Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karin Bebas
Angel sangat senang, waktu melihat anaknya datang ke poli bedah tempat dia bekerja.
"Mami....."
"Jagoan mami, kesini sama siapa???"
"Sama Papi, mami."
Aaron berdiri didepan pintu poli bedah dengan senyuman dan gaya cueknya. Tatapan itu kadang bisa membuat cewek - cewek yang melihatnya langsung bisa jatuh hati kepada Aaron. Angel menatap suaminya dengan senyuman.
"Tidak kangen suamimu yang ganteng ini???"
Angel langsung kearah suaminya dan langsung dipeluk tubuh yang sangat dia rindu. Aaron memegang muka istrinya dan memberi ciuman pada bibir istrinya.
"Kak......."
"Papi genit."
Aaron hanya tersenyum dan langsung mengajak istrinya pulang. Aaron meminta kunci mobil istrinya karena dia yang akan mengendarai mobil itu membawa pulang istri dan anaknya. Ethan sudah duduk di belakang dengan aman. Sabuk pengaman sudah terpasang. Mereka langsung menuju lobi rumah sakit menjemput Angel. Seperti biasa Aaron akan membukakan pintu bagi istrinya. Setelah di rasa aman. Mereka pulang ke rumah membawa jajan, makanan yang sudah di beli Aaron dan Ethan.
Sampai di rumah Rido sudah menanti. Sebelum dia berbicara dengan bosnya, Rido membantu suster mengangkat belanjaan yang tadi dia beli bersama Ethan. Karena tadi, Ethan yang meminta papinya untuk memindahkan ke mobil maminya.
"Beli apa saja sayang."
"Ini permintaan anak kita."
"Mami pasti suka apa yang Ethan pilih, ini kesukaan mami semua."
Semua belanjaan Angel minta bibi mengaturnya. Kemudian dia membawa Ethan untuk di mandi oleh susternya, dan dia ke kamarnya untuk mandi juga. Sebenarnya Angel tidak perna mengjinkan suami dan anaknya menciumnya jika dia pulang bekerja belum mandi. Namun peristiwa tadi karena dia sangat rindu kepada suaminya.
"Sayang, kakak ada perlu sama Rido di ruang kerja ya."
Aaron pamit mau ngobrol sama Rido. Mereka sedang membicarakan nasib Karin yang sedang di kurung di ruangan satu kali satu meter itu. Sampai sekarang Karin tidak tahu, siapa yang menangkapnya. Karena Rido dan Dion tidak mau bos mereka terlibat dalam masalah Karin. Jadi selama dia di kurung, Aaron tidak perna kesana.
Dan Karin sendiri tidak tahu, dimana dia di kurung ini. Lagi asik berbicara, Angel yang mau mengajak mereka makan, mendengar pembicaraan mereka. Dia langsung membuka pintu. Dan Aaron langsung menatap istrinya, dia tahu Angel pasti mendengar, sementara Rido hanya tertunduk.
"Meskipun aku membencinya, aku tidak mau kalian bertindak kotor terhadap orang itu. Jangan keji sayang, aku takut. Ethan masih kecil, aku ngak mau dia mengalami trauma yang sama." Aaron langsung memeluk istrinya sangat kuat dicium kening istrinya.Angel sudah menangis dalam pelukan Aaron suaminya.
"Maafkan aku sayang."
"Kamu dan Rido orang baik. Kalian sangat berarti dalam kehidupan aku dan Ethan. Mohon jangan biarkan tangan kalian kotor."
Aaron hanya memberi kode mata. Dia tahu bahwa bosnya tidak mau istrinya trauma. Maka berdasarkan keinginan Angel mereka pasti akan bertindak bersih.
"Maakan saya kak."
"Rido, jangan pulang dulu, kita makan dulu."
"Iya."
Aaron mencium bibir istrinya sangat lembut. Kemudian menghapus air mata istrinya.
"Jangan nangis ya sayang. Hatiku sakit kalau melihat dan mendengar suara tangisanmu. I love you."
"ade tahu, i love you more."
Mereka menikmati makan malam bersama. Atas perintah Rido, anak buahnya sudah memindahkan Karin dalam keadaan tidak sadar ke satu tempat yang sangat jauh dari kota Bali. Di sebuah Vila bersama beberapa barangnya Karin. Karin di tangkap dan dilepaskan dia tidak tahu siapa pelakunya. Karena musuhnya banyak, apalagi waktu dia masih menjadi orang kepercayaan oma Yura pada organisasi terlarangnya. Bahkan sahabatnya sendiri, Karin bisa menjerumuskan dia, asal dia selamat.
