NovelToon NovelToon
Di Kira Mandul Ternyata ...

Di Kira Mandul Ternyata ...

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:924
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Menerima laki-laki yang di kenalkan oleh sosok yang bernama Ayah itu seperti membuka pintu derita bagi Maura. Apakah Maura menderita karena perlakuan sang laki-laki atau perasaan bersalah pada keluarganya....
Yuk lanjut episode baru cerita aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Kembali

Maura dan Tasya bermalas-malasan di kamar hotel sebelum sore nanti mereka berencana akan berjalan-jalan di pantai. Mereka akan merayakan pergantian tahun baru malam nanti. Niat hati akan memejamkan mata sejenak namun dentingan ramai di ponsel mereka membuat atensi mereka buyar.

"Apa sih ini anak kantor. Ngga tau apa ini lagi liburan." Omel Tasya.

"Lu buka deh gw mah ikut aja." Maura.

"Si alan lu. Emang ya lu tu si yang paling sepi di grup." Tasya.

"Males Sya." Maura.

Tasya pun membaca pesan-pesan yang di kirimkan anggota grup di kantornya.

"Eh La. CEO kita ganti sama adiknya Bu Raya." Tasya.

"Ya wajarlah Sya. Bu Raya kan baru aja lahiran jadinya ya kasian juga dia kalo masih ngantor." Maura.

"Kira-kira siapa ya? Eh, Pak Radit nih katanya." Tasya.

"Pak Radit itu bukannya di Singapura ya?" Maura.

"Iya ya. Eh, ya ngga ada salahnya dia bantu Kakak nya kali di sini." Tasya.

"Kenapa ngga Pak Marko ya?" Tanya Tasya lagi.

"Yeee... Ngarep banget Mba. Tunangannya ngga ada lawan Mba..." Maura.

"Ya kan ngga ada salahnya. Tiap hari gw semangat kerjanya soalnya ada pemandangan indah gitu." Tasya.

"Eeelah... Ruangan lu sama Pak Marko aja berjauhan Sya. Lu di bawah dia di atas gimana ceritanya lu liat pemandangan indah. Kecuali lu tukar posisi tuh sama Pak Rehan." Maura.

"Ih ogah... Ga mesti tukar posisi Mak. Kan gw bisa tungguin Pak Marko di lobi sebelum gw naik ke ruangan." Tasya.

"Ish... Dasar buaya betina lu." Maura.

"Hahaha... Mending gw punya selera dong." Ucap Tasya seraya terbahak.

"Gw ngga mau lu kaget aja Sya kalo tiba-tiba gw nikah sama milyader gitu." Maura.

"Lah, kemarin sama anaknya pemilik perusahaan A aja di lepeh lu." Sindir Tasya.

"Soalnya dia anaknya Sya. Target gw sih pemiliknya hahha.." Maura.

"Pak Priawan maksud lo?"

"Dih ogah..." Maura.

"Udah yuk ah bobo syantik dulu biarkan anak-anak kantor itu berhalu-halu sama CEO kita. Kita mah yang real-real aja." Maura.

"Trauma ya mak." Tasya.

"Ngga sih tapi udah ah ngga usah berhayal yang nyata-nyata aja." Maura.

"Siap deh..." Tasya.

Malam menjelang Maura dan Tasya memilih makan malam di restoran tepi laut. Maura sudah reservasi sebelumnya mengantisipasi jika pengunjung penuh mereka berdua masih kebagian tempat. Maura begitu menikmati liburannya kali ini. Dirinya tak memiliki beban apapun. Walaupun status janda yang melekat padanya tak bisa di rubah.

"Maura."

Maura dan Tasya pun menoleh pada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.

"Oma..."

"Kamu apa kabar Nak? Masih ingat Oma kan?" Tanya Oma Mia.

Ya ternyata yang menyapa Maura adalah Oma Mia. Oma yang pernah bertemu dengan Maura beberapa bulan lalu di kota D. Maura fikir Oma tidak akan mengingatnya karena pertemuan mereka pun hanya sekali dan sangat singkat.

"Eh, kabar baik Oma. Ya ampun Lala fikir Oma tang tidak akan ingat Lala. Oma apa kabar? Sama siapa Oma ke sini? Eh, iya kenalin Oma ini sahabat Lala." Ucap Maura panjang lebar.

"Oh, salam kenal Nak. Saya Mia panggil saja Oma Mia." Oma Mia.

"Salam kenal Oma. Saya Tasya Oma."

"Oma akan selalu ingat anak cantik seperti kamu dong La. Oma datang bersama keluarga sebenarnya. Hanya saja tadi Oma sempat melihat kamu di depan jadi Oma ijin untuk memastikan ke sini." Oma Mia.

"Aduh,,, Kenapa Oma ngga sapa Lala di depan saja tadi. Sampe repot-repot Oma ke sini." Maura.

"Ngga apa-apa. Boleh Oma minta no ponsel kamu La? Dulu Oma lupa memintanya keburu menantu Oma datang." Oma Mia.

"Tentu boleh Oma."

Maura pun mengetikkan no ponselnya di ponsel milik Oma Mia.

"Terima kasih ya Nak. Oma kembali ke keluarga Oma dulu." Oma Mia.

"Iya Oma silahkan. Apa perlu Lala antar Oma?" Maura.

"Tidak perlu. Oma bisa datang ke sini sendiri tentu Oma bisa kembali sendiri." Oma Mia.

"Hati-hati ya Oma. Sampai ketemu lagi Oma." Maura.

Setelah Oma Mia pergi tatapan penuh tanya dari Tasya pun mengarah pada Maura. Namun, belum sempat Maura membuka mulutnya pelayan datang membawakan pesanan mereka.

"Dia oma-oma yang gw ceritain ke lu dulu pas gw mau honeymoon tapi malah ke kota D itu. Nah, itu oma Mia." Maura.

"Astaga! Itu udah lama banget La. Hebat ya tu Oma masih inget Lu." Tasya.

"Iya kan. Gw juga tadi mikir gitu. Dan gw juga ga banyak berharap ketemu dia lagi." Maura.

"Tapi kayanya Oma Mia bukan Oma biasa deh. Di liat dari penampilannya high class deh." Tasya.

"Kaya nya sih." Maura.

"Jangan-jangan lu mau di jodohin sama anaknya lagi atau cucu nya." Tasya.

"Kalo anaknya atau cucu nya suka sama gw dan bener-bener tulus ngga kaya yang kemarin sih ngga apa-apa." Ucap Maura.

"Tapi dia CEO." Tasya.

"Makan dulu deh gw. Otak gw perlu amunisi buat mikir." Pungkas Maura.

"Hahaha... Gw do'ain yang terbaik pokoknya La."

"Aamiin."

Lanjut ayo lanjut...

1
fenita
ingat doa orang yg di zalimi bakal kena azab .aska tunggu aja kehancuran usaha lu
disney
omongan tasya bisa jadi nyata hehehe
disney
aska tolol jgn menyesal suatu saat nanti
disney
pasti perbuatan aska nih
disney
adiknya maura pernah melihat aska dgn ceweknya..hufft
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!