NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:176.4k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Minum kamu...

Memang seribet itu seorang Shanum Kamala. Dikasih yang gratis dan mudah pengen yang bayar plus susah.

Naka melirik ponsel Shanum dimana ia sudah berhasil memesan ojol.

"Gue tunggu di perempatan depan." Ujar Naka diangguki Shanum kemudian melajukan motornya keluar dari gerbang, menggilas jalanan ke arah kanan dan menyatu dengan para pengendara jalanan.

"Num masih nunggu ojek?" susul Frizka dan Jemima yang belum pulang, Shanum cukup dibuat terkejut saat mendapati kedua temannya itu menghampiri, apa tadi keduanya ikut menguping pembicaraannya dan Naka juga? Semoga tidak, "eh iya."

"Udah bagus tadi Juna nawarin pulang bareng, mau dipanggilin ngga mumpung Juna masih ada di belakang?"

Ah engga! Tentu saja Shanum menggeleng, "ngga mau ah! Udah pesen ojek juga."

Oke. Keduanya mengangguk, Shanum si gadis dengan pendirian teguh, iya teguh...ada cowok ganteng plus baik sekelas Juna, dikacangin, cuma dianggap pimpinan organisasi. Sayang banget....Bahkan Shanum sering menghindar jika terlihat gelagat Juna yang tengah pedekate. Memang sekampungan itu teman mereka ini. Lebih tepatnya sulit didekati kecuali oleh Pandu dan Aditya.

"Lo diapain sama Naka? Diomelin ngga? Dibentak atau----" Jemima membeliak di balik kacamatanya, "omaygat, anak buahnya raja dzalim itu ngga ngancam Lo kan, Num?"

Shanum menggeleng, "ya engga lah. Kenapa bisa kepikiran Naka kriminal begitu?"

Frizka menepuk bahunya, "ya kalii aja kan, imbas pengembalian proposal tadi? Mungkin dia ngga terima ditegur Juna di depan anak-anak OSIS sama beberapa anak MPK?"

Shanum terkekeh, "engga lah."

Mima mengangguk-angguk pasti, "bener kayanya, si Naka lagi kasmaran hari ini, makanya khodam petasannya udah nemuin pawang."

Shanum mengernyit, "Airani maksudnya?" Airani lagi pasti pembahasan mereka. Lama-lama rumor ini akan berkembang menjadi gosip menjurus ke fitnah dari mulut teman-temannya ini.

Frizka mengangguk, "siapa lagi." Semakin jauh saja keyakinan teman-temannya itu menilai Mainaka, bagaimana caranya Shanum menjelaskan pada mereka, argh! Udahlah. Shanum mengenyahkan kemumetan itu bersamaan dengan datangnya sebuah motor matic yang dikendarai oleh bapak-bapak berjaket kuning, "kak Shanum?"

"Iya pak." ia menerima helm lalu berdadah ria dengan Jemima dan Frizka, "byeee!"

"Nanti chat ya, kalo ada apa-apa. Jangan dipendam sendiri loh, Num...kalo emang terzolimi bilang aja biar kita serang rame-rame, keroyokan!" seru Jemima diangguki Frizka yang tertawa, "kaya yang berani aja."

Warna hijau yang membalut kepala si bapak itu mengkilat membuat Shanum bisa melihat pantulan dirinya sendiri meski samar. Oke kesampingkan segala kekurangannya sebab otaknya justru mencerna sesuatu yang tertangkap di penglihatannya, seorang gadis labil yang tepat sedang menatap helm bapak driver.

Ia kadang merasa kesal saat mendapati Mainaka dekat dengan gadis lain, seperti Airani atau Rea, ia sebal saat Naka melakukan sesuatu yang bersifat pengorbanan atau effort lebih untuk cewek lain, tapi ia juga bingung sendiri saat Naka justru menawarkan diri untuk melakukan hal itu untuk dirinya

Terlebih....antara dirinya dan Naka sudah mengucap kalimat bahwa tak saling memiliki ketertarikan atau perasaan lebih satu sama lain dan sepakat untuk tidak begitu, Naka bukan tipenya, begitupun Shanum.

Apakah ia akan menjilat ludahnya sendiri yang sering ikut-ikutan menghardik, menggosipi Naka bersama geng ceriwis.

