NovelToon NovelToon
Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Trauma masa lalu / Action / Time Travel / Romansa / Sci-Fi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Adam Erlangga

Di masa depan, ketika perang telah membakar Bumi hingga tak tersisa lagi kehidupan, Rudy adalah seorang jenderal perang, pemegang kendali tertinggi kecerdasan buatan dan armada pemusnah umat manusia. Ia menang dalam perang terakhir, namun kehilangan segalanya.

Sebuah insiden ruang-waktu menyeret Rudy ribuan tahun ke masa lalu, ke era ketika dunia belum mengenal teknologi dan keadilan, ia membawa kekuatan yang cukup untuk menaklukkan segalanya, namun ia memilih jalan lain.

Tanpa merebut tahta, Rudy menantang tirani, melindungi yang lemah, dan membentuk dunia agar tak mengulangi kehancuran yang pernah ia lihat. Di tengah konflik dan kekuasaan, ia menemukan cinta, hidup sebagai manusia, lalu menghilang bersama waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adam Erlangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

Istana Kekaisaran Andorra.

Seperti sebelumnya, para pelayan dan prajurit kerajaan sedang mencari keberadaan Rachel, ia menghilang tiba-tiba saat malam hari dan belum kembali sampai siang hari.

tiba-tiba, Mona melihat Rachel berjalan ke kamarnya.

"Yang Mulia," teriak nya.

Rachel pun menoleh dan melihat Mona berceceran air mata.

"Apa yang terjadi.?"

"Yang Mulia, Anda menghilang lagi, semua prajurit Kekaisaran sedang mencari Anda. Kenapa Anda tidak memberitahu kami dulu sebelum Anda pergi."

"Hm, Mona, mulai sekarang, jangan mencariku lagi. Dan jangan khawatir dengan keadaanku, aku baik-baik saja, dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku perintahkan sekarang juga, hentikan mencariku saat aku tidak ada di istana."

"Tapi Yang Mulia, para penjahat sedang menunggu kehadiran Anda di tempat persidangan langit."

"Hm.?" sahutnya.

....

Beberapa saat kemudian, tempat persaingan langit, atau bisa di sebut tempat persidangan resmi. Disana, sudah berkumpul 10 pejabat kementerian, dan 10 pejabat militer.

"Ini masalah krisis, tapi Yang Mulia Ratu belum juga hadir."

"Bagaimana ini.? mau menunggu berapa lama lagi.?"

"Sepertinya Yang Mulia tidak akan menghadiri persidangan ini."

Brian pun melirik kebelakang, dan memperhatikan semua orang. Ia berencana untuk mengambil alih persidangan, tapi tiba-tiba.

"Yang Mulia Ratu hadir."

Semua orang pun langsung berdiri tegap menghadap Kaisar.

"Salam hormat untuk Yang Mulia Ratu" kata semua orang.

"Ehm, duduklah." kata Rachel

"Terimakasih Yang Mulia"

Semua orang pun duduk di meja dan kursi yang sudah ada di sana.

"Aku dengar terjadi masalah di kota Sura, jelaskan lebih detail."

"Yang Mulia, terjadi wabah tanaman disana, dan mengakibatkan kelaparan yang berkepanjangan."

"Apa belum ada solusi.?" sahut Rachel

"Yang Mulia, melihat anggaran negara yang di keluarkan, sepertinya kas negara tidak cukup untuk mengatasi masalah ini."

"Jadi, ini masalah tentang uang, bukan masalah kelaparan.?"

"Yang Mulia, tentu keduanya saling terikat, jika kelaparan melanda, maka negara harus membeli makanan untuk rakyat sebagai pengantinnya."

"Jadi menurut menteri keuangan begitu.? bagaimana kalau kelaparan melanda seluruh negara, apa negara akan mengeluarkan semua uangnya untuk menanggung semua rakyatnya.?"

Semua pejabat pun langsung terdiam dan saling memberikan kode mata.

"Yang Mulia, itu adalah perumpamaan yang tidak bisa di bandingkan dengan kasus nyata, ini masalah serius yang harus segera di selesai kan.?"

"Hm, tentu itu perbandingan secara nyata. Kalian tidak bisa lari dari kenyataan dan terus melempar pada keuangan negara. kalau seperti ini, dari mana uang negara di dapatkan.? Apa ada solusi.?"

Brian pun angkat bicara.

"Yang Mulia, kita semua sudah berusaha untuk mengatasinya, tapi masalah ini tidak bisa luput dari bantuan pemerintah. Kalau kita tidak bisa mengatasi masalah di kota sura, bagaimana kita bisa mengatasi masalah lainnya.?"

"Kalian terus mencari alasan untuk mengeluarkan anggaran negara. Sebaiknya cari penyebab nya dulu, selesaikan akar masalahnya, lalu kirim bantuan makanan secukupnya, dan membangun perkebunan ulang. Apa kalian ingin memberikan makanan setiap hari, hanya karena kadang mereka rusak.? Seharusnya perbaiki ladangnya dulu, karena itu bisa membuat warga bertahan hidup."

"Tapi Yang Mulia...

"Tidak ada tapi, kementrian pertanian, atasi masalah ladang ini, kementrian sosial, kirim bantuan makanan dari gudang secukupnya. Anggaran negara tidak akan di keluarkan sepersen pun untuk masalah ini. Rapat selesai."

Rachel langsung meninggalkan tempatnya.

"Atas kehendak Yang Mulia, Rapat di tutup."

Para penjahat langsung melirik ke kanan dan kekiri, Brian pun mengepalkan tangannya.

....

