NovelToon NovelToon
PENGGANTI 100 HARI

PENGGANTI 100 HARI

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pengantin Pengganti / Obsesi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:911
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Kalista putri

Amara yang tidak percaya pernikahan lagi, kini tiba-tiba ada seorang yang menawarkan pernikahan sebagai pengganti 100 hari tanpa iya duga ternyata dia adalah pria yang pernah menolong nya pria yang selalu dia anggap lemah dan bodoh.

Dalam pernikahan itu kedua nya saling membantu dalam karir dan kekeluargaan walaupun di penuhi dengan saling mengejek dan perdebatan, hingga tepat di hari ke 100, Amara yang di jebak oleh musuhnya meminum obat terlarang dan membuat mereka melakukan hubungan suami istri yang tidak ada dalam pikiran nya, rasa cinta yang baru mulai di sadari justru malah berakhir dengan rasa kecewa karena adiknya sadar dari koma nya.

konflik semakin banyak rahasia masa lalu mulai terungkap saat mantan suaminya mengejarnya, di tambah masalah tentang identitas Amara yang menjadi ancaman bagi nya, siapa kah sebenarnya Amara dan Rahasia Apa yang di sembunyikan mantan suaminya?

Apakah Amara akan memilih kembali dengan sang mantan atau justru malah memilih suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Kalista putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Klaudia VS Amara

"Kenapa Dia bisa seperti ini?" Rendy menatap ke arah Darel, merasa tidak terima dengan apa yang terjadi dengan keponakan nya itu.

"Ini semua ulah salah satu keluarga Jonson yang kemungkinan ingin Glen lenyap, tapi sepertinya Adik ku ini sengaja deh melindungi Glen biar diri nya yang terluka parah," jawab Darel panjang lebar sesuai yang ada.

"Lalu kenapa kau malah membiarkan, Glen menikah dengan Amara? tidak tahukah gimana sakitnya Amira?" ucap Rendy dengan tersedu-sedu, meluapkan emosi nya.

"Harusnya Amira dapat keadilan, bukan nya malah di sembunyikan begini," lanjut nya sambil menatap Amira dengan masih menangis.

"Itu keterpaksaan, demi keamanan bersama," jawab Darel mencoba menjelaskan.

"Tapi kalo begini, kasus Amira gak bisa di usut tuntas, karena mereka menganggap Amira baik-baik saja," ucap Rendy dengan geram.

"Kalo keluarga Argadinata tidak bisa memberi keadilan, maka biarkan Aku sendiri yang turun tangan," lanjut nya hendak keluar dari ruangan itu.

"Jangan gegabah, ini bisa mengacaukan rencana dan membuat Amara dalam bahaya.Om sebaiknya gak usah deh ngurusin urusan orang lain, didik Amera saja, biar Dia mau membuka hati untuk ku," ucap Darel panjang lebar, sambil tersenyum tipis membuat Rendy menghela nafas panjang.

"Heh kalo kamu suka Amera buktikan dong, jangan jadi pecundang, Amera itu keras kepala seperti ibunya, dan setia seperti Ayahnya sekali suka dia gak bisa berpaling, kalo kamu hanya modal diem diri mana berhasil," ucap Rendy panjang lebar, menatap keponakan nya dengan tatapan mengejek.

"Aku udah berusaha sekeras yang Aku bisa, menjadi pengertian melebihi cara ku, bahkan Aku menjadi seorang yang bukan diriku, tapi mengapa tidak pernah di lirik?" jawab Darel dengan lesu.

"Karena yang di sukai oleh Amera mantan ipar mu, ingat kalo kamu lupa, dan karena itu juga membuat Amara kehilangan anaknya dan Nenek mu juga ikut jadi korbannya." Rendy menjelaskan panjang lebar, bahwa dirinya tidak ada kesempatan untuk mendapatkan anaknya.

"Tapi karena cinta mu, kamu bahkan memilih untuk menutupi semua yang di lakukan Amera, bahkan kamu juga ikut serta dalam rencana itu," lanjutnya menatap Darel dengan tatapan sinis, Amera memang putrinya, tapi Amera yang selalu di manja oleh Darel membuat nya menjadi seenaknya sendiri, dan melakukan segala cara agar yang di inginkan nya tercapai.

"Sudahlah, mending Om balik aja, jangan merasa benar sendiri," Darel yang mood nya buruk langsung mengusir Rendy, karena perkataan Om nya selalu menjadi tamparan keras untuk nya.

"Anak sama Ayah sama aja," gerutu Rendy yang akhirnya memutuskan untuk keluar dari ruangan itu, karena merasa malas bertengkar.

"Ingat jangan membocorkan apa-apa tentang pengantin pengganti, sebelum jelas kronologi nya," lanjut nya dengan penuh peringatan, membuat Rendy yang berada di ambang pintu hanya mendengus dingin.

Sore Harinya

Amara terbangun dari tidurnya, Dia merasa matanya sudah fresh, lingkaran hitam di matanya juga sudah membaik, wanita itu langsung turun dari ranjangnya berniat untuk minum air dingin saja karena merasa tenggorokan nya butuh yang seger-segar .

Dengan berjalan santai dia keluar dari kamar nya, menuruni anak tangga, mata itu menyapu seluruh ruangan, tampak sepi, mungkin para pelayan sedang beristirahat pikir nya.

Tidak terlalu banyak berpikir, Amara langsung berjalan ke arah dapur dan mengambil air dingin di kulkas, rasa dingin itu menyegarkan tenggorokan nya.