Jalanan sudah agak jauh dari sekolah, dan hampir mendekati titik pengantaran, dimana seseorang sudah menunggu di perempatan dengan helm full facenya. Oke, Mainaka memang cowok yang menyebalkan, selalu seenaknya, semaunya, tapi entahlah....sejak kapan tepatnya Shanum tak pernah menghitung, Mainaka selalu menuruti keinginannya termasuk permintaan ribetnya sekarang. Padahal bisa saja ia pergi duluan ke rumahnya dengan dalih ia yang rapat MPK.

Oh, termasuk makan malam....bisa saja Naka menolak permintaan mama Anye untuk datang berdua dengan dalih kesibukannya dan Shanum berbeda lalu memilih datang masing-masing, tapi Naka justru menyanggupinya.

Shanum turun setelah motor menepi, lalu menyerahkan helmnya, "makasih ya pak."

"Buruan naik." Pinta Naka dituruti Shanum.

Ribet banget!

"Kenapa cowok suka banget pake motor gede begini?! Kan susah naiknya, Ka! Rok pendek begini... besok-besok pake motor biasa aja bisa kalii, ngga akan bikin harga diri Lo turun." Omel Shanum sedikit kesusahan naik, ia sampai mencengkram kedua pundak Naka dan sedikit memberikan lompatan.

"Bisa ngga?"

Shanum mengangguk.

"Bagus lah. Gue emang ngga ada niatan buat bonceng cewek manapun." Jawabnya terdengar sadis. Shanum cemberut, "termasuk gue begitu?" ia memiringkan wajahnya demi bisa berbicara dan melihat Naka di balik helmnya.

"Ya kan Lo juga ngga mau gue bonceng." Lagi, jawabnya itu terdengar sadis meski tepat sasaran. Namun sepertinya Shanum tak peka sampai sana.

"Ya karena Lo pake beginian, jadinya gue males. Berasa banget nyundul atmosfer buminya. Udah paling pas malaikat tinggal comot kepala buat cabut nyawa gue." Omel Shanum lagi.

Tangannya mengerat di pinggiran jaket Naka, "jangan kenceng-kenceng Ka, ini pan tat gue berasa ketinggalan di belakang tau, ngga...posisi duduk gue kaya bebek begini."

Kembali Naka hanya tersenyum dan terkekeh saja mendengar ocehan Shanum tentang motornya.

"Biar cepet nyampe..." Naka justru menggeber motornya saat melihat cela untuknya menyalip kendaraan-kendaraan di depan sana membuat Shanum mengeratkan pegangannya bahkan sampai menempel-nempel tanpa diperintah.

Dan benar, mereka sampai tak lebih dari 15 menit kemudian di depan rumah Shanum berbarengan dengan datangnya sepeda yang dilajukan kencang dari lawan arah.

"Awasss!!! Ini rante aku copottt! Remnya blong..." teriaknya panik. Naka mengerem motornya tenang.

Namun, "Sheyyyyy!" teriak Shanum.

Brakk!

"Bundaaaa!" jeritnya.

Shanum tertawa tergelak saat turun dan membantu sang adik bangun saat ia membanting stang sepedanya ke pagar rumah. Begitupun Naka yang turun dari motor bersiap membantu.

"Aduh, untung kakak ipar ganteng aku yang ngalangin. Ini aku sampe banting stang begini loh..."

Shanum masih tertawa meski kemudian ilfeel sekali dengan ucapan adiknya itu.

"Astagfirullah, apa sih itu?! Shey!" bunda keluar dari rumah dengan setengah berjalan cepat melihat ke kehebohan anak-anak gadisnya.

"Baret tangan aku..." keluh bocah SMP ini.

"Ya ampun, ngapain sepeda rusak begitu masih kamu pake ke warung?"

Dan benar, sepeda yang tergeletak itu rantenya sudah longgar, copot, begitupun dengan remnya.

Naka membangunkan sepedanya lalu turut membawa itu ke carport untuk kemudian mendorong motornya masuk.

"Demi kakak ipar aku biar gantengnya ngga lecet, aku banting stang..."

Naka tersenyum, "makasih loh."

Shanum mendorong kepala adiknya, "jijik banget."

"Bang, sayang banget duluan kak Shanum yang brojol...coba aku duluan..."

"Astaga..." geleng bunda, dan Naka hanya mengehkeh menyalami bunda. Sementara Shanum sudah melengos meninggalkan keluarga yang terpisah itu disana untuk menuju kamar.

