NovelToon NovelToon
Dekapan Bayang

Dekapan Bayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / CEO / Cintapertama
Popularitas:150
Nilai: 5
Nama Author: Queenca04

Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Zian melampiaskan kekesalannya dengan meninju samsak yang ada di basecamp mereka.

"Aaarrrgghh," teriak Zian melampiaskan kemarahannya.

"Siapa sih dia berani-beraninya sama gue?" Zian dengan nada marah.

"Dia Riko anak Garuda," seru Andre.

"Apa hubungannya sama Anggie? Kenapa dia bisa kenal Anggie?"

"Mereka pernah satu sekolah waktu SMP."

"Hebat informasi lo Dre," puji Gio.

"Tapi apa benar tadi lo nganterin Anggie waktu berangkat ke toko buku?" tanya Andre pada Zian.

"Lo bercanda Dre, mana mungkin seorang Zian mau boncengin cewek," Sam sambil tertawa karena mereka tahu betul Zian tidak pernah mau membonceng perempuan manapun dengan alasan apapun.

"Iya gue yang nganterin Anggie ke sana."

"Serius lo Zi?" teman-temannya tidak percaya.

"Apa ini mimpi ya, tolong dong sadarin gue," Gio dengan lebay.

"Lo beneran suka sama Anggie, Zi?" tanya Samuel.

"Gak tahu gue juga tapi tiap kali gue liat dia sama cowok lain hati gue sakit dan terasa panas."

"Itu namanya lo cemburu Zi," seru Samuel.

"Berarti lo memang udah jatuh cinta sama Anggie. Tapi kan Anggie udah punya cowok."

"Dari informasi yang gue tahu yang selalu jemput Anggie itu bukan cowoknya tapi kakaknya dan gue juga dapat informasi kalau kakaknya itu sangat posesif sama Anggie," jelas Andre.

"Lo emang informan sejati Dre," puji Frans.

"Terus cowok yang tadi sama Anggie itu apa hubungannya sampai kakaknya percaya?"

"Gue belum dapat informasi tentang itu."

"Kalau emang lo suka sama Anggie pepet terus jangan sampai keduluan yang lain," jelas Samuel.

"Kita akan bantu lo buat dapatkan Anggie tenang aja."

***

Di pagi hari ke lima anak most wanted itu sudah ada di halaman parkir.

"Tumben ya Zian dan the geng sudah ada di sekolah," ucap salah satu murid.

Tak lama ada sebuah mobil yang berhenti di depan gerbang sekolah menampilkan Anggie turun dari dalam mobil. Kali ini Anggie diantar Angkasa karena Angga tak pulang aktivitas kampus yang mengharuskannya menginap di kampus.

"Itu Anggie," seru Gio.

Anggie yang sedang berjalan masuk ke sekolah pun langsung dicegat Zian.

"Pagi Anggie," sapa Zian ramah sambil tersenyum.

"Pagi," jawab Anggie singkat.

"Itu beneran Zian kan?" ujar murid lainnya.

"Zian tambah ganteng kalau senyum gitu."

"Zian bisa senyum juga ya."

Banyak bisik-bisik murid yang lain saat melihat interaksi Zian dengan Anggie.

"Ini buat Lo sarapan," Zian sambil memberikan roti dan susu kotak.

"Makasih tapi gue udah sarapan," tolak Anggie sambil pergi.

Semua orang langsung melihat ke arah Anggie yang menolak sarapan dari Zian.

"Kalau gue jadi Anggie walaupun udah sarapan pasti gue bawa," seru murid yang lain.

"Gue harus kasih pelajaran sama cewek itu udah berani-beraninya dia cari perhatian Zian," seru Wina yang memang selalu gencar mendekati Zian dengan berbagai cara tapi Zian tidak pernah menanggapinya.

"Kasih pelajaran aja dia Win udah caper dia sama Zian," Bela temannya Wina memanas-manasi.

"Tunggu aja waktunya kita kasih pelajaran anak itu."

Saat jam pelajaran tiba-tiba Anggie ijin ke toilet bersama Ria. Kini Anggie yang sedang di dalam toilet tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Wina dan ke dua temannya.

"Jadi lo yang udah caper sama Zian?" Wina sambil mendekati Anggie dengan tatapan tajam.

"Maksudnya caper gimana ya kak?"

"Lo mau tahu lo capernya gimana sama Zian," Wina sambil mengguyur Anggie dengan air selokan.

"Asal Lo tahu ya Zian itu cowok gue. Lo jangan pernah lagi deketin dia. Kalau sampai Lo deketin dia lagi Lo akan dapatkan lebih dari ini," ancam Wina.

"Ih... Bau banget sih Lo," seru Bela sambil menutup hidungnya.

"Biarin aja supaya dia dijauhi Zian," seru Amel.

Ria terkejut saat melihat Anggie dalam keadaan basah dan bau juga.

"Git lo kenapa? Lo bau banget," tanya Ria yang baru keluar dari toilet.

"Teman lo udah nyebur selokan tuh," cibir Bela.

"Iiiuuwhh bau banget," ledek Wina sambil pergi.

"Lo mandi aja dulu biar gue bawain Lo baju," Ria yang tak tega melihat keadaan Anggie akhirnya Ria menyuruh Anggie masuk kembali ke toilet untuk membersihkan badannya.

