NovelToon NovelToon
I Love You, Cinta

I Love You, Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Beda Usia / Trauma masa lalu
Popularitas:38.6k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?

===

“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”

“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”

“Masa?”

“Mahameru pantang ingkar janji.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Ungkapan Cinta

Bab 28

 

Kedua tangan Eru dengan sigap langsung melingkar erat di pinggang Cinta, menahan punggung gadis itu agar posisinya stabil dan tidak merosot jatuh ke tanah.

Dalam posisi yang sangat dekat ini, Cinta bisa merasakan hangatnya deru napas Eru yang menerpa permukaan wajahnya. Aroma parfum maskulin yang menguar kuat dari tubuh pria itu. Di bawah telapak tangan Cinta, otot bahu Eru terasa mengeras, menopang seluruh berat badannya tanpa kesulitan sedikit pun. Eru tidak langsung melepaskan cengkeramannya. Ia menatap lekat-lekat mata Cinta.

“Posisinya udah pas. Boleh aku ….”

Eru tidak meneruskan ucapannya. Cinta kembali menelan saliv4, dia sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini, tapi tidak menolak apa lagi berusaha menghindar. Tangan kanan Eru yang awalnya berada di pinggang CInta, perlahan bergerak naik menangkup sisi wajah. Terasa begitu hangat dan jarinya mengusap pipi yang sudah merona merah.

Cinta menahan napas, tubuhnya mendadak kaku saat wajah Eru perlahan bergerak mengikis jarak yang tersisa. Saat bibir Eru menyentuh bibirnya, ia memejamkan mata. Sentuhan itu begitu lembut dan ragu-ragu, hanya sekedar kecup4n. Namun, tidak ada yang menduga berikutnya. 

Dekapan tangan kiri Eru di punggung Cinta semakin mengerat, memperdalam ciuman mereka.  Setelah beberapa detik yang terasa, Eru perlahan menarik wajahnya. Kening mereka masih saling bertumpu, membuat keduanya bisa mendengar deru napas masing-masing yang memburu.

Cinta membuka matanya perlahan, tatapannya sayu dan nafasnya sedikit terengah. "Ru….” Suaranya nyaris hilang, tangannya meremas kaos yang dikenakan pria itu.

Eru tersenyum, menatap bibir Cinta yang kini tampak sedikit basah lalu kembali mengunci pandangan mereka. Mengecup kening gadis itu dengan lembut sebelum akhirnya melonggarkan dekapan.

“Tadi, first kiss aku.”

“Kalau gitu, seri,” sahut Eru. “Kamu milikku,” ucap Eru lagi. “Aku anggap cium4n tadi ungkapan cinta dan jawaban perasaan kamu.”

Cinta hanya bisa menunduk lalu menyembunyikan wajahnya yang sudah merah di d4da Eru, tidak berani mendongak lagi karena takut jantungnya benar-benar melompat keluar. Terdengar bel dan ketukan pintu.

“Sarapan kita, geser dulu atau aku gendong ke pintu?”

Cinta gegas melompat ke samping Eru.

***

“Ta, hati-hati. Takut batunya licin,” ucap Umar karena sikap Cinta kadang pecicilan.

“Aman bang, aku udah pake sepatu anti slip.”

Sudah tiba di area tempat mereka syuting. Tempat wisata yang disebut hidden gems oleh penduduk sekitar. Kali ini mereka berada di air terjun Luweng Sampang. (Lokasi yang disebutkan di novel ini benar adanya ya, hasil pencarian di google dan beberapa artikel online. Kisah Cintanya aja yang fiksi).

Asep dan Eru di tempat tiket menyampaikan surat izin mereka. Abil mengeluarkan peralatan. Umar sudah memperkirakan akan mengambil gambar dari mana saja.

“Cinta,” panggil Umar lalu mengarahkan gadis itu, bagian mana yang harus menggunakan drone. Cinta manggut-manggut, sesekali menanggapi dan memberikan usulan. “Nanti lo naik ke sebelah sana, tapi hati-hati.”

“Siap bang, ih seru. Untung bawa ganti, bisa basah-basahan.”

Tidak lama Asep dan Eru kembali, mereka membantu Abil mengkondisikan kamera besar yang akan digunakan Umar. Memastikan tidak jatuh apalagi kena air. Bahkan driver pun ikut turun membantu. Beruntung ini weekdays, jadi tidak ramai pengunjung, tapi proses syuting menjadi perhatian. Para pengunjung malah ikut nimbrung.

“Geser dikit ya, nanti malah nggak bagus di kamera. Ayo bubar aja, nikmati airnya,” seru Asep.

Eru membantu Cinta memasang drone dan mencoba menerbangkannya. “Mas Abil, ini bukan yang biasa ya?”

“Bukan. Yang biasa dipakai tim lain. Tapi aman kok, udah saya coba sebelum kita berangkat.”

Cinta berdiri agak jauh di bawah keteduhan pohon, memegang remote control drone dengan layar monitor yang menampilkan lanskap dari ketinggian.

“Angin dari arah timur agak kencang, Ta. Naikin ke seratus meter dulu baru panning ke kiri," ujar Abil sambil menunjuk arah lalu menghampiri Umar dan Asep.

“Oke. Ini aku coba naikin pelan-pelan," sahut Cinta, jemarinya sedikit gemetar menggerakkan joystick pada remote. Ia masih sedikit gugup, bukan karena menerbangkan drone mahal milik perusahaan, tapi juga karena sosok yang berdiri tepat di sampingnya.

Eru. Pria itu berdiri di sana dengan melipat tangan di dada. Pandangannya bergantian antara menatap layar monitor drone di tangan Cinta dan melirik wajah gadis itu. Kejadian di kamar tadi masih menyisakan kecanggungan yang manis di antara mereka.