Subuh hari, Rido mendapat kabar, bahwa semuanya aman. Di Vila ini tidak ada CCTV. Jadi jika Karin sadar dia tidak tahu siapa yang membawa dia kesini. Berita ini juga sudah sampai ke Aaron. Sore hari Karin yang sadar langsung menghubungi, omnya Paskalis, suami tantenya.
"Kamu di mana?? "
"Saya tidak tahu om. Sepertinya ini masih di Bali tetapi di luar kota."
"Siapa yang membawa kamu?? Apa ini perbuatan Aaron??"
"Tidak mungkin Aaron selama tiga hari disini, oma sudah meninggal."
"Musuhku dulu banyak om. Pasti salah satu dari mereka om."
"Kamu kembali ke Jakarta saja. Om sekarang COO Benaya Company. Kamu jadi sekretarisnya om."
"Aaron ada di Jakarta??"
"Tidak dia di Korea."
"Apa kemarin Angel dan anak mereka hanya berlibur di bali dan sudah kembali ke Korea??" Karin mulai berhalusinasi, karena pengaruh obat yang mereka berikan. Lambat laun merusak saraf dan organ - organ inti tubuh Karin.
Meskipun mereka melepaskan Karin, namun ditasnya yang kecil ada JPS tersembunyi yang terpasang pada tasnya, sangat kecil dan halus sehingga sangat susah di deteksi. Sehingga pergerakan Karin akan tetap di ketahui oleh timnya Rido.
"Gue dapat informasi COO Benaya Company meminta seorang sekretaris yang akan membantu pekerjaannya."
"Lewat HRD tidak??"
"Lewat bos. Tetapi dia sudah punya calon, dan kamu tahu Karin Janson yang menjadi sekretarisnya."
"Berarti dia sudah menghubungi om Kalis."
"Bos, Karin posisi bandara udara sekarang." informasi dari Rido
"Klop. Berarti betul. Biarkan saja. Saham ku kamu amankan juga punya papi dan tanteku."
"Siap bos."
Aaron posisinya di rumah sakit sekarang, tadi dia mengantar istri tercinta setelah mendapat informasi dari rumah sakit, bahwa ada pasien darurat yang membutuhkan tindakan operasi. Dan Angel sangat dibutuhkan. Sudah dua jam Angel melakukan operasi. Sudah dua jam Aaron menunggu istrinya.
Dari kejauhan, Aaron melihat istrinya sudah berjalan ke arahnya. Dia terlihat sangat kelelahan. Aaron langsung memeluk istrinya. Pada saat mau mencium istrinya. Angel menghindar.
"Sayang, kakak mau cium."
"Nanti di rumah saja, selesai ade mandi. Kaget ada virus. Ade ngak mau kakak sakit. Mengerti ya." Aaron tersenyum. Dia mengerti, istrinya sedang melindungi dirinya. Hal ini juga sering di protes oleh Ethan. Dan sekarang Aaron mengerti.
"Kamu tahu sayang, Ethan itu protes. Katanya setiap mami pulang kerja Ethan mau peluk dan cium kamu larang. Dia sedih."
"Ethan suka lupa kak."
"Nanti jelaskan lagi sama anakmu. Di depan aku juga, seolah - ola aku yang salah."
"Oke pak bos. Sayang .... Kita ke Manggarai yuk. Aku mau ke desa Satar."
"Tempat kerjamu dulu."
"Iya, aku kangen tempat itu."
"Tunggu Ethan libur. Namun planing terdekat kita alan ke Eropa. Aku mau bulan madu bersama kamu. Sekalian perayaan hari ulang tahun pernikahan kita."
"Kamu ingat tanggal kita menikah." Aaron langsung menyentil jidat istrinya.
"Aduh.... Sakit kak."
"Kakak sudah atur semuanya. Bersama Rido dan Dion."
Angel tidak menyangka ternyata Aaron masih mengingat hari bersejarah kita berdua, hari dimana kita berdua menyatakan cinta kita dihadapan Tuhan dan jemaat di sebuah desa kecil, tempat dia menjalankan tugas sebagai dokter, jauh dari segala fasilitas yang di miliki.