" Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali.
kisah Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriaki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak di cintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi yang juga majikan tempatnya bekerja. Namun kisah cinta Ana dan Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. bagaimana kisah mereka? Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?
Malam berakhir dengan gemerlap bintang-bintang dan bunga-bunga yang bermekaran mengantarkan pada mimpi yang menjanjikan sebuah harapan. Malam ini Ana lupa akan traumanya bunga di hatinya memaksa bersemi mesti tak pasti akankah tumbuh atau kembali layu dan mati.
ikuti terus kisah Ana dan jangan lupa dukungannya ....
terimakasih .. Update setiap hari, No libur kecuali mati lampu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IbuAnna30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Tzu Chi Hospital
Ana baru saja menyelesaikan sesi senam pagi nya saat tiba-tiba majikan nya datang.
Dia sedikit terkejut pasalnya majikannya itu tidak pernah datang sepagi ini, dan lagi dia sedang mengenakan pakaian sedikit minim membuatnya semakin canggung.
''Oh. Zăo ān, xiān sheng *.'' sapa Ana
''Zăo ān*. Ana hari ini kita akan bawa nenek periksa Dokter," ucap sang majikan
'' Jam berapa Tuan? '' tanya Ana.
'' jam 3 sore kita pergi, tapi belum pasti nanti aku akan mengirim line jam berapa kepastian nya,'' Jawab sang majikan. ''Ama belum bangun?' tanya sang majikan kemudian.
Ana membenarkan berdirinya, menarik sedikit celana senamnya yang terangkat sampai setengah paha, ''Belum, tuan. Pukul 09.00 baru saya bangunkan untuk sarapan,'' Jawab Ana.
Sang majikan tersenyum santai, ''Um, baik lah saya pergi dulu.''
Ana bernafas lega, ini kali pertamanya terlihat berpenampilan minim oleh majikannya. Ana memang membiasakan diri senam di pagi hari, setelah ia selesai bersih-bersih
Apartemen yang tidak seberapa besar itu.
Waktu nya di pagi hari memang cukup banyak, pasien yang di jaga nya akan bangun pukul 09.00 untuk sarapan. Menu sarapan nya pun sangat simple, hanya nasi hangat dengan taburan abon Babi. Sedang Ana sendiri bebas mau membeli sarapan apa majikannya hanya menyediakan uang *50NT untuknya setiap pagi, sedang untuk minuman disediakan beberapa minuman kotak dan kopi untuk Ana.
Selesai dengan kegiatan senamnya dan membersihkan diri, Ana bersiap membangun kan pasiennya. Seperti biasa, yang ia cek pertama adalah onderdil belakang, karena biasa nya di pagi hari banyak sekali hadiah kotoran dari pasiennya itu.
Beruntung pagi ini bersih, tidak beruntung juga, karena biasa nya saat sesi sarapan
Onderdil doll milik Ama mulai akan bekerja.
Dengan hati-hati Ana membangunkan pasiennya, karena kalau sampai terkejut bisa-bisa kesurupan seharian nenek onderdil doll itu.
''Ama ... bangun sudah siang,'' sapa Ana lembut.
Ama menguap kecil sembari membuka mata nya malas, '' yŏu dàbiàn ma?* tanyanya saat baru saja membuka mata. Pertanyaan wajib yang selalu dia tanyakan di pagi hari.,
''Méiyŏu*.'' jawab Ana singkat. Kemudian mulai membangun kan dan mendudukkan Ama di kursi roda. Menyiapkan beberapa obat yang harus di konsumsi pasien nya itu sebelum makan, pun semangkuk nasi dan abon babi yang jadi menu utama.
Biasanya selama menunggu Ama makan, Ana menghabiskankan waktu dengan menjemur pakaian atau sekedar duduk-duduk santai sembari melihat layar ponsel.
Pasalnya Ama bisa menghabiskan waktu 1 jam hanya untuk sarapan, belum lagi jika onderdil dollnya bekerja, akan memakan waktu lebih lama. Dan itu hampir terjadi setiap hari.
