Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Kalau sudah di tatap seperti ini Glen selalu merasa kematian mendekati dirinya, Zavier benar-benar orang yang sulit di bantah keinginan nya.
"Apa yang harus aku lakukan tuan muda?" Glen memutuskan untuk menundukkan kepalanya karena tak ingin menatap Zavier.
"Cari tau informasi laki-laki itu, bayar dia, berikan dia uang yang banyak, berapapun yang dia mau asal dia mau melepaskan wanita itu untuk ku," kata Zavier dengan suara pelan.
Glen kembali menatap Zavier, ia menelan ludah mendengar ucapan tersebut, namun tidak ada kata lagi untuk melawan Zavier.
"Ba-baik," jawab Glen yang kemudian berjalan pergi meningalkan kamar tersebut, tak ingin terlalu lama bicara dengan Zavier.
Ini lah seorang tuan muda Zavier, apapun yang sudah ia cam menjadi milik nya tak akan ia biarkan di ambil oleh orang lain, kalau dia sudah menginginkan itu maka harus ia dapatkan.
Setelah mengetahui Sofia yang punya tuanangan, Zavier memutuskan untuk tidak melepaskan Sofia keluar, dia kini menjadikan Sofia sebagai tawanan nya.
Ia yang awalnya berniat menolong dan membantu secara seimbang kini malah jadi orang jahat seperti tuan Ex.
"Aku sudah menemukan yang sangat cocok dan pas, bagaimana bisa aku melepaskan nya, hanya wanita seperti dia lah yang tidak akan jatuh cinta kepada ku, dengan begitu aku bebas," batin Zavier.
Sementara itu di mansion.
"Di mana nona muda kalian buang? Aku tau kalau kalian sengaja membuang nona muda! Dan memfitnah nya!" kata Luvi yang saat ini sedang memberontak mencari-cari keberadaan Sofia sang majikan.
"Luvi, kau sangat setia dengan Sofia ya, aku hampir melupakan dirimu," kata Rusita yang saat ini sedang berdiri di hadapan Luvi bersama dengan Tara.
"Ma, kenapa tadi malam kita tidak menjualnya bersama dengan Sofia saja?" kata Tara dengan santainya.
"Dia? Di jual? Mana ada harga nya, hanya anak seorang pelayan," kata Rusita dengan tatapan menghina.
"Jadi benar kalian menjual nona muda? Kalian benar-benar kejam! Manusia yang tidak punya hati nurani!" umpat Luvi yang kini telah di selimuti kemarahan.
Plak ...
Sebuah tamparan keras berhasil mendarat di pipi Luvi, Rusita yang mendengar cacian itu merasa tidak terima meskipun itu kebenaran.
"Ma, pelayan ini benar-benar kurang hajar, sebaiknya kita pecat saja dia!" usul Tara.
"Dengar baik-baik, mulai sekarang kau sudah bukan lagi pelayan di sini, sekarang juga kemasi barang-barang mu dan pergi dari sini, sebelum aku menyiksa mu!" kata Rusita.
"Tampa kalian pinta pun, hari ini juga aku akan keluar dari sini, aku akan pergi dan mencari nona muda, aku akan membalas kalian semua," kata Luvi dengan air mata yang mengalir deras.
Para pelayan lain tak bisa berbuat apa-apa, mereka hanya bisa diam dan menyaksikan kejadian tersebut, mereka membutuhkan uang dan mereka tidak berani membantu Luvi.
Setelah menampar Luvi, Rusita dan Tara pun meningalkan dapur mansion, mereka mengabaikan ucapan Luvi yang mengandung rasa sakit luar biasa dari sang wanita.
Luvi segera berlari ke kamar nya, dia mengambil tas nya dan kemudian membereskan barang-barang milik tampa tersisa satu pun.
"Luvi kau sangat berani melawan mereka, seharusnya kau tidak perlu melakukan ini, kau kehilangan pekerjaan mu, selanjutnya bagaimana kehidupan mu nanti," kata salah satu pelayan lain menghampiri kamar Luvi dan membantu Luvi beberes.
