NovelToon NovelToon
Diam-diam Jatuh Cinta Dengan Presdirku

Diam-diam Jatuh Cinta Dengan Presdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Office Romance / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Saat menghadiri perayaan kelulusan sang senior, Yurika dengan sengaja pura-pura mabuk dan mengakui perasaannya pada senior yang selama ini ia sukai.

Meski ia tahu bahwa ia harus menahan malu jika senior itu menolaknya, namun setidaknya ia harus menyelesaikan perasaannya.

Lalu.. tanpa di sangka..

"Oke.."

Yurika tak menyangka ia menyetujuinya, namun sesaat kemudian..

"Bisakah kita mengobrol di tempat lain? Ada banyak orang disini.."

Hari itu, saat sang senior mengantarkannya pulang, Yurika akhirnya sadar bahwa ia hanya menjaga martabatnya, tidak mungkin ia menyukai Yurika.

"Sepertinya perasaan ini memang harus berhenti disini.."

Dengan yakin Yurika memblokir seluruh kontak dari pria yang ia sukai.

Namun bagaimana jika ternyata pria itu menyukainya?

"Sial! Apa dia memblokirku setelah menyatakan cinta? Apa ia hanya bercanda?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Yurika hampir kabur begitu selesai mengantarkan barang itu.

Langkahnya terburu-buru, seolah jika dia tinggal sedetik lebih lama lagi, jantungnya akan benar-benar meloncat keluar dari dada. Pintu lift menutup perlahan di hadapannya, meninggalkan keheningan di ruangan luas tersebut.

Gerson masih menatap ke arah pintu beberapa saat sebelum akhirnya menoleh pada Austin yang baru saja berdiri dari sofa.

“Dia benar-benar ketakutan?” tanyanya sambil mengangkat alis.

Austin merapikan manset kemejanya dengan ekspresi tenang seperti biasa. Wajahnya dingin dan nyaris tak menunjukkan emosi.

Gerson terkekeh pelan. “Kembalilah dan minta maaf pada Yurika. Bagaimanapun juga, perempuan itu tipenya gampang malu.”

Austin meliriknya datar. “Bagaimana caranya?”

“Kalian tidak punya WeChat?”

Ruangan mendadak hening.

Beberapa detik berlalu sebelum Austin menjawab singkat, “Tidak.”

Gerson langsung menatapnya tak percaya.

“Serius?”

Namun Austin tidak berniat menjelaskan lebih jauh.

Malam itu Yurika tidur dengan gelisah.

Bahkan setelah memejamkan mata, bayangan lukisan yang dilihatnya kemarin terus muncul di kepalanya. Potongan-potongan adegan aneh bercampur dengan sosok Austin yang biasanya dingin dan tak tersentuh di kantor.

Kontras itu terlalu besar. Setiap kali teringat, wajah Yurika langsung memanas.

Ia membalik tubuh di atas ranjang sambil menarik selimut menutupi kepala.

“Ini semua gara-gara lukisan aneh itu...” gumamnya pelan.

Yang membuatnya makin tidak tenang adalah fakta bahwa lukisan itu diberikan seseorang kepada Austin.

Membayangkan pria setegas dan sedingin Austin memiliki hubungan dengan benda vulgar seperti itu benar-benar membuat pikirannya kacau.

Akibatnya, Yurika nyaris tidak tidur nyenyak semalaman.

Keesokan paginya, suara notifikasi dari Joshua membangunkannya.

[Tolong bawakan kopi sekalian ke kantor.]

Yurika membalas singkat dengan “OK” sebelum menjatuhkan ponselnya kembali ke kasur.

Ia duduk beberapa detik sambil memijat pelipis.

Pikirannya masih kacau.

Begitu mengingat mimpi semalam, pipinya kembali memerah.

“Tidak boleh dipikirkan lagi,” katanya cepat pada dirinya sendiri.

Ia segera mandi dan bersiap berangkat kerja.

Sesampainya di perusahaan, Yurika langsung membawa kopi pesanan Joshua.

Baru saja ia masuk ke ruangan, Joshua menarik pergelangan tangannya dengan wajah serius.

“Hari ini hati-hati.”

Yurika mengerjap bingung. “Kenapa?”

Joshua menurunkan suara.

“Tuan Austin akan menghadiri konferensi teknologi hari ini. Asistennya membuat kesalahan lagi pagi tadi. Padahal sebelumnya sudah diberi peringatan.”

Yurika sedikit terkejut. Ia pernah melihat asisten Austin beberapa kali. Orang itu terlihat cekatan dan profesional.

“Separah itu?”

Joshua mengangguk pelan. “Kurasa dia tidak akan bertahan lama lagi.”

Yurika terdiam sejenak sebelum bertanya hati-hati,

“Memangnya Tuan Austin sangat keras terhadap bawahannya?”

Joshua mendengus kecil.

“Perusahaan membayar orang untuk bekerja. Kalau pekerjaan berantakan terus, ya pasti diganti. Tuan Austin memang tampan dan jadi idaman banyak orang, tapi cara kerjanya sangat tegas.”

Ia menatap Yurika penuh arti.

“Makanya jangan coba-coba melakukan sesuatu diam-diam di belakangnya. Kalau ketahuan, habislah.”

Yurika langsung teringat kejadian kemarin.

Jantungnya mendadak berdebar tak nyaman.

“..Aku mengerti.”

Di sisi lain kota, konferensi teknologi sudah dimulai.

Lebih dari seratus CEO dan petinggi perusahaan teknologi hadir dalam acara tersebut. Suasana aula mewah dipenuhi percakapan formal dan kilatan kamera.

Austin berdiri di dekat meja panjang ketika seorang pria paruh baya menghampirinya.