''Sore nanti kita akan ke rumah sakit, Ama. Pagi tadi Tuan datang memberitahu.'' ucap Ana di tengah-tengah kesibukannya menatap layar ponsel.
''Jam berapa?'' Tanya Ama masih dengan muka malasnya .
''Nanti tuan akan mengabari lewat telepon, jam berapa kita pergi.'' sahut Ana sembari beranjak membenarkan sumpit yang di pegang Ama.
Pasiennya itu selalu sarapan dalam keadaan setangah ngantuk, tak jarang sumpit yang dia pegang terjatuh karena ia tak sadar dan kembali tertidur.
Pernah juga mangkuknya yang terjatuh, membuat Ana harus kerja 2 kali lebih ekstra, belum lagi onderdilnya.
Sore hari Ana bersiap menunggu kedatangan majikan untuk menjemputnya ke rumah sakit. Ama nya pun sudah cantik dan bersih. Pukul 15.00 yang di katakan sang majikan mundur menjadi pukul 16.00 membuat Ana sedikit menggumal pasalnya dia sampai tidak tidur siang takut majikannya akan datang tiba-tiba,
Jam istirahat nya yang harus nya di mulai pukul 14.00 harus ia habis kan untuk mengurus Onderdil doll yang tak berhenti bekerja sejak jam makan siang tadi .
pekerjaan yang paling melelahkan, ya mengurus onderdil doll itu, salain mulut mungil
Sang ama yang juga hobi menguji kesabaran, alias cerewet.
Taiwan merupakan negara yang cukup maju dalam perawatan kesehatan. Ana cukup kagum dengan perawatan yang ada di negara ini, selain rumah sakit yang besar dan bersih dokter-dokter serta perawat- perawatnya juga cukup ramah, entah kalau untuk rawat inapnya Ana belum terlalu yakin, karena belum pernah.
Tapi terlepas dari itu, sistem kesehatan di negara Taiwan benar-benar terbaik.
Berbeda jauh dengan yang ada di negara kita indonesia yang sama dengan bibir mungil si nenek onderdil bodol , ''Selalu menguji kesabaran.''
Hampir 3 jam Ana berada di rumah sakit menemani pasien nya cek up, mereka harus bolak-balik Ke ruangan dokter dan rontgen karena Ama mengeluh kan kaki nya yang belakangan ini sering sakit. Untung nya tidak ada yang perlu di khawatirkan, sakitnya kaki sang ama selain karena beliau sudah tua juga karena efek dari rusak nya tulang belakang akibat kecelakaan itu.
Setiba nya di rumah gelap sudah merayap, jam makan malam pun sudah lewat,
Untung nya majikan Ana membeli makanan sebelum pulang tadi, tapi namanya nenek-nenek bibir mungil ada saja yang tidak pas.
Dari mie yang kata nya terlalu keras hingga rasa yang terlalu asin, membuat Ana sedikit kerepotan karena harus memasak ulang kembali mie daging sapi yang di beli majikan- nya .
Drama makan malam pun selesai hampir 2 jam, berlanjut drama onderdil bodol yang langsung Menyambut sejak mereka baru pulang tadi . Ana menghela nafas lega saat semua pekerjaan nya beres dan amanya sudah ia tidurkan.
Berganti ia mengisi bahan bakar, sebelum semua nafsu makannya hancur saat melihat 1 pesan teks di ponselnya.
"Sayang aku minta tolong kirim ii aku uang sekarang, 50ribu aja nggak apa-apa
atau seadanya, aku sudah seharian nggak punya uang buat makan, Yang.
Roy.
____Bersambung.
*Zăo ān : selamat pagi
*xiān sheng : Tuan
*Yŏu dàbiàn ma? : Ada BAB tidak ?
*Méiyŏu : Tidak Ada
*50NT : Setara Rp 25.000
( Saya sengaja menyelipkan sedikit bahasa mandarin yang saya bisa dengan tulisan sederhana agar mudah di baca, maaf jika dalam penulisan terdapat kesalahan, karena
saya hanya bisa sedikit berbicara bahasa mandarin tapi tidak bisa menulis dengan
Hanzi atau aksara china 🙏🙏)
__IbuAnna.