Luo Chen merupakan tuan muda keluarga Luo, namun demi menutupi kesalahan adiknya ia harus dikorbankan oleh keluarganya sendiri berada di penjara bawah tanah kekaisaran Tang. Banyak orang menduga jika Luo Chen akan bernasib buruk ketika berada dalam penjara bawah tanah tersebut, dimana kematian menjadi lebih baik daripada bertahan hidup.
Namun tanpa diduga, bekas Kaisar sebelumnya yang secara kebetulan menemukan Luo Chen memiliki tulang langka 1000 tahun memilih untuk menyelamatkannya dan menjadikannya sebagai murid rahasia dengan pelatihan khusus. Dengan bakat serta tekad yang kuat, akhirnya Luo Chen tidak mengecewakan gurunya, ia berubah dari sosok pemuda yang pendiam menjadi pribadi yang penuh semangat serta aura bertempur yang sangat mengerikan.
Kini 7 tahun telah berlalu, nama Luo Chen di Klan Luo perlahan memudar dengan catatan buruk yang melekat di dirinya. Tanpa orang lain sadari, Luo Chen telah menjadi sosok pembunuh yang paling ditakuti oleh kelompok pemberontak Kekaisaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Lim's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wu Minghao Yang Angkuh
Luo Chen segera bergegas menghampiri wanita tersebut, tampak ketegangan di wajahnya karena takut menyinggung perasaan Wu Minghao.
"Kak, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Luo Chen dengan hati-hati.
Wu Minghao tampak membulatkan bola matanya, ia melangkah hati-hati seolah enggan berdekatan dengan Luo Chen yang terlihat lusuh di matanya.
"Jangan panggil aku kakak!" Bentak Wu Minghao dengan angkuh, tampak kekesalan di wajahnya mulai membuncah.
"Cepat tandatangani surat pembatalan pertunanganmu dengan adikku!" Sambung Wu Minghao sambil mengeluarkan secarik kertas dari kulit rusa.
Wajah Luo Chen terlihat buruk, seolah menelan sesuatu yang besar tenggorokannya pun tercekat. "A.. Apa yang terjadi?"
Luo Chen tampak kebingungan, ia jelas tidak melakukan kesalahan apapun. Sejak ia berada di kediaman Tetua Wu Zhan yang menyelamatkannya, hubungan antara dirinya dengan Wu Nian tampak baik-baik saja. Hanya karena beberapa hari lalu Tetua Wu Zhan yang merupakan ayah kandung Wu Minghao dan Wu Nian itu meninggal, barulah Luo Chen mulai merasakan perbedaan.
"Tidak usah bertanya kenapa, yang jelas orang seperti mu harus bisa tahu diri. Setelah ayah kami meninggal, kami butuh pegangan yang kuat untuk tetap berada di Sekte Pedang Langit" Kata Wu Minghao sambil berkacak pinggang dengan tatapan ganas ke arah Luo Chen.
"Perlu kamu ketahui, adikku akan menikah dengan salah seorang putra Tetua Sekte Pedang Langit yang kini berada di Ibukota, hanya menunggu waktu saja bagi kami untuk menuju Kota Chang An dan bergabung dengan keluarga besar Ibukota" Sambung Wu Minghao dengan tegas tanpa memikirkan perasaan Luo Chen sedikitpun.
Mendengar perkataan Wu Minghao, tangan Luo Chen mengepal erat. Selama 2 tahun ini ia sudah bekerja keras demi menyenangkan hati tunangannya, meski ia tahu jika semua ia lakukan juga karena budi baik Tetua Wu Zhan yang telah menyelamatkannya dari kematian.
"Sudah jangan banyak terdiam, cepat tandatangani perjanjian pembatalan pertunangan ini, setelahnya kamu bisa pergi dari kediaman kami. Adapun semua pakaianmu yang lusuh itu sudah dititipkan di gerbang pintu masuk Sekte" Ucap Wu Minghao tampak tergesa-gesa.
Emosi di dalam diri Luo Chen tampak membumbung, namun wajahnya terlihat pahit menahan diri karena kebaikan Tetua Wu yang selama ini banyak membantunya.
Dalam waktu bersamaan, tiba-tiba energi hangat mulai mengalir ke tubuh Luo Chen. Pemuda yang selama ini dikenal tidak memiliki bakat beladiri itu mulai merasakan sesuatu yang familiar, terutama dalam ingatannya yang mulai muncul potongan-potongan bayangan samar.
"Tanah yang menyelimuti makam Tetua Wu saja belum mengering, tetapi kalian sudah ingin mengusirku dengan keji" Ucap Luo Chen mengeluarkan keluhannya.
"Tetua Wu adalah orangtua kami, kamu tidak berhak menyebutkan namanya lagi" Ujar Wu Minghao dengan acuh tak acuh.
"Setelah kamu tandatangani, kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi. Kamu juga sudah tidak memiliki hak untuk tinggal di Sekte Pedang Langit lagi" Sambung Wu Minghao dengan nada ketus.