"Masuk deh bang masuk, anggap rumah sendiri...biarin calon istrinya emang kurang ajar sih...masuk duluan ngga ada basa basinya banget, suruh masuk kek, minum dulu kek...manusia tuh keliatan baik buruknya dari basa-basi-baso...ya kan?!" oceh Sheyna lagi justru mempersilahkan Naka masuk bersama bunda.

"Iya Shey, thanks..." jawab Naka.

"Duduk deh bang, aku cari salep dulu buat baret di tangan..."

"Ahhh... bunda ngga mau tau harus ke dokter, bilangin ayah...putri kesayangannya jatoh, perdarahan..." rengeknya melengos ke belakang cukup lebay memancing Naka untuk terkekeh renyah melihat tingkah Sheyna.

"Bunda kira kamu mau dianter ke dukun?" kini bunda justru meladeni candaan putri bungsunya itu.

Baru duduk dan merasakan ketenangan, kini Naka sudah kembali dibuat gusar oleh sosok gadis yang baru saja keluar dengan baju rumahannya, kaos kebesaran yang hampir menelan habis celana pendeknya, rambut yang dicepol sembarangan dan sandal jepit warna pink, "mau minum apa?" tanyanya.

Kamu...

.

.

.

.

1
mommyanis
dek Shanum....cita citamu su gguh sungguh sangat mulia,tapi tentunya karna takdir yg dituliskan oleh sang othor,teh Shin.In the riil in the true worlddddd.....cwe mesti punya pengalaman nyari rupiah dulu alias pekerja baru dech cwo cwo mau.Syahrini aj klo bukan artis belum tentu Reino Barak mau 😔🙏🙏🙏🙏🙏😁
sweet escape
Teh up lagi yok yok crazy up hahaha, nemenin shanum yg lagi crazy sama naka 😂😂😂😂😂 kok ankh ngareo naka terusin aja ngomong ngaku hahahahahaha mau liat pandu sama chika shock
sweet escape
Wahahahaha kereeeen cara naka ah sukaaa hahaha emang harus di gituin cewek tipe shanum hahahahaa. Wah tuan muda aku like banget sama kamu. Ini sih cool nya papa ganesh tapi tengilny dan nekatny dewo wkaakka
sweet escape
Hahaha marah marah wkakaakaka yak kita lihat bagaimana tuan muda menaklukkan num num tercinta🥰🤌
sweet escape
Temen temen cowokny shanum sm naka ini tengil jg y, kayak mereka tuh punya kode sama carany sendiri buat tau keadaan temenny sama tindak tanduk temennya. Cowok tuh emang nggk bnyk ngomong tp diem2 mereka tuh di perkumpulan bahasanny y kita2 cewek wkkwkw
sweet escape
Aaaa siapaaaaaa , smg tuan muda naka
sweet escape
Emang kayanya naka yg perlu buat aksi dar der dor biar orang pada tau nih shanum tunanganny. Nungguin keribetan shanum dgn pemikiranny sendiri pasti lama wkwkwkw
sweet escape
Emang kalo sahabat tuh yg paling tau wkakkaa betul nza bukan cewek malahan tunangan
sweet escape
Nah itu mainaka wkakakakaa batuk juga kelur duit😂
Bulan-⁶
kenapa sih sha kamu gak mau publish? kan justru bakalan lebih tenang kalo temen2 pada tau, gak bakalan ribet dan mesti kucing2an
sweet escape
Wah ini sih kecintaan banget sm mima. Ditunggu launching rumahny mima canza teh. Kayak ada sesuatu y d balik kacamata dan kalemny mima dan tengilny canza🥰
sweet escape
Iya hahaha lelaki pekerja keras y nza wkwkwk serah deh nza asal seneng😂
sweet escape
Hahaa gaya mak pandu udah pak ketu bangettt
sweet escape
Hahahhaha bau matahari menyengattyyt
sweet escape
Waaah menarik deh num num🥰
Salim S
udah lah num num ngalah aja lagian ngga mungkin bisa menang kalau debat sama naka mah...tenang num num naka pasti bisa jadi suami seperti yang kamu inginkan...
ieda1195
🤣🤣🤣🤣 jurus naka jitu bgt
ieda1195
selamat, anda salah sasaran, coba lagi yaaa, siapa tau beruntung🤭
ieda1195
wkwkwkwk, aslinya ngamuknya gk karena dpet konsumsi, tp karena naka sama rea,
ieda1195
alih profesi jadi kang mas gitu?? jgn lah kaa ngalah ngalahin hotman Paris ntar kmu 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!