NovelToon NovelToon
Nona Kota Jodoh Anak Pak Kades

Nona Kota Jodoh Anak Pak Kades

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Kiara Valeska Pratama, desainer muda berbakat lulusan terbaik Jakarta tak pernah menyangka hidup glamornya akan runtuh hanya karena satu kata, perjodohan. Dijodohkan dengan anak Pak Kades dari desa pelosok, Kiara memilih kabur ke Bali dan mengabaikan hari pernikahannya sendiri.

Baginya, menikah dengan pria kampungan yang hidup di desa kumuh adalah mimpi buruk terbesar. Namun, Kiara tak tahu satu hal. Pria desa yang ia remehkan itu adalah Alvar Pramesa, dokter obgyn lulusan terbaik luar negeri yang meninggalkan karier gemilang demi kembali ke desa, merawat orang tuanya dan mengabdi pada tanah kelahirannya. Pernikahan tanpa kehadiran pengantin wanita menjadi awal dari konflik, gengsi, dan benturan dua dunia yang bertolak belakang. Gadis kota yang keras kepala dan pria desa yang tenang namun tegas, dipaksa hidup dalam satu atap.


Akankah cinta tumbuh dari perjodohan yang penuh luka dan salah paham?
Atau justru ego Kiara akan menghancurkan ikatan yang terlanjur terjalin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Sore itu, setelah dokter masuk dan memeriksa kondisi Tuan Rahmat, kabar yang ditunggu akhirnya datang, Papa Kiara sudah diperbolehkan pulang. Wajah Kiara langsung berbinar, napasnya terasa lebih ringan sejak pagi.

Dia keluar dari ruang rawat bersama Alvar menuju bagian administrasi. Lorong rumah sakit terasa lebih ramai, tapi langkah mereka berjalan berdampingan, sunyi dalam pikiran masing-masing.

Saat sampai di loket, Kiara membuka tasnya dan mengeluarkan kartu milik papanya. Namun, sebelum kartu itu benar-benar diserahkan, tangan Alvar lebih dulu maju. Ia mengeluarkan kartunya sendiri dan meletakkannya di meja.

“Aku saja,” ucap Alvar tenang, tanpa ragu.

Kiara langsung menoleh. “Mas, nggak usah. Aku bisa—”

Alvar memotong pelan, menatapnya dengan mata yang lembut tapi tegas.

“Biarkan aku, Kiara.”

Ia menarik napas sejenak, lalu melanjutkan dengan suara lebih rendah, “Anggap saja ini caraku membalas jasa Papa kamu … karena sudah membesarkan anak sebaik kamu.”

Ucapan itu membuat Kiara terdiam. Pipinya terasa hangat, dadanya bergetar oleh sesuatu yang sulit ia tolak. Ia menunduk, menyembunyikan rasa malu yang tiba-tiba muncul, lalu mengangguk kecil tanpa kata.

Alvar tersenyum tipis dan kembali mengurus administrasi. Beberapa saat kemudian, setelah semuanya selesai, Kiara berkata pelan,

“Aku tunggu obat Papa ya, Mas.”

“Iya,” jawab Alvar. “Aku urus surat kepulangan Papa kamu dulu.”

Mereka berpisah di persimpangan lorong, Kiara menuju apotek, Alvar ke bagian administrasi lanjutan. Meski langkah mereka menjauh, perasaan yang tertinggal justru semakin mendekat.

Di depan farmasi, Kiara berdiri menunggu nomor antreannya dipanggil. Tangannya menggenggam kertas resep, pikirannya masih tertambat pada Papa yang sebentar lagi boleh pulang. Namun, langkahnya terhenti saat suara yang sangat ia kenal menyapa.

“Kiara?”

Ia menoleh, dia melihat Yoga.

Seketika dadanya menegang. Belum sempat Kiara berpaling, seorang perempuan melangkah cepat ke samping Yoga, istrinya Lala. Wajahnya langsung berubah saat melihat Kiara.

“Mas, dokter bilang vitaminnya sekalian diambil ya. Buat ibu hamil,” ucap Lala sengaja mengeraskan suara.

Kata ibu hamil itu seperti palu yang menghantam kepala Kiara. Matanya membesar, lalu bibirnya melengkung tipis, senyum kecut yang bahkan terasa pahit di lidahnya sendiri.