"Enak banget yah? jam segini baru bangun, kaya tuan putri saja," suara Klaudia membuat Amara terkejut, hampir saja kesedak untungnya buru-buru menghentikan minum nya .

"Mulut Lo, gak sikat gigi yah? Kok bau banget," sindir Amara langsung meninggal Klaudia tanpa berniat menoleh wanita itu, membuat Klaudia merasa kesal.

"Apa kau bilang? Aku sudah wangi yah?" Klaudia yang merasa tidak terima langsung mengejar Amara dan menarik tangan wanita itu, dan menyuruhnya mencium rambut nya.

"Dasar gila, kok ada yah manusia seperti Lo, dimuka bumi ini, gak pernah di ajari sopan santun yah," hardik Amara sambil mendorong Klaudia dengan kesal, membuat wanita itu menggeram marah.

"Kau yang tidak sopan santun yah," jawab Klaudia membuat Amara menoleh, merasa penasaran dengan sosok yang tampak terlihat sombong itu.

"Lo, si senior pencuri itu yah?" ucap Amara sambil menunjuk Klaudia dengan tatapan tajam, Dia merasa terkejut sekaligus mengingatkan pada masa lalu, di mana skripsi nya di curi oleh Klaudia dan memberikan nya pada Sandra rifal nya.

"Kalo iya kenapa? Memang nya cuma putri keluarga Argadinata saja yang harus terlihat," sarkas Klaudia menatap Amara dengan penuh keirian.

"Sebagai senior yang udah kuliah lebih lama dari mu, Aku bahkan kalah dan tergeser kan oleh kamu yang baru masuk, jadi dengan cara mencuri skripsi mu dan menukar nya dengan punya Sandra membuat Aku merasa puas," lanjut nya sambil tersenyum jahat, membuat Amara murka.

"Lo tahu gara-gara Lo, Gue di hujat satu kampus? padahal Skripsi ku yang Lo curi dan kasih ke Sandra," ucap Amara langsung mendorong Klaudia ke sofa, membuat wanita itu hampir terjengkang jika tidak berpegangan pada ujung sofa.

"Jangan-jangan Lo juga yah? Yang udah nyebar berita scandal Gue?" lanjut nya sambil menatap curiga ke arah Klaudia.

"Kalo iya kenapa?" jawab Klaudia tanpa dosa mencoba untuk kembali berdiri, namun Amara yang merasa marah langsung menampar pipi Klaudia berulang-ulang kali, hingga wanita itu kejengkang ke lantai.

"Dasar wanita tidak punya perasaan, tidak punya hati, biadab, dulu Aku diam karena hubungan baik kedua orang tua, sekarang setelah Aku tahu bahwa itu dirimu, Aku ingin membunuhmu," ucap Amara sambil menjambak rambut Klaudia dengan kuat, membuat Klaudia hanya menjerit kesakitan.

Namun tiba-tiba ada suara langkah kaki membuat Amara menghentikan aktifitasnya, hal itu membuat Klaudia langsung mendorong Amara hingga kini Amara terduduk di lantai tanpa sengaja tangan nya tergores ujung meja.

"Kau memang pantas mendapatkan itu, reputasi mu sejak awal memang sudah buruk, hamil di luar nikah pembawa masalah, seharusnya kau tidak pantas untuk Glen adikku," ucap Klaudia panjang lebar sambil menunjuk-nunjuk Amara, namun wanita itu hanya tertunduk.

"Aku memang tidak baik, tapi gak semestinya Kakak memperlakukan Aku begini," ucap Amara sambil tersedu-sedu.

"Klaudia, apa yang kau lakukan," Suara Melani yang baru datang terdengar menggelegar, membuat Klaudia langsung berjalan ke arah ibunya, namun Melani justru malah berjalan ke arah Amara.

"Kau tidak apa-apa Nak?" tanya Melani langsung membantu Amara berdiri.

"Apa Ka Klaudia melukai mu?" tanya Glen yang baru saja tiba bareng Melani.

"Kak Klaudia gak suka Aku, Dia bilang janda reputasi buruk gak pantas bersanding dengan Glen," ucap Amara mengeluarkan air mata palsu nya.

"Dia juga mendorong ku, mengatakan bahwa Aku pembawa masalah," lanjut nya sambil tersedu-sedu.

"Tidak begitu, dia duluan yang menyerang ku, Aku cuma membalas nya," jawab Klaudia membela diri, karena dia tadi cuma ikut tersulit emosi tidak berniat untuk merendahkan Amara.

"Lihat Aku yang lebih parah, sedangkan dia cuma ke gores meja," lanjut nya sambil menunjukkan penampilan nya, rambutnya sudah berantakan dan wajahnya penuh dengan bekas cakaran dan sudut bibir nya bengkak.

"Sudah jangan membela diri, Amara pasti melakukan itu karena ada sebab nya," tegas Melani menatap putri nya dengan tatapan tajam, membuat Klaudia kalah telak.

"Mulai hari ini, kartu kredit mu Mama bekukan, tidak ada protes, itu sebagai bentuk hukuman," lanjut nya membuat Klaudia merasa tidak terima, namun wanita itu langsung pergi meninggalkan putri nya.

Kini Glen yang tersisa langsung menggendong Amara ala bridal style, membuat Amara tersebut jahat ke arah Klaudia merasa menang.

"Amara awas kau," geram Klaudia saat melihat senyum jahat Amara.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!