NovelToon NovelToon
SOUL LAND WATCH CHRONICLES

SOUL LAND WATCH CHRONICLES

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Action / Romantis / Game / Fantasi
Popularitas:397
Nilai: 5
Nama Author: Meong Punch

📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.

⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.

🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.

⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.

🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.

🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Bab 13 ] » Mawar di Tengah Hutan

Hutan Berburu Roh (Soul Hunting Forest) adalah sebuah ekosistem yang dikelilingi oleh pagar besi raksasa dan dijaga ketat oleh pasukan militer kerajaan. Di balik gerbang itu, terdapat dunia di mana hukum rimba berlaku mutlak. Bagi Tang Siyun, tempat ini tidak ubahnya sebuah dungeon dengan tingkat kesulitan menengah yang harus ia taklukkan untuk mendapatkan "upgrade" pertamanya.

Perjalanan ini dipimpin oleh Grandmaster (Yu Xiaogang) untuk membantu Tang San dan Tang Siyun mendapatkan Spirit Ring pertama mereka. Namun, di tengah perjalanan menyusuri vegetasi yang lebat, indra tajam Siyun menangkap sesuatu yang tidak beres.Bukan suara binatang buas, melainkan aroma darah yang bercampur dengan wangi parfum bunga mawar yang elegan.

Sosok Matang yang Terluka

"Paman Guru, ada sesuatu di balik semak-semak itu," bisik Siyun, tiba-tiba kehilangan sikap malasnya. Ia memberi isyarat agar mereka berhenti.

Saat mereka mendekat dengan waspada, mereka menemukan seorang wanita dewasa bersandar pada sebatang pohon kuno. Wanita itu mengenakan seragam guru dari akademi senior yang tampak mewah, namun kini terkoyak di bagian bahu dan paha. Rambutnya yang panjang dan berwarna cokelat gelap tergerai berantakan, membingkai wajah yang memancarkan aura matang dan kecantikan yang bermartabat.

Ia tampak menahan napas, tangannya menekan luka di perutnya yang terus mengeluarkan darah akibat serangan Shadow Leopard. Namanya adalah Liu Erlong bukan, dia terlihat seperti seorang instruktur senior bernama Madam Ye yang sedang memimpin ekspedisi muridnya namun terpisah karena badai binatang buas.

"Siapa kalian?" tanyanya dengan suara serak namun tetap terdengar tegas. Matanya yang indah menatap waspada ke arah Grandmaster dan kedua bocah itu.

Grandmaster segera mengenali tingkat kekuatannya. "Kami dari Akademi Nuoding. Anda terluka parah, Madam. Luka itu mengandung racun dari taring binatang roh."

Kondisi Madam Ye kritis. Arteri di lengannya nyaris putus, dan setiap detik yang berlalu membuat nyawanya semakin terancam. Grandmaster dan Tang San mencoba memberikan pertolongan pertama, namun pendarahannya terlalu cepat untuk ditangani dengan tangan kosong.

Siyun melangkah maju. Ini adalah momen yang tepat untuk menguji teori "manajemen waktu" yang ia kembangkan. "Biarkan aku yang menangani ini. Aku punya cara yang lebih... presisi," ujar Siyun dengan nada yang tidak bisa dibantah.

Ia memanggil Soul Pocket Watch peraknya. Jarum jam itu berdetak nyaring di tengah kesunyian hutan.

Klik.

Siyun mengaktifkan kemampuan pasifnya untuk memperlambat persepsi waktu pribadinya. Di matanya, aliran darah yang memuncrat dari luka Madam Ye melambat, bergerak seperti sirup kental yang jatuh setetes demi setetes. Dengan ketenangan seorang pengembang game yang sedang memperbaiki bug kritis, Siyun menggunakan jarum perak kecil yang merupakan bagian dari rantai jamnya untuk menjahit luka tersebut.

Ia bergerak dengan kecepatan yang tampak mustahil bagi mata biasa. Bagi Tang San dan Grandmaster, Siyun hanya terlihat seperti bayangan kabur selama beberapa detik. Namun bagi Siyun, ia telah menghabiskan beberapa menit dalam fokus penuh untuk menyatukan pembuluh darah yang pecah dengan presisi mikroskopis.

Setelah selesai, Siyun memutar balik jarum jam kecil di sisi rohnya, mempercepat proses koagulasi (pembekuan darah) pada area luka tersebut.

Madam Ye terkesiap saat merasakan rasa sakit yang luar biasa tiba-tiba mereda dalam sekejap mata. Ia menatap bocah di depannya dengan rasa tidak percaya. Luka yang seharusnya membutuhkan waktu berjam-jam untuk ditangani, kini telah tertutup dengan rapi.

"Bagaimana mungkin... seorang anak kecil memiliki teknik medis seperti ini?" gumamnya sambil menatap Siyun.

Siyun kembali ke sikap santainya, menyeka keringat tipis di dahinya. "Hanya keberuntungan, Madam. Jam kecilku ini suka mengatur hal-hal yang tidak teratur, termasuk aliran darah Anda."

Madam Ye mencoba duduk tegak, aura kedewasaan nya yang kuat kembali terpancar meski wajahnya masih pucat. Ia menatap Siyun dengan pandangan yang mendalam, bukan lagi sebagai anak kecil, melainkan sebagai penyelamat yang memiliki rahasia besar. Ada rasa tertarik yang muncul dalam diri wanita berpengalaman ini terhadap kedewasaan mental yang ditunjukkan Siyun.

"Siapa namamu, Nak?" tanya Madam Ye dengan nada yang lebih lembut, hampir terdengar seperti bisikan yang menggoda.

"Tang Siyun," jawabnya sambil memberikan senyum tipis yang tampak terlalu berani untuk anak seusianya. "Dan jika saya boleh jujur, mawar di tengah hutan ini tetap terlihat cantik bahkan saat sedang terluka."

Tang San hanya bisa tertegun mendengar kakaknya berani menggoda seorang guru senior, sementara Grandmaster terbatuk karena merasa canggung. Siyun, di sisi lain, merasa bahwa "investasi" pertamanya untuk harem masa depannya telah dimulai dengan sangat baik.

Setelah memastikan Madam Ye aman, perjalanan mereka berlanjut ke area yang lebih dalam. Namun, kejadian ini meninggalkan kesan mendalam bagi Siyun. Ia menyadari bahwa memanipulasi waktu untuk tujuan medis sangatlah menguras energi rohnya.

"Paman Guru, aku butuh Spirit Ring yang bisa memperkuat kapasitas energiku," ujar Siyun serius.

Grandmaster mengangguk. "Kita sudah dekat dengan wilayah Time-Eater Beast atau Void Spider. Salah satu dari mereka akan menjadi dasar kekuatanmu."

Siyun menoleh sekilas ke belakang, melihat Madam Ye yang masih memperhatikannya dari kejauhan. Ia tahu bahwa ini bukanlah pertemuan terakhir mereka. Kehidupan barunya bukan hanya tentang menjadi kuat; ini adalah tentang menikmati setiap detik kebebasan yang ia miliki, dikelilingi oleh kecantikan dan kekuatan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!