Novel ini kelanjutan dari Novel. " Cinta Gadis Tangguh Dari Desa."
Luna Haifa Adhitama putri sulung dari Kavindra Adhitama dengan Freya Pratiwi Adhitama. Luna mempunyai adik kembar yang bernama Aryan Zaidan Adhitama dan Aryana Zaidah Adhitama.
Luna seorang Dokter spesialis Anak. Karena pembawaannya yang lembut dan ramah. Dia menjadi Dokter yang diidolakan sama semua pasiennya.
Pada saat dia pergi ke rumah kumuh yang sudah menjadi kebiasaannya satu bulan sekali. Membantu orang-orang yang disana untuk memberikan perobatan gratis disana.
Dia bertemu dengan anggota TNI yang juga lagi membantu menyalurkan bantuannya ke orang-orang yang ditinggal di bawah Jembatan.
Akankah Luna mengenali salah satu dari anggota TNI tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13 BERTEMU DENGAN KELUARGA BESAR ADHITAMA
SELAMAT MEMBACA !!!
Rena dan Luna sudah sampai di rumah milik Kavindra Adhitama.
"Asssalamualaikum," ucap sapa Rena dan Luna.
"Walaikumsalam, Sayang," jawab Freya dari dalam rumah. Dua orang itu langsung masuk ke dalam rumah dan menyalami Freya dengan takzim. Runa ikutan menyalami Luna dan Rena.
Setelah dua orang itu duduk, " Bagaimana ketemuannya dengan Psikiaternya, Sayang?" tanya Freya dengan lembut.
"Alhamdulillah, Mom. Kata dokter Mira, trauma Rena termasuk golongan masih ringan, Mom. Dan mudah-mudahan dua, tiga atau empat kali terapi, Rena sudah sembuh, Mom," ucap Luna dengan agak lega.
"Alhamdulillah kalau begitu, Rena sendiri harus berusaha melawan trauma itu ya, Sayang. Tanamkan dalam hatinya Rena, jangan takut dengan mereka. Karena kamu sudah aman disini ada Daddy, Mommy, Kakak dan Abang. Kami siap melindungi Rena dari mereka ya, Sayang. Ya sudah kalian mandi dan ganti baju lalu turun untuk makan siang bersama ya!" perintah Freya kepada dua gadis yang berbeda usia itu.
Mereka berdua masuk ke dalam lift menuju ke kamarnya masing-masing.
"Mom! Apa Kakak sakit ya, Mom?" tanya Runa yang belum faham akan kondisi Kakaknya.
"Bukan sakit, Sayang. Tapi Kakak lagi ada gangguan tidurnya. Kakak kalau tidur itu bermimpi kurang bagus, jadi Kak Luna membawa Kak Rena bertemu dokter yang akan membantu Kakak menghilangkan mimpi itu." jawab Freya untuk sedikit kasih pengertian kepada Runa.
Rena dan Luna sudah berjalan dari arah lift. Menuju ke ruang makan. Di sana sudah Mommy, Daddy dan Runa. Sedangkan para Art sudah makan di belakang.
"Ayo duduk, kita makan siang dulu. Baru nanti bisa mengobrol lagi!" serunya kepada Luna dan Rena. Vindra mulai memimpin doa untuk mereka.
Luna membantu Rena mengambil makan siangnya. "Terima kasih, Kakak," ucap Rena dengan tulus.
*********
Di Perusahaan Adhitama Arya lagi berdiskusi untuk acara ulang tahun Perusahaan yang akan dilakukan dua minggu ke depan.
"Maaf, Tuan Arya. Ini laporan yang sudah dirancang oleh pihak Divisi perencanaan. Untuk acara ulang tahun Perusahaan, dua minggu yang akan datang," ucap Bu Salma, sebagai Manager Keuangan Perusahaan.
Arya mengambil map yang diberikan Bu Salma. Dan Irfan yang kebetulan berada di sebelahnya juga ikut melihat map yang berisi pengajuan proposal ulang tahun Perusahaan.
"Bu Salma, lebih baik tinggalkan dulu proposalnya untuk kami pelajari dulu, Bu. Kalau sudah selesai saya yang akan antarkan ke Divisi keuangan, Bu," ucap Irfan kepada Bu Salma. Dari pengamatan Irfan ada yang janggal akan laporan yang dibawa Bu Salma itu.
"Baik, Tuan. Kalau begitu saya pamit dulu," jawab Bu Salma. Arya dan Irfan bisa melihat dari raut wajah Bu Salma yang terlihat sangat kecewa.
Arya menatap punggung Bu Salma dengan senyum sinisnya. "Benar-benar permainan yang sangat baik, Fan. Selidiki lebih lanjut dari bawah Fan! Jangan biarkan mereka menikmati uang perusahaan lagi. Sudah lama mereka menikmatinya!" perintah Arya kepada Irfan.