“Kiara,” Lala menyeringai. “Kamu ngapain di sini? Jangan-jangan … periksa kehamilan juga?” Nada cibirannya tajam.

“Kami ke sini buat periksa kehamilan,” lanjut Lala sambil mengelus perutnya yang nyaris tak terlihat.

“Hamil dua bulan.”

Kepala Kiara mendadak terasa kosong. Dua bulan.

“Bukannya kalian menikah baru tiga minggu?” tanya Kiara pelan, tapi suaranya bergetar. “Kok bisa hamil dua bulan?”

Lala tertawa kecil, sinis. “Oh itu? Ya karena kami udah nyicil dari sebelum itu.”

Dunia Kiara seperti runtuh. Napasnya tersangkut. Jadi benar, pengkhianatan itu terjadi jauh sebelum semuanya berakhir. Amarah yang selama ini ia tekan meledak. Tangannya bergerak lebih cepat dari pikirannya.

Plak!

Tamparan itu mendarat di pipi Yoga. Suaranya nyaring, mengundang tatapan orang-orang di sekitar.

“Apa hak kamu nampar suami aku?!” bentak Lala, maju selangkah.

Kiara menatapnya dengan mata berapi-api. “Jangan bangga hamil di luar nikah.”

Lala menyeringai, tak kalah tajam.

“Daripada kamu udah menikah tapi nggak hamil-hamil?”

Kedua tangan Kiara mengepal. Kukunya menekan telapak, menahan gemetar yang merambat dari dada ke ujung jari.

“Stop, La,” Yoga mencoba menarik Lala.

“Kita pulang.”

“Tunggu!” Lala menepis tangannya.

“Biar dia tahu.”

Ia mendekat, mencondongkan tubuh. “Kiara, kamu tahu uang yang kamu kasih ke Yoga dulu dipakai buat apa? Buat beliin aku perhiasan ini.”

Jarinya menyentuh kalung di lehernya dengan bangga.

“Kalian berdua memang sampah. Dan jujur aja ... kalian cocok kalau menikah.”

Kata-kata itu menusuk lebih dalam dari tamparan mana pun. Kiara berbalik, tak sanggup lagi berdiri di sana. Namun, baru dua langkah, bahunya menabrak dada seseorang.

Ia mendongak, ternyata dia menabrak Alvar.

Pria itu menatapnya, menatap mata Kiara yang memerah, basah, dan penuh amarah tertahan. Kening Alvar berkerut.

“Kiara?” suaranya rendah.

“Kenapa?”

Kiara tak menjawab. Ia hanya menggeser tubuh sedikit, lalu menoleh tajam ke arah Yoga dan Lala. Tatapan itu dingin, penuh luka, dan sama sekali tak menyisakan air mata.

Lala tertawa sinis, matanya menyapu Alvar dari ujung kepala sampai kaki.

“Ini suami kampung kamu itu ya?” ujarnya meremehkan.

“Lumayan juga tampangnya. Tapi sayang … tetap nggak lebih hebat dari Yoga.”

Kiara hendak membuka mulut, tapi Alvar lebih dulu melangkah maju. Tangannya masih menggenggam tangan Kiara, erat, tegas, seolah berkata aku di sini.

“Eh, Mbak,” kata Alvar tenang, tapi nadanya tajam. “Hasil dari ngerebut milik orang lain aja bangga?”

Lala terdiam sepersekian detik. Alvar melanjutkan, menatapnya tanpa gentar.

“Dan aku justru berterima kasih sama pria itu,” lanjutnya sambil melirik Yoga singkat, dingin. “Karena sudah meninggalkan Kiara. Karena itu, aku yang beruntung bisa bertemu dan memiliki dia.”

Alvar menoleh ke Kiara, tatapannya melunak sesaat.

“Aku beruntung dapat wanita secantik dan sebaik Kiara.”

Lalu ia kembali menatap Lala, kali ini tanpa sisa hormat.

“Coba buka mata kamu. Kamu lihat apa sih dari dia?” telunjuknya mengarah ke Lala. “Dibanding Kiara, kamu nggak ada apa-apanya.”

Wajah Lala memerah.

“Kamu buang berlian demi batu kali,” lanjut Alvar tanpa ragu.

“Kalian berdua memang sampah, seperti yang Kiara katakan.”

