Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
Nia dan Nadila tengah duduk dikantin usai kelas, setelah menyelesaikan ujian mereka ingin menikmati minuman dingin untuk menenangkan pikiran mereka.
" Akhirnya setelah ini libur juga Nia "
" Iyah Nad "
" Lo sih enak punya pacar bisa jalan sama pacar lo, gue kan ga punya pacar"
" Bukannya ada Ka Fabian ? atau lo mau balikan sama Ernest ? "
" Balikan ? Ihh ogah banget gue Nia, gue yakin juga nih kalau gue balikan nanti pasti dia cuma manfaatin gue "
" Ya tapi bisa aja dia berubah gimana tuh Nad ? "
" Berubah apanya? Berubah jadi power rangers? "
" Ya bisa jadi bisa jadi, bentar gue pesen makan dulu ya Nad. Lo beneran nih ga mau makan ? "
" Engga gue ga laper Nia "
Nia pun pergi meninggalkan Nadila sendirian, namun tanpa disadari sejak tadi Nadila tengah diperhatikan oleh beberapa orang.
BRUKK..
Nadila yang tengah membuka ponselnya pun mendadak terkejut saat seorang perempuan memukul mejanya dengan keras
" Ada apa ya Ka ? " tanya Nadila dengan raut wajah bingung
" Ga usah so polos, ayo ikut gue "
Karena kondisi yang kurang fit, Nadila tidak memiliki tenaga untuk melawannya.
Terlebih Nadila sendiri dan orang yang ia hadapi berkisar 5 orang, hal itu membuat Nadila menjadi kalah.
Dengan kasar dua orang itu menarik tangan Nadila hingga akhirnya terjatuh diaspal.
Hal itu pun memancing keramaian dikantin siang itu, beberapa orang pun mengambil vidio.
" Dasar perempuan gatel lo, lo sengaja kan deketin Fabian biar bisa jadi pacar lo ? "
" Tunggu maksudnya apa sih ? "
" Ga usah pura-pura polos deh lo jadi cewe, udah ngaku aja lo emang lagi sengaja kan gatel ke Fabian. "
" Engga, gue ga kayak gitu Ka "
Tak puas dengan jawaban yang Nadila berikan, satu orang itu melempari Nadila sebuah telur.
" Lo tuh cewe genit, ngapain coba sampe ngikut ke apartemen Fabian. Ohh atau emang lo cewe murahan ya ? "
Ucapan itu mengundang tawa bagi keempat temannya, sungguh Nadila benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
" Gue kasih tau ke lo ya, jangan deketin Fabian karena dia itu milik gue " bisiknya
Lagi-lagi Nadila mendapatkan lemparan telur, namun kali ini bukan satu melainkan 5 butir telur dan juga tepung.
Nadila benar benar dipermalukan saat ini, ia hanya bisa menangis sambil mencoba untuk bangkit.
Nia terkejut saat mengetahui jika didalam kerumunan itu adalah Nadila, segera ia membawa Nadila pergi dari sana.
Tak hanya Nia, Niko yang tak sengaja melihatnya pun langsung membawa Nadila untuk pulang.
...
Fabian tengah bermain game di ponselnya, di sebuah rumah yang menjadi basecamp Fabian berada disini.
" Fabian lo harus liat ini sih " ucap salah satu temannya menunjukkan sebuah vidio
" Kapan ini ? " tanya Fabian dengan kesal
" Tadi sih, ada gilanya juga si Sely. Ehh tapi ini cewek kayak ga asing "
Fabian pun langsung mengambil jaketnya, ia harus menemui Nadila saat ini.
" Lo mau kemana Fab ? "
" Ada urusan penting "
Fabian langsung naik keatas motornya, segera motor pun melaju dengan cepat menuju apartemennya.
...
Setelah membersihkan tubuhnya, Nadila beristirahat ditemani oleh Nia dan Nikko.
Keduanya nampak kasihan melihat Nadila saat ini, terlebih mereka tak tau jika Nadila tengah dilanda demam.
" Kita kerumah sakit aja yuk Nad " ajak Niko
" Gue cuma kecapean aja ini, ga apa apa "
" Ga apa apa gimana coba Nad, badan lo panas gini masih bilang ga apa apa. Belum lagi luka tuh tangan lo, lagian tuh cewe siapanya Ka Fabian sih ? "
" Mana gue tau, gue cuma taunya kalau Fabian itu jomblo. Ya lagian gue juga yakin, Fabian itu ga tertarik sama cewe kayak gitu "
" Yaudah sekarang lo bilang ke si Ka Fabian Nad "
" Engga lah buat apa, udah mendingan kalian pulang aja dulu ya gue mau istirahat mau tidur "
Nia dan Niko saling berpandangan, hingga akhirnya Niko mengangguk.
" Yaudah, tapi kalau ada apa apa hubungin kita ya Nad "
" Iyah Iyah "
Segera Nia dan Niko pun berpamitan pulang kepada Nadila, walaupun sebenarnya mereka masih khawatir dengan Nadila.
Saat mereka membuka pintu, terlihat Fabian yang hendak mengetuk pintu Nadila.
" Nadila mana ? " tanya Fabian dengan khawatir
" Ada didalem " jawab Nia
" Gue mau masuk, gue harus ketemu sama Nadila "
" Emang kayaknya lo harus ketemu sih Ka, lo jelasin ke dia soal tuh cewe "
" Hmm "
Segera Fabian pun masuk kedalam untuk mencari keberadaan Nadila, ia pun mencari Nadila didalam kamarnya.
" Bian .. " Nadila terkejut saat melihat Fabian yang sudah berhasil masuk
" Lo ngapain Bian ? Ko lo bisa masuk ? "
Bukannya menjawab pertanyaan Nadila, Fabian justru memeluk tubuh Nadila.
" Sorry Dil, karena gue lo jadi dipermaluin di kampus "
" Gue beneran bingung Bian, salah gue apa "
" Lo ga salah apapun Nadila, dia juga bukan siapa-siapa gue. "
" Ya walaupun lo ada status sama tuh cewe ya itu hak lo Bian "
" Ya tapi emang gue ga ada hubungan sama siapapun Nadila "
Nadila terdiam sambil menundukkan kepalanya, sedangkan Fabian ia mencoba untuk mengangkat wajah Nadila.
" Lo beneran pacaran sama temen lo itu Dil ? "
" Kenapa emang ? "
" Ya bodoh aja tuh cowok Dil, masa dia ga bisa jagain pacarnya sendiri sih. "
" Gue ga pacaran sama Niko '
" Terus ? Berarti lo bohongin gue soal ini ? "
" Engga juga, gue cuma suruh Niko bilang ke lo kalau gue ga mau diganggu aja. Ya walaupun emang sih, Niko itu suka sama gue Bian. "
" Yaudah sana Bian urusin tuh cewe, bilang jangan ganggu gue gitu. Urusin tuh Bian pacar lo, atau siapalah itu "
" Gue ga suka sama dia Nadila"
" Ohh "
" Gue itu sukanya sama lo Nadila "
lanjut ya thor👍😄