"Aku dan nona muda tumbuh bersama sejak kecil, kalian juga tau itu, selama ini nona muda selalu mengalah dan dia tidak pernah menyakiti mereka, tapi apa kau tau? Mereka menjual nona muda, aku harus mencari nya, aku tidak akan membiarkan nona muda, tuan Afdan telah banyak membantu kelaurga ku, aku tidak akan melupakan jasa ini begitu saja," ungkap Luvi sambil sesekali menyeka air matanya.
Mendengar jawaban Luvi, sang pelayan tak bisa berkata banyak lagi, dia mengangguk kan kepala dan kemudian membantu Luvi.
Setelah setengah jam berlalu, Luvi pun berpamitan dengan teman-teman nya dan kemudian meningalkan mansion, ia sangat sedih karena tidak tau kemana tujuannya sekarang dirinya juga tidak punya siapa-siapa, saat melewati taman mansion ia teringat akan di mana dulu ia begitu bahagia bersama Sofia bermain di sana.
"Nona muda, kemana aku harus mencari mu?" ujar Luvi sambil membawa tas nya ia berjalan gontai keluar dari gerbang mansion.
Sejujurnya ada hal yang membuat Luvi sangat tidak habis fikir, ya itu reaksi Samuel yang terlihat bisa-biasa saja saat mengetahui kalau Sofia menghilang.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Aku melihat kalau tuan muda Samuel yang dulunya sangat mencintai nona muda Sofia kini biasa-biasa saja saat dua orang jahat itu mengatakan kalau Sofia telah pergi untuk menjadi kupu-kupu malam, dia bahkan menerima dengan lapang dada saat nyonya Rusita mengatakan kalau akan menukar Sofia dengan Tara, tidak ada terlihat sedikitpun kekecewaan di mata nya," batin Luvi mulai kembali memikirkan reaksi Samuel yang dia lihat tadi.
Sementara itu di sisi lain.
"Lepaskan aku! Tolong keluarkan aku dari sini!" Kata Sofia yang saat ini terkurung di dalam sebuah kamar masih di tempat yang sama saat ia bertemu dengan Zavier. Ya itu Atharyan hotel.
Menduga kalau dirinya bertemu dengan orang baik, ternyata Sofia salah besar.
Di ibaratkan dia lepas dari mulut harimau, malah masuk ke mulut singa.
Zavier tidak membiarkan dirinya pergi karena Sofia tidak menerima tawaran nya, dia juga menceam Sofia yang katanya sudah berhutang nyawa kepada dirinya, karena itu Sofia harus membalas dengan menerima tawaran untuk menjadi istri kontrak nya.
Tap ...
Tap ...
Tap ...
Terdengar suara langkah kaki yang kini berdiri tepat di depan pintu kamar Sofia.
"Siapapun yang ada di sana! Tolong aku, lepaskan aku dari sini!" teriak Sofia.
Namun ia tidak mengetahui kalau ternyata itu adalah Zavier, Zavier membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam nya, dia kemudian kembali menguncinya dan menatap Sofia dengan senyum miring.
"Tolong, aku mohon lepaskan aku," kata Sofia yang kini putus asa dengan harapan nya.
"Hanya setahun, setelah itu kau boleh hidup bebas, apa kau mau?" katanya lagi.
Entah yang keberapa kali Zavier mengucapkan hal tersebut.
"Aku sudah bilang aku tidak mau, aku sudah bertunangan apa kau benar-benar tidak punya telinga!?" bentak Sofia yang sudah habis kesabaran.
"Mana?" kata Zavier yang saat ini duduk dengan santai di sofa yang ada di dalam kamar tersebut.
"Apa maksud mu?" ungkap Sofia bingung.
"Mana tunangan mu itu? Kenapa dia tidak datang menyelamatkan mu tadi malam saat kau membutuhkan nya, aku juga tidak punya bukti kalau kau bertunangan," jawab Zavier sambil menatap dingin Sofia.
Seketika Sofia terdiam, ia berfikir keras, apa yang di katakan Zavier adalah hal Masi akal, dia tau kalau Samuel sudah kembali beberapa hari yang lalu, namun sampai sekarang tidak menghubunginya bahkan mencari keberadaan Sofia.
Bersambung ....