"Sebaiknya kita diamkan saja dulu kali ini Ar, ini bisa buat bukti. Biarkan kejadian ini menjadi bukti yang kuat. Biarkan pula mereka mengira kita sama sekali nggak tau soal masalah korupsi yang dilakukan mereka. Kita bertindak setelah acara ulang tahun Perusahaan selesai. Rasanya nggak pantas dan nggak etis jika ditengah kesibukan menyiapkan acara itu, kita malah mengurusi para koruptor itu."
Arya menganggukan kepalanya paham, "Kamu benar, Fan. Biarkan mereka merasa aman dan lengah dulu. Semakin santai sikap mereka semakin mudah kita mencari bukti lainnya," ucap Arya setuju dengan usulan Asistennya.
*********
Di ruang keluarga sudah penuhi canda tawa dari Rena dan Runa yang sedang bermain boneka yang bisa berbicara menirukan ucapan Rena dan Runa yang dibelikan Arya dari Korea.
Luna dan Freya tersenyum senang melihat kebahagian mereka berdua.
"Astagfirullah, Mom!! Aku lupa menyampaikan pesan dari Bang Axel, kalau keluarga besar kita nanti malam mau kesini, Mom. Termasuk Opa dan Oma dan Opa Buyut juga ikut kesini, Mom!" seru Luna melupakan pesan dari Axel.
Freya menoleh ke arah Putri sulungnya. "Nggak perlu kamu kasih tau, tadi Tante Kayla sudah telpon Mommy. Katanya mereka ingin bertemu Rena dan Runa, Sayang," jawab Freya mengusap kepalanya Luna yang ditaruh di pangkuan ibunya.
Malam harinya keluarga Vindra sudah berada di lantai bawah semua. Menunggu keluarganya Zayan dan Bayu Adhitama ayah dari Zayan dan Kavindra.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam," mereka berdiri semua menyambut kedatangan keluarga besarnya. Yang terakhir Luna dan di belakangnya ada Rena dan Runa.
"Salim dulu sama Om, Onty dan Opa, Oma dan Opa Buyut, Sayang. Kalau Bang Axel, Kak Rena sudah kenal. Kalau adik belum kenal ya, ayo salim dulu!" perintah Luna dengan menggandeng tangan kedua anak kecil itu. Karena hari ini kedua bocil itu bertemu dengan keluar besar Adhitama jadi mereka masih takut.
"Kalian Cantik banget, Sayang!" seru Kayla istri dari Zayan dan Mommy dari Axel.
Rena yang dipuji begitu malu dan langsung memeluk kakinya Luna, sedangkan Runa digandeng Kayla diajak dulu di pangkuannya.
Oma Ghea memandang dua anak kecil itu dengan perasaan yang sangat miris. Hatinya terasa perih mendengar cerita yang disampaikan oleh menantu bungsunya. Bahwa anak-anaknya membawa pulang dua balita, korban dari keserakahan paman kandung mereka sendiri.
Opa Bayu mengusap tangan istrinya untuk menenangkan supaya tidak bersedih lagi.
"Makan malam dulu yuk, baru mengobrol! Takut lauknya dingin malah nggak enak dimakan!" ajak Freya kepada keluarganya.
Runa sekarang duduk disebelahnya Kayla, yang sangat perhatian mengambilkan makanan buat Runa. Kalau Rena sudah pasti menempel dengan Luna.
"Masakan kamu selalu nggak pernah gagal, Dek!" seru Kayla kepada adik iparnya.
"Kakak, bisa saja. Masakan dari dulu juga sama begini kok, Kak," jawab Freya dengan tersenyum Bangga karena masakannya selalu disukai oleh keluarganya.
Selesai makan mereka pindah ke ruang keluarga, Freya, Yana dan Luna membawa buah dan puding buat pencuci mulutnya hehehehe.
"Bagaimana pertemuan pertama dengan dokter Mira, Dek?" tanya Axel memulai mengobrolnya.
"Alhamdulillah, Bang. Trauma yang dialami Rena tergolong masih ringan dan Rena juga bisa diajak komunikasi dengan baik jadi dengan terapi tiga atau empat kali, dia bisa sembuh, Bang," jawab Luna sambil memakan puding buatan ibunya.
Mereka menganggukan kepalanya merasa bersyukur, dengan begitu Rena akan sembuh sperti anak-anak yang lainnya.
"Untuk acara ulang tahun perusahaan. Bagaimana jadinya, Nak?" tanya Opa Bayu kepada Arya.
"Kita sepakat di Villa Bandung, Opa. Kita berangkat dari sini hari jumat siang pulang minggu siang, Opa. Dengan adanya kegiatan diluar Perusahaan ternyata ada yang mau memanfaatkan dan main-main dengan uang Perusahaan Opa, mungkin mengira aku masih ingusan untuk memimpin Perusahaan jadi mereka beranggapan aku bisa dimanipulasi dan ingin bermain-main dengan aku, Opa," jawab Arya sambil mengepalkan tangannya.
"HAH!! BENARKAH ITU, NAK!?" tanya Vindra yang kaget nggak percaya dengan apa yang dikatanya putranya itu.