“Austin.”

Austin menoleh lalu sedikit mengangguk hormat.

“Ayah.”

Pria itu adalah Tuan Roger, sang ayah.

“Aku sudah lama tidak bertemu denganmu,” katanya. “Perusahaan sibuk akhir-akhir ini?”

Austin duduk kembali dengan tenang.

“Ada beberapa proyek baru.”

“Kau bahkan jarang pulang sekarang.”

“Aku akan kembali beberapa hari lagi.”

Tuan Roger menghela napas pelan sebelum berkata, “Ibumu sedang tidak sehat akhir-akhir ini. Kalau ada waktu, pulanglah menemuinya.”

Tatapan Austin perlahan turun ke meja di depannya.

“Dia mungkin tidak ingin melihatku.”

Kerutan muncul di dahi sang ayah.

“Bagaimanapun juga, kau anaknya.”

Namun Austin tidak menjawab. Sejak kecil, ia tahu ibunya tidak pernah benar-benar menerima dirinya.

Ibunya menikah dengan sang ayah karena keadaan. Keluarganya bangkrut, sementara pria yang dicintainya saat itu tidak mampu membantu apa pun.

Roger menawarkan bantuan. Dengan syarat ia harus meninggalkan pria tersebut.

Meski pernikahan itu tetap berlangsung, hati sang ibu tak pernah benar-benar berubah.

Dan Austin.. hanyalah pengingat dari hubungan yang tidak pernah diinginkannya.

Orang-orang selalu memuji Austin sebagai pewaris sempurna keluarganya.

Namun tidak sekali pun ia pernah mendengar pujian itu dari ibunya sendiri.

Sang ayah pun memecah keheningan.

“Kau belum punya pacar?”

Austin terkekeh tipis. “Tidak ada waktu.”

“Bibimu bahkan sudah menyiapkan banyak calon untuk kencan buta.”

“Aku tidak terlalu memikirkannya.”

Tuan Roger hanya menggeleng sambil tersenyum samar.

“Kalau suatu hari nanti kau menemukan seseorang yang benar-benar kau sukai.. bawa dia pulang.”

Setelah konferensi selesai, Austin mengantar ayahnya menuju mobil.

Baru saja ia melihat jam tangan, pandangannya tertarik pada sosok yang berlari di seberang jalan.

Langkah perempuan itu tergesa di atas sepatu hak tinggi stiletto.

Gaun hitam-putih yang dikenakannya terlihat formal, tetapi lekuk tubuh rampingnya tetap terlihat jelas. Pinggang kecilnya seakan terlalu tipis untuk ukuran tubuhnya, sementara kaki jenjangnya tampak mencolok di antara keramaian.

Wajahnya tampak cerah dan penuh energi.

Namun tubuhnya memiliki siluet S yang begitu sempurna hingga menciptakan kontras yang sulit diabaikan.

Tatapan Austin berhenti beberapa detik lebih lama dari biasanya.

Itu Yurika.

1
partini
good story
partini
pangeran datang
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat yaa kak authorrrr jangan pelit pelit update ahhh....🤭🤭🤭
yg banyak atuhhhh kak othor update babnya 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
ciyeeee... Austin yg mulai kesemsem sama yurika . gassss lohhhh... nanti Yuri docaplok cwo lain kan mode Tsundere nya keluar😁😁😁😁
partini
lanjut
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat update yaaa
lanjuuutttt 💪💪💪💪👍
dome🌬️🌀🌀🌀
kak authorrrr jangan lama update nya yaaa... ditunggu lohhhh

yg banyaaakkkk banyaaakkkk 😁👍
dome🌬️🌀🌀🌀
ada apa ini ???

ada mantan yg lagi sok pamer bang Austin... berasa dia cwo yg paling diminati para kaum hawa🤣🤣🤣🤣
padahal kesuksesan dia karna domplengan cwe dengan status anak manager. baru manager dah berasa CEO 🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
kaannn... manis kan interaksi Yuri dan Austin... aahhhh. sumpah gemes banget dehhh.. Yuri yg kurang peka dan Austin yg kalem santai tapi diap2 perhatian
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat thor💪💪💪
Lynn_: Amin😇😇
total 5 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
hubungan cinta mereka yg polos ini sangat manis sumpah. setiap baca pokoknya berasa aku yg malu malu. liat tingkah polos Yuri dan Austin yg tenang kalem tapi kesannya menggoda iman... awaww...awwww...awwww
gemesss liat pasangan ini
aku yg cengengesan 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
keren banget sih Thor bikin cerita yaaa..JD gwmesssss😍😍😍
Lynn_: Makasih dukungannya kak😄
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
tau ga sih Thor setiap bab bacaan berasa kayak setiap kata kata sentuhan prilaku bahkan penjabaran tentang menatap atau tatapan berasa banget ada sensasi sensual nya😄😄😄

kok aku loh yg malah jadinya baperan 😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat kak authorrrr... semangat selalu 😁😁😁👍👍ada yg beli
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,,, ternyata pak bos matanya jeli bener kalau berhubung dengan yirika🤣🤣🤣..pake alesan ga boleh ada hubungan romantis antar karyawan 🤣🤣
modus mu austin😄😄
makanya kali suka yonthe poin aja
gasssssssss
ntar Embay cwo lain murka lagi😁😁😁
partini
kita lihat apa ada yg cemburu
partini
cembukur
Alvia Vi
kok cm dikit up ny thor
🤭
Alvia Vi
thor ,seperti apa hub an mereka ber dua tidak ad kejelasan,ap pacaran atau seperti ap ??
terlalu kaku🙏
Alvia Vi: ok siappp thor
total 2 replies
Alvia Vi
wahhhh😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!