Anggie hanya menangis di dalam toilet. Sedangkan Ria pergi ke lokernya membawa baju ganti.

Jam sudah masuk waktunya istirahat tapi Zian tidak menemukan Anggie di kantin. Anggie yang biasanya sudah ada di kantin bersama temannya tapi kali ini dia gak ada. Teman-temannya Anggie juga tidak ada di kantin.

"Anggie kok gak ada ya?" tanya Zian yang duduk di tempat biasanya.

"Iya biasanya mereka udah ada di sini tapi kok sekarang belum kelihatan," seru Gio.

"Kita boleh duduk di sini ya," ucap Wina yang tiba-tiba datang lalu duduk di tempat yang biasa Anggie dan temannya duduk di sana.

"Zian mau pesan apa? Biar gue yang bawain," Wina mencoba memberikan perhatian pada Zian. Tapi Zian diam dan tak menoleh sedikitpun. Wina mencoba sabar dengan perlakuan dari Zian dan Wina yakin suatu saat nanti Zian pasti akan luluh bila Wina memberikan perhatian lebih.

"Punya gue aja Win tolong dong pesenin," seru Samuel.

"Sorry ya gue cuma tanya Zian kalau Lo mau pesen ya pesan aja sendiri. Zian Lo kan sukanya nasi goreng biar gue pesenin ya."

"Sorry gue gak selera makan," Zian pun langsung pergi meninggalkan Wina di kantin. Wina yang kesal pun tapi tak bisa berbuat apa-apa karena memang Zian selalu memperlakukannya seperti itu hanya saja Wina yang tak tahu malu terus saja mendekati Zian dengan berbagai macam modus.

"Zian... Zian lo mau kemana," teriak Wina memanggil Zian yang pergi begitu saja.

"Udah Lo mending pesenin gue aja Win daripada Zian gak mau. Atau Lo mending jadi cewek gue aja, mau gak?" seru Gio.

"Ih ogah ya gue gak suka sama Lo. Daripada harus sama Lo mending gue sama sapi."

"Iya udah nanti gue bawain sapi ke rumah lo supaya lo bisa pacaran sama sapi dan gak ngejar-ngejar Zian terus yang tak pernah merespon lo," ujar Frans yang tertawa.

Ditempat lain kini Anggie yang ada ke balkon sekolah hanya bisa menangis. Ria dan Dika sebenarnya sudah menawarkan diri buat nemenin Anggie tapi Ia menolak karena ingin sendiri.

"Apa sih salah gue? Perasaan gue gak pernah punya musuh tapi kenapa dia begitu benci sama gue," lirih Anggie sambil menangis.

"Lo kenapa?" Anggie kaget saat tahu ada orang yang menyapanya lalu Anggie pun langsung mengusap air matanya.

"Lo nangis? Siapa yang udah bikin Lo nangis?" Zian sambil memegang bahu Anggie.

"Jawab Gie siapa? Biar gue yang kasih pelajaran orangnya."

"Ini semua gara-gara lo. Gue kayak gini gara-gara lo," Anggie melampiaskan kekesalannya pada Zian dengan memukul dada Zian tapi Zian gak membalasnya. Ia langsung memeluk Anggie dan memberikan rasa nyaman dan aman itu pula yang dirasakan Anggie ketika dipeluk Zian.

Setelah merasa tenang akhirnya Anggie mengurai pelukannya.

"Maaf," lirih Anggie pelan.

"Enggak apa-apa kok kalau Lo mau lampiaskan kekesalan lo lagi dengan cara lo kayak tadi gue siap. Gue juga gak akan marah justru gue seneng bisa membuat Lo tenang."

"Makasih."

"Apa gue boleh tanya apa yang terjadi?"

"Gue juga sebenarnya gak tahu salah gue apa tiba-tiba kak Wina datang ngancem gue lalu nyiram gue pake air selokan. Gue mau marah tapi gue gak bisa."

Zian yang mendengar cerita dari Anggie membuat ia mengeratkan rahangnya dan mengepalkan tangannya. Zian sungguh sangat marah dengan apa yang sudah dia perbuat pada Anggie.

"Itu sebabnya Lo gak ke kantin?" Anggie menunduk.

"Kalau emang kakak udah punya pacar kenapa harus deketin gue terus jadinya pacar kakak salah paham. Gue sekolah di sini hanya ingin nyaman dan tenang gak mau banyak masalah. Tolong kakak ngerti itu."

"Gue gak pernah punya pacar dan asal Lo tahu gue deketin lo itu karena gue suka sama lo."

Anggie langsung terdiam saat Zian menyatakan perasaannya.

"Kak gue mohon jangan bikin gue kena masalah lagi. Cukup yang tadi aja gue takut kalau kak Wina tahu gue bakalan kena masalah lagi."

"Lo tenang aja selama Lo ada di dekat gue gak akan ada yang nyakitin Lo."

Anggie bingung dengan perasaannya tapi Anggie memang gak pernah mempunyai perasaan apapun pada Zian.

1
Abah Pnd
pasti jatuh miskin anggoro
Queen: pantas ya buat seorang tukang selingkuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!