Hening sesaat jatuh di depan farmasi. Beberapa orang menoleh, tapi Alvar tak peduli. Ia mengeratkan genggaman tangannya pada Kiara.

“Ayo,” katanya lembut pada istrinya. Ia menarik Kiara pergi, meninggalkan Lala yang berdengus kesal, mulutnya mengomel marah tanpa arah.

Sementara itu, Yoga berdiri kaku. Kata-kata Alvar berputar-putar di kepalanya, berlian, tak bisa dibandingkan.

"Yoga! Kamu kenapa liatin mereka sih?! Ayo pulang!" Lala menyeret tangan Yoga untuk pergi dari tempat itu. Tetapi, hati Yoga seakan goyah saat melihat Kiara bersama pergi pria lain.

1
Lilis Lilis
aku suka
Suyatno Galih
martabak telor ayam, bebek kali
Suyatno Galih
jgn byk mikir p kades lngsng tlp pak Rahmat
Suyatno Galih
pak kades Yono tunjukan power mu dan kades yg bijaksana
Suyatno Galih
knp dellia jd botol, bodoh n tolol. gak tau kl lg ngedepin maut eee mlh ngobrol bukannya cepet ngindar
Suyatno Galih
iya itu pak kades Yono hrs keluarkan powernya, apaan jgn lembek hanya seorg bahlul sm . hrsnya koneksi kades Yono byk
Suyatno Galih
Delia pengacara pintar mancing musuh tanpa kata
FisyanaLica
Hamil kembar, usia 3 bulan perut masih rata ya,,?
FisyanaLica
Padahal cuma Bogor - Jakarta ea yg bisa ditempuh pp 2 sampi 3 x sehari,, nyesek ea mba kiara,, sabar ea ,, ldr an bentar
bekti arianti
walopun konflik silih berganti tapi penyelesaiannya cepet
Tamirah
Penasaran saja siapa tunangan Delia
karena di alur cerita ini gak disinggung sama sekali nama yg ada nama Bram .
Tamirah
Nama bayi yang gampang diucapkan dan dihapal, biasa nya kalau latar belakang orangtua tua nya pengusaha atau dokter anak nya diberi nama yg berbau nama Eropa atau Amerika bahkan Turki, kadang tulisan dan ucapan gak sama .
Isyraeni Aidan
Ceritanya bagus, sy paling suka cerita yang alurnya seperti ini, perempuan kota menikah dengan laki2 yang tinggal di desa☺
Tamirah
Gak heran mulai dari awal memang ingin balas dendam,pas momentum dia ditampar Alvar itu yg disebar kan Vidio nya seolah olah memang Alvar dokter kejam pada pasien nya. Sang lakon menangnya belakangan.
Tamirah
Bumil bisa membuat seisi rumah ngurut dada. bila ngidam nya datang gak mengenal' tempat dan waktu.
Tamirah
Dahsyat nya pengaruh cinta, walau tadinya mereka Sahabat ,Lala,Kiara,Yoga,tega nya Yoga dan Lala mencelakai Kiara.
Belum puas rasanya kalau Kiara belum almarhum.Kalau cerita model gini gak didunia halu saja di dunia nyata pun ada sahabat membunuh .
Tamirah
Dibilang lucu emang lucu sebagai pembaca kadang baper, kalau terjadi kecelakaan di kolam komen ditulis semoga selamat,hati hati dijalan, jangan ngebut atau jangan bercerai , tinggalkan rumah dll, padahal ini hanya cerita halu tapi bisa membuat seolah olah nyata.Tuh pintar nya author mengemas cerita.
Tamirah
Kerjasama sama sdh dicabut dgn tanda bukti yg sah , kalau ada perpanjangan lagi tanpa sepengetahuan p.Rahmat tentu ada seseorang yg bermain di dalam nya lanjut Thor...!
Tamirah
Novel ini menarik Karena cerita gak berkutat dgn kehidupan kota namun mengangkat kehidupan masyarakat desa dgn segala permasalahannya yg kompleks spt ada ranah kesehatan termasuk rmh sakit besarta dokter nya,ranah hukum polisi pengacara dan notaris, ranah agraris meliputi pertanian dsb komplit banget lanjut Thor.
Aisyah Alfatih: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Tamirah
kalau hari pertama praktek sdh banyak pasien ibu hamil ini bisa menjadi masalah bagi dokter senior.kok bisa dokter baru pasiennya bludak.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!