NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 - Siang yang Panas

Wanqing masih terus dalam pelukan Jenderal Lu Jingyuan. Ia masih tidak tahu harus apa selain mengelus bagian belakang tubuh Jenderal Lu.

"Wan-Wan.. Dimana Kammuu."

Jenderal Lu segera melepaskan pelukannya dan berjalan dengan cepat pergi masuk ke dalam ruang acara lagi. "Wan-Wan?" Ibu Mei yang melihat Jenderal Lu berjalan cepat melewatinya menatap anaknya bingung.

Pipi Wanqing masih memerah saat ia menghampiri Ibu mertuanya. "Kenapa pipimu merah sekali anak manis?" Ibu Mei memegang kening Wanqing sambil mengernyit bingung. "Tapi gak panas kok?" Ujarnya bingung.

Wanqing menggeleng singkat dan tersenyum kecil, "Ada apa Ibu?"

Ibu Mei menyeret dia masuk dan menyaksikan acara serta menyicipi beberapa hidangan yang memang disajikan. Acara berlanjut sangat meriah sampai larut malam. Wanqing tidak bisa menemukan keberadaan suaminya sepanjang acara sampai akhir acara.

...****************...

Acara itu akhirnya sudah selesai di larut malam, Wanqing yang baru saja keluar dari kediaman Kapten itu tak kunjung juga melihat dimana keberadaan suaminya. Ibu Mei yang sedari tadi memeluk erat lengan mungilnya akhirnya melepaskan Wanqing di depan mobil Jenderal Lu Jingyuan.

"Wanqing anakku, Kau percayalah bahwa nanti Ibu akan sering datang menjengukmu dan membawakan beberapa makanan enak dari kota ya? Di sana, Ibu titip Jingyuan, bantu dia jika banyak kondisi yang membuatnya tertekan. Wanqing.. Ingat jangan pernah telat makan, Ibu sudah siapkan barang-barang dan alat menjahit mu yang akan segera dikirimkan juga. Hati-hati dijalan sayangku."

Wanqing menangis haru mendengar salam perpisahan yang sangat manis dari Ibu Mei. Ibu Mei akhirnya melepaskan dirinya dan melambaikan tangannya sembari pergi memasuki mobil lainnya. Wanqing menghela napas panjang, ia akhirnya masuk ke mobil.

Tanpa Wanqing sangka, suaminya ternyata sudah berada di mobil itu sedari tadi. Tak lama, deru mobil itu terdengar pergi meninggalkan kediaman sang Kapten. Wanqing tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kedepannya, tapi apapun itu, ia yakin harus menghadapinya, karena selama ini, ia tidak pernah merasakan hidup se surga ini.

Deru mobil dan jalanan yang terasa sangat panjang itu membuat Wanqing mulai mengantuk, tanpa sadar dirinya sudah tertidur di dalam mobil. Jenderal Lu Jingyuan yang terus terjaga menatap tubuh mungil istrinya yang tengah terlelap.

DUK DUK DUK

Beberapa kali kepala sang istri terpentok kaca jendela mobil. Jenderal Lu tanpa sadar langsung membuka jasnya dan melipatnya sedemikian rupa agar berbentuk seperti bantal dan meletakkannya di kepala sang istri. Ia masih terus memperhatikan wanita itu, tidak tahu merasakan perasaan apa, tapi dirinya terus merasa relax semenjak kehadiran wanita ini.

Mobil akhirnya berhenti di komplek markas militer itu setelah perjalanan yang cukup lama, waktu sepertinya sudah hampir memasuki pukul 5 pagi ketika Jenderal Lu Jingyuan keluar dari mobil dengan menggendong tubuh mungil nan ramping milik sang istri menuju rumah dinasnya. Beberapa tentara yang sedang berjaga memberikan hormat sembari terus saling bertatapan seolah bertanya siapa wanita yang Jenderal Lu gendong itu.

...****************...

Wanqing membuka matanya tepat saat matahari terang menusuk wajahnya, rasa panas teriknya matahari berhasil membangunkan dirinya dan tekadnya. Ia langsung menyadari bahwa dirinya terbangun di atas kasur yang empuk. Entah bagaimana ceritanya ia bisa ada di atas kasur itu, namun ketika ia melihat ke sekitar, ia yakin ini adalah kamar Sang Jenderal, tapi dimana suaminya itu?