Luo Chen tertunduk lesu, dalam ingatannya ia terus mencoba merangkai potongan-potongan bayangan yang terputus. Mengabaikan keberadaan wanita angkuh di hadapannya, kini ia mulai memikirkan sosok pria yang tadi pagi menghampiri dirinya.
"Cepat tandatangani perjanjian pembatalan pertunangan ini, jangan biarkan aku berlama-lama di tempat kotor ini!" Suara Wu Minghao kembali terdengar dengan tatapan menghina ke arah Luo Chen.
Dengan tangan yang bergetar, Luo Chen pun mengambil surat pembatalan pertunangan dari tangan wanita angkuh tersebut. Dalam benaknya ia terbayang wajah Tetua Wu dan berpikir untuk tetap bertahan di Sekte Pedang Langit untuk berbakti kepada Wu Nian yang akan menjadi istrinya kelak. Tetapi sekarang sepertinya hal tersebut tidak diperlukan lagi, dengan pembatalan pertunangan ini maka kedua belah pihak akan terbebas dan dapat melanjutkan kehidupan masing-masing.
Seusai menandatangani perjanjian pertunangan, Luo Chen mengembalikan surat tersebut kepada Wu Minghao tanpa ekspresi. Hatinya seolah membeku akibat kekecewaan yang terlalu dalam ia pendam.
"Bagus, sepertinya kamu masih sadar diri" Ucap Wu Minghao dengan senyum kepuasan di wajahnya.
"Kini adikku bisa mengejar harapan dan kebahagiaannya, sebelumnya anggap ia membuang waktu dua tahun untuk mengenalmu" Wu Minghao melanjutkan perkataannya dengan maksud merendahkan Luo Chen.
"Yang kalian perjuangkan adalah kebahagiaan semu" Ujar Luo Chen dengan senyum mencibir.
Entah mengapa kini ia mulai memiliki keberanian, jika sebelumnya ia terus berusaha menjilat Wu Nian maka saat ini ia seperti baru saja terlepas dari belenggu yang membebani hidupnya.
"Huh... Dasar pecundang tidak berguna! Mulai sekarang tidak usah berpikiran macam-macam, jangan pernah katakan juga kamu mengenal kami. Segera lah pergi dari Sekte Pedang Langit, melihat mu berlama-lama di sini membuat mataku sakit" Hardik Wu Minghao tanpa menahan diri, lalu ia membalikkan badan dan pergi dengan langkah yang hati-hati.
Ia jelas merasa jijik berada di tempat dimana Luo Chen berada, pakaiannya yang bersih tentu takut menjadi kotor jika berada terlalu lama di sekitar Luo Chen.
Menatap kepergian Wu Minghao, darah di dalam tubuh Luo Chen tampak bergejolak. Energi samar yang semula hangat, kini terasa mendidih di bawah tekanan emosi yang tidak tertahankan.
"Apakah di dunia ini hanya berlaku kekuatan dan kekuasaan?" Batin Luo Chen dengan lirih, tatapannya mengarah ke matahari yang sudah berada di puncaknya.
Untuk sejenak Luo Chen mengeluarkan token berwarna hitam dari dalam sakunya, token pemberian pria yang menemuinya itu masih tampak asing dalam ingatannya.
Tidak beberapa lama kemudian, Luo Chen berjalan ke arah pintu Gerbang Sekte. Ia ingin tahu lebih jauh tentang kenyataan yang menderanya hari ini. Wanita gila seperti Wu Minghao bukanlah seseorang yang bisa diabaikan begitu saja, walau bagaimanapun ia masih memiliki barang pribadi yang harus ia selamatkan.
Di luar gerbang Sekte Pedang Langit, tampak seorang pria berdiri tanpa menyembunyikan kehadirannya lagi. Pria itu tidak lain adalah Cheng Yi, ia sudah mengetahui kejadian yang baru saja dialami oleh Luo Chen.
Luo Chen yang baru saja mengambil barang-barangnya yang dititipkan di murid penjaga gerbang, segera bergegas mengunci pandangannya pada Cheng Yi yang tampak sedang menunggunya.
Sesaat menghampiri Cheng Yi, Luo Chen membuka suaranya dengan penuh keyakinan, "Apakah yang kamu ucapkan sebelumnya tidak berbohong?"
"Tentu saja tidak, semua yang kukatakan adalah kebenaran mutlak. Namun sebaiknya kita tidak bicara di tempat ini.." Jawab Cheng Yi dengan tersenyum ramah.
"Baiklah kalau begitu, untuk sekali ini aku mempercayaimu" Luo Chen berkata dengan sungguh-sungguh.
Baginya saat ini tidak ada pilihan, mengikuti perkataan Cheng Yi untuk mengungkap identitasnya adalah pilihan yang terbaik.
Langsung blokir supaya tidak ada lagi author yang cuma iseng masuk disini !