NovelToon NovelToon
Dear Dave

Dear Dave

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:46.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Dave yakin guru tk para keponakannya adalah perempuan yang menjadikannya sebagai sasaran kekalahannya dalam permainan true or dare dua malam yang lalu.

Bisa bisanya perempuan yang suka clubbing jadi guru tk. Bagaimana nanti masa depan keponakan keponakannya?

Semoga suka♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tetap akan dijodohkan

"Mereka saling kenal, ya?" Rihana, Daiva dan Puspa saling tatap. Mereka sudah dikirim video rekaman cctv yang berada di parkiran oleh sekuriti.

Awalnya mereka menontonnya dengan sangat excited. Melihat kedatangan buru buru Dave yang disambut heboh cucunya dan cucu sepupu sepupunya.

Tapi kemudian terasa janggal ketika melihat perubahan sikap Dave dan Rhea.

"Aku juga merasa begitu," cetus Daiva. Sikap keduanya agak beda, seperti sudah pernah kenal dan mempunyai hubungan yang kurang baik di masa lalu.

Tapi entahlah.

Kalo Dave mungkin sengaja bersikap begitu untuk membuat perempuan yang dijodohkannya ilfeel.

Rhea mungkin kepancing dengan sikap Dave yang kurang bersahabat. Daiva sibuk menduga duga dalam hatinya.

Arah kamera cctv tidak menyoroti Rhea secara langsung. Hanya punggungnya saja. Lebih ke arah Dave. Karena memang begitu, mereka fokus ke penjemput, bukan gurunya yang mengantar anak didiknya pada keluarga yang menjemputnya.

Mungkin juga karena Rhea dan Dave berdiri pada posisi garis lurus dengan kamera. Kalo saja posisi berdirinya Rhea agak miring tiga puluh derajat, pasti bisa terlihat ekspresinya sekarang.

"Atau Dave sengaja?" Rihana seakan mengungkapkan kecurigaan Daiva.

"Sengaja?" Puspa tetap fokus ke layar ponselnya.

"Dave tau, kan, kalo mau dijodohkan dengan Rhea?"

Setelah Rihana mengatakannya, Puspa baru paham. Sedangkan Daiva menghela nafas panjang.

Selalu begitu, batinnya. Sekarang Daiva mengerti kenapa Opa Hendy sampai sering sakit sakitan, karena memikirkan Dave yang sulit dijodohkan.

"Sepertinya Rhea dan Dave mengatakan sesuatu?" ucap Rihana dengan tatapan lekatnya pada layar ponsel.

"Sayangnya tidak bjsa diakses suaranya karena keluarga penjemput tidak mau suara mereka terekam. Cukup video saja." Puspa menghela nafas kecewa. Padahal dia ingin tau apa yang dikatakan keduanya.

"Menurut kalian, sikap Dave kali ini berlebihan, nggak, sama Rhea?" Rihana menatap kedua kerabatnya.

"Entahlah. Dave sudah terlalu biasa bersikap menyebalkan. Aku beberapa kali menonton video kencan perjodohan Dave dan Xavi." Daiva menjawab lelah. Udah hampir setengah tahun ini Opa Hendy beristirahat mencarikan jodoh buat cucunya.

"Jadi gagal, dong?" Puspa juga menampakkan gestur kecewa.

Rihana tersenyum. Dia yang paling optimis di antara kedua kerabatnya.

Dia punya firasat aneh saat melihat tatapan tajam Dave untuk Rhea.

"Belum tentu. Gini aja, kita buat mereka sering ketemu secara kebetulan. Mungkin kalo sudah beberapa kali ketemu, progresnya akan kelihatan," usul Rihana memprovokasi Puspa dan Daiva dan sepertinya berhasil.

"Aku setuju," jawab keduanya berbarengan. Raut kecewa dan putus asa di wajah mereka berdua, perlahan memudar. Berganti binar harapan.

*

*

*

Dave membawa keponakan keponakannya di toko es krim dan membiarkan mereka memesan maksimal dua saja. Dave masih memikirkan omelan mami mami mereka.

"Bu Rhea ngajarnya apa?" tanya Dave kepo saat para ponakannya sedang menikmati es krimnya.

"Miss Rhea, om," koreksi Briella.

Dave tersenyum.

"Ya, Miss Rhea." Dave membetulkan ucapannya.

"Tadi belajar sopan santun sambil mewarnai," jawab Samiya.

"Oooh...." Dave terdiam, sambil terus berpikir, mencari ketaklayakan Rhea.

"Miss Rhea ngajarnya mudah dimengerti atau engga?"

Keempatnya menatap omnya.

"Sama seperti miss yang lain, om. Miss Rhea pintar juga." Bella yang menjawab.

Masa? decih Dave dalam hati. Dia sulit percaya.

Ternyata dia manipulatif juga sampai bisa bohongin anak kecil.

"Lebih suka belajar sopan santun atau mewarnai?"

"Dua duanya suka, om. Miss Rhea juga pandai bercerita. Itu loh om, cerita Malin Kundang yang dikutuk jadi batu karena ngga menghormati ibunya," jelas Briella panjang kebar.

Dave tertegun mendengarnya

Dia ngga lagi minum alkohol, kan?

"Memangnya ada, ya, om, manusia bisa jadi batu?' Samiya yang bertanya menyadarkannya.

"Itu, kan, ada. Kalo durhaka sama orang tua, kan," sergah Rangga yang menjawab.

Dave tersenyum.

"Batunya ada di pantai kota Padang."

Bola mata keempat keponakannya mebesar. Antara terkejut, takut dan ngeri yang bercampur jadi satu.