Wanqing ingat sekali dia membawa beberapa set teh herbal yang telah Ibu Mei siapkan, segera ia bangun dan pergi keluar kamar. Wanqing terkejut begitu melihat rumah dinas itu sangat kecil dan simple. Ruang tamu langsung di depan kamar, dengan dapur yang terbuka di sebelah kanan dan kamar mandi di samping kamar mereka.

Wanqing pergi menuju dapur, mencari teko pemanas dan berusaha memasak air. Ia terus berjalan menelusuri ruang tamu sembari menunggu air matang. "Rumah ini sangat rapih dan terang, pasti Jenderal benar-benar suka ketenangan dan kerapihan." Gumamnya.

Air itu tak lama berbunyi, Wanqing segera mengambil cangkir dan menyeduh teh herbal untuknya. Membiarkan cangkir teh itu di atas meja ruang tamu, Wanqing membuka beberapa jendela di rumah agar sirkulasi udara bertukar masuk. Ia juga langsung mencari kulkas untuk memasak makan siang atau sarapan sekaligus makan siang untuk dirinya dan suaminya. Namun... "Tidak ada kulkas?" Gumamnya bingung.

Wanqing menyelesaikan tehnya tepat ketika mendengar suara nyanyian berirama dengan derap langkah kaki setengah berlari dari arah luar. Wanqing yang seumur hidup tidak memiliki kesempatan untuk mengerti dunia luar memutuskan untuk keluar.

Ada pagar yang melindungi rumah dinas mereka dengan halaman yang sangat luas di depan pintu sampai ke pagar. Wanqing masih berdiri melihat ke halaman luar ketika pasukan tentara berlari dengan rapih melewati rumah dinasnya. Di paling belakang Jenderal Lu Jingyuan ikut berlari, semuanya berlari tanpa mengenakan pakaian atas satu pun.

Wanqing yang terkejut hanya bisa terpatung menatapi pemandangan yang unik, sekaligus indah itu. Siapa yang tidak terpukau dengan tubuh atletis para tentara itu bukan? Wanqing masih terus memandangi tentara itu berlarian dengan berirama ketika ia sadar sedari tadi Jenderal Lu Jingyuan berada di sampingnya namun di luar pagar.

"Puas melihatnya?" Ujarnya.

Wanqing yang tidak sadar dengan kehadiran suaminya hanya terkekeh kikuk. "Aku.. Aku tidak pernah melihat kegiatan unik itu sebelumnya." Jawabnya.

Jenderal Lu Jingyuan kini membuka pagar pembatas di antara mereka, menarik lengan istrinya masuk ke dalam rumah dinas itu.

"Perhatikan penampilanmu saat ini? Tidak senonoh." Ujarnya mengomentari pakaian Wanqing.

Wanqing baru sadar sedari malam tadi masih tertidur dengan gaun yang sama. "Tidak senonoh apanya? Ini kan gaun yang Aku pakai sama seperti ke pesta semalam." Gumamnya.

Jenderal Lu yang sepertinya mendengar jawaban Wanqing menatapnya tajam, "Kenapa keluar?" Tanyanya singkat.

Wanqing terbata-bata mencari alasan, "Aku mau masak tapi tidak ada bahan makanan atau pun kulkas." Ujarnya akhirnya.

Jenderal Lu yang Wanqing baru sadari berdiri begitu dekat dengan dirinya tanpa mengenakan pakaian atas sehelai pun membuat dirinya sangat gugup. Beberapa bulir keringat terus mengalir menghiasi setiap lekuk otot dan urat tubuh sang Jenderal yang sangat menonjol dan sexy.

Wanqing menelan ludahnya kasar. Ia mencoba memalingkan wajahnya, berharap ada sedikit jarak antara mereka. Jenderal Lu yang sepertinya sadar dengan reaksi Wanqing akhirnya berjalan mundur dua langkah.

"Nanti ada yang datang mengantarmu ke gudang persediaan, ambil secukupnya untuk masak." Ujarnya sebelum akhirnya berjalan pergi.

Baru ketika bunyi pagar itu terdengar ditutup, Wanqing berhasil bernapas lebih relax. Ia terduduk di atas sofa ruang tamu. "Bagaimana bisa ada pria setampan dan sebagus itu di hadapannya barusan?!" Pikirnya lemas.

*BERSAMBUNG*

Fyuhh, mulai panas di sini... Viewer tercinta jangan lupa selalu support Aku yah!! Love uu

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!