Ruang kerja Rachel.

Ia melihat banyak sekali dokumen persetujuan di atas mejanya. Baru dua hari setelah resmi menjadi Kaisar, tapi sudah ada ratusan dokumen yang harus ia baca.

"Hm, ini pasti sangat melelahkan."

Sedikit demi sedikit, ia membaca laporan dan dokumen persetujuan. Mona di perintahkan untuk memisahkan dokumen itu, dan Rachel hanya fokus pada dokumen persetujuan.

Semua isi dokumen itu, meminta negara untuk mengeluarkan anggaran, tapi Rachel menolak semuanya.

Ia memperhatikan dari semua dokumen itu adalah masalah pribadi, pengambilan keputusan untuk rekomendasi para pelajar, pengangkatan pejabat, honor seorang pekerja dan guru, lalu pembangunan pelabuhan, rumah, dan jalan.

Semuanya di tolak oleh Rachel tanpa pikir panjang. Ia berfikir, tanpa sketsa pembangunan atau sistem kerja tak terencana, akan menghancurkan negara.

Sebelum ada laporan tentang perencanaan pembangunan total, ia tidak akan mengeluarkan anggaran sepersen pun.

....

Sampai malam hari, ia baru selesai membaca semua dokumen persetujuan.

"Masih ada dokumen laporan, hm, lanjut besok saja."

ia pun langsung pergi ke kamarnya. Dari sini, ia baru tau pekerjaan seorang kaisar, mengambil keputusan untuk menentukan jalannya suatu negara.

....

Waktu istirahat tiba, ia melamun di balkon kamarnya sambil melihat bintang.

"Aku baru menyadari, seperti inilah rasanya mengendalikan seluruh Kekaisaran. Duduk di atas kursi kerja dan memberikan keputusan. Benar kata Rudy, kalau saja waktu itu aku tidak di paksa untuk pergi, mungkin masalah rumit akan terjadi."

Tit.

"Rudy, apa kau mendengarku.?"

(Ya, ada apa.?")

"Ha.? ini, apa benar kau Rudy.?"

(Iya ada apa kau menghubungi ku.?)

"Hebat sekali benda ini."

(Kalau tidak ada urusan, aku tutup komunikasi nya.)

"Tunggu Rudy, aku hanya ingin mengobrol sebentar."

(Apa ada masalah.?")

Rachel tersenyum. "Tidak, tidak ada."

(Kalau tidak ada, aku tutup telfon nya, aku sedang sibuk. Sampai jumpa.)

Tit.

"Eh Rudy, tunggu. Hmm"

"Padahal aku ingin mendiskusikan beberapa masalah negara padamu, tapi aku takut menyeret ku dalam urusan negara. Kau tenang saja, aku pasti akan menyelesaikan masalahku sendiri."

.....

Atlas.

Rudy sedang membuat sketsa pemukiman baru. ia berencana untuk membangun bunker paling rahasia disana.

"Oke, sketsa bungker rahasia selesai." katanya dan langsung pergi keluar kapal.

"Dibawah sini, ternyata ada uranium. Aku bisa memanfaatkannya untuk membuat reaktor nuklir untuk pembangkit listrik. Hm, tempat ini seperti surga."

"Orion, dengan skala kandungan uranium yang ada di bawah sini, berapa tahun pembangkit listrik tetap bertahan.?"

[Perhitungan sudah di lakukan. Dengan kandungan uranium yang di temukan di bawah, ada sekitar 5.000 Ton uranium. Kalau itu di gunakan untuk pembangkit listrik, Komando bisa di anggap sebagai seorang dewa. Karena hanya 1000 ton saja, itu bisa mengubah peradapan besar-besaran, teknologi maju gila-gilaan, Ekonomi meningkat secara drastis, industri manufaktur bisa memproduksi barang dengan stok yang sangat melimpah. Karena 5.000 Ton uranium, setara dengan 1000 MW, jika di gunakan untuk seluruh benua Eropa saat ini, bisa bertahan kisaran 300-500 tahun kedepan, dan mampu menghidupi jutaan orang]

"Gila, hmm, apa aku harus menghindari listrik dulu ya. Aku belum siap membangun kota besar secara merata, apalagi satu benua Eropa."

"Orion, apa kau juga menggunakan tebakan iranium.? atau panas plasma antariksa.?"

[Kapal Orion di lengkapi dua daya tenaga listrik, plasma antariksa dan reaktor nuklir.]

"Oke, Orion, menurutmu, apa yang harus aku gunakan.? melihat aku hanya butuh untuk pemukiman ku sementara."

[Orion memberikan saran, sebaiknya Komando memakai baterai plasma antariksa sebagai pengganti reaktor nuklir, karena lebih aman dan sangat efisien. Resiko kebocoran radiasi nuklir juga tidak akan terjadi.]

"Hm, baiklah. Orion, kirim baterai plasma ke sini."

[Komando, kapal Atlas juga menyimpan daya baterai ini. Ada 10 Baterai plasma di dalam kapal. 1 baterai setara dengan 500 MW, jika itu di gunakan semuanya, totalnya ada 5000 MW, bisa menerangi seluruh dunia selama lebih dari 500 tahun.]

"Haish, gila, pantas saja di kolonial tidak pernah kehabisan daya listrik. bahkan kapal induk sekalipun bisa dengan mudah di terbangkan."

....

1
anggita
antara 220 sama 2220...gak jauh selisih 2 tok😉
anggita
mampir like👍, iklan👆saja. moga novelnya lancar.
Adam Erlangga: 🙏terimakasih dukungan nya kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!