"Kamu terlalu teg4ng pegang remote-nya," bisik Eru, suaranya rendah agar tidak terdengar oleh yang lain, juga keriuhan suara gemericik air yang jatuh. Serta teriakan dan keseruan para pengunjung.

"Ih, diem dulu, Ru. Ini drone kantor kalau jatuh, berapa duit buat ganti. Puasa bertahun-tahun kali," keluh Cinta tanpa berani menoleh, meskipun pipinya kembali terasa hangat.

Melihat kepanikan Cinta, Eru tersenyum. Seolah hanya ada mereka berdua di tempat itu, Eru melangkah lebih dekat. Ia mengulurkan tangan kanan dan kirinya dari belakang tubuh Cinta, lalu menyentuh punggung tangan gadis itu yang sedang memegang kendali remote.

Dari tempat berbeda, Asep menoleh ke arah mereka dan ….

“Njirr, emang harus disiram blambir ya tuh anak dua.”

Abil ikut menoleh dan terkekeh. “Mas Yahya lewat, taunya pengen brondong.”

Umar ikut menoleh lalu berdecak dan kembali fokus dengan kameranya. Asep mengabadikan moment itu.

“Woi, k4mprett. Ini jam kerja bukan waktunya kencan,” teriak Asep.

Eru dengan lembut mengarahkan jemari Cinta, menuntun drone di atas sana untuk bergerak memutar, mengambil gambar sempurna dari seluruh area air terjun. Di layar monitor, visual yang dihasilkan tampak sangat stabil dan estetik.

“Iri, bilang bos!” teriak Cinta lalu terbahak.

Sempat terjeda untuk makan siang dan kembali proses rekaman dengan kamera besar, untuk drone sudah diamankan oleh Abil ke mobil. Syuting berikutnya fokus wawancara pengunjung serta merekam adegan para pengunjung yang bermain air. Cinta yang sudah selesai dengan bagiannya, melepas sepatu dan rompi lalu turun ke air.

Eru memisahkan pengunjung dan memberikan arahan apa yang harus disampaikan saat wawancara nanti.

“Oke, rolling action!” ujar Asep.

“Adem banget, Ru ikut turun dong. Kang Asep!” teriak Cinta dan suaranya ikut terekam.

“Cut!” cetus Umar.

“Busyet dah.” Umar menunjuk Cinta dan Eru tergelak.

 

 

 

 

1
sikepang
ne si akbar apa mau y sih kok jdi musuh y eru dan mami maura y
💞Putri Chania💞
iihh..pak Akbar jahat deeh...berkas yg d dapat eru dan cinta itu berbeda ..yaa Alllaaah...kasihan banget mereka ..uuhh perjuangan cinta mereka d mulai .
sikepang
sebelum duduk bersama di satu meja dan di bicarakan baik2 eru sdh sat set menyelidiki dan tertampar oleh kenyataan yg pahit klo dia adalah cinta dan eru sdh dengar klo cinta akan benci bgt sma yg biat dia tdk punya ayah dan bunda y😭😭
Shee_👚
ini berkasnya sama gak ya yang di kasih ke eru, atau berkas cuma identitas eru aja kalau dia adalah salah satu bagian dari anak pemilik yess tv🤔
Shee_👚
duh cinta jangan di buka, plisss😭😭😭
Shee_👚
betul eru apa yang di katain mamih, kamu harus memberikan kasih sayang dan cinta yang dah hilang dalam kehidupan cinta
Shee_👚
eru merasakan sakitnya jadi cinta😭😭😭
aku yakin di balik semua itu ada campur tangan akbar
Shee_👚
jahatnya akbar, ku yakin akbar biar kerok dari semua kecelakaan itu
Shee_👚
eru dan cinta korban dari ke egoisan pak akbar ini. andai dia tak menutupi semuanya dan cinta bisa memaafkan pasti tak akan seperti ini
mmh nengmuti
ayah akbar keterlaluan ngirim itu ke cinta sm aja bikin trauma cinta tambh parah lg apa ayah akbar gak tau KLO cinta sampe trauma
Shee_👚
semakin aja eru merasa bersalah dan menyalakan diri sendiri
Shee_👚
nah kan emang akbar menyalahkan kekuasaannya, agar korban tutup mulut😤
Shee_👚
nah kan cinta dendam sama orang yang menabrak motor ayahnya
mmh nengmuti
gmn ru jgn sampe mundur lanjut terus pantang mundur sebelum menyerah
Iccha Risa
kaget Ru...
mana tadi cinta bilang gakan maafin yg udh nabraknya lagi wlw udh tewas, trauma yg berat berkepanjangan karena ga ditangani. Ru gimana sikap kamu ke Cinta jgn jauhi, dia harus sembuh, dan mengikhlaskan ortunya yg tewas biar mereka tenang
Hearty💕💕
Makin meleleh ❤️ ini eh ❤️ Cintaaaa
Felycia Fernandez
Kesian Eru dan Cinta...
cinta terhalang kejadian antara orang tua.😭
semangat Eru,setidaknya kamu jangan cepat menyerah.
jadikan cambukan,Cinta yang jadi korban papi mu maka kewajiban mu melindungi nya..kalau perlu menikahi nya
Shee_👚
eru tau cinta seperti itu aja dah khawatir banget, apa lagi dia tau kalau penyebab rasa trauma itu karena papihnya.
Shee_👚
andai Akbar tau kalau cinta selalu di bayangin mimpi buruk saat kecelakaan apa dia masih tetep berfikir seperti itu.
egoisnya akbar hanya mementingkan ke baikan keluarganya sendiri. tanpa memikirkan orang lain.😤
Hesty
jgn pisahkan mereka thoor😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!