"Padang itu dimana, om?" tanya Rangga mewakili ketiga sepupunya yang masih terhenyak ngeri.

"Di pulau Sumatra. Jauh dari sini. Kalo kita tinggalnya di Jakarta, di Pulau Jawa."

Keponakannya manggut manggut tapi Dave sangat jelas menangkap ketakmengertian mereka.

Dia kemudian mengeluarkan ipad dengan layar sebelas inch dan mencari peta indonesia di sana. Setelah menemukannya, dia menunjukkan pada Rangga cs.

"Ini Pulau Jawa. Ini Pulau Sumatra." Keponakan keponakannya mulai kepo dan ikut memperhatikan.

"Ini pulau apa, om? Seperti ayam peliharaan oma," tanya Rangga.

"Iya." Briella menyahuti, kemudian terkekeh bersama Bella dan Samiya.

Dave tersenyum agak lebar. Tante Puspa memang memelihara empat ayam kate.

"Kalimantan."

"Kalo ini, om ? Seperti huruf K?" tunjuk Briella.

"Sulawesi. Dan ini Papua," sahut Dave.

Dia kemudian beralih ke Pulau Padang dan memetakan tempat batu malin kundang berada.

"Di sini batunya," tunjuk Dave.

"Aku mau pergi ke sana dan lihat batunya, om," tukas Samiya penasaran.

"Bilang papi mami, minggu besok jalan jalan ke Padang," senyum Dave.

"Horeee....!"

"Iya, om." Keempatnya menjawab antusias sambil terus mengamati layar ipad Dave.

Dave memijat keningnya. Gagal dia nyari bukti ketaklayakan Rhea sekarang.

*

*

*

"Bengong aja," tegur Yana.

Rhea yang.sedang bingung sekaligus masih marah, tersenyum menyembunyikan perasaan kagetnya.

Kerjaannya sudah selesai. Tadi beberapa menit yang lalu dia akui memang hanya diam saja. Merenung kejadian tak terduga hari ini.

Bayangkan saja. Dia yang sengaja disuruh pergi ke Jakarta untuk membuka lembaran hidup yang baru.Tapi kenyataannya, tetap saja lembar kejadian buruk itu yang terungkap.

"Wajah kamu tegang banget." Wita juga duduk di sisinya.

"Oh ya...." Memang Rhea merasa saraf sarafnya menegang. Mungkin karena perasaan marah yang belum tersalurkan.

Wajah laki laki itu terbayang lagi. Dia baru ingat, malam itu, laki laki itu mengenalkan dirinya sebagai Dave. Kenapa dia bjsa sampai lupa.

Aaarrhhh..... Dunia sempit sekali, keluhnya dalam hati.

Rhea berdiri mengambil sebotol minuman manis yang tersedia di dalam kulkas. Kemudian meneguknya hingga hampir habis untuk mengurangi uap panas kemarahan di dalam dadanya.

Memang cukup berhasil.

"Tadi lama juga, ya, dijemputnya?" Wita mencoba memahami kekesalan Rhea.

"Iya." Sebagian kecil kekesalannya memang karena itu.

"Kita kerja di sini dituntut harus punya sabar seluas samudera," sambung Yana menimbrung.

Rhea mengangguk sambil melemparkan senyum mengerti alias basa basi.

Mereka ngga tau aja yang sudah terjadi.

Kalo hanya masalah menunggu, Rhea ngga akan mungkin segedeg ini perasaannya.

Sekarang dia harus apa?

Tante Puspa adalah kerabat tepercaya laki laki kurang moral itu.

Kalo dia mengadu, habislah sudah nasib baiknya.

Ngga mungkin dia kembali ke rumah dan menerima saja perjodohan yang sudah diatur papa dan tantenya.

Padahal mama dan kakaknya sudah bersusah payah melarikannya.

Rhea menghabiskan lagi minumannya yang sudah tertinggal sedikit itu.

1
💟노르 아스마💟
cari mati kmu Talisha
sleepyhead
Cari masalah ni orang
sleepyhead
Bahkan seorang badjingan pun bisa membedakan mana wanita baik dan ga
sleepyhead
Diiiihhhh, 🤣🤣🤣🤣
sleepyhead
Naaah, ini siii pucuk dicinta ulampun tiba,🤣🤣 player vs player 😂😂
sleepyhead
Udah high fly 😂
Rahmawati
talisha km tambah masalah aja, bakalan geger nih
Lusi Hariyani
wah talisha cr gara2 nich
Ernaaaaa
parahhh Talisha...dih temen kek gt
Riana Efendi
Wah makin seru ini, tamat kamu Talisha🤣
anggita
3x☝☝☝iklan.👍
sleepyhead
wkwkwkkk.... manis ya mereka, komunikasi nya heart to heart alias telepati yah, seolah musuh tp kalau udah kena sengatan keduannya lupa situasi 🤣
sleepyhead
Bicara Rhe, bilang aj semuanya julid
Herman Lim
dah ga sah di cari pak nazar BSK juga di lamar sama keluarga Dave 🤪🤪
Rahmawati
udah lah pak nazar jgn cari Rhea lagi, tunggu aja di surabaya, sebentar lagi Rhea akan di lamar
Riana Efendi
Terima kasih thor 🙏
Ernaaaaa
buru lamar rhea opa biar Dave..dah mo lebaran haji nih musim undangan nikah bertebaran xixixixi
Nanda Jihan
lnjut
Dewy Aprianty
lanjut thorr jng digantung...
Zea Rahmat
pastii tau lah org pernah ngajar di. luar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!