NovelToon NovelToon
Aku Bukan Milik Langit

Aku Bukan Milik Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:980
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Di dunia yang tunduk pada Mandat Langit, kultivasi bukan sekadar kekuatan, melainkan belenggu. Setiap embusan qi dikenakan pajak oleh langit, dan mereka yang membangkang akan dikutuk dalam kehancuran. Di tengah tatanan tiran ini, hiduplah Li Shen, seorang yatim piatu fana dengan meridian cacat yang dianggap sampah oleh dunia.

Namun, penolakannya terhadap anugerah langit justru menarik perhatian Dewa Xuan Taiyi.

Selama seratus tahun, Li Shen ditempa dalam isolasi dimensi Taixu Shengjing, mengasah Kehendak Murni yang tidak mampu diintervensi oleh dewa mana pun. Ia bangkit kembali bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai Penolak Takdir.

Perjalanan panjangnya di mulai dari Perkumpulan Tanpa Mandat, sebuah gerakan revolusi rakyat kecil Lianzhou yang muak dengan penindasan langit. Bersama Yan Shuhua (Hua'er), gadis pembunuh bayaran yang setia, dan Ru Jiaying, penjinak binatang roh misterius, Li Shen memulai perang mustahil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Naga di Perbatasan Selatan

Di selatan Lianzhou, sekitar tiga hari perjalanan berkuda dari kota Jing’an, terbentang wilayah perbatasan yang jarang disentuh mandat resmi kekuasaan Tianyuan. Tempat itu dikenal sebagai Hutan Batu Hitam.

Hutan ini telah rusak sejak lama. Pohon-pohon menjulang tinggi dengan batang hitam pekat seperti arang. Daunnya jarang dan berwarna abu-abu kusam. Hampir tidak ada tanda kehidupan segar. Tanahnya keras dan dipenuhi batu hitam tajam yang mencuat tak beraturan. Konon batu-batu itu adalah sisa reruntuhan kota kuno dari masa sebelum Tianyuan menguasai Lianzhou.

Kabut qi beracun melayang rendah dan tebal. Kultivator tingkat rendah yang terlalu lama berada di sini akan batuk darah dan kehilangan kesadaran. Binatang buas berkeliaran tanpa aturan. Serigala qi hitam berburu berkelompok. Ular batu beracun bersembunyi di gorong-gorong. Harimau roh menyerang dengan kemampuan menyerap qi mangsanya.

Karena itu, Hutan Batu Hitam menjadi tempat persembunyian bagi bandit, buronan, dan kelompok yang menentang Tianyuan. Salah satunya adalah cabang kecil Perkumpulan Tanpa Mandat. Dari wilayah ini mereka menyabotase jalur qi menuju Jing’an. Karavan batu meridian disergap. Pengawas kecil dibunuh. Pamflet dengan simbol Bunga Malam Hitam disebarkan diam-diam ke desa-desa di sekitar lokasi.

Namun malam itu, hutan tidak setenang biasanya. Suara benturan keras bergema seperti guntur petir di musim kemarau. Tanah bergetar hebat. Batu-batu pecah. Pohon-pohon tumbang. Kabut qi berputar liar, tersapu gelombang kekuatan yang tak terkendali.

Di tengah sebuah lapangan batu hitam yang luas, bekas reruntuhan kuil kuno dipenuhi tubuh-tubuh bergelimpangan di tanah.

Seorang pria tinggi besar berdiri di tengah, jubah merah darahnya robek di lengan dan dada, tapi luka di tubuhnya sudah menutup sendiri, qi hitam menjalar seperti urat naga. Rambut hitam panjang tergerai liar sampai pinggang, mata merah seperti api neraka yang membara, wajah tegas namun dingin seperti patung es yang tak pernah mencair. Di tangan kanannya, tombak panjang berbilah hitam pekat, Tombak Pemangsa Qi, artefak legendaris yang haus akan qi dan darah manusia. Bilahnya berdenyut seperti hidup, menyerap qi dari udara sekitar.

Pemiliknya adalah Mo Wuxie. Patriark Sekte Bara Api. Eksekutor setia Kekaisaran Tianyuan. Ia berada di tingkat 8 Pemutus Takdir tahap awal. Dengan kekuatan itu, benteng kecil bisa dihancurkan. Domain kultivator menengah dapat ditekan dan ditembus.

Di sekitarnya, mayat puluhan pemberontak bertebaran, tubuh robek seperti kertas, qi terserap habis sampai kulit kering keriput seperti mumi. Mereka dari cabang kecil Perkumpulan Tanpa Mandat, sembunyi di balik hutan untuk melakukan sabotase jalur qi ke Jing’an. Namun pemimpin mereka, kultivator tingkat 6 Pembentuk Jiwa akhir, sudah sekarat di kaki Mo Wuxie dengan kondisi tangan putus, dada bolong, dan darah yang mengalir seperti sungai.

Dengan sisa napasnya, ia menatap Mo Wuxie. “Kau… anjing Tianyuan,” gumam pemimpin itu, suaranya lemah tapi penuh dendam. “Perkumpulan… takkan mati… Bunga Malam Hitam akan mekar… di seluruh Lianzhou…”

Mo Wuxie tersenyum dingin, mata merahnya berkilat seperti darah segar. “Mekar? Kalian cuma rumput liar. Aku adalah naga. Aku akan membakar rumput sampai akar-akarnya.”

Ia angkat Tombak Pemangsa Qi, bilah hitam berdenyut haus. “Qi mu… begitu lezat. Aku ingin lebih banyak lagi.”

Pemimpin pemberontak coba angkat tangan terakhir, melepaskan teknik jiwa, Bayangan hitam seperti hantu segera terlepas dari tubuhnya dan menerjang ke depan. Namun tebasan tombak Mo Wuxie memotongnya dengan mudah. Bayangan itu hancur dan terserap ke bilah tombak.

Tubuh pria itu mengering dalam sekejap disertai jeritan panjang. Matanya terbuka lebar sebelum akhirnya mati. Satu tebasan lagi memutus kepalanya. Tak ada darah yang jatuh ke tanah. Semuanya diserap oleh tombak.

Mo Wuxie tertawa bengis, suara bergema di hutan seperti raungan naga. “Nikmat sekali! Qi pemberontak memang selalu lebih manis dan penuh dendam!”

Ia menoleh ke sekeliling. Beberapa orang masih bernapas. Ada yang merangkak menjauh. Ada yang memohon ampun. Mo Wuxie tidak menghentikan langkahnya. Tombaknya bergerak satu demi satu. Tak satu pun dibiarkan hidup.

Inilah cara bertarung Mo Wuxie. Semakin banyak qi dan darah yang ia telan, semakin kuat ia menjadi. Setiap pembunuhan memperpanjang momentumnya.

Tugasnya jelas. Menjaga kendali Tianyuan atas Lianzhou. Menghapus pemberontakan. Mengamankan jalur qi. Sebagai imbalan, ia diberi artefak, pil qi, dan kedudukan.

Ia tunduk pada Zhao Tianlong di Jing’an. Di atas itu, ia tunduk pada Kaisar Tian Huangdi.

Setelah semuanya selesai, Mo Wuxie mengelap tombaknya dengan jubah mayat di kakinya. “Cabang kecil. Sudah beres.” Ia menatap ke arah utara. “Ada rumor Penolak Langit di Hongluo. Zhao Tianlong memintaku mencarinya.”

Sudut bibirnya terangkat tipis.

“Menentang langit tanpa mandat. Qi seperti itu pasti menarik.”

Tubuhnya bergerak dan lenyap ke dalam kabut qi beracun sebelum menunggangi seekor kuda hitam besar berzirah lengkap. Tombak Pemangsa Qi tetap kokoh di tangannya.

Sosok itu bergerak menuju kota.

Di Hongluo, malam turun begitu cepatnya. Madam Luo menyerahkan misi baru pada Li Shen. Tujuannya jauh di selatan, yang tak lain adalah Hutan Batu Hitam.

Tanpa diketahui siapa pun, dua arah telah ditetapkan. Pertemuan tidak bisa dihindari.

1
yuzuuu ✌
bau2 istri MC 🤭
yuzuuu ✌
lanjut lanjutt lanjut thor..... suka bngtt 😍
MuhFaza
lanjutt
yuzuuu ✌
wkakaka mampus
yuzuuu ✌
bakal se op apa beliau2 ini 👀
MuhFaza
baguss
MuhFaza
tpikal novel zero to hero
yuzuuu ✌
wakakak 🤣👍
yuzuuu ✌
meskipun menolak pemberian langit tapi nggak mulai dari nol yh,. si Xuan yg kasi secara cuma2 atw karena li Shen membunuh bayangan2 di taixu jadi naik tingkat?
yuzuuu ✌
apakah nanti jadi jodohnya huaer? 👀🤭
DanaBrekker: /Doge/
total 1 replies
yuzuuu ✌
🤣/Sob/
yuzuuu ✌
jarang nemu novel yang pembukaannya rapi begini thor. semangat 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
yuzuuu ✌
suka tipe MC sampah begini di awalnya. tinggal jejak dulu thor, lanjutkan 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!