengsedih /Cry/Rowan yang kuat ya
Nisfu Romadhon
ishh,,, ikut ngerasain nyesek nya Rowan,,, rindu sedih dan kecewa pada dirinya sendiri,,,hiks/Sweat/
Archiemorarty: Apalagi meninggal karena salah komando si Rowan 😭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, akhir bab mengandung bawang 🧅🧅🧅hiks,,, Rowan teringat paman Colton sang Guru /Sob//Sob//Sob/
Archiemorarty: Nanti bakal lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
hih,,, dasar curang,,,g berani ngadepin Cecil sendirian mesti minta bantuan monster-monster lainnya buat pengalih perhatian,,, Cecil aku mendukungmu,,,kamu pasti bisa 💪💪💪
Archiemorarty: biasa lah yah, pengecut mah gitu 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
lanjut
Archiemorarty: Siap kakak 🥰
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Archiemorarty: Abang Lowan emang suka gitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Archiemorarty: Napas kak napas 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Nisfu Romadhon: iya tuh✌️
total 2 replies
Nisfu Romadhon
cari in jodoh nya Evan k Othor,,, please /Whimper//Whimper//Whimper/
Archiemorarty: Abis Rowan ntar buat